*Penjelasan tentang Larangan Berbuat Zalim*
*الباب الرابع والخمسون*
في بيان النهي عن الظلم
قال الله تعالى: ﴿وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ
وقال ﷺ: «الظلم ظلمات يوم القيامة
وقال ﷺ: «من ظلم شبراً من أرض طوّقه الله من سبع أرضين يوم القيامة
وفي بعض الكتب يقول الله تعالى: اشتدّ غضبي على من ظلم من لا يجد له ناصراً غيري
وما أحسن قول بعضهم
لا تظلمنّ إذا ما كنت مقتدراً ... فالظلم يرجع عقباه إلى الندم
تنام عيناك والمظلوم منتبه ... يدعو عليك وعين الله لم تنم
وقول الآخر
إذا ما الظلوم استوطأ الأرض مركباً ... ولجّ غلوّاً في قبيح اكتسابه
فَكِلْه إلى صرْف الزمان فإنه ... سيبدي له ما لم يكن في حسابه
وقال بعض السلف: لا تظلم الضعفاء؛ فتكون من شرار الأقوياء
وقال أبو هريرة رضي الله عنه: إن الحبارى لتموت هُزالاً في وكرها من ظلم ظالم
وقيل: مكتوب في التوراة: يُنادي منادٍ من وراء الجسر -يعني الصراط- يا معشر الجبابرة الطغاة، ويا معشر المترفين الأشقياء، إن الله يحلف بعزته ألا يجاوز هذا الجسر اليوم ظلمُ ظالم
وعن جابر رضي الله عنه قال: لما رجعت مهاجرة الحبشة إلى رسول الله ﷺ قال
«ألا تخبروني بأعجب ما رأيتم في أرض الحبشة؟»
فقال فتية، وكان منهم: بلى يا رسول الله: بينما نحن يوماً جلوس، إذ مرت بنا عجوز من عجائزهم، تحمل على رأسها قُلَّةً من ماء، فمرت بفتى منهم، فجعل إحدى يديه بين كتفيها، ثم دفعها، فخرت المرأة على ركبتيها، وانكسرت قلتها. فلما قامت التفتت إليه. ثم قالت: سوف تعلم يا غُدر إذا وضع الله الكرسي، فجمع الأولين والآخرين، وتكلمت الأيدي والأرجل بما كانوا يكسبون. سوف تعلم ما أمري وأمرك عنده غداً
قال: فقال ﷺ: «كيف يقدس الله قوماً لا يؤخذ من شديدهم لضعيفهم؟
Allah Ta'ala berfirman: *"Dan orang-orang yang zalim
itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali."* (QS.
Asy-Syu'ara: 227).
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
*"Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat."*
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
*"Barangsiapa yang berbuat zalim (mengambil) sejengkal tanah, maka Allah
akan mengalungkannya dari tujuh bumi pada hari kiamat."*
Dan di dalam sebagian kitab terdahulu, Allah Ta'ala
berfirman: *"Kemurkaan-Ku sangat besar terhadap orang yang menzalimi orang
yang tidak mendapati penolong baginya selain Aku."*
Betapa indahnya perkataan sebagian penyair:
*Janganlah sekali-kali kamu berbuat zalim selagi kamu
berkuasa ... karena akibat kezaliman itu berujung pada penyesalan.*
*Kedua matamu tertidur sedangkan orang yang dizalimi terjaga
... ia berdoa keburukan untukmu, sementara mata Allah tidak pernah tidur.*
Perkataan penyair yang lain:
*Jika orang yang zalim menjadikan bumi ini sebagai
tunggangannya ... dan terus-menerus melampaui batas dalam keburukan usahanya.*
*Maka serahkanlah ia pada perputaran waktu, karena sungguh
... waktu akan menampakkan kepadanya apa yang tidak pernah ia perhitungkan.*
Sebagian ulama salaf berkata: *"Janganlah kamu
menzalimi orang-orang yang lemah, sehingga kamu menjadi seburuk-buruknya orang
yang kuat."*
Abu Hurairah *radhiyallahu 'anhu* berkata:
*"Sesungguhnya burung hubara (sejenis burung perkutut/puyuh besar)
benar-benar mati kurus di sarangnya akibat kezaliman orang yang zalim."*
Dan dikatakan: Tertulis di dalam Taurat: *"Ada penyeru
yang berseru dari balik jembatan (yakni Shirath): 'Wahai golongan orang-orang
yang sombong lagi melampaui batas, dan wahai golongan orang-orang yang
bermewah-mewah lagi celaka, sesungguhnya Allah bersumpah demi kemuliaan-Nya
bahwa pada hari ini tidak boleh ada kezaliman seorang zalim pun yang melewati
jembatan ini'."*
Dari Jabir *radhiyallahu 'anhu*, ia berkata: Ketika para
imigran Habasyah (Ethiopia) kembali kepada Rasulullah ﷺ,
beliau bersabda:
*"Maukah kalian menceritakan kepadaku hal paling
menakjubkan yang kalian lihat di negeri Habasyah?"*
Maka para pemuda—di antara mereka—menjawab: *"Tentu,
wahai Rasulullah. Suatu hari ketika kami sedang duduk, tiba-tiba lewatlah
seorang wanita tua di antara wanita-wanita tua mereka, yang membawa sebuah
kendi berisi air di atas kepalanya. Lalu ia melewati seorang pemuda dari
kalangan mereka. Pemuda itu meletakkan salah satu tangannya di antara kedua
belikat wanita itu lalu mendorongnya, hingga wanita itu tersungkur di atas
kedua lututnya dan kendinya pecah. Ketika wanita itu berdiri, ia menoleh ke
arah pemuda itu seraya berkata: 'Kamu akan tahu wahai pengkhianat, kelak jika
Allah telah meletakkan Kursi-Nya, lalu mengumpulkan orang-orang terdahulu dan
orang-orang yang belakangan, serta tangan dan kaki berbicara tentang apa yang
telah mereka perbuat. Kamu akan tahu bagaimana urusanku dan urusanmu di
hadapan-Nya esok hari'."*
(Jabir) berkata: Maka Rasulullah ﷺ
bersabda: *"Bagaimana Allah akan menyucikan suatu kaum yang tidak
mengambil hak orang yang lemah dari orang yang kuat (yang menzaliminya)?"*
وروي عن رسول الله عليه الصلاة والسلام أنه قال: «خمسة غضب الله عليهم إن شاء أمضى غضبه عليهم في الدنيا، وإلا ثوى بهم في الآخرة إلى النار: أمير قوم يأخذ حقه من رعيته ولا ينصفهم من نفسه ولا يدفع الظلم عنهم، وزعيم قوم يطيعونه ولا يسوي بين القوي والضعيف ويتكلم الهوى، ورجل لا يأمر أهله وولده بطاعة الله، ولا يعلمهم أمر دينهم، ورجل استأجر أجيراً فاستعمله، ولم يوفه أجره، ورجل ظلم امرأة في صداقها
وعن عبدالله بن سلام رضي الله عنه أنه قال: إن الله تعالى لما خلق الخلق واستووا على أقدامهم، رفعوا رؤوسهم إلى الله، وقالوا: يا رب مع من أنت؟ قال: مع المظلوم حتى يؤدَّى إليه حقه
وعن وهب بن مُنَبِّه رضي الله عنه: بنى جبارٌ من الجبابرة قصراً وشيّده، فجاءت عجوز فقيرة، فبنت إلى جانبه شيئاً تأوي إليه، فركب الجبار يوماً وطاف حول القصر، فرأى بناءها، فقال: لمن هذا؟ فقيل: لامرأة فقيرة تأوي إليه، فأمر بهدمه فهدم، فجاءت العجوز فرأته مهدوماً، فقالت: من هدمه؟ فقيل لها: الملك رآه فهدمه. فرفعت العجوز رأسها إلى السماء. وقالت: يا رب أنا لم أكن حاضرة فأنت أين كنت؟ قال: فأمر الله عز وجل جبريل أن يقلب القصر على من فيه فقلبه
وقيل: لما حُبِس بعض البرامكة وولده، قال: يا أبت، بعد العز صرنا في القيد والحبس؟ قال: يا بني دعوة مظلوم سرت بليل غفلنا عنها، ولم يغفل الله عز وجل عنها
وكان يزيد بن حكيم يقول: ما هِبْتُ أحداً قط هيبتي رجلاً ظلمته، وأنا أعلم أنه لا ناصر له إلا الله. يقول لي: حسبي الله، الله بيني وبينك
وعن أبي أُمامة رضي الله عنه قال: يجيء الظالم يوم القيامة، حتى إذا كان على جسر جهنم فلقيه المظلوم وعرف ما في ظلمه، فما يبرح الذين ظلموا بالذين ظلموا حتى ينزعوا ما بأيديهم من الحسنات، فإن لم يجدوا لهم حسنات حملوا عليهم من سيئاتهم، مثل ما ظلموهم، حتى يردوا الدرك الأسفل من النار
Dan diriwayatkan dari Rasulullah Alaihiish-shalaatu
was-salaam bahwa beliau bersabda: *"Ada lima golongan yang Allah murka
kepada mereka. Jika Allah menghendaki, Dia akan menyegerakan murka-Nya di
dunia, dan jika tidak, Dia akan menempatkan mereka di akhirat di dalam neraka:
(1) Pemimpin suatu kaum yang mengambil haknya dari rakyatnya namun tidak
memberikan keadilan dari dirinya sendiri kepada mereka serta tidak membela mereka
dari kezaliman, (2) Pemimpin suatu kaum yang ditaati oleh mereka namun dia
tidak menyamakan antara orang yang kuat dengan orang yang lemah serta berbicara
mengikuti hawa nafsu, (3) Laki-laki yang tidak memerintahkan istri dan anaknya
untuk taat kepada Allah serta tidak mengajarkan perkara agama kepada mereka,
(4) Laki-laki yang mempekerjakan seorang pekerja dan telah memanfaatkan
tenaganya, namun tidak menunaikan upahnya, dan (5) Laki-laki yang menzalimi
seorang wanita dalam hal maharnya."*
Dan dari Abdullah bin Salam *radhiyallahu 'anhu*, ia
berkata: *"Sesungguhnya Allah Ta'ala tatkala menciptakan makhluk dan
mereka telah berdiri tegak di atas kaki mereka, mereka mengangkat kepala mereka
ke arah Allah seraya berkata: 'Wahai Tuhan kami, bersama siapakah Engkau?'
Allah berfirman: 'Bersama orang yang dizalimi sampai haknya ditunaikan'."*
Dan dari Wahb bin Munabbih *radhiyallahu 'anhu*: Adakalanya
seorang penguasa yang diktator membangun sebuah istana yang megah dan tinggi.
Lalu datanglah seorang wanita tua yang miskin, kemudian ia membangun gubuk
kecil di samping istana tersebut untuk tempat tinggalnya. Suatu hari, sang
penguasa berkuda dan berkeliling di sekitar istananya, lalu ia melihat bangunan
gubuk tersebut dan bertanya: *"Milik siapa ini?"* Dijawab: *"Milik
seorang wanita tua miskin yang menjadikannya tempat tinggal."* Maka
penguasa itu memerintahkan untuk meruntuhkannya, lalu gubuk itu pun
diruntuhkan. Ketika wanita tua itu datang dan melihat gubuknya telah runtuh, ia
bertanya: *"Siapa yang meruntuhkannya?"* Dijawab: *"Raja
melihatnya lalu memerintahkan untuk meruntuhkannya."* Wanita tua itu pun
mengangkat kepalanya ke langit dan berdoa: *"Wahai Tuhanku, aku memang
tidak ada di tempat saat itu, lalu di manakah Engkau?"* Wahb berkata:
*"Maka Allah 'Azza wa Jalla memerintahkan Jibril untuk membalikkan istana
tersebut beserta orang-orang yang ada di dalamnya, lalu Jibril
membalikkannya."*
Dan dikatakan: Ketika salah seorang dari keluarga Barmak
(para menteri dinas Abbasiyah) dipenjara bersama anaknya, sang anak berkata:
*"Wahai ayahku, setelah segala kemuliaan dan kejayaan yang kita miliki,
kini kita berakhir di dalam belenggu dan penjara?"* Sang ayah menjawab:
*"Wahai anakku, ini adalah doa orang yang dizalimi yang mengalir
diheningnya malam ketika kita sedang lalai darinya, namun Allah 'Azza wa Jalla
tidak pernah lalai darinya."*
Yazid bin Hakim dahulu pernah berkata: *"Aku tidak
pernah merasa takut kepada siapa pun sebagaimana ketakutanku kepada seseorang
yang pernah aku zalimi, padahal aku tahu bahwa dia tidak memiliki penolong
selain Allah. Dia berkata kepadaku: 'Cukuplah Allah bagiku, Allah menjadi saksi
dan hakim antara aku dan kamu'."*
Dan dari Abu Umamah *radhiyallahu 'anhu*, ia berkata:
*"Orang yang zalim akan datang pada hari kiamat, hingga ketika ia berada
di atas jembatan jahanam (Shirath), ia ditemui oleh orang yang pernah ia zalimi
dan mengenali kezaliman yang telah menimpanya. Maka orang-orang yang dizalimi
tidak akan beranjak dari orang-orang yang menzalimi sampai mereka merampas
kebaikan-kebaikan (pahala) yang ada di tangan orang yang zalim itu. Jika mereka
tidak mendapati lagi kebaikan pada diri orang yang zalim, maka dosa-dosa orang
yang dizalimi akan dipikulkan kepada orang yang zalim tersebut, sebanding
dengan kadar kezaliman yang dilakukan, hingga mereka dilemparkan ke dasar
neraka yang paling bawah."*
وعن عبدالله بن أُنَيس قال: سمعت رسول الله ﷺ يقول: «يُحشر العباد يوم القيامة حفاة عراة غُرْلاً بُهْماً، فيناديهم منادٍ بصوت يسمعه من بَعُدَ، كما يسمعه من قَرُبَ: أنا الملك الديّان لا ينبغي لأحد من أهل الجنة أن يدخل الجنة، وأحد من أهل النار يطلبه بمظلمة حتى اللطمة فما فوقها، ولا ينبغي لأحد من أهل النار أن يدخل النار وعنده مظلمة حتى اللطمة فما فوقها، ﴿وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
قلنا: يا رسول الله، كيف وإنما نأتي حفاة عراة غرلاً بهماً؟ قال: «بالحسنات والسيئات» ﴿جَزَاءً وِفَاقًا﴾ ﴿وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
وعنه ﷺ أنه قال: «من ضرب سوطاً ظلماً، اقتُصّ منه يوم القيامة
ومما ذُكر أن كسرى اتخذ مؤدباً لولده يعلّمه ويؤدّبه، فلما بلغ الولد الغاية في الفضل والأدب، استحضره المؤدّب يوماً وضربه ضرباً وجيعاً، من غير جرم ولا سبب. فحقد الولد على المعلّم إلى أن كبر ومات أبوه، فتولى الملك بعده. فاستحضر المعلّم وقال له: ما حملك على أن ضربتني في يوم كذا ضرباً وجيعاً من غير جرم ولا سبب؟ فقال له المعلّم: اعلم أيها الملك إنك لما بلغت الغاية في الفضل والأدب، علمت أنك تنال الملك بعد أبيك، فأردت أن أذيقك طعم الضرب، وألم الظلم، حتى لا تظلم أحداً بعد. فقال له: جزاك الله خيراً. ثم أمر له بجائزة وصرفه
Dan dari Abdullah bin Unais, ia berkata: Aku mendengar
Rasulullah ﷺ bersabda: *"Para hamba akan
dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat,
belum dikhitan, dan tidak membawa harta benda apa pun. Lalu ada penyeru yang
menyeru mereka dengan suara yang terdengar oleh orang yang jauh sebagaimana
didengar oleh orang yang dekat: 'Aku adalah Raja Yang Maha Membalas. Tidak
layak bagi seorang pun dari calon penghuni surga untuk masuk surga, sementara
ada salah seorang penghuni neraka yang menuntut hak darinya atas suatu
kezaliman, bahkan meskipun hanya sebatas tamparan atau yang lebih dari itu. Dan
tidak layak pula bagi seorang pun dari calon penghuni neraka untuk masuk
neraka, sementara ia masih memiliki hak kezaliman yang belum ditunaikan (dari
calon penghuni surga), bahkan meskipun hanya sebatas tamparan atau yang lebih
dari itu. Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun'."* (QS. Al-Kahfi:
49).
Kami bertanya: *"Wahai Rasulullah, bagaimana hal itu
(penyerahan hak) bisa terjadi, padahal kami datang dalam keadaan tidak beralas
kaki, telanjang, belum dikhitan, dan tidak membawa apa-apa?"* Beliau
menjawab: *"Dengan (pertukaran) kebaikan-kebaikan dan
keburukan-keburukan."* Sebagai *"Pembalasan yang setimpal"* (QS.
An-Naba': 26) dan *"Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun."*
Dan dari beliau ﷺ, sesungguhnya beliau
bersabda: *"Barangsiapa memukul dengan satu cambukan secara zalim, maka akan
di-qisas (dibalas perkara yang sama) darinya pada hari kiamat."*
Dan di antara kisah yang disebutkan, bahwasanya Kisra (Raja
Persia) mengangkat seorang guru pendidik untuk putranya agar mengajarnya dan
mendidiknya dengan adab. Ketika anak tersebut telah mencapai puncak keutamaan
dan kesopanan, suatu hari sang guru memanggilnya lalu memukulnya dengan pukulan
yang sangat menyakitkan, tanpa adanya kesalahan maupun sebab apa pun. Maka anak
itu memendam rasa benci kepada sang guru hingga ia tumbuh dewasa dan ayahnya
meninggal dunia, lalu ia pun naik takhta menggantikan ayahnya menjadi raja. Ia
kemudian memanggil sang guru dan bertanya kepadanya: *"Apa yang
mendorongmu memukulku dengan pukulan yang menyakitkan pada hari itu, padahal
tanpa kesalahan dan tanpa sebab?"* Sang guru menjawab: *"Ketahuilah
wahai Baginda Raja, ketika engkau telah mencapai puncak keutamaan dan adab, aku
tahu bahwa engkau kelak akan memegang takhta kerajaan setelah ayahmu. Maka dari
itu, aku ingin membuatmu merasakan sendiri bagaimana rasanya dipukul dan
perihnya dizalimi, agar kelak engkau tidak sekali-kali menzalimi seorang pun
setelah ini."* Mendengar hal itu, Raja berkata: *"Semoga Allah
membalasmu dengan kebaikan."* Kemudian Raja memerintahkan agar sang guru
diberi hadiah dan mempersilakannya pulang.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)