بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III :
Shirath (jembatan)
ومما يجب اعتقاده ان الصراط حق وهو جسر ممدود على متن جهنم يرده الأولون والآخرون أرق من الشعرة وأحد من السيف وأوله في الموقف وآخره عند مرج أى فضاء ، وفيه درج يصعد عليها إلى باب الجنة وطوله ثلاثة آلاف سنة ؛ ألف صعود وألف هبوط وألف استواء . وذكر الحافظ ابن حجر في شرحه فتح الباري على صحيح البخارى : أن طوله خمسة عشر ألف سنة اهـ . وله كلاليب في حافتيه مثل شوك السعدان ، وهو نبت معروف . والملائكة صافون يميناً وشمالاً يخطفونهم بهذه الكلاليل ، والدليل عليه الكتاب والسنة ، قال تعالى : ( فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ) قال مجاهد والضحاك : العقبة الصراط يضرب على جهنم ، والمعنى هلا علا العقبة ، أى أنفق ماله فيما يجوز به العقبة من فك الرقاب إلخ . وفى مسلم مرفوعاً « يضرب الصراط بين ظهراني جهنم فأكون أنا وأمتي أول من يجوزُهُ ولا يتكلم يومئذ إلا الرسل ودَعْوى الرُّسُل يومئذ اللهم سَلّمْ سَلّمْ »ووقت المرور عليه بعد الحساب ، فمن تعداه نجا جعلنا الله من الناجين آمين . والناس متفاوتون في النجاة فمنهم السالم من الوقوع في نار جهنم ومنهم الواقع فيها إما على التأبيد والدوام وهم الكفار والمنافقون ، أو إلى مدة يريدها الله تعالى ثم ينجون وهم بعض عصاة المؤمنين وسرعة النجاة بقدر الأعمال ، فأعلى الناجين هم أهل رجحان الأعمال الصالحة والسالمون من السيئات ممن خصهم الله بسابقة الحسنى وهم الذين يجوزون كطرفة العين ، وبعدهم الذين يجوزون كالبرق الخاطف ، وبعدهم الذين يجوزون كالريح العاصف ، وبعدهم الذين يجوزون كالطير ، وبعدهم الذين يجوزون كالجواد السابق ومنهم من يجوز سعياً ومشياً ومنهم من يجوز حبواً ، وبالجملة فعلى قدر الاستقامة على الصراط المعنوى فى الدنيا يكون الثبات والنجاة على الصراط الحسى فى الآخرة ( اللهم اهدنا الصراط المستقيم صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين . آمين ) ( فائدة ) الحكمة فيه التحسر للكفار بفوز المؤمنين بعد اشتراكهم في العبور ، وإظهار أن النجاة من النار للمؤمنين من فضله ومنّه فإنه بالمؤمنين رءوف رحيم
(Dan di antara perkara yang
wajib diyakini) adalah bahwa Shirath (jembatan)
itu nyata (haqq). Ia adalah sebuah jembatan yang dibentangkan di
atas punggung neraka Jahanam, yang akan dilewati oleh orang-orang terdahulu
maupun yang belakangan. Ukurannya lebih tipis daripada sehelai rambut dan lebih
tajam daripada mata pedang. Pangkalnya berada di tempat perhentian kiamat (Mawaqif) dan ujungnya berada di pelataran halaman
sebelum pintu surga.
Di jembatan tersebut
terdapat anak tangga yang digunakan untuk naik menuju pintu surga. Panjangnya
sejauh perjalanan 3.000 tahun; 1.000 tahun tanjakan, 1.000 tahun turunan, dan
1.000 tahun jalanan datar. Sementara itu, Al-Hafiz Ibnu Hajar menyebutkan dalam
kitab syarahnya, Fathul Bari 'ala Shahihil Bukhari,
bahwa panjang jembatan tersebut adalah 15.000 tahun.
Di kedua tepi jembatan
itu terdapat besi-besi pengait (kalalib) seperti
duri pohon Sa'dan (sejenis tanaman berduri yang sudah dikenal luas). Para
malaikat berdiri berbaris di sebelah kanan dan kiri, siap menyambar manusia
dengan pengait-pengait tersebut.
Dalil mengenai adanya
jembatan ini bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Allah Ta'ala berfirman: "Tetapi dia tidak menempuh
jalan yang mendaki lagi sukar (Al-'Aqabah)." (QS. Al-Balad: 11).
Mujahid dan
Adh-Dhahhak menafsirkan: "Al-'Aqabah di sini adalah Shirath yang dibentangkan di atas Jahanam." Makna
ayat tersebut adalah: Mengapa ia tidak mendaki jalan yang sukar itu? Maksudnya,
mengapa ia tidak menginfakkan hartanya pada perkara-perkara yang dapat
membuatnya selamat melewati jembatan itu, seperti memerdekakan budak, dan
seterusnya.
Dalam kitab Shahih Muslim secara marfu' disebutkan: (Jembatan dibentangkan di
antara dua punggung Jahanam, maka aku dan umatkulah yang pertama kali
melintasinya. Dan tidak ada seorang pun yang berbicara pada hari itu kecuali
para rasul, dan doa para rasul pada hari itu adalah: "Ya Allah,
selamatkanlah, selamatkanlah!").
Waktu untuk
menyeberangi jembatan ini adalah setelah proses perhitungan amal (hisab). Barangsiapa yang berhasil melewatinya, maka ia
selamat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang
selamat, Aamiin.
Manusia berbeda-beda
tingkatannya dalam hal keselamatan. Di antara mereka ada yang selamat total
dari jatuh ke neraka Jahanam. Di antara mereka ada pula yang jatuh ke dalamnya;
adakalanya untuk selama-lamanya (abadi) yaitu orang-orang kafir dan munafik,
atau untuk jangka waktu tertentu yang dikehendaki Allah Ta'ala kemudian mereka
diselamatkan, yaitu sebagian kaum mukminin yang bermaksiat.
Kecepatan dalam
menyeberang pun sesuai dengan kadar amal masing-masing:
·
Golongan tertinggi: Orang-orang yang timbangan amal salehnya lebih berat dan bersih
dari dosa, yaitu mereka yang dikhususkan oleh Allah dengan kebaikan yang telah
terdahulu (Al-Husna). Mereka menyeberang secepat kedipan mata.
·
Berikutnya:
Mereka yang menyeberang secepat kilat yang menyambar.
·
Berikutnya:
Mereka yang menyeberang secepat angin kencang.
·
Berikutnya:
Mereka yang menyeberang secepat burung terbang.
·
Berikutnya:
Mereka yang menyeberang secepat kuda pacuan yang
tangkas.
·
Berikutnya:
Ada yang menyeberang dengan berlari kecil, berjalan kaki,
hingga ada yang merangkak.
Kesimpulannya, sejauh
mana keistiqamaan seseorang di atas "jembatan maknawi" (syariat
agama) selama di dunia, maka sejauh itulah keteguhan dan keselamatannya saat
melewati Shirath fisik di akhirat kelak.
(Ya Allah, tunjukilah kami
jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada
mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang
sesat. Aamiin).
(Faedah) Hikmah di balik proses penyeberangan ini
adalah untuk menimbulkan rasa penyesalan yang mendalam bagi orang-orang kafir
ketika melihat kemenangan orang-orang mukmin (setelah sebelumnya mereka
sama-sama bersiap untuk menyeberang). Selain itu, hal ini menjadi bukti nyata
bahwa keselamatan orang-orang mukmin dari api neraka semata-mata adalah berkat
anugerah dan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah Maha Penyantun lagi Maha
Penyayang kepada orang-orang mukmin.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.