بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Kitab Tajul ‘Arus Bab 25:
Munajat
*مناجاة*
مناجاته رضي الله تعالى عنه
إلهي : أنا الفقير في غناي ، فكيف لا أكون فقيراً في فقري
وأنا الجهول في علمي فكيف لا أكون جهولاً في جهلي
إلهي : مني ما يليق بلؤمي ومنك ما يليق بكرمك ، إن ظهرت المحاسن مني فبفضلك ، ولك المنة عليّ ، وإن ظهرت المساوئ مني فبعدلك ولك الحجة عليّ
إلهي : كيف أضيع وقد توكلت عليك ، وكيف أضام وأنت الناصر لي ، أم كيف أخيب وأنت الحفي بي . وكيف أشكو إليك حالي وهو لا يخفى عليك ، أم كيف تخيب آمالي وهي قد وفدت عليك ، أم كيف لا تطيب أحوالي وبك قامت وإليك
إلهي : ما ألطفك بي مع جهلي ، وما أرحمك بي مع قبيح فعلي ، وما أقربك مني وما أبعدني عنك وما أرأفك بي ، فما الذي يحجبني عنك
إلهي : كلما أخرسني لؤمي ، أنطقني كرمك . وكلما أيأستني أوصافي ، أطمعني عفوك
إلهي : من كانت محاسنه مساوئ ، فكيف لا تكون مساوئه مساوئ ، ومن كانت حقائقه دعاوى ، فكيف لا تكون دعاويه دعاوى
إلهي : كيف أهزم وأنت القاهر وكيف لا أعز وأنت الآمر
ترددي في الآثار يوجب بعد المزار ، فاجمعني عليك بخدمة توصلني إليك
إلهي : كيف يستدل عليك بما هو في وجوده مفتقر إليك ، أيكون لغيرك من الظهور ما ليس لك حتى يكون هو المظهر لك
إلهي : متى غبت حتى تحتاج إلى دليل يدل عليك ، ومتى بعدت حتى تكون الآثار هي التي توصل إليك
إلهي : عميت عين لا تراك عليها رقيباً ، وخسرت صفقة عبد لم تجعل له من حبك نصيباً
إلهي : هذا ذلي ظاهر بين يديك ، وهذا حالي لا يخفى عليك ، منك أطلب الوصول وبك أستدل عليك ، فاهدني بنورك إليك ، وأقمني بصدق العبودية بين يديك
*Munajat beliau (Ibnu Atha'illah), semoga Allah
meridhainya:*
*Tuhanku:* Aku adalah orang yang fakir (butuh) di saat aku
kaya, maka bagaimana mungkin aku tidak menjadi fakir di saat aku miskin? Dan
aku adalah orang yang bodoh di saat aku berilmu, maka bagaimana mungkin aku
tidak menjadi bodoh di saat aku tidak tahu?
*Tuhanku:* Dari diriku muncul apa yang layak dengan
kehinaanku, dan dari-Mu muncul apa yang layak dengan kemurahan-Mu. Jika tampak
kebaikan dari diriku, maka itu semua karena karunia-Mu dan Engkaulah yang
berhak memberi anugerah kepadaku. Namun jika tampak keburukan dari diriku, maka
itu adalah keadilan-Mu dan Engkaulah yang memiliki hujah (alasan kuat) atas
diriku.
*Tuhanku:* Bagaimana mungkin aku telantar padahal aku
telah bertawakal kepada-Mu? Bagaimana mungkin aku dizalimi padahal Engkaulah
Penolongku? Atau bagaimana mungkin aku kecewa padahal Engkau sangat peduli
kepadaku? Bagaimana mungkin aku mengadukan keadaanku kepada-Mu padahal ia tidak
tersembunyi bagi-Mu? Atau bagaimana mungkin harapan-harapanku kecewa padahal ia
telah dipasrahkan kepada-Mu? Atau bagaimana mungkin keadaan-keadaanku tidak
membaik, padahal bersumber dari-Mu dan kembali kepada-Mu?
*Tuhanku:* Betapa Lembutnya Engkau kepadaku di tengah
kebodohanku, betapa Penyayangnya Engkau kepadaku di tengah buruknya
perbuatanku. Betapa dekatnya Engkau dariku, namun betapa jauhnya aku dari-Mu.
Betapa Engkau sangat pengasih kepadaku, lalu apa gerangan yang menghalangiku
dari-Mu?
*Tuhanku:* Setiap kali kehinaanku membungkamku,
kemurahan-Mu membuatku pandai bicara. Dan setiap kali sifat-sifat burukku
membuatku berputus asa, ampunan-Mu kembali memberi harapan kepadaku.
*Tuhanku:* Barangsiapa yang kebaikan-kebaikannya saja
masih merupakan keburukan (karena dicampuri riya atau ujub), maka bagaimana
mungkin keburukan-keburukannya tidak menjadi keburukan? Dan barangsiapa yang
hakikat kebenarannya saja masih berupa klaim belaka, maka bagaimana mungkin
klaim-klaimnya tidak menjadi klaim palsu?
*Tuhanku:* Bagaimana mungkin aku bisa dikalahkan padahal
Engkaulah Yang Maha Memaksa (Maha Perkasa), dan bagaimana mungkin aku tidak
menjadi mulia padahal Engkaulah Yang Maha Memerintah?
Keragu-raguanku saat melihat jejak makhluk-makhluk
ciptaan-Mu membuat tempat kunjungan (kepada-Mu) terasa jauh. Maka satukanlah
aku dengan-Mu melalui bentuk pengabdian yang menyampaikan diriku langsung
kepada-Mu.
*Tuhanku:* Bagaimana mungkin Engkau dibuktikan dengan
sesuatu yang dalam wujudnya saja butuh kepada-Mu? Apakah makhluk lain memiliki
kejelasan (penampakan) yang tidak Engkau miliki, sehingga makhluk itulah yang
menjadi penjelas bagi-Mu?
*Tuhanku:* Kapankah Engkau gaib (hilang) sehingga
memerlukan dalil yang menunjukkan keberadaan-Mu? Dan kapankah Engkau jauh
sehingga alam semesta (bekas ciptaan) ini yang harus menyampaikan aku
kepada-Mu?
*Tuhanku:* Buta lah mata yang tidak melihat Engkau selalu
mengawasinya, dan rugi besarlah perniagaan seorang hamba yang tidak Engkau beri
bagian dari rasa cinta kepada-Mu.
*Tuhanku:* Inilah kehinaanku tampak jelas di hadapan-Mu,
dan inilah keadaanku yang tidak tersembunyi bagi-Mu. Dari-Mu aku memohon agar
bisa sampai (wusul), dan dengan-Mu aku mencari dalil untuk menuju-Mu. Maka,
tunjukilah aku dengan cahaya-Mu menuju kepada-Mu, dan tegakkanlah aku dalam
ketulusan menghamba di hadapan-Mu.
إلهي : إلهي علمني من علمك المخزون ، وصني بسر اسمك المصون ، وحققني بحقائق أهل القرب ، وأسلك بي في مسالك أهل الجذب ، وأغنني بتدبيرك عن تدبيري ، وباختيارك عن اختياري ، وأوقفني على مراكز اضطراري ، وأخرجني من ذل نفسي ، وطهرني من شكي وشركي قبل حلول رَمْسي ، بك أستنصر فانصرني ، وعليك أتوكل فلا تكلني ، وإليك أسأل فلا تحرمني ، وفي فضلك أرغب فلا تخيبني ، ولجنابك أنتسب فلا تبعدني ، وببابك أقف فلا تطردني
إلهي : إن القضاء والقدر غلبني ، وأن الهوى بوثائق الشهوة أسرني ، فكن أنت الناصر لي حتى تنصرني وتبصرني ، وأغنني بفضلك حتى أستغني بفضلك عن طلبي ، أنت الذي أشرقت الأنوار في قلوب أوليائك ، وأنت الذي أزلت الأغيار من أسرار أحبائك ، أنت المؤنس لهم حيث أوحشتهم العوالم ، وأنت الذي هديتهم حتى استبانت المعالم
ماذا وجد من فقدك ، وما الذي فقد من وجدك ، ولقد خاب من رضي دونك بدلاً ، ولقد خسر من بغى دونك متحولاً ، كيف يرجى سواك وأنت ما قطعت الإحسان ، وكيف يطلب من غيرك وأنت ما بدلت عادة الامتنان
إلهي : يا من أذاق أحباءه حلاوة مؤانسته فقاموا بين يديه متملقين ، ويا من ألبس أولياءه ملابس هيبته فقاموا بعزته مستعزّين ، أنت الذاكر من قبل الذاكرين ، وأنت البادي بالإحسان من قبل توجه العابدين ، وأنت الجواد بالإعطاء من قبل طلب الطالبين ، وأنت الوهاب لنا ثم أنت لما وهبتنا من المستقرضين ، فاطلبني برحمتك حتى أصل إليك ، واجذبني بمنتك حتى أقبل عليك
إلهي : إن رجائي لا ينقطع عنك وإن عصيتك ، كما أن خوفي لا يزال وإن أطعتك ، قد دفعتني العوالم إليك وأوقفني علمي بكرمك عليك ، فكيف أخيب وأنت أملي أم كيف أهان وعليك متكلي ، كيف أستعز وفي الذلة معزتي ، أم كيف لا أستعز وإليك نسبتني ، كيف لا أفتقر وأنت الذي في الفقر أقمتني ، أم كيف أفتقر وأنت الذي بجودك أغنيتني
أنت الذي لا إله غيرك تعرفت لكل شيء ، فما جهلك شيء ، وأنت تعرفت لي في كل شيء ، فرأيتك ظاهراً في كل شيء ، فأنت الظاهر لكل شيء . يا من استوى برحمانيته على عرشه فصار العرش غيباً في رحمانيته كما صارت العوالم غيباً في عرشه ، فخفيت الآثار بالآثار ، ومحوت الأغيار بمحيطات أفلاك الأنوار ، يا من احتجب في سرادقات عزه عن أن تدركه الأبصار ، يا من تجلى بكمال بهائه فتحققت عظمته بالأسرار ، كيف تخفى وأنت الظاهر ، أم كيف تغيب وأنت الرقيب الحاضر
*Tuhanku:* Ajarkanlah kepadaku sebagian dari ilmu-Mu yang
tersimpan, jagalah aku dengan rahasia nama-Mu yang terpelihara, tempatkanlah
aku pada hakikat-hakikat maqam orang yang dekat dengan-Mu (*ahlul qurb*), dan
bimbinglah aku di jalan orang-orang yang ditarik oleh-Mu (*ahlul jadzb*).
Cukupkanlah aku dengan pengaturan-Mu daripada pengaturanku sendiri, dan dengan
pilihan-Mu daripada pilihanku sendiri. Sadarkanlah aku di titik kepasrahan
total (اضطرار), keluarkanlah aku
dari kehinaan nafsuku, serta bersihkanlah aku dari keraguan dan kesyirikan
sebelum maut menjemputku. Kepada-Mu aku memohon pertolongan maka tolonglah aku,
kepada-Mu aku bertawakal maka jangan biarkan aku bersandar pada diriku sendiri,
kepada-Mu aku meminta maka jangan engkau haramkan aku, pada karunia-Mu aku
berharap maka jangan kecewakan aku, kepada hadirat-Mu aku menyandarkan diri
maka jangan jauhkan aku, dan di pintu-Mu aku berdiri maka jangan usir aku.
*Tuhanku:* Sesungguhnya ketetapan dan takdir telah
mengalahkanku, dan sesungguhnya hawa nafsu dengan ikatan syahwat telah
menawanku. Maka jadilah Engkau Penolong bagiku hingga Engkau memenangkanku dan
membukakan mata hatiku. Cukupkanlah aku dengan karunia-Mu hingga aku merasa
kaya dengan karunia-Mu tanpa harus meminta-minta lagi. Engkaulah yang
memancarkan cahaya-cahaya di dalam hati para wali-Mu, dan Engkaulah yang
melenyapkan hal-hal selain-Mu (*al-aghyar*) dari rahasia hati para kekasih-Mu.
Engkaulah penghibur bagi mereka di saat alam semesta ini membuat mereka merasa
asing, dan Engkaulah yang memberi mereka petunjuk hingga jalan-jalan kebenaran
tampak jelas bagi mereka.
*Apalah yang ditemukan oleh orang yang kehilangan Engkau?
Dan apalah yang kehilangan bagi orang yang telah menemukan Engkau?* Sungguh
sangat kecewa orang yang rida mencari pengganti selain-Mu, dan sungguh sangat
merugi orang yang berpaling mencari perubahan selain dari-Mu. Bagaimana mungkin
bisa berharap kepada selain-Mu padahal Engkau tidak pernah memutuskan
kebaikan-Mu? Dan bagaimana mungkin meminta kepada selain-Mu padahal Engkau
tidak pernah mengubah kebiasaan-Mu dalam memberikan anugerah?
*Tuhanku:* Wahai Dzat yang telah mencicipkan kepada para
kekasih-Nya manisnya keintiman bersama-Mu, sehingga mereka berdiri di
hadapan-Mu dengan penuh harap dan ketundukan. Wahai Dzat yang telah memakaikan
kepada para wali-Nya pakaian kewibawaan-Mu, sehingga dengan keagungan-Mu mereka
merasa mulia. Engkaulah yang mengingat sebelum orang-orang yang mengingat-Mu
berzikir, Engkaulah yang memulai kebaikan sebelum orang-orang yang beribadah
menghadap-Mu, Engkaulah yang pemurah dengan pemberian sebelum para pemohon
meminta, dan Engkaulah Yang Maha Pemberi kepada kami, kemudian Engkau (dengan
kemurahan-Mu) meminjam kembali apa yang telah Engkau hibahkan kepada kami. Maka
carilah aku dengan rahmat-Mu hingga aku sampai kepada-Mu, dan tariklah aku
dengan anugerah-Mu hingga aku sepenuhnya menghadap kepada-Mu.
*Tuhanku:* Sesungguhnya harapanku kepada-Mu tidak akan
pernah terputus meskipun aku bermaksiat kepada-Mu, sebagaimana rasa takutku
kepada-Mu tetap ada meskipun aku menaati-Mu. Alam semesta telah mendorongku
untuk menuju kepada-Mu, dan pengetahuanku tentang kemurahan-Mu telah
menghentikanku di hadapan-Mu. Maka bagaimana mungkin aku kecewa sedangkan
Engkaulah harapanku? Atau bagaimana mungkin aku dihinakan sedangkan kepada-Mu
lah aku bersandar? Bagaimana mungkin aku mencari kemuliaan (yang lain) padahal
di dalam kehinaan (di hadapan-Mu) itulah letak kemuliaanku? Atau bagaimana
mungkin aku tidak menjadi mulia padahal Engkau telah menisbatkan diriku
kepada-Mu? Bagaimana mungkin aku tidak merasa butuh padahal Engkau telah
menempatkan aku dalam kefakiran? Atau bagaimana mungkin aku menjadi miskin
padahal Engkau dengan kedermawanan-Mu telah mencukupkan aku?
Engkaulah Allah, yang tiada Tuhan selain Engkau, yang
memperkenalkan diri-Mu kepada segala sesuatu, sehingga tiada sesuatu pun yang
tidak mengenal-Mu. Dan Engkau telah memperkenalkan diri-Mu kepadaku dalam
segala sesuatu, sehingga aku melihat-Mu tampak jelas pada segala sesuatu,
karena Engkaulah Yang Maha Nyata (*Al-Zhahir*) bagi segala sesuatu. Wahai Dzat
yang bersemayam dengan sifat kasih sayang-Nya (*Rahmaniyah*) di atas Arsy-Nya,
sehingga Arsy itu menjadi gaib (lebur) di dalam sifat kasih sayang-Mu,
sebagaimana alam semesta ini menjadi gaib di dalam Arsy-Mu. Maka tersembunyilah
jejak makhluk oleh jejak yang lain, dan Engkau hapuskan segala selain-Mu (*al-aghyar*)
dengan lingkaran cahaya yang meliputi segala penjuru. Wahai Dzat yang berhijab
dalam kemahabesarannya dari penglihatan mata, Wahai Dzat yang menampakkan Diri
dengan kesempurnaan keindahan-Nya sehingga keagungan-Nya terbukti nyata di
dalam rahasia hati (*al-asrar*). Bagaimana mungkin Engkau tersembunyi padahal
Engkaulah Yang Maha Nyata? Atau bagaimana mungkin Engkau gaib padahal Engkaulah
Maha Mengawasi lagi Maha Hadir?
وصلى الله وتبارك وتعالى على سيدنا محمد النبي الأمي الطاهر الذكي ، وعلى آله صلاة تحل بها العقد وتفرج بها الكرب ، ويزول بها الضرر ، وتهون بها الأمور الصعاب ، صلاة ترضيك وترضيه ، وترضى بها عنا يا رب العالمين
Semoga selawat, berkah, dan keselamatan dari Allah Yang
Mahatinggi tercurah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, nabi yang ummi, yang
suci lagi murni, serta kepada keluarganya; sebuah selawat yang dengannya segala
ikatan terlepas, segala kesusahan dilapangkan, segala mudarat dihilangkan, dan
segala urusan yang sulit menjadi mudah. Sebuah selawat yang rida bagi-Mu,
meridakan beliau, dan dengannya Engkau rida kepada kami, Wahai Tuhan semesta
alam.
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.