بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 44.
Penjelasan tentang Dahsyatnya
Kematian 2
فقد روي عن ابراهيم الخليل عليه السلام أنه قال لملك الموت : هل تستطيع أن تريني صورتك التي تقبض عليها روح الفاجر . قال : لا تطيق ذلك . قال : بلى قال فاعرض عني فأعرض عنه ثم إلتفت فإذا هو برجل أسود قائم الشعر منتن الريح أسود الثياب يخرج من فيه ومناخيره لهيب النار والدخان فغشي على ابراهيم عليه السلام ثم أفاق وقد عاد ملك الموت إلى صورته الأولى . فقال يا ملك الموت لو لم يلق الفاجر عند الموت إلا صور وجهك لكان حسبه
وروى أبو هريرة عن النبي ﷺ . أن داود عليه السلام كان رجلاً غيوراً وكان إذا خرج غلق الأبواب فغلقها ذات يوم وخرج فأشرفت امرأته فإذا هي برجل في الدار فقالت من أدخل هذا الرجل لئن جاء داود ليلقين منه عناء فجاء داود فرآه . فقال من أنت فقال أنا الذي لا أهاب الملوك ولا يمنعهم مني الحجاب . فقال فأنت والله إذاً ملك الموت وزمل داود عليه السلام مكانه
وروي أن عيسى عليه السلام مر بجمجمة فضربها برجله فقال تكلمي بإذن الله . فقالت : يا روح الله أنا ملك زمان كذا وكذا بينما أنا جالس في ملكي وعلي تاجي وحولي جنودي وحشمي على سرير ملكي إذ بدا لي ملك الموت فزال مني كل عضو على حياله ثم خرجت نفسي إليه فيا ليت ما كان من تلك الجموع كان فرقة ويا ليت ما كان من ذلك الأنس كان وحشة فهذه داهية يلقاها العصاة ويكفاها المطيعون
فقد حكى الأنبياء مجرد سكرة النزع دون الروعة التي يدركها من يشاهد صورة ملك الموت كذلك ولو رآها في منامه ليلة لتنغص عليه بقية عمره فكيف برؤيته في مثل تلك الحال وأما المطيع فإنه يراه في أحسن صورة وأجملها
Diriwayatkan dari
Ibrahim al-Khalil 'alaihissalam bahwa beliau berkata kepada Malaikat Maut:
"Bisakah engkau memperlihatkan kepadaku rupamu saat engkau mencabut nyawa
orang yang durhaka (fajir)?" Malaikat menjawab: "Engkau tidak akan
sanggup melihatnya." Ibrahim berkata: "Tentu saja aku sanggup."
Malaikat berkata: "Berpalinglah dariku." Maka Ibrahim berpaling, lalu
ketika menoleh kembali, tiba-tiba beliau melihat sesosok pria hitam legam,
rambutnya berdiri, baunya sangat busuk, berpakaian hitam, dan dari mulut serta
lubang hidungnya keluar kobaran api dan asap. Maka Ibrahim 'alaihissalam
pingsan. Setelah sadar, Malaikat Maut telah kembali ke rupa asalnya. Ibrahim
pun berkata: "Wahai Malaikat Maut, seandainya orang yang durhaka tidak
menghadapi apa-apa saat mati kecuali melihat rupamu saja, niscaya itu sudah
cukup (sebagai siksaan baginya)."
Abu Hurairah
meriwayatkan dari Nabi ﷺ:
Bahwa Nabi Daud 'alaihissalam adalah seorang lelaki yang sangat pencemburu.
Jika beliau keluar rumah, beliau akan mengunci pintu-pintunya. Suatu hari
beliau keluar dan mengunci pintu, lalu istrinya melihat ke dalam rumah dan
mendapati ada seorang pria di tengah rumah. Sang istri berkata: "Siapa
yang memasukkan pria ini? Jika Daud datang, pria ini pasti akan celaka."
Maka Daud datang dan melihatnya, lalu bertanya: "Siapa engkau?" Pria
itu menjawab: "Aku adalah dia yang tidak takut kepada raja-raja dan tidak
ada penghalang yang bisa menghambatku." Daud berkata: "Kalau begitu,
demi Allah, engkau adalah Malaikat Maut." Maka Daud 'alaihissalam pun
berserah diri (wafat) di tempat itu juga.
Diriwayatkan bahwa
Nabi 'Isa 'alaihissalam melewati sebuah tengkorak, lalu beliau menendangnya
dengan kakinya seraya berkata: "Bicaralah dengan izin Allah."
Tengkorak itu berkata: "Wahai Ruh Allah, aku adalah raja di zaman ini dan
itu. Ketika aku sedang duduk di singgahsanaku dengan mahkota di kepala,
dikelilingi oleh tentara dan pelayanku, tiba-tiba Malaikat Maut menampakkan
diri kepadaku. Maka setiap anggota tubuhku lepas satu per satu, kemudian
nyawaku keluar kepadanya. Aduhai, seandainya keramaian pengikutku itu dulu
adalah perpisahan, dan seandainya keakraban itu dulu adalah kesunyian (niscaya
lebih baik). Inilah malapetaka yang akan ditemui oleh orang-orang yang
bermaksiat, namun akan dihindarkan darinya orang-orang yang taat."
Para Nabi hanya
menceritakan tentang perihnya sakaratul maut, belum termasuk kengerian yang
dirasakan oleh mereka yang melihat rupa Malaikat Maut tersebut. Seandainya
seseorang melihat rupa itu di dalam mimpinya dalam satu malam saja, niscaya
sisa umurnya akan terasa pahit (penuh kegelisahan). Maka bagaimanakah jika
melihatnya secara langsung dalam kondisi (sakaratul maut) seperti itu? Adapun
bagi orang yang taat, ia akan melihat Malaikat Maut dalam rupa yang paling baik
dan paling indah.
فقد روى عكرمة عن ابن
عباس أن ابراهيم عليه السلام كان رجلاً غيوراً وكان له بيت يتعبد فيه فإذا
خرج أغلقه فرجع ذات يوم فإذا برجل في جوف البيت . فقال من أدخلك داري ،
فقال : أدخلنيها ربها . فقال أنا ربها . فقال : أدخلنيها من هو أملك بها
مني ومنك ، فقال : أنت من الملائكة . قال أنا ملك الموت . قال هل تستطيع ان
تريني الصورة التي تقبض فيها روح المؤمن . قال : نعم فأعرض عني ثم التفت
فإذا هو بشاب فذكر من حسن وجهه وحسن ثيابه وطيب ريحه . فقال : يا ملك الموت
لو لم يلقى المؤمن عند الموت إلا صورتك كان حسبه ومنها مشاهدة الملكين
الحافظين ، قال وهيب : بلغنا أنه ما من ميت يموت حتى يتراءى له ملكاه
الكاتبان عمله فمن كان مطيعا قالا له جزاك الله عنا خير أقرب مجلس صدق
أجلستنا وعمل صالح أحضرتنا وإن كان فاجر قالا له لا جزاك الله عنا خير أقرب
مجلس سوء أجلستنا وعمل غير صالح أحضرتنا وكلام قبيح أسمعتنا فلا جزاك الله
خيراً فذلك شخوص بصر الميت اليهما ، ولا يرجع إلى الدنيا أبدا الداهية
الثالثة مشاهدة العصاة مواضعهم من النار وخوفهم قبل المشاهدة فانهم في حال
السكرات ، قد تخاذلت قواهم واستسلمت للخروج أرواحهم ، وان تخرج أرواحهم ما
لم يسمعوا نغمة ملك الموت باحدى البشرين ، أما أبشر يا عدو الله بالنار أو
ابشر يا ولي الله بالجنة ومن هذا كان خوف أرباب الألباب . وقد قال النبي ﷺ :
لن يخرج أحدكم من الدنيا حتى يعلم أين مصيره وحتى يرى مقعده من الجنة أو
النار
Diriwayatkan oleh
Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Ibrahim 'alaihissalam adalah seorang lelaki
yang sangat cemburu (menjaga privasi). Beliau memiliki sebuah rumah khusus
untuk beribadah yang selalu dikunci setiap kali beliau keluar.
Suatu hari
beliau kembali dan mendapati ada seorang pria di dalam rumah tersebut. Ibrahim
bertanya: "Siapa yang memasukkanmu ke rumahku?" Pria itu menjawab:
"Pemilik rumah ini yang memasukkanku." Ibrahim berkata: "Akulah
pemiliknya." Pria itu menyahut: "Aku dimasukkan oleh Zat yang lebih
memilikinya daripada aku dan engkau." Ibrahim bertanya: "Apakah
engkau salah satu malaikat?" Ia menjawab: "Aku adalah Malaikat
Maut." Ibrahim berkata: "Bisakah engkau memperlihatkan kepadaku rupa
yang engkau gunakan saat mencabut nyawa orang mukmin?" Malaikat menjawab:
"Ya, berpalinglah dariku." Lalu Ibrahim menoleh, dan tiba-tiba ia
melihat seorang pemuda yang sangat tampan wajahnya, indah pakaiannya, dan
sangat harum aromanya. Ibrahim berkata: "Wahai Malaikat Maut, seandainya
seorang mukmin tidak menemui apa pun saat mati kecuali melihat rupamu ini,
niscaya itu sudah cukup baginya (sebagai kebahagiaan)."
Di antara kengerian
(atau peristiwa) saat mati adalah melihat dua malaikat penjaga (pencatat amal).
Wuhaib berkata: "Telah sampai berita kepada kami bahwa tidaklah seseorang
mati hingga diperlihatkan kepadanya dua malaikat yang menulis amalnya. Jika ia
orang yang taat, keduanya berkata: 'Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan
atas kami, engkau telah menempatkan kami di majelis yang jujur dan menyuguhkan
amal saleh kepada kami.' Namun jika ia orang yang durhaka, keduanya berkata:
'Semoga Allah tidak membalasmu dengan kebaikan atas kami, engkau telah
menempatkan kami di majelis yang buruk, menyuguhkan amal yang tidak saleh, dan
memperdengarkan perkataan yang keji kepada kami, maka semoga Allah tidak
memberimu kebaikan.' Itulah sebabnya pandangan mata orang yang mati terbelalak
melihat keduanya, dan ia tidak akan pernah kembali lagi ke dunia."
Malapetaka ketiga
adalah ketika orang-orang yang bermaksiat melihat tempat mereka di neraka.
Ketakutan mereka muncul bahkan sebelum melihatnya, karena saat sakaratul maut,
kekuatan mereka telah runtuh dan jiwa mereka telah berserah diri untuk keluar.
Ruh mereka tidak akan keluar sebelum mendengar suara Malaikat Maut membawa
salah satu dari dua kabar gembira (atau duka): "Bergembiralah wahai musuh
Allah dengan neraka!" atau "Bergembiralah wahai wali Allah dengan
surga!" Karena inilah para pemilik akal (orang bijak) merasa sangat takut.
Nabi ﷺ telah bersabda: "Tidaklah salah seorang dari kalian keluar
dari dunia (wafat) sampai ia mengetahui ke mana tempat kembalinya, dan sampai
ia melihat tempat duduknya di surga atau di neraka."
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.