بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Keutamaan umat Muhammad
وقد روى فى فضل هذه الأمة أحاديث كثيرة شهيرة ( وناهيك ) بقوم جعلهم الله أمة وسطا شهداء على الناس يوم القيامة فأقامهم في ذلك مقام الرسل الشاهدين على أممهم : ووسط الشيء خياره . وقد ثبت في الأحاديث الصحاح أن الرسل يسألون يوم القيامة عن البلاغ فيدعون البلاغ ، فينكر الكافرون من قومهم فيقولون ما بلغونا شيئاً فتشهد عليهم أمة محمد صلى الله عليه وسلم بما فى القرآن ويشهد بتصديقهم النبي صلى الله عليه وسلم وذلك قوله تعالى : ( وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لَتَكُونُوا شهداء على النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهيداً ) وقد سماهم الله تعالى بعباده الصالحين قال تعالى : ( وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذكر أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِى الصَّالِحونَ ) وهي كل أرض فتحها المسلمون كالحجاز والعراق والشام ومصر ، وفسر الأرص أيضاً بالجنة .
وقال تعالى : ( وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ ) ووصفهم بالفلاح قال تعالى : ( قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ) ولما قرأ موسى عليه الصلاة والسلام الألواح وجد فيها فضيلة أمة محمد صلى الله عليه وسلم فقال يا رب ما هذه الأمة المرحومة التي أجدها في الألواح قال هي أمة محمد صلى الله عليه وسلم يرضون منى باليسير وأعطيهم الكثير وأرضى منهم باليسير من العمل أدخل أحدهم الجنة بشهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله قال : فإني أجد في الألواح أمة يحشرون يوم القيامة وجوههم على صورة القمر ليلة البدر فاجعلهم أمتى . قال : تلك أمة أحمد أحشرهم يوم القيامة غر المحجلين قال : يارب إني أجد في الألواح أمة أزودتهم على ظهورهم وسيوفهم على عواتقهم أصحاب رؤس الصوامع يطلبون الجهاد بكل أفق حتى يقاتلوا الدجال فاجعلهم أمتى .
Selain hadis tersebut, ada banyak hadis masyhur lainnya yang meriwayatkan keutamaan umat Muhammad. Sungguh, Allah Ta’ala telah menjadikan umat Muhammad saw. sebagai ummatan wasathan” (umat pilihan) dan saksi bagi manusia di hari kiamat. Dalam hal ini Allah menempatkan mereka pada kedudukan para rasul yang menjadi saksi atas umat yang lain.
Di dalam hadis-hadis shahih dijelaskan bahwa di Hari Kiamat kelak para rasul dimintai pertanggung jawaban tentang apakah mereka telah menyampaikan kebenaran kepada umat mereka. Para rasul itu mengaku telah menyampaikan semua apa yang diwahyukan Allah. Lalu orang orang yang kafir dari umat mereka membantah dengan berkata, “Tidak. Mereka tidak menyampaikan apa-apa kepada kami.” Kemudian umat Muhammad saw. bertindak menjadi pembela bagi para rasul dengan keterangan yang ada di dalam Alqur’an, mereka memberi kesaksian bahwa para rasul telah menyampaikan wahyu kepada umat mereka.
Kebenaran kesaksian umat Muhammad saw. ini kemudian dikuatkan oleh kesaksian Muhammad saw. atas kebenaran mereka. Itulah firman Allah Ta’ala, “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”
Allah menyebut umat Muhammad dengan sebutan hamba-hambaKu yang shalih. Sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah Ta’ala, “Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhmahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.” Yakni semua wilayah yang ditundukkan oleh kaum Muslimin, seperti Hijaz, Irak, Syam dan Mesir. Ada juga ulama yang menafsirkan bahwa al-ardh (bumi) yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah surga.
Allah Ta’ala berfirman, “..padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?”
Allah Ta’ala menyifati umat Muhammad sebagai al-falah (yang beruntung), seperti di dalam firman-Nya, “Sesungguhnya beruntunglah orang orang yang beriman.”
Ketika Nabi Musa membaca al-alwah,” dia mendapati keterangan tentang keunggulan umat Muhammad saw. Lalu dia bertanya kepada Allah, “Ya Tuhanku, siapa umat terkasih yang aku dapati di papan-papan ini?” Allah menjawab, “Umat Muhammad saw. Mereka ridha menerima yang sedikit dari-Ku dan Aku memberi mereka banyak. Aku ridha dengan amal yang sedikit dari mereka. Bahkan ada di antara mereka yang Aku masukkan ke dalam surga hanya karena dia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.” Musa berkata lagi, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku membaca ada umat yang kelak di Hari Kiamat akan dibangkitkan dengan wajah laksana bulan di malam purnama. Jadikanlah mereka itu sebagai umatku.” Allah Ta’ala berfirman, “Mereka adalah umat Ahmad. Aku bangkitkan mereka di Hari Kiamat dengan dahi bertanda putih bersinar”. Musa berkata, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku mendapati umat yang membawa perbekalan di punggung dan pedang di bahu mereka. Mereka amat bersemangat untuk berjihad di setiap penjuru hingga mereka membunuh Dajjal. Jadikanlah mereka umatku.”
قال هم أمة أحمد ، قال : يارب إلى أجد في الألواح أمة الأرض لهم مسجد و طهور وتحل لهم الغنائم فاجعلهم أمتى قال هم أمة أحمد ، قال يارب إلى أجد في الألواح أمة يحجون إلى البيت الحرام لا يقضون منه وطراً يعجون بالبكاء عجيجا ، ويضجون بالتلبية ضجيجاً فاجعلهم أمتى قال هم أمة أحمد ، قال فما تعطيهم على ذلك ؟ قال أزيدهم المغفرة وأشفعهم فيمن وراءهم ، قال يارب إنى أجد في الألواح أمة قليلة أحلامهم يعلقون البهائم ويستغفرون من الذنوب يرفع أحدهم اللقمة إلى فيه فما تستقر في جوفه حتى يغفر له يفتحها باسمك ويختمها بحمدك فاجعلهم أمتى ، قال هم أمة أحمد قال : يارب إني أجد في الألواح أمة هم السابقون في الآخرة والآخرون في الخلق فاجعلهم أمتى قال تلك أمة أحمد ، قال يارب إنى أجد في الألواح أمة إذا هم أحدهم بحسنة ولم يعملها كتبت حسنة واحدة فإن عملها كتبت له عشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف فاجعلهم أمتى . قال تلك أمة أحمد قال يارب إلى وجدت في الألواح أمة إذا هم أحدهم بسيئة ثم لم يعملها لم تكتب عليه وإن عملها كتبت سيئة واحدة فاجعلهم أمتى قال هم أمة أحمد ، قال يارب إنى وجدت في الألواح أمة هم خير الأمم يأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر فاجعلهم أمتى . قال تلك أمة أحمد ، قال موسى يارب بسطت هذا لأحمد وأمته فاجعلني من أمته قال الله ( يَا مُوسَى إِنِّى اصطفيتك عَلَى النَّاسِ برسالاتي و بگلامي فخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنْ الشَّاكِرِينَ ) قال رضيت يارب
روى ذلك عدة من الحفاظ بألفاظ متقاربة
Allah Ta’ala berfirman, “Mereka adalah umat Ahmad.” Musa berkata, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku mendapati penduduk bumi yang mempunyai masjid dan kesucian, bahkan harta rampasan perang pun dihalalkan bagi mereka. Jadikanlah mereka itu umatku.” Allah berfirman, “Mereka adalah umat Ahmad.” Musa berkata, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku mendapati umat yang menunaikan haji ke Baitul Haram bukan untuk memenuhi kebutuhan duniawi. Mereka menangis, menjerit dan meneriakkan talbiyyah. Jadikanlah mereka itu umatku.” Allah berfirman, “Mereka adalah umat Ahmad.” Musa bertanya, “Apa yang Engkau limpahkan kepada mereka atas semua itu?” Allah berfirman, “Aku memberi ampunan dan memberikan hak syafaat kepada mereka atas orang-orang yang ada di belakang mereka.” Musa berkata, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku mendapati kaum yang kurus kering memberi makan binatang-binatang ternak sambil memohon ampunan dari dosa. Salah seorang dari mereka mengangkat suapan ke mulutnya dengan senantiasa memohon ampunan. Ia memulainya dengan menyebut nama-Mu dan mengakhirinya dengan memuji-Mu, jadikanlah mereka sebagai umatku.” Allah berfirman, “Mereka adalah umat Ahmad.” Musa berkata, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku mendapati umat yang di akhirat mereka lebih dahulu (masuk surga), padahal penciptaan mereka (diturunkan ke bumi) paling akhir. Jadikanlah mereka umatku.” Allah berfirman, “Itu adalah umat Ahmad.” Musa berkata, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku mendapati umat yang apabila mereka berniat melakukan kebaikan dan dia tidak melakukannya, baginya satu pahala. Dan apabila setelah niat itu mereka melakukannya, maka baginya pahala sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Jadikanlah mereka umatku.” Allah befirman, “Mereka adalah umat Ahmad.” Musa berkata, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku mendapati umat yang apabila berniat melakukan suatu keburukan namun tidak jadi melakukannya, baginya tidak dituliskan satu keburukan. Tetapi bila setelah niat itu ia melakukannya, baginya hanya dicatatkan satu keburukan. Jadikanlah mereka umatku.” Allah berfirman, “Mereka adalah umat Ahmad.” Musa berkata lagi, “Ya Tuhanku, di papan-papan itu aku mendapati umat yang merupakan umat terbaik, mereka mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Jadikanlah mereka itu umatku.” Allah berfirman, “Itu adalah umat Ahmad.” Musa berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah membentangkan semua ini untuk Ahmad dan umatnya, maka jadikanlah aku sebagai bagian dari umatnya.” Maka Allah berfirman, “Hai Musa sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa “Risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” Musa berkata, “Aku ridha, Wahai Tuhanku.”
Hadis tersebut diriwayatkan oleh banyak ahli hadis dengan redaksi yang beragam.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.