بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33.

33. KEUTAMAAN QANA'AH 2
Auf bin Malik Al-Asyja’iy berkata: Kami berada di tempat Rasulullah SAW dalam kelompok berjumlah Sembilan atau delapan atau tujuh orang. Kemudian Nabi SAW berkata: Apakah kalian tidak membai’at Rasulullah?
Kami menjawab: Bukankah kami telah membai’atmu, ya Rasulallah? “Kemudian beliau berkata: Tidakkah kalian membai’at Rasulullah?
Maka kami ulurkan tangan kami, lalu membai’atnya.
Ada seorang diantara kami berkata: Kami telah membai’atmu. maka atas dasar apa kami membai’atmu?
Nabi SAW menjawab: Kalian sembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu apapun dengan-Nya, kalian kerjakan shalat lima waktu, kalian dengar dan taat. Beliau ucapkan dengan suara pelan: Janganlah kalian meminta sesuatu kepada orang-orang.
Auf berkata: Salah seorang dari rombongan itu ada yang jatuh cambuknya, namun ia tidak meminta kepada seseorang agar memberikan cambuk itu kepadanya.
Umar r.a. berkata: Sifat tamak adalah kemiskinan dan tidak mengharapkan harta orang lain adalah kekayaan.
Barangsiapa tidak mengharapkan milik orang lain, ia pun tidak membutuhkan mereka.
Dikatakan kepada seorang bijak: Apa itu kekayaan?
Orang itu menjawab: Sedikitnya angan-anganmu dan keridhaanmu dengan rezeki yang mencukupimu.
Penyair berkata:
Kehidupan adalah saat-saat yang lewat dan bencana berhari-hari yang menimpa puaslah dengan kehidupan supaya kamu ridha dengannya dan tinggalkan hawa nafsumu supaya kamu hidup merdeka bisa jadi kematian disebabkan oleh emas, yagut dan mutiara Adalah Muhammad bin Waasi’ membasahi roti yang kering dengan air dan memakannya. la berkata: Siapa yang merasa puas dengan ini, ia pun tidak membutuhkan seorang pun.
Sufyan berkata: Sebaik-baik duniamu adalah yang tidak menimbulkan cobaan atasmu dan sebaik-baik cobaan yang menimpa kamu adalah yang keluar dari tanganmu.
Ibnu Mas’ud berkata: Tidaklah lewat suatu hari, melainkan seorang malaikat berseru: Hai anak Adam, sedikit rezeki yang mencukupimu lebih baik daripada banyak harta yang membuatmu sombong.
Sumaith bin Ajlan berkata: Hai anak Adam, sesungguhnya perutmu berukuran sejengkal kali sejengkal. Maka jangan biarkan dia memasukkanmu ke dalam api neraka.
Dikatakan kepada seorang bijak: Apa hartamu ?
la menjawab: Berhias pada lahirku dan menjaga diri dalam batinku dan tidak mengharapkan milik orang lain.
Diriwayatkan bahwa Allah azza wa jalla berkata: Hai anak Adam, andaikata engkau memiliki dunia seluruhnya, tidaklah engkau memiliki darinya, kecuali makanan pokok.
Dan apabila Aku memberimu makanan pokok darinya dan Aku jadikan perhitungannya atas orang lain, maka aku telah berbuat baik kepadamu.

Ibnu Mas’ud berkata: Apabila seseorang dari kamu meminta kebutuhan, hendaklah ia memintanya dengan permintaan yang mudah dan janganlah dia mendatangi orang, lalu berkata: Sesungguhnya kamu dan sesungguhnya kamu, lalu ia memutuskan punggungnya. Sesungguhnya yang datang kepadanya adalah rezeki yang telah dibagikan baginya atau yang dikaruniakan.
Seorang dari bani Umayyah menulis surat kepada Abi Hazim menetapkan atasnya supaya ia mengajukan kebutuhannya kepadanya.
Abu Hazim menulis surat kepadanya: Aku telah mengajukan semua kebutuhanku kepada Tuhanku. Mana yang Dia berikan kepadaku, aku pun menerimanya dan yang ditahan-Nya dariku, aku merasa puas.
Dikatakan kepada seorang bijak: Apa yang lebih menggembirakan bagi orang berakal dan apa yang lebih membantu untuk menghilangkan kesedihan.
“Ia menjawab: Yang paling menggembirakan bagi orang berakal jalah amal baik yang dikerjakannya dan yang paling membantunya untuk menghilangkan kesedihan ialah ridha dengan takdir yang telah ditentukan. ” Seorang bijak berkata: Aku dapati yang paling lama kesusahannya adalah orang yang dengki. Dan yang paling senang kehidupannya adalah orang yang puas dengan apa adanya dan yang paling sabar menghadapi gangguan adalah orang serakah apabila dia tamak, yang paling ringan kehidupannya adalah yang paling keras menolak dunia dan yang paling besar penyesalannya di antara mereka adalah orang alim yang menyeleweng.
Penyair berkata:
Adalah menyenangkan hati, seorang pemuda yang percaya bahwa Tuhan yang membagi rezeki akan memberinya rezeki kehormatannya terpelihara tidak dikotorinya dan wajahnya baru tidak dibuatnya usang sesungguhnya sifat qana’ah ialah siapa yang memilikinya tidak mengalami dalam kehidupannya sesuatu yang membuatnya tidak bisa tidur.
Penyair lain berkata:
Sampai kapan aku datang dan pergi dan terus berusaha, pulang dan pergi jauh dari rumah aku terus pergi meninggalkan para kekasih, sedang mereka tidak tahu bagaimana keadaanku di bagian timur bumi kadang-kadang di bagian baratnya tidak terlintas kematian dalam pikiranku karena keserakahanku andaikata aku puas dengan apa yang ada datanglah rezeki kepadaku dengan tenang sesungguhnya orang yang memiliki sifat qana’ah adalah orang yang kaya, bukan yang banyak hartanya.
KEUTAMAAN QANA'AH 1
KEUTAMAAN QANA'AH 3
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33. KEUTAMAAN QANA'AH 2
Description : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33. 33. KEUTAMAAN QANA'AH 2 Auf bin Malik Al-Asyja’iy berkata: Kami berada di tempat Rasulullah S...