بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Bagian Kedua
(Kitab Shalat)
ا ( كتاب الصلاة ) ا
هي أقوال وأفعال مفتتحة بالتكبير المقرون بالنية مختتمة بالتسليم بشرائط مخصوصة ( فأقوالها ) الواجبة خمسة : وهي التكبير والفاتحة والتشهد والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم والتسليمة الأولى ( وأفعالها الواجبة ) ثمانية : وهي النية والقيام والركوع والاعتدال والسجود والجلوس بين السجدتين والجلوس الذي يعقبه السلام والترتيب . وهي خمس كل يوم وليلة فرضت في ليلة الإسراء قبل الهجرة . وحكمة مشروعيتها التذلل والخضوع بين يدي الله تعالى ، ومناجاته بالقراءة والذكر واستعمال الجوارح في خدمته قال تعالى ( وأقيموا الصلاة ) أي ائتوا بها مقوَّمة معدلة بحيث تكون مستوفية للشروط والأركان ، قال تعالى ( واستعينوا ) أي على حوائجكم إلى الله ( بالصبر والصلاة ) أي بالجمع بينهما بأن تصلوا صابرين على تكاليف الصلاة متحملين لمشاقها وما يطلب فيها من القيام والقراءة والركوع والسجود ، ومن إخلاص القلب وحفظ النيات ودفع الوساوس ، ومراعاة الآداب مع الخشية والخضوع واستحضار العلم بأنه انتصاب بين يدي الله تعالى . وروى مسلم عن جابر ( مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهْرٍ جَارٍ عَذْبٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ فَمَا يَبْقى ذَلِكَ مِنَ الدَّنَسِ ) وأخرج أحمد وابن حبان ( مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَوَاتِ كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ ) وإنما حشر مع هؤلاء لأنه إن اشتغل عن الصلاة بماله أشبه قارون فيحشر معه ، أو بملكه أشبه فرعون فيحشر معه ، أو بوزارته أشبه هامان فيحشر معه ، أو بتجارته أشبه أبيّ بن خلف تاجر كفار مكة فيحشر معه وقال ( مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ أَرْبَعِينَ يَوْماً لَمْ تَفُتْهُ رَكْعَةٌ وَاحِدَةٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةً مِنَ النِّفَاقِ ) أخرجه الترمذي وابن ماجه . وهي أفضل العبادات البدنية الظاهرة . وأما الباطنة كالتفكير والذكر القلبي والصبر والرضا بالقضاء والقدر فهي أفضل من العبادات البدنية الظاهرة ففرضها أفضل من فرضها ونفلها أفضل من نفلها .ا
Shalat adalah ucapan-ucapan dan
perbuatan-perbuatan yang dimulai dengan takbir yang disertai niat dan diakhiri
dengan salam, dengan syarat-syarat tertentu.
Ucapan-ucapan shalat yang wajib ada
5 (lima):
- Takbiratul Ihram
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca Tasyahhud
- Membaca shalawat kepada Nabi ﷺ
- Salam yang pertama
Perbuatan-perbuatan shalat yang
wajib ada 8 (delapan):
- Niat
- Berdiri (bagi yang mampu)
- Ruku'
- I'tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Duduk yang diakhiri dengan salam
- Tertib (berurutan)
Shalat fardhu berjumlah lima waktu
dalam sehari semalam, yang diwajibkan pada malam Isra sebelum peristiwa Hijrah.
Hikmah disyariatkannya shalat: Untuk merendahkan diri dan tunduk di hadapan Allah Ta'ala,
bermunajat kepada-Nya melalui bacaan dan dzikir, serta menggunakan anggota
badan untuk beribadah kepada-Nya.
- Allah Ta'ala berfirman: "Dan dirikanlah
shalat" — maksudnya, laksanakanlah shalat secara sempurna dan
lurus dengan memenuhi syarat-syarat serta rukun-rukunnya.
- Allah Ta'ala berfirman: "Dan mohonlah
pertolongan" — maksudnya, dalam memenuhi kebutuhan kalian kepada
Allah — "dengan sabar dan shalat" — maksudnya,
menggabungkan keduanya dengan cara mengerjakan shalat sambil bersabar
menghadapi beban-beban shalat dan kesulitannya. Seperti bersabar dalam
berdiri, membaca, ruku', sujud, menjaga keikhlasan hati, memelihara niat,
menolak was-was/godaan, serta menjaga adab disertai rasa takut, tunduk,
dan menyadari bahwa ia sedang berdiri di hadapan Allah Ta'ala.
Hadits-Hadits tentang Shalat:
- Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir ra., Rasulullah ﷺ bersabda:
"Perumpamaan
shalat lima waktu itu seperti sungai yang mengalir deras dan jernih di depan
pintu salah seorang dari kalian, lalu ia mandi di dalamnya lima kali sehari.
Maka tidak akan ada kotoran yang tersisa padanya."
- Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibn Hibban:
"Barangsiapa
yang menjaga shalat lima waktu, maka shalat itu akan menjadi cahaya,
petunjuk/bukti, dan keselamatan baginya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang
tidak menjaganya, maka ia tidak akan memiliki cahaya, bukti, maupun
keselamatan, dan pada hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Firaun,
Haman, dan Ubay bin Khalaf."
Ia
dikumpulkan bersama mereka karena:
- Jika ia lalai dari shalat karena sibuk dengan hartanya,
maka ia menyerupai Qarun dan dikumpulkan bersamanya.
- Jika karena kekuasaannya, maka ia menyerupai Firaun
dan dikumpulkan bersamanya.
- Jika karena kedudukannya/pemerintahannya, maka
ia menyerupai Haman dan dikumpulkan bersamanya.
- Jika karena perdagangannya, maka ia menyerupai Ubay
bin Khalaf (pedagang kafir Makkah) dan dikumpulkan bersamanya.
- Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa
shalat Subuh secara berjamaah selama 40 hari tanpa tertinggal satu rakaat pun,
maka Allah menuliskan baginya dua pembebasan: pembebasan dari api neraka dan
pembebasan dari sifat kemunafikan."
(HR. At-Tirmidzi dan Ibn Majah)
Shalat merupakan ibadah fisik
lahiriah yang paling utama. Adapun ibadah batiniah—seperti tafakur, dzikir
hati, sabar, dan ridha terhadap qadha dan qadar—maka ibadah batin tersebut
lebih utama daripada ibadah fisik lahiriah; amalan fardhu batin lebih utama
dari fardhu lahiriah, dan amalan sunnah batin lebih utama dari sunnah lahiriah.
ا « فائدة » يجب عليك أن تأمر أهلك بالصلاة من زوجة وأمة وابنة وغير ذلك لقوله تعالى ( وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ ) أي أهل بيتك وأتباعك ( وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ) أي اصبر يا حبيبي يا محمد على مشاقها فإنها تنهى عن الفحشاء والمنكر ( لاَ نَسْأَلُكَ رِزْقاً ) أي لا نكلفك أن ترزق نفسك ولا غيرك ( نَحْنُ نَرْزُقُكَ ) ونرزق أهلك فتفرغ لأمر العبادة ولا تهتم بما تكفلنا لك به ، وعليك يا أخي أن تهتم بحمل أهلك على الدين لاسيما الزوجة وليس لك عند الله من حجة أن تقول أُمِرتُ فلو علموا أنه يشق عليك ترك الصلاة ، كما يشق عليك إذا أفسدوا طعاماً أو تركوا شيئاً من أمر مهماتك ما تركوا الصلاة ، بل اعتادوا منك أن تطالبهم بحظوظ نفسك ولا تطالبهم بحقوق الله ولذلك أهملوها ، ومن كان محافظاً على الصلاة وعنده أهل لا يصليون وهو غير آمر لهم حشر يوم القيامة في زمرة المضيعين للصلاة. فإن قلت : إني أمرتهم فلم يفعلوا ونصحتهم فلم يقبلوا وعاقبتهم على ذلك فلم يكونوا لها فاعلين ، فكيف أصنع ؟ فالجواب أنه ينبغي لك مفارقة من يمكن مفارقته بييع أو طلاق والإعراض عمن لا يمكن بينونته عنك بذلك ، وأن تهجرهم في الله فإن الهجر في الله يوجب الصلة به . ا
« Faedah »
Wajib bagimu untuk memerintahkan
keluargamu agar mendirikan shalat, baik itu istri, hamba sahaya perempuan, anak
perempuan, maupun selain mereka. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: (وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ) — "Dan
perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat", yaitu anggota rumah
tanggamu dan pengikutmu.
(وَاصْطَبِرْ
عَلَيْهَا) — "Dan bersabarlah kamu
dalam melebihkannya", maksudnya: Bersabarlah wahai kekasihku Muhammad
atas kesulitan-kesulitannya, karena sesungguhnya shalat itu mencegah dari
perbuatan keji dan mungkar.
(لاَ
نَسْأَلُكَ رِزْقاً)
— "Kami tidak meminta rezeki kepadamu", maksudnya: Kami tidak
membebanimu untuk memberi rezeki kepada dirimu sendiri maupun orang lain.
(نَحْنُ
نَرْزُقُكَ) — "Kamilah yang memberi
rezeki kepadamu" dan memberi rezeki kepada keluargamu. Maka
fokuskanlah dirimu untuk urusan ibadah dan janganlah pusing/cemas dengan apa
yang telah Kami jamin untukmu.
Wahai saudaraku, hendaknya engkau
memperhatikan dan mendorong keluargamu untuk taat beragama, terutamanya istri.
Engkau tidak akan memiliki alasan di hadapan Allah hanya dengan mengatakan
"Aku sudah memerintahkannya". Sebab, seandainya mereka tahu bahwa
engkau sangat keberatan jika mereka meninggalkan shalat—sebagaimana engkau
merasa keberatan jika mereka merusak makanan atau mengabaikan sesuatu dari
urusan kepentingan duniamu—tentu mereka tidak akan meninggalkan shalat. Akan
tetapi, mereka sudah terbiasa melihatmu hanya menuntut hak-hak/kepentingan
dirimu sendiri dan tidak menuntut hak-hak Allah, itulah mengapa mereka
meremehkannya.
Barangsiapa yang menjaga shalatnya
namun memiliki keluarga yang tidak mengerjakan shalat sedangkan ia tidak
memerintahkan mereka, maka pada hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama
golongan orang-orang yang menyia-nyiakan shalat.
Jika engkau bertanya: "Aku telah memerintahkan mereka namun mereka tidak
melakukannya, aku telah menasihati mereka namun mereka tidak menerima, dan aku
telah menghukum mereka atas hal itu namun mereka tetap tidak mau mendirikan
shalat, lalu apa yang harus aku lakukan?"
Jawabannya adalah: Engkau hendaknya memisahkan diri dari orang yang
memungkinkan untuk dipisahkan, misalnya dengan menjualnya (jika hamba sahaya)
atau menceraikannya (jika istri). Serta berpaling (menjauh) dari orang yang
tidak memungkinkan untuk dipisahkan melalui cara tersebut, dan hendaklah engkau
mendiamkan/menjauhi (boikot/haji) mereka karena Allah. Karena
sesungguhnya mendiamkan/menjauhi seseorang demi Allah akan mendatangkan
hubungan (kedekatan) dengan-Nya.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 + Kitab Terjemah. Klik disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.