بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Kebatilan Adanya Hijab (Penghalang) 1
بطلان وجود الحجاب
ثم استدل على بطلان وجود الحجاب فى حقه تعالى بعشرة أمور متعجبًا من كل واحد لظهوره مع خفائه: لشدة ظهوره عند العارفين وشدة خفائه عند الغافلين الجاهلين، فأشار إلى الأول بقوله
[ كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو الذى أظهر كل شىء ]
والظاهر هو الباطن، ما بطن فى عالم الغيب هو الذى ظهر فى عالم الشهادة، فحياض الجبروت متدفقة بأنوار الملكوت، انظر جمالى شاهدًا، فى كل إنسان، الماء يجرى نافذًا فى أس الأغصان، تجده ماء واحدًا، والزهر ألوان، ياعجبًا كيف يعرف بالمعارف من به عُرِفت المعارف؟
عجبت لمن يبغى عليك شهادة ... وأنت الذى أشهدته كل شاهد
ثم ذكر الثانى فقال
[ كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو الذى ظهر بكل شىء ؟ ]
بباء الجر أى تجلى بكل شىء فلا وجود لشيء مع وجوده فكيف يحجبه شىء، والغرض أن لاشىء. قال صاحب العينية رضى الله عنه
تَجَلَّيْتَ فِي الْأَشْيَاءِ حِينَ خَلَقْتَهَا*** فَهَا هِيَ مِيطَتْ عَنْكَ فِيهَا الْبَرَاقِعُ
ثم ذكر الثالث فقال
[ كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو الذى ظهر فى كل شىء ؟ ]
بقدرته وحكمته، القدرة باطنة والحكمة ظاهرة، فالوجود كله بين قدرة وحكمة، وبين جمع وفرق، وقد تقدم قول بعضهم: ما رأيت شيئًا إلا رأيت الله فيه أى بقدرته وحكمته، فلولا ظهور أنوار الصفات ما عرفت الذات، ولولا الحِسّ ما قَبَضْتُ المعنى، ولولا الكثيف ما عرفت اللطيف.
وللششتري رحمه الله: محبوبى قد عم الوجود، وقد ظهر فى بيض وسود، وفى النصارى مع اليهود، وفى الخنازير مع القرود، وفى الحروف مع النقط، أفهمنى قط
ثم قال: عرفته طول الزمان، ظهر لى فى كل أوان، وفى المياه والدلوان، وفى الطلوع وفى الهبوط، أفهمنى قط
Kemudian beliau
berdalil atas batilnya (tidak adanya) hijab bagi Allah Ta'ala melalui sepuluh perkara, seraya merasa heran
terhadap setiap perkara tersebut karena kejelasan-Nya di balik ke-Siri-an-Nya
(keberadaan-Nya yang tersembunyi): sebab Ia sangat nyata bagi para ahli
makrifat ('arifin), namun sangat tersembunyi bagi orang-orang
yang lalai lagi bodoh. Beliau mengisyaratkan perkara yang pertama dengan
perkataannya:
كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو الذى أظهر كل شىء
[Bagaimana mungkin dibayangkan
ada sesuatu yang dapat menghijabi-Nya, padahal Dialah yang menampakkan segala
sesuatu?]
Yang Lahir (Nyata) itu
Dialah Yang Batin (Tersembunyi). Apa yang tersembunyi di alam gaib, Dialah yang
tampak di alam syahadah (nyata). Maka telaga Jabarut memancar
deras dengan cahaya-cahaya Malakut. Lihatlah
keindahan-Ku secara langsung pada setiap manusia. Air mengalir menyerap ke
dalam pangkal dahan-dahan; engkau mendapatinya sebagai air yang satu, padahal
bunganya beraneka warna. Sungguh mengherankan, bagaimana mungkin sesuatu yang
dikenali melalui pengetahuan, padahal dengan-Nya pulalah segala pengetahuan itu
dapat dikenali?
Aku heran pada orang yang
mencari kesaksian tentang-Mu... Padahal Engkaulah yang membuat dirinya
menyaksikan segala sesuatu yang disaksikan.
Kemudian beliau
menyebutkan perkara yang kedua, lalu berkata:
كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو الذى ظهر بكل شىء ؟
[Bagaimana mungkin dibayangkan
ada sesuatu yang dapat menghijabi-Nya, padahal Dialah yang tampak dengan (pada)
segala sesuatu?]
Menggunakan huruf ba' jer, artinya Dia bertajalli (menampakkan diri) pada
segala sesuatu. Maka tidak ada wujud bagi sesuatu pun di samping wujud-Nya,
lalu bagaimana mungkin ada sesuatu yang dapat menghijabi-Nya? Intinya adalah
bahwa selain Dia itu tidak ada (tiada). Penulis kitab Al-'Ainiyyah (semoga Allah meridtainya) berkata:
Engkau bertajalli pada segala
sesuatu ketika Engkau menciptakannya... Maka seketika itu pulalah cadar-cadar
penghalang tersingkap dari-Mu pada sesuatu tersebut.
Kemudian beliau
menyebutkan perkara yang ketiga, lalu berkata:
كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو الذى ظهر فى كل شىء ؟
[Bagaimana mungkin dibayangkan
ada sesuatu yang dapat menghijabi-Nya, padahal Dialah yang tampak di dalam
segala sesuatu?]
Yaitu dengan kuasa (qudrah) dan hikmah-Nya. Kuasa itu bersifat batin
(tersembunyi) sedangkan hikmah itu bersifat lahir (tampak nyata). Maka segala
yang ada (wujud) ini berada di antara kuasa dan hikmah, serta di antara
penyatuan (jam') dan pemisahan (farq). Telah lewat
perkataan sebagian ulama: "Tidaklah aku melihat
sesuatu melainkan aku melihat Allah di dalamnya," maksudnya
melihat kuasa dan hikmah-Nya. Jikalau bukan karena tampaknya cahaya
sifat-sifat-Nya, niscaya Zat-Nya tidak akan dikenali. Jikalau bukan karena
indra, niscaya aku tidak akan menangkap makna. Dan jikalau bukan karena sesuatu
yang padat/kasat mata (kathif), niscaya aku tidak akan
mengenali yang halus (lathif).
Asy-Syusytari rahimahullah berkata: "Kekasihku telah merata
pada segala wujud, Dia tampak pada orang kulit putih maupun hitam, pada kaum
Nasrani beserta Yahudi, pada babi-babi beserta kera-kera, dan pada huruf-huruf
beserta titik-titiknya, apakah engkau paham isyaratku sama sekali?"
Kemudian ia berkata: "Aku mengenali-Nya sepanjang zaman, Dia tampak bagiku di
setiap waktu; pada air dan pada timba, saat naik dan saat turun, apakah engkau
paham isyaratku sama sekali?" (Catatan: Ungkapan
Asy-Syusytari di atas menggunakan gaya bahasa majas/suluk tingkat tinggi dalam
tasawuf falsafi yang menggambarkan bahwa segala ciptaan—bahkan yang dianggap
hina atau berbeda—merupakan mazhar/tempat penampakan dari keagungan penciptaan
dan kekuasaan Allah, bukan berarti Allah menyatu secara fisik dengan makhluk).
ثم ذكر الرابع فقال
[ كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو الظاهر لكل شىء ]
بلام الجر : أى المتجلى لكل شىء بأسرار ذاته وأنوار صفاته ، ولما تجلى لكل شىء ، وعرفه فى الباطن كل شىء ، وسبّح بحمده كل شىء ، فلم يحجبه شىء عن شىء ، قال الله تعالى : ( وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ ). يقول بلسان حاله : سبحان المتجلى لكل شىء ، الظاهر بكل شىء ، يفقهه العارفون ويجهله الغافلون
ثم ذكر الخامس فقال
[ كيف يتصور أن يحجبه شىء ، وهو الظاهر قبل وجود كل شىء ؟ ]
فكل ما ظهر فمنه وإليه فكان فى أزله ظاهرًا بنفسه ثم تجلى لنفسه بنفسه ، فهو الغنى بذاته عن أن يظهر بغيره أو يحتاج إلى من يعرفه غيره فالكون كله مجموع ، والغير عندنا ممنوع
ثم ذكر السادس فقال
[ كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو أظهر من كل شىء ؟ ]
إذ لا وجود للأشياء مع وجوده ولا ظهور لها مع ظهوره ، وعلى تقدير ظهورها فلا وجود لها من ذاتها فلولا ظهوره فى الأشياء ما وقع عليها أبصار
مَنْ لَا وُجُودَ لِذَاتِهِ مِنْ ذَاتِهِ *** فَوُجُودُهُ لَوْلَاهُ عَيْنُ مُحَالِ
فالعبد فى حالة الحجاب تكون نفسه ووجودها عنده ضروريًّا ، ووجود الحق تعالى عنده نظريًّا . فإذا عرف الحق وفنى عن نفسه وتحقق بزوالها صار عنده وجود الحق ضروريًّا ووجود نفسه نظريًّا . بل محال ضرورى
قال أبو الحسن الشاذلى رضى الله عنه : إنا لننظر إلى الله ببصر الإيمان والإيقان ، فأغنانا عن الدليل والبرهان ، وإنا لانرى أحدًا من الخلق ، فهل فى الوجود أحد سوى الملك الحق ؟ وإن كان ولابد فكالهباء فى الهواء إن فتشتهم لم تجدهم شيئًا اهـ .
Perkara Keempat
Kemudian beliau
menyebutkan perkara yang keempat, lalu berkata:
كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو الظاهر لكل شىء
[Bagaimana mungkin dibayangkan
ada sesuatu yang dapat menghijabi-Nya, padahal Dialah Yang Maha Nyata bagi (likulli)
segala sesuatu?]
Menggunakan huruf lam jer, artinya: Dia bertajalli (menampakkan diri)
kepada segala sesuatu dengan rahasia-rahasia Zat-Nya dan cahaya
Sifat-Sifat-Nya. Ketika Dia bertajalli kepada segala sesuatu, maka segala
sesuatu pun mengenali-Nya di dalam batin, dan segala sesuatu bertasbih dengan
memuji-Nya. Maka tidak ada sesuatu pun yang menghijabi-Nya dari sesuatu. Allah Ta'ala berfirman: "Dan tidak ada sesuatu pun
melainkan bertasbih dengan memuji-Nya." (QS. Al-Isra: 44).
Segala sesuatu seolah
berkata melalui lisan keadaannya (lisanul hal):
"Maha Suci Zat yang bertajalli pada segala sesuatu, Yang Maha Nyata dengan
segala sesuatu; dipahami oleh para ahli makrifat ('arifin) dan tidak
diketahui oleh orang-orang yang lalai."
Perkara Kelima
Kemudian beliau
menyebutkan perkara yang kelima, lalu berkata:
كيف يتصور أن يحجبه شىء ، وهو الظاهر قبل وجود كل شىء ؟
[Bagaimana mungkin dibayangkan
ada sesuatu yang dapat menghijabi-Nya, padahal Dialah Yang Maha Nyata sebelum
adanya segala sesuatu?]
Maka segala wujud yang
tampak itu berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Dia pada sifat
keazalian-Nya telah nyata dengan diri-Nya sendiri, kemudian bertajalli untuk
diri-Nya dengan diri-Nya sendiri. Maka Dia Maha Kaya (tidak butuh) dengan
Zat-Nya untuk tampak melalui selain-Nya, atau butuh kepada selain-Nya untuk
mengenali-Nya. Maka alam semesta ini seluruhnya terhimpun (dalam kuasa-Nya),
dan adanya "yang lain" (yang mandiri dari Allah) adalah mustahil
menurut kami.
Perkara Keenam
Kemudian beliau
menyebutkan perkara yang keenam, lalu berkata:
كيف يتصور أن يحجبه شىء وهو أظهر من كل شىء ؟
[Bagaimana mungkin dibayangkan
ada sesuatu yang dapat menghijabi-Nya, padahal Dialah Yang Lebih Nyata daripada
segala sesuatu?]
Sebab tidak ada wujud
bagi segala sesuatu di samping wujud-Nya, dan tidak ada penampakan bagi sesuatu
di samping penampakan-Nya. Dan jikalau diasumsikan sesuatu itu tampak, maka ia
tidak memiliki wujud dari dirinya sendiri. Jikalau bukan karena penampakan-Nya
pada segala sesuatu, niscaya pandangan mata tidak akan bisa menangkapnya:
Sesuatu yang zatnya tidak
memiliki wujud dari dirinya sendiri... Maka wujudnya tanpa adanya Dia adalah
kemustahilan yang nyata.
Seorang hamba ketika
berada dalam kondisi terhijab (terhalang dari Allah), ia memandang dirinya dan
wujud dirinya sebagai sesuatu yang pasti (dharuri/pasti ada), sedangkan wujud Allah Ta'ala di matanya bersifat teoritis (nazhari/butuh dalil). Namun,
apabila ia telah makrifat (mengenal) Allah dan fana dari dirinya sendiri serta
menyadari ketiadaan dirinya, maka wujud Allah di matanya menjadi sesuatu yang
pasti (dharuri), sedangkan wujud dirinya sendiri menjadi
teoritis (nazhari), bahkan menjadi kemustahilan yang pasti.
Abu al-Hasan
asy-Syadzili radhiyallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya
kami memandang Allah dengan pandangan iman dan keyakinan yang mantap, sehingga
hal itu membuat kami tidak membutuhkan lagi dalil dan bukti. Dan sesungguhnya
kami tidak melihat seorang pun dari makhluk; karena apakah ada di dalam wujud
ini selain Al-Malik Al-Haq (Raja Yang Sebenar-benarnya)? Kalaupun makhluk itu
memang harus ada, maka keberadaan mereka bagaikan debu di udara; jika engkau
memeriksanya, engkau tidak akan mendapati mereka sebagai sesuatu yang
nyata." Selesai.
<<Sebelumnya
Sesudahnya>>
Daftar Isi
Silahkan Download Kitab Aslinya Disini
Silahkan Download Kitab Terjemahnya Disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.