بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 41.
tentang Bersyukur
**الباب الحادي والأربعون**
في الشكر
اعلم أن الله تعالى قرن الشكر بالذكر في كتابه مع أنه قال ولذكر الله أكبر فقال تعالى *فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ* وقال الله تعالى : مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ* ، وقال تعالى : وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ * وقال عز وجل عن ابليس اللعين : لأقعدن لك صراطك المستقيم قيل هو طريق الشكر طعن اللعين في الخلق
فقال : وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ * ، وقال تعالى : وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ * وقد قطع الله تعالى بالمزيد مع الشكر ولم يستثن فقال تعالى : لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ * واستثنى في خمسة أشياء في الغنى والاجابة والرزق والمغفرة والتوبة
فقال تعالى : فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ* ، وقال * يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ* ، وقال * يَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ* ، وقال * وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ* وهو خلق من أخلاق الربوبية إذ قال تعالى * وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ* وقد جعل الله الشكر مفتاح كلام أهل الجنة ، فقال تعالى : * وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ* ، وقال * وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala menggandengkan bersyukur dengan mengingat-Nya dalam kitab-Nya padahal Dia berfirman: "Mengingat Allah itu lebih besar". Maka Dia berfirman: "Maka ingatlah Aku, niscaya Aku mengingatmu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku".
Allah Ta'ala berfirman: "Apa yang Allah perbuat dengan menyiksa kalian jika kalian bersyukur dan beriman?". Dia Ta'ala berfirman: "Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur".
Dia Yang Mulia lagi Maha Besar berfirman tentang Iblis yang dilaknat: "Pasti aku akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus". Dikatakan bahwa itu adalah jalan bersyukur, setan yang dilaknat mencela makhluk dengan berkata: "Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur".
Allah Ta'ala berfirman: "Dan sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur". Allah Ta'ala telah memastikan tambahan nikmat dengan bersyukur dan tidak mengecualikannya, Dia Ta'ala berfirman: "Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) untuk kalian".
Dan Dia mengecualikan dalam lima hal: dalam kekayaan, pengabulan doa, rezeki, ampunan, dan taubat. Allah Ta'ala berfirman: "Maka Allah akan memberi kekayaan kepada kalian dari karunia-Nya jika Dia menghendaki". Dia berfirman: "Memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hitungan".
Dia berfirman: "Dia mengampuni apa yang selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki". Dia berfirman: "Dan Allah menerima taubat dari siapa yang Dia kehendaki". Dan itu adalah salah satu akhlak ketuhanan, karena Allah Ta'ala berfirman: "Dan Allah Maha Bersyukur lagi Maha Penyayang".
Allah telah menjadikan bersyukur sebagai kunci perkataan penduduk surga. Dia Ta'ala berfirman: "Dan mereka berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya kepada kami". Dia berfirman: "Dan penutup doa mereka adalah: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".
*( وأما الاخبار )*
فقد قال رسول الله ﷺ : الطاعم الشاكر بمنزلة الصائم الصابر
( وروي )
عن
عطاء أنه قال دخلت على عائشة رضي الله عنها ، فقلت : اخبرينا بأعجب ما
رأيت من رسول الله ﷺ فبكت وقالت : وأي شأنه لم يكن عجباً أتاني ليلة فدخل
معي في فراشي أو قالت في لحافي حتى مس جلدي جلده ثم قال يا ابنة أبي بكر
ذريني أتعبد لربي قالت قلت : إني أحب قربك لكني أوثر هواك فأذنت فقام الى
قربة فتوضأ فلم يكثر صب الماء ثم قام فصلى فبكى حتى سالت دموعه على صدره ،
ثم ركع فبكى ، ثم سجد فبكى ثم رفع رأسه فبكى فلم يزل كذلك يبكي حتى جاء
بلال فأذنه بالصلاة فقلت يا رسول الله ما يبكيك ، وقد غفر الله لك ما تقدم
من ذنبك وما تأخر قال : أفلا أكون عبداً شكوراً ولم لا افعل ذلك وقد
انزل الله تعالى عليَّ أن في خلق السموات والأرض والآية وهذا يدل على ان
البكاء ينبغي أن لا ينقطع ابدا وإلى هذا السر يشير ما روى أنه مرَّ بعض
الانبياء بحجر صغير يخرج منه ماء كثير فتعجب منه فانطقه الله تعالى فقال :
منذ سمعت قوله تعالى وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ* فانا أبكي من
خوفه فسأل الله أن يجيره من النار فأجاره ثم رآه بعد مدة على مثل ذلك فقال
لم تبكي الآن فقال ذاك بكاء الخوف وهذا بكاء الشكر والسرور وقلب العبد
كالحجارة أو أشد قسوة ولا تزول إلا بالبكاء في حال الخوف والشكر جميعاً
Kabar/Hadits: Rasulullah ? bersabda: "Orang yang makan dan bersyukur setara dengan orang yang berpuasa dan bersabar".
Riwayat: Diriwayatkan dari Atha' bahwasanya ia berkata: Aku masuk menemui Aisyah radhiyallahu 'anha, lalu aku berkata: "Kabarkanlah kepada kami perkara paling menakjubkan yang engkau lihat dari Rasulullah ?".
Maka ia menangis dan berkata: "Perkara manakah yang tidak menakjubkan?". Beliau datang kepadaku pada suatu malam lalu masuk bersamaku di tempat tidurku atau ia berkata di dalam selimutku hingga kulitku menyentuh kulitnya. Kemudian beliau bersabda: "Wahai putri Abu Bakar, izinkanlah aku untuk beribadah kepada Tuhanku". Ia berkata: Aku berkata: "Sesungguhnya aku mencintai kedekatanmu, tetapi aku lebih mengutamakan keinginanmu".
Maka beliau diizinkan. Lalu beliau berdiri menuju wadah air lalu berwudhu dan tidak banyak menuang air. Kemudian beliau berdiri lalu shalat, lalu beliau menangis hingga air matanya mengalir ke dadanya. Kemudian beliau ruku' lalu menangis, kemudian sujud lalu menangis, kemudian mengangkat kepalanya lalu menangis.
Beliau senantiasa menangis hingga Bilal datang memberitahu waktu shalat. Aku berkata: "Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu menangis, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?". Beliau bersabda: "Tidakkah patut aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?". Dan mengapa aku tidak melakukan itu, padahal Allah Ta'ala telah menurunkan kepadaku: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi..." sampai akhir ayat. Ini menunjukkan bahwa tangisan tidak seharusnya terputus selamanya.
Rahasia ini ditunjukkan oleh apa yang diriwayatkan bahwasanya sebagian nabi melewati batu kecil yang keluar darinya air yang banyak. Nabi itu takjub darinya, lalu Allah membuatnya berbicara, dan batu itu berkata: "Sejak aku mendengar firman Allah Ta'ala: 'Bahan bakarnya adalah manusia dan batu', maka aku menangis karena takut kepada-Nya".
Lalu nabi itu memohon kepada Allah agar melindunginya dari api neraka, maka Allah melindunginya. Kemudian ia melihatnya setelah beberapa lama dalam keadaan yang sama. Nabi itu berkata: "Bukankah engkau menangis sekarang?". Batu itu berkata: "Itu adalah tangisan rasa takut, dan ini adalah tangisan rasa syukur dan kegembiraan". Hati hamba seperti batu atau lebih keras, dan tidak akan hilang (kerasnya) kecuali dengan menangis dalam keadaan takut dan syukur sekaligus.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.