بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Manfaat-Manfaat Khalwat
فوائد الخلوة
واعلم أن في الخلوة عشر فوائد
الفائدة الأولى
السلامة من آفات اللسان ، فإن من كان وحده لا يجد معه من يتكلم
، وقد قال عليه الصلاة والسلام
« رَحِمَ اللهُ
عَبْدًا سَكَتَ فَسَلِمَ ، أَوْ تَكَلَّمَ فَغَنِمَ »
ولا يسلم في الغالب من آفاته إلا
من آثر الخلوة على الاجتماع . وقال شيخ شيوخنا سيدي علي رضي الله عنه : إذا رأيت
الفقير يؤثر الخلوة على الاجتماع ، والصمت على الكلام ، والصيام على الشبع ، فاعلم
أن حبجه قد عسل . وإذا رأيته يؤثر الخلطة والكلام والشبع على ضدها ، فاعلم أن حبجه
خاو . وقال في القوت : وفي كثرة الكلام : قلة الورع ، وعدم التقوى ، وطول الحساب ،
ونشر الكتاب ، وكثرة الطالبين ، وتعلق المظلومين بالظالمين ، وكثرة الأشهاد من
الكرام الكاتبين ، ودوام الإعراض عن الملك الكريم ، لأن الكلام مفتاح كبائر اللسان
، وفيه الكذب ، وفيه الغيبة والنميمة ، والزور والبهتان . ثم قال : وفي الخبر
أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ
فِي لِسَانِهِ ، وَأَكْثَرُ النَّاسِ ذُنُوبًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ
خَوْضًا فِيمَا لَا يَعْنِي
الفائدة الثانية
حفظ البصر ، والسلامة من آفات النظر ، فإن من كان معتزلا عن
الناس سلم من النظر إليهم وإلى ما هم منكبون عليه من زهرة الدنيا وزخرفها . قال
تعالى
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ
إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ
فتمنع بذلك النفس من التطلع إليها والاستشراف
لها ومنافسة أهلها. وقال محمد بن سيرين رضي الله عنه: إياك وفضول النظر، فإنها
تؤدي إلى فضول الشهوة
وقال بعض الأدباء: من كثرت لحظاته دامت حسراته
وقالوا: إن العين سبب الحَيْن: أي الهلاك، ومن
أرسل طرفه اقتنص حَتْفَه، وإن النظر بالبصر إلى الأشياء يوجب تفرقة القلب اهـ
Manfaat-Manfaat Khalwat
Ketahuilah
bahwa di dalam khalwat terdapat sepuluh manfaat:
Manfaat Pertama: Selamat dari penyakit-penyakit lisan. Sesungguhnya barangsiapa
yang sendirian, ia tidak akan menemukan teman untuk bicara. Nabi SAW telah
bersabda:
"Semoga Allah merahmati seorang hamba yang diam lalu ia
selamat, atau berbicara lalu ia beruntung (mendapat pahala)."
Pada umumnya, seseorang tidak akan selamat dari bahaya lisan
kecuali mereka yang lebih memilih berkhalwat daripada berkumpul (berinteraksi
sosial). Guru dari guru kami, Sayyidi Ali RA, berkata: "Jika engkau melihat seorang faqir (penempuh jalan ruhani)
lebih memilih khalwat daripada berkumpul, diam daripada bicara, dan puasa
daripada kenyang, maka ketahuilah bahwa wadahnya telah terisi madu. Namun jika
engkau melihatnya lebih memilih berbaur, bicara, dan kenyang daripada
kebalikannya, maka ketahuilah bahwa wadahnya kosong."
Disebutkan dalam kitab Al-Qut: "Di
dalam banyaknya bicara terdapat: kurangnya sifat wara', hilangnya ketakwaan,
panjangnya hisab, dibukanya catatan amal (yang buruk), banyaknya penuntut,
keterikatan orang yang dizalimi kepada yang menzalimi, banyaknya saksi dari
malaikat pencatat yang mulia, serta terus-menerus berpaling dari Raja yang Maha
Mulia. Karena bicara adalah kunci dari dosa-dosa besar lisan; di dalamnya ada
dusta, ghibah (gunjingan), namimah (adu domba), saksi palsu, dan fitnah."
Kemudian beliau berkata dalam sebuah riwayat:
"Kebanyakan dosa anak cucu Adam ada pada lisannya, dan
manusia yang paling banyak dosanya pada hari kiamat adalah mereka yang paling
banyak membicarakan hal yang tidak berguna."
Manfaat Kedua:
Menjaga pandangan dan selamat dari penyakit mata. Sesungguhnya barangsiapa yang
memisahkan diri dari manusia, ia akan selamat dari melihat mereka serta melihat
apa yang mereka gandrungi berupa kemilau dunia dan perhiasannya. Allah Ta'ala
berfirman:
"Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang
telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga
kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya." (QS. Thaha: 131).
(Dengan menjaga
pandangan), maka tercegahlah nafsu dari keinginan untuk melihat dunia,
mengharapkannya, serta berlomba-lomba dengan para pencinta dunia. Muhammad bin
Sirin RA berkata: "Waspadalah kalian terhadap pandangan yang berlebihan,
karena hal itu akan menyeret pada syahwat yang berlebihan."
Sebagian sastrawan
berkata: "Barangsiapa yang banyak lirikannya, maka akan kekal
penyesalannya."
Mereka juga berkata:
"Sesungguhnya mata adalah sebab kehancuran (al-hayn).
Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, ia akan terjerat oleh kematiannya
sendiri. Sesungguhnya memandang benda-benda dengan mata kepala akan menyebabkan
terpecahnya (fokus) hati."
الفائدة الثالثة
حفظ القلب وصونه عن
الرياء والمداهنة وغيرهما من الأمراض. قال بعض الحكماء من خالط الناس داراهم، ومن
داراهم راءاهم، ومن راءاهم وقع فيما وقعوا فهلك كما هلكوا. وقال بعض الصوفية: قلت
لبعض الأبدال المنقطعين إلى الله كيف الطريق إلى التحقيق؟ قال: لا تنظر إلى الخلق
فإن النظر إليهم ظلمة
قلت: لابد لى؛ قال فلا تسمع كلامهم فإن كلامهم
قسوة. قلت لابد لى، قال فلا تعاملهم فإن معاملتهم خسران وحسرة ووحشة. قلت: أنا بين
أظهرهم لابد لى من معاملتهم، قال فلا تسكن إليهم فإن السكون إليهم هَلَكة. قلت هذا
لعله يكون. قال: يا هذا تنظر إلى اللاعبين، وتسمع كلام الجاهلين، وتعامل البطالين،
وتسكن إلى الهالكين وتريد أن تجد حلاوة الطاعة وقلبك مع غير الله. هيهات هيهات،
هذا لا يكون أبدًا، ثم غاب عنى
وقال القشيرى رضي الله عنه: فأرباب المجاهدة إذا
أرادوا صون قلوبهم عن الخواطر الرديئة لم ينظروا إلى المستحسنات أي من الدنيا، قال
وهذا أصل كبير لهم في المجاهدات في أحوال الرياضة
الفائدة الرابعة
حصول الزهد في الدنيا والقناعة منها، وفي ذلك شرف العبد
وكماله، وسبب محبته عند مولاه. لقوله صلى الله عليه وسلم
ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللهُ ،
وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ » اهـ
ولا شك أن من انفرد عن الناس ولم ينظر إلى ما هم
فيه من الرغبة في الدنيا والانكباب عليها، يسلم من متابعتهم في ذلك، ويسلم من
متابعة الطباع الرديئة والأخلاق الدنيئة، وقل من يخالطهم أن يسلم مما هم فيه
وقد روى عن عيسى عليه السلام: لا تجالسوا الموتى
فتموت قلوبكم، قالوا من الموتى يا روح الله؟ قال المحبون للدنيا الراغبون فيها
Manfaat Ketiga: Menjaga hati dan melindunginya dari sifat
riya, mudahanah (cari muka/menjilat), dan penyakit hati
lainnya. Sebagian ahli hikmah berkata: "Barangsiapa yang bergaul dengan
manusia, ia akan cenderung mencari muka (darahum).
Barangsiapa yang mencari muka, ia akan terjatuh pada riya. Dan barangsiapa yang
riya, ia akan terjerumus pada apa yang mereka (orang awam) lakukan, sehingga ia
binasa sebagaimana mereka binasa."
Sebagian kaum sufi
berkisah: "Aku bertanya kepada seorang Abdal (wali) yang
telah memutus hubungan dengan dunia demi Allah: 'Bagaimanakah jalan menuju
hakikat (tahqiq)?' Ia menjawab: 'Janganlah engkau memandang
makhluk, karena memandang mereka adalah kegelapan.'"
Aku berkata: "Aku
tidak bisa menghindarinya." Ia menjawab: "Maka jangan dengarkan
ucapan mereka, karena ucapan mereka adalah kekerasan hati." Aku berkata:
"Aku tidak bisa." Ia menjawab: "Maka jangan
berurusan/bermuamalah dengan mereka, karena berurusan dengan mereka adalah
kerugian, penyesalan, dan kesunyian jiwa." Aku berkata: "Aku hidup di
tengah-tengah mereka, aku harus berurusan dengan mereka." Ia menjawab:
"Maka janganlah engkau merasa tenang/bergantung kepada mereka, karena
bergantung kepada mereka adalah kebinasaan." Aku berkata: "Semoga ini
bisa terlaksana." Ia berkata: "Wahai engkau! Engkau melihat
orang-orang yang bermain-main, mendengar ucapan orang bodoh, bergaul dengan
para penganggur, bersandar pada orang-orang yang binasa, namun engkau ingin
merasakan manisnya ketaatan padahal hatimu bersama selain Allah? Mustahil,
sungguh mustahil! Ini tidak akan pernah terjadi." Kemudian ia menghilang
dariku.
Imam Al-Qusyairi RA
berkata: "Para pejuang ruhani (arbab al-mujahadah),
jika ingin menjaga hati mereka dari lintasan pikiran yang buruk, mereka tidak
akan melihat keindahan-keindahan dunia. Ini adalah prinsip besar bagi mereka
dalam perjuangan spiritual di saat melatih jiwa (riyadhah)."
Manfaat Keempat: Memperoleh sifat zuhud terhadap dunia dan
rasa merasa cukup (qana'ah). Di dalam hal itulah
terdapat kemuliaan dan kesempurnaan seorang hamba, serta menjadi sebab ia
dicintai oleh Tuhannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW:
"Zuhudlah terhadap dunia,
niscaya Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan
manusia, niscaya manusia akan mencintaimu."
Tidak diragukan lagi
bahwa barangsiapa yang memisahkan diri dari manusia dan tidak melihat ambisi
mereka terhadap dunia serta kegilaan mereka padanya, ia akan selamat dari
mengikuti jejak mereka dalam hal itu. Ia juga akan selamat dari tertular tabiat
yang buruk dan akhlak yang rendah; sebab sedikit sekali orang yang berbaur
dengan mereka bisa selamat dari pengaruh lingkungan tersebut.
Diriwayatkan dari Nabi
Isa AS: "Janganlah kalian duduk bersama orang-orang mati, niscaya hati
kalian akan ikut mati." Mereka bertanya: "Siapakah orang-orang mati
itu, wahai Ruhullah?" Beliau menjawab: "Mereka adalah para pencinta
dunia yang sangat mendambakannya."
الفائدة الخامسة
السلامة من صحبة الأشرار، ومخالطة الأرذال، وفى مخالطتهم فساد
عظيم وخطر جسيم، ففى بعض الأخبار
« مَثَلُ الْجَلِيسِ السُّوءِ كَمَثَلِ
الْكِيرِ إِذَا لَمْ يُحْرِقْكَ بِشَرَرِهِ عَلِقَ بِكَ مِنْ رِيحِهِ
»
وقال سيدي عبد الرحمن المجذوب رضى الله عنه:
الجلسة مع غير الأخيار ترذل ولو تكون صافيًا
أوحى الله تعالى إلى داود عليه السلام: يا داود
مالي أراك منتبذا وحدانيًا؟ فقال: إلهي قَلَيْتُ الخلق من أجلك، فقال: يا داود كن
يقظان، وارتد لنفسك إخوانًا، وكل أخ لا يوافقك على مسرتي فلا تصحبه، فإنه لك عدو
يقسّي قلبك ويباعدك منى اهـ
فإن أردت الصحبة فعليك بصحبة الصوفية، فإن
صحبتهم كنز لا نفاد له. قال الجنيد رضى الله عنه: إذا أراد الله بعبد خيرًا أوقعه
إلى الصوفية ومنعه صحبة القراء
وقال آخر: والله ما أفلح من أفلح إلا بصحبة من
أفلح
الفائدة السادسة
التفرغ للعبادة والذكر والعزم على التقوى والبر، ولا شك أن
العبد إذا كان وحده تفرغ لعبادة ربه وانجمع عليها بجوارحه وقلبه لقلة من يشغله عن
ذلك
قال في القوت: وأما الخلوة فإنها تفرغ القلب من
الخلق، وتجمع الهم بالخالق، وتقوّي العزم على الثبات إلخ كلامه
الفائدة السابعة
وجدان حلاوة الطاعات، وتمكن لذيذ المناجاة لفراغ سره، وهذا
مجرب صحيح
قال أبو طالب: ولا يكون المريد صادقًا حتى يجد
في الخلوة من الحلاوة والنشاط والقوة ما لا يجده في العلانية، وحتى يكون أنسه في
الوحدة وروحه في الخلوة، وأحسن أعماله في السر اهـ
Manfaat Kelima: Selamat dari berteman dengan orang jahat dan
bergaul dengan orang-orang rendah. Di dalam bergaul dengan mereka terdapat
kerusakan yang besar dan bahaya yang serius. Dalam sebagian riwayat disebutkan:
"Perumpamaan teman yang
buruk seperti tukang besi (pandai besi), jika percikan apinya tidak membakarmu,
maka baunya yang tidak sedap akan menempel padamu."
Sayyidi Abdurrahman
Al-Majdzub RA berkata: "Duduk bersama selain orang-orang pilihan (shaleh)
akan membuatmu rendah meskipun engkau sebelumnya adalah orang yang suci."
Allah SWT mewahyukan
kepada Nabi Dawud AS: "Wahai Dawud, mengapa Aku melihatmu
menyendiri?" Dawud menjawab: "Tuhanku, aku menjauhi makhluk demi
Engkau." Allah berfirman: "Wahai Dawud, waspadalah. Carilah
saudara-saudara (teman) untuk dirimu. Namun, setiap teman yang tidak
mendukungmu untuk menggapai keridaan-Ku, janganlah engkau temani, karena dia
adalah musuh bagimu yang akan mengeraskan hatimu dan menjauhkanmu
dari-Ku."
Jika engkau
menginginkan persahabatan, maka hendaknya engkau bersahabat dengan kaum sufi,
karena bersahabat dengan mereka adalah harta karun yang tidak akan pernah
habis. Imam Al-Junayd RA berkata: "Jika Allah menghendaki kebaikan pada
seorang hamba, Dia akan mempertemukannya dengan kaum sufi dan menjauhkannya
dari bersahabat dengan para pembaca (yang hanya mementingkan
lahiriah/teori)."
Ulama lain berkata:
"Demi Allah, tidaklah seseorang meraih keberuntungan kecuali dengan
bersahabat dengan orang-orang yang telah beruntung."
Manfaat Keenam: Luangnya waktu untuk ibadah, zikir, serta
menguatkan tekad untuk bertakwa dan berbuat baik. Tidak diragukan lagi bahwa
jika seorang hamba sendirian, ia akan fokus beribadah kepada Tuhannya dan
seluruh anggota tubuh serta hatinya akan terpusat pada ibadah tersebut karena
minimnya gangguan.
Disebutkan dalam kitab
Al-Qut: "Adapun khalwat, ia mengosongkan hati dari
pengaruh makhluk, menyatukan fokus kepada Sang Pencipta, dan memperkuat tekad
untuk istikamah," dst.
Manfaat Ketujuh: Merasakan manisnya ketaatan dan mendapatkan
kelezatan dalam bermunajat karena kosongnya hati (dari urusan dunia). Hal ini
telah teruji kebenarannya.
Abu Thalib berkata:
"Seorang murid tidak dikatakan jujur (dalam tujuannya) hingga ia menemukan
manisnya iman, semangat, dan kekuatan di dalam kesendirian yang tidak ia
temukan di keramaian; dan hingga ketenangannya ada pada kesunyian, jiwanya ada
pada tempat menyepi, serta amal terbaiknya adalah yang dilakukan secara
rahasia."
الفائدة الثامنة
راحة القلب والبدن، فإن في مخالطة الناس ما يوجب تعب القلب
بالاهتمام بأمرهم، وتعب البدن بالسعي في أغراضهم، وتكميل مرادهم وإن كان في ذلك
الثواب، فقد يفوته ما هو أعظم وأهم، وهو جمع القلب في حضرة الرب.
الفائدة التاسعة
صيانة نفسه ودينه من التعرض للشرور والخصومات التي توجبها
الخلطة، فإن للنفس تولعًا وتسارعًا للخوض في مثل هذا إذا اجتمعت بأرباب الدنيا
وزاحمتهم فيها، وللشافعي رضي الله عنه
وَمَنْ يَذُقِ الدُّنْيَا فَإِنِّي طَعِمْتُهَا
... وَسِيقَ إِلَيَّ عَذْبُهَا وَعَذَابُهَا
فَلَمْ أَرَهَا إِلَّا غُرُورًا وَبَاطِلًا ...
كَمَا لَاحَ فِي ظَهْرِ الْفَلَاةِ سَرَابُهَا
وَمَا هِيَ إِلَّا جِيفَةٌ مُسْتَحِيلَةٌ ...
عَلَيْهَا كِلَابٌ هَمُّهُنَّ اجْتِذَابُهَا
فَإِنْ تَجْتَنِبْهَا عِشْتَ سِلْمًا
لِأَهْلِهَا ... وَإِنْ تَجْتَذِبْهَا نَاهَشَتْكَ كِلَابُهَا
فَطُوبَى لِنَفْسٍ أَوْطَنَتْ قَعْرَ بَيْتِهَا
... مُغَلَّقَةَ الْأَبْوَابِ مُرْخَى حِجَابُهَا
الفائدة العاشرة
التمكن من عبادة التفكر والاعتبار، وهو المقصود الأعظم من
الخلوة. وفي الخبر
« تَفَكُّرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ
عِبَادَةِ سَبْعِينَ سَنَةً »
Manfaat Kedelapan: Istirahat bagi hati dan badan. Sesungguhnya
berbaur dengan manusia menyebabkan hati lelah karena memikirkan urusan mereka,
dan badan lelah karena berusaha memenuhi keperluan serta keinginan mereka.
Meskipun di dalam hal itu terdapat pahala, namun terkadang ia kehilangan
sesuatu yang lebih agung dan penting, yaitu terpusatnya hati di hadirat Tuhan.
Manfaat Kesembilan: Menjaga diri dan agama dari paparan keburukan
serta pertikaian yang diakibatkan oleh pergaulan. Sebab, nafsu memiliki
kecenderungan dan kecepatan untuk terjun ke dalam hal semacam itu jika
berkumpul dan berdesak-desakan dengan para pemburu dunia. Imam Syafi'i RA
berkata dalam syairnya:
Barangsiapa mencicipi dunia,
maka sungguh aku telah merasakannya... telah digiring kepadaku rasa manis dan
azabnya.
Aku tidak melihatnya melainkan
sebagai tipu daya dan kebatilan... sebagaimana fatamorgana yang tampak di
hamparan padang pasir.
Dunia tidak lain hanyalah
bangkai yang telah berubah... di atasnya ada anjing-anjing yang ambisinya
adalah memperebutkannya.
Jika engkau menjauhinya, engkau
akan hidup damai dari penganutnya... namun jika engkau ikut memperebutkannya,
maka anjing-anjing itu akan menggigitmu.
Maka beruntunglah bagi jiwa
yang menetap di dalam rumahnya... dengan pintu-pintu yang terkutup dan tirai
yang tergerai.
Manfaat Kesepuluh: Bisa melakukan ibadah tafakur (berpikir) dan
mengambil pelajaran (i'tibar), dan inilah tujuan utama
dari khalwat. Dalam sebuah riwayat disebutkan: "Berpikir sesaat lebih
baik daripada ibadah tujuh puluh tahun."
وكان عيسى عليه السلام يقول: طوبى لمن كان كلامه
ذكرًا، وصمته تفكرًا، ونظره عبرة، وإن أكيس الناس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت.
وقال كعب: من أراد شرف الآخرة فليكثر من التفكر. وكان أفضل عبادة أبي الدرداء
التفكر، وذلك لأنه يصل به إلى حقائق الأشياء وتبيين الحق من الباطل، ويطلع بها
أيضًا على خفايا آفات النفوس ومكائدها وغرور الدنيا، ويتعرف بها وجوه الحيل في
التحرز عنها والطهارة منها
قال الحسن رضى الله عنه : الفكرة
مرآة تريك حَسَنك من سيئك ، ويطلع بها أيضًا على عظمة الله وجلاله إذا تفكر فى
آياته ومصنوعاته ، ويطلع بها أيضًا على آلائه ونعمائه الجلية والخفية ، فيستفيد
بذلك أحوالاً سنية ، يزول بها مرض قلبه ، ويستقيم بها على طاعة ربه ، قاله الشيخ
ابن عباد رضى الله عنه : فهذه ثمرات عزلة أهل البداية . وأما أهل النهاية فعزلتهم
مصحوبة معهم ولو كانوا وسط الخلق ، لأنهم رضى الله عنهم أقوياء محجوبون بالجمع عن
الفرق ، وبالمعنى عن الحس ، استوى عندهم الخلوة والخلطة ، لأنهم يأخذون النصيب من
كل شيء ، ولا يأخذ النصيب منهم شيئًا . وفى هذا المعنى قال شيخ شيوخنا المجذوب رضى
الله عنه
:
الْخَلْقُ نُوَّارُ وَأَنَا
أَرْعَيْتُ فِيهِمْ ... هُمُ الْحُجُبُ الْأَكْبَرُ وَالْمَدْخَلُ فِيهِمْ
Nabi Isa AS sering
berkata: "Beruntunglah orang yang bicaranya adalah zikir, diamnya adalah
berpikir, dan pandangannya adalah mengambil pelajaran (ibrah). Sesungguhnya orang yang paling cerdas adalah
yang mampu menundukkan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah mati."
Ka'ab berkata: "Barangsiapa menginginkan kemuliaan akhirat, perbanyaklah
tafakur." Ibadah Abu Darda yang paling utama adalah tafakur; hal itu
karena dengan tafakur seseorang sampai pada hakikat segala sesuatu, mampu
membedakan yang haq dari yang bathil, mengetahui rahasia penyakit nafsu, tipu
dayanya, serta tipuan dunia, dan dengannya ia mengetahui cara-cara untuk
membentengi diri serta menyucikan diri darinya.
Al-Hasan (Al-Bashri) radhiyallahu 'anhu
berkata:
"Tafakur (kontemplasi) adalah cermin yang memperlihatkan
kepadamu kebaikanmu dari keburukanmu. Dengannya pula seseorang dapat melihat
keagungan Allah dan kemuliaan-Nya ketika memikirkan ayat-ayat dan ciptaan-Nya.
Melalui tafakur, ia juga dapat melihat anugerah serta nikmat-Nya, baik yang
tampak maupun yang tersembunyi. Dengan demikian, ia memperoleh keadaan
spiritual (ahwal) yang tinggi, yang dengannya penyakit hatinya
hilang dan ia menjadi istikamah dalam ketaatan kepada Tuhannya."
Syekh Ibnu 'Abbad radhiyallahu 'anhu
berkata:
"Inilah buah dari uzlah (penyendirian)
bagi para pemula (ahlu al-bidayah). Adapun bagi
mereka yang telah mencapai puncak (ahlu al-nihayah),
maka penyendirian mereka senantiasa menyertai mereka meskipun mereka berada di tengah-tengah
keramaian makhluk. Hal itu karena mereka—semoga Allah meridai mereka—adalah
jiwa-jiwa yang kuat; mereka terhalang oleh 'penyatuan' (al-jam') dari 'perpisahan' (al-farq),
dan oleh makna (hakikat) dari perasaan indrawi. Bagi mereka, menyepi (khalwah) maupun berbaur (khulthah) nilainya
sama saja, karena mereka mengambil bagian (hikmah) dari segala sesuatu, namun
tidak ada sesuatu pun (dari dunia) yang mampu mengambil bagian dari hati
mereka."
Terkait makna ini, guru dari guru kami, Al-Majdzub radhiyallahu 'anhu berkata dalam syairnya:
Makhluk bagaikan bunga-bunga, dan aku menggembala di tengah
mereka...
Mereka adalah hijab (penghalang) terbesar, namun di dalam
(pergaulan dengan) mereka pulalah terdapat jalan masuk (menuju Allah).
<<Sebelumnya
Sesudahnya>>
Daftar Isi
Silahkan Download Kitab Aslinya Disini
Silahkan Download Kitab Terjemahnya Disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.