بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
BAB I:
KETUHANAN (Sifat-sifat Allah )
وأما أضدادها العشرون المستحيلة عليه تعالى ، فهى العدم والحدوث والفناء والمماثلة لشيء من الحوادث ، واحتياجه إلى محل أو مخصص ، والتعدد والعجز عن ممكن ما و الكراهة والجهل والموت والصمم والعمى والبكم وكونه عاجزا و كونه کارها وكونه جاهلا وكونه ميتا وكونه أصم وكونه أعمى وكونه أبكم ، تعالى الله عن ذلك علوا كبيراً ( فأما ) الوجود فهو ثبوت الشيء وتحققه بحيث يصح أن يرى ، والوجود واجبله تعالى لذاته أزلا وأبداً وضده (العدم) والدليل على وجوب وجوده تعالى ، واستحالة العدم عليه (عقلا) وجود هذه المخلوقات ، وذلك أنك إذا نظرت إلى هذا العالم تراه متغيراً من عدم إلى وجود ، ومن وجود إلى عدم ، ومن حركة إلى سكون ، ومن سكون إلى حركة متنوعاً بأنواع مختلفة ، وضروب متباينة ، فبعضه أبيض وبعضه أسود وبعضه أحمر إلى غير ذلك ، وبعضه في جهة دون جهة . وبعضه في مكان دون مكان وبعضه في زمان دون زمان . وبعضه على مقدار دون مقدار . وبعضه علوى و بعضه سفلی . وبعضه ظلمانی و بعضه نوراني . وبعضه لطيف وبعضه كثيف إلى غير ذلك من الأنواع ، وكل ذلك مما يدل على أن هذا العالم حادث ( أى مود بعد عدم ) والحادث لا يكون إلا ممكنا لأن ذلك كله يستدعى فاعلا مختاراً واجب الوجود يرجح الوجود على العدم ، والحركة على السكون والعكس ، ويرجح المقدار المخصوص ، والجهة المخصوصة ، والزمن المخصوص والمكان المخصوص والصفة المخصوصة على ما يقابلها
Adapun kebalikan-kebalikannya yang dua puluh yakni,
yang mustahil ada pada Allah Ta’ala, adalah al-Adam (tiada), alHuduts (baru),
alFand’ (rusak), al-Mumasalah hl-hawaditsi (serupa dengan makhluk), Ihtiyaj ila
mahallin wa mukhashashin (membutuhkan tempat dan pencipta), alTa’ddud
(berbilang), al-Ajzu ‘an mumkinin (lemah dan tidak berdaya dari yang mumkin),
al-Kardhah (terpaksa), al-Jahl (tidak mengetahui), alMaut (mati), ash-Shamam
(tidak dapat mendengar), al-Ama (tidak melihat), al-Bukm (bisu), Kaunuhu
“ajizan (kenyataan-Nya lemah), Kaunuhu Karihan (kenyataan-Nya tidak berkehendak
atau terpaksa), Kaunuhu Jihilan (kenyataan-Nya tidak mengetahui), Kaunuhu
Mayyitan (kenyataan Nya mati), Kaunuhu Ashamm (kenyataan-Nya tidak mendengar),
Kaunuhu A’md (kenyataan-Nya tidak melihat) dan Kaunuhu Abkam (kenyataan Nya
tidak berfirman). Mahasuci Allah dari semua sifat itu, sifat-sifat yang
mustahil adanya pada Dia.
Sifat pertama yang mesti adanya pada Allah Ta’ala
adalah wujud. Makna wujud adalah ada secara nyata sekira dapat diindera. Wujud
merupakan sifat yang wajib adanya pada Allah Ta’ala karena Dzat-Nya, secara
azali dan selama-lamanya. Kebalikannya adalah al-Adam (tiada). Dalil yang
menunjukkan wajibnya Allah Ta’ala unyjud dan mustahil Allah tiada berdasarkan
akal adalah adanya semua makhluk di alam semesta ini. Semua makhluk, jika Anda
perhatikan dengan saksama, niscaya akan Anda dapati bahwa semua itu mengalami
perubahan dari tiada menjadi ada dan dari ada menjadi tiada, dari bergerak
menjadi diam dan dari diam menjadi bergerak. Bermacam-macam rupa dan
berbedabeda bentuk. Ada yang putih, hitam, merah dan sebagainya. Sebagian ada
di satu sudut dan tiada di sudut lain. Sebagian ada di satu tempat dan tiada di
tempat lain. Sebagian ada di satu masa dan tiada di masa yang lain. Ada yang
tinggi dan ada yang rendah, ada yang terang dan ada yang gelap. Ada yang lembut
dan ada yang kasar, dan lain sebagainya. Itu semua menunjukkan bahwa alam
semesta ini adalah Aidits (adanya didahului ketiadaan, atau menjadi ada dari
tiada), dan al-hadits ini tentu merupakan sesuatu yang mumkin, karena semuanya
membutuhkan Sang Pencipta Yang Menentukan, Yang wajib ada-Nya, Yang menentukan
ada dari tiada, menentukan gerak dari diam, menentukan ukuran atau arah
tertentu, waktu dan tempat tertentu atau sifat yang tertentu pula. Seandainya
Allah tidak wajib ada-Nya, niscaya tidak sesuatu pun dari alam ini akan
mengada. Sebab tidak tergambar dalam akal pikiran adanya sesuatu yang baru
tanpa adanya pencipta yang azali. Kalaulah bukan karena adanya Sang Pencipta
Yang menentukan keberadaan dan karakter tertentu pada sesuatu yang
dikehendaki-Nya, tentu sesuatu itu akan tetap berada dalam ketiadaannya, tidak
mungkin menjadi ada, selamanya. Sesuatu menjadi ada karena Sang Pencipta
menentukan keberadaannya, dengan karakter tertentu, zaman tertentu, tempat
tertentu, arah tertentu, ukuran dan sifat tertentu.
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemahan Kitab Tanwirul Qulub BAB 1: KETUHANAN (Sifat-sifat Allah ) 2
Description : BAB I: KETUHANAN (Sifat-sifat Allah ) وأما أضدادها العشرون المستحيلة عليه تعالى ، فهى العدم والحدوث والفناء والمماثلة لشيء من الحوادث ، واحت...