بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
**BAB PERTAMA**
*Tokoh-Tokoh Utama Sufi dan Ilmu Tauhid*
kumpulan dari
petikan perkataan Kaum Sufi terkait masalah-masalah *ushul* (akidah dasar) 5
وَسَأَلَ ابْنُ شَاهِينَ الجُنَيْدَ عَنْ
مَعْنَى ( مَعَ ) ، فَقَالَ : ( مَعَ ) عَلَى مَعْنَيَيْنِ : مَعَ الأَنْبِيَاءِ بِالنَّصْرَةِ
وَالكِلَاءَةِ ؛ قَالَ اللهُ تَعَالَى : ﴿ إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَىٰ ﴾
(١) ، وَمَعَ العَامَّةِ بِالعِلْمِ وَالإِحَاطَةِ ؛ قَالَ اللهُ تَعَالَى : ﴿ مَا
يَكُونُ مِن نَّجْوَىٰ ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ ﴾ (٢) ، فَقَالَ ابْنُ شَاهِينَ
: مِثْلُكَ يَصْلُحُ دَالًّا لِلأُمَّةِ عَلَى اللهِ ! (٣
وَسُئِلَ ذُو النُّونِ المِصْرِيُّ عَنْ
قَوْلِهِ تَعَالَى : ﴿ الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ ﴾ (٤) ، فَقَالَ : أَثْبَتَ
ذَاتَهُ وَنَفَى مَكَانَهُ ، فَهُوَ مَوْجُودٌ بِذَاتِهِ ، وَالأَشْيَاءُ مَوْجُودَةٌ
بِحُكْمِهِ كَمَا شَاءَ (٥
وَسُئِلَ الشِّبْلِيُّ عَنْ قَوْلِهِ تَعَالَى
: ﴿ الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ ﴾ ، فَقَالَ : الرَّحْمَنُ لَمْ يَزَلْ
، وَالعَرْشُ مُحْدَثٌ ، وَالعَرْشُ بِالرَّحْمَنِ اسْتَوَى (٦
وَسُئِلَ جَعْفَرُ ابْنُ نُصَيْرٍ عَنْ
قَوْلِهِ تَعَالَى : ﴿ الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ ﴾ ، فَقَالَ : اسْتَوَى
عِلْمُهُ بِكُلِّ شَيْءٍ ، فَلَيْسَ شَيْءٌ أَقْرَبَ إِلَيْهِ مِنْ شَيْءٍ (٧
وَقَالَ جَعْفَرٌ الصَّادِقُ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ : ( مَنْ زَعَمَ أَنَّ اللهَ فِي شَيْءٍ ، أَوْ مِنْ شَيْءٍ ، أَوْ عَلَى شَيْءٍ
. . فَقَدْ أَشْرَكَ ؛ لَوْ كَانَ عَلَى شَيْءٍ . . لَكَانَ مَحْمُولًا ، وَلَوْ كَانَ
فِي شَيْءٍ . . لَكَانَ مَحْصُورًا ، وَلَوْ كَانَ مِنْ شَيْءٍ . . لَكَانَ مُحْدَثًا
) (٨
وَقَالَ أَيْضًا فِي قَوْلِهِ تَعَالَى
: ﴿ ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ ﴾ (١) : مَنْ تَوَهَّمَ أَنَّهُ دَنَا بِنَفْسِهِ . .
جَعَلَ ثَمَّ مَسَافَةً ، إِنَّمَا التَّدَلِّي أَنَّهُ كُلَّمَا قَرُبَ مِنْهُ .
. بَعُدَهُ عَنْ أَنْوَاعِ المَعَارِفِ ؛ إِذْ لَا دُنُوَّ وَلَا بُعْدَ
وَرَأَيْتُ بِخَطِّ الأُسْتَاذِ أَبِي عَلِيٍّ
رَحِمَهُ اللهُ أَنَّهُ قِيلَ لِصُوفِيٍّ : أَيْنَ اللهُ ؟ فَقَالَ : أْسَحَقَكَ اللهُ
؛ تَطْلُبُ مَعَ العَيْنِ أَيْنَ ؟! (٣
أَخْبَرَنَا الشَّيْخُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ
السُّلَمِيُّ قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا العَبَّاسِ بْنَ الخَشَّابِ البَغْدَادِيَّ يَقُولُ
: سَمِعْتُ أَبَا القَاسِمِ بْنَ مُوسَى يَقُولُ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ أَحْمَدَ
يَقُولُ : سَمِعْتُ الأَنْصَارِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ الخَرَّازَ يَقُولُ : ( حَقِيقَةُ
القُرْبِ : فَقْدُ حِسِّ الأَشْيَاءِ مِنَ القَلْبِ ، وَهُدُوُّ الضَّمِيرِ إِلَى اللهِ
تَعَالَى ) (٤
Ibnu Syahin pernah bertanya kepada Al-Junaid tentang makna
kata *"Ma'a"* (bersama/termasuk), lalu Al-Junaid menjawab:
*"Kata (Ma'a) memiliki dua makna: Bersama para nabi bermakna pertolongan
dan perlindungan, sebagaimana firman Allah Ta'ala: 'Sungguh Aku bersama kamu
berdua, Aku mendengar dan melihat'. Dan bersama orang umum bermakna ilmu dan
pengawasan-Nya, sebagaimana firman Allah Ta'ala: 'Tiada pembicaraan rahasia
antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya'."* Maka Ibnu Syahin
berkata: "Orang sepertimu sangat layak menjadi penunjuk bagi umat menuju
Allah!"
Dzun Nun Al-Mishri ditanya tentang firman Allah Ta'ala:
*"Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pengasih) bersemayam/berkuasa di atas
'Arsy"*. Beliau menjawab: *"Allah menetapkan Dzat-Nya dan meniadakan
tempat bagi-Nya. Maka Dia ada dengan Dzat-Nya, sedangkan segala sesuatu ada
dengan hukum/ketetapan-Nya sebagaimana yang Dia kehendaki."*
Asy-Syibli ditanya tentang firman Allah Ta'ala:
*"Ar-Rahman bersemayam/berkuasa di atas 'Arsy"*, lalu beliau
menjawab: *"Ar-Rahman itu Maha Azali (tidak berpermulaan), sedangkan 'Arsy
adalah makhluk (baru ditiadakan menjadi ada), dan 'Arsy itu dapat
tegak/seimbang sebab kekuasaan Ar-Rahman."*
Ja'far bin Nushair ditanya tentang firman Allah Ta'ala:
*"Ar-Rahman bersemayam/berkuasa di atas 'Arsy"*, lalu beliau menjawab:
*"Maksudnya adalah ilmu-Nya meliputi segala sesuatu secara sama, maka
tidak ada satu pun yang lebih dekat kepada-Nya daripada sesuatu yang
lain."*
Ja'far Ash-Shadiq —semoga Allah meridhainya— berkata:
*(Barangsiapa menduga bahwa Allah berada DI DALAM sesuatu, atau BERASAL DARI
sesuatu, atau BERADA DI ATAS sesuatu... maka sungguh ia telah berbuat syirik!
Sebab jika Dia berada DI ATAS sesuatu... tentu Dia ditopang/diangkat. Jika Dia
berada DI DALAM sesuatu... tentu Dia terbatasi/terkurung. Dan jika Dia BERASAL
DARI sesuatu... tentu Dia adalah makhluk [baru]).*
Beliau juga berkata mengenai firman Allah Ta'ala:
*"Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi"*: *(Barangsiapa
menduga bahwa Dia mendekat dengan Dzat-Nya sendiri... berarti ia telah
menciptakan jarak di sana. Sesungguhnya makna 'tadalla' [mendekat] adalah:
setiap kali hamba merasa dekat dengan-Nya... justru hal itu menjauhkannya dari
berbagai bentuk pemahaman akal biasa; sebab bagi Allah tidak ada jarak dekat
maupun jauh secara fisik).*
Dan aku melihat tulisan tangan Al-Ustadz Abu Ali —semoga
Allah merahmatinya— bahwa pernah ditanyakan kepada seorang sufi: "Di
manakah Allah?" Maka sufi itu menjawab: *"Semoga Allah
membinasakanmu! Apakah engkau masih mencari 'di mana' padahal bukti-Nya sudah
jelas terlihat di depan mata?!"*
Syekh Abu Abdurrahman As-Sulami mengabarkan kepada kami, ia
berkata: Saya mendengar Abu Al-Abbas bin Al-Khasshab Al-Baghdadi berkata: Saya
mendengar Abu Al-Qasim bin Musa berkata: Saya mendengar Muhammad bin Ahmad
berkata: Saya mendengar Al-Anshari berkata: Saya mendengar Al-Kharraz berkata:
*(Hakikat kedekatan [al-qurb] adalah: hilangnya ketergantungan perasaan pada
materi-materi duniawi dari dalam hati, serta tenangnya jiwa dan batin menuju
Allah Ta'ala).*
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.