بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-46
Penjelasan tentang 'Ilmul
Yaqin, 'Ainul Yaqin, dan Pertanyaan pada Hari Penampakan (Kiamat)
الباب السادس والأربعون
في بيان علم اليقين وعين اليقين
والسؤال يوم العرض
قال الله تعالى: كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ يعني لو تعلمون أمر القيامة باليقين لألهاكم عن ذلك أي عن التكاثر والتفاخر ولفعلتم ما ينفعكم من الخير ولتركتم ما لا ينفعكم ويقال حقاً لو تعلمون علم اليقين كما يعلمه الرسل إن المال والحساب في الفخر لا ينفعكم يوم القيامة ما افتخرتم بالمال وكثرة العدد لترون الجحيم أقسم الرب إنكم لترون النار وشدتها يوم القيامة عياناً ثم لترونها عين اليقين.
يعني لترون الجحيم الرؤية التي هي نفس اليقين وهي المشاهدة والمعاينة التي لا شك فيها فإن قيل ما الفرق بين علم اليقين وعين اليقين قيل له علم اليقين كان للأنبياء بنبوتهم وعين اليقين للملائكة لأنهم يعاينون الجنة والنار واللوح والقلم والعرش والكرسي فتكون لهم عين اليقين وإن شئت قلت علم اليقين علم الموت والقبور للأحياء لأنهم يعرفون بأن الأموات في القبور لكن لا يدرون كيف حالهم فيها وعين اليقين للأموات لأنهم عاينوا القبور إما روضة من رياض الجنة وإما حفرة من حفر النار وإن شئت قلت علم اليقين علم القيامة وعين اليقين معاينة القيامة وأهوالها وإن شئت قلت علم اليقين علم الجنة والنار وعين اليقين الرواية. ثم لتسئلن يومئذ عن النعيم يعني لتسئلن يوم القيامة عن نعيم الدنيا من صحة الأبدان والأسماع والأبصار والمكاسب وملاذ المآكل والمشارب وغير ذلك هل أديتم شكرها لمولاها وعرفتموها وآمنتم بها أم كفرتم بها
Allah Ta'ala
berfirman: "Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan ilmu
yakin" (QS. At-Takatsur: 5). Maknanya, jika kalian mengetahui
urusan kiamat dengan keyakinan yang pasti, niscaya hal itu akan memalingkan
kalian dari bermegah-megahan dan saling membanggakan diri. Kalian pasti akan
mengerjakan kebaikan yang bermanfaat bagi kalian dan meninggalkan apa yang
tidak bermanfaat. Dikatakan pula: Benar-benar jika kalian mengetahui dengan 'ilmul yaqin sebagaimana para Rasul mengetahuinya,
bahwa harta dan hisab dalam kebanggaan tidaklah bermanfaat bagi kalian di hari
kiamat atas apa yang kalian banggakan berupa harta dan banyaknya jumlah
(pengikut/keturunan).
"Niscaya kamu benar-benar
akan melihat neraka Jahiim." Tuhan bersumpah bahwa kalian benar-benar akan melihat neraka
dan dahsyatnya pada hari kiamat dengan mata kepala sendiri. "Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul
yaqin."
Artinya, kalian akan
melihat neraka Jahim dengan penglihatan yang merupakan inti dari keyakinan itu
sendiri, yaitu penyaksian dan penglihatan langsung yang tidak ada keraguan di
dalamnya. Jika ditanyakan: "Apa perbedaan antara 'ilmul yaqin dan 'ainul yaqin?"
Dijawab: 'Ilmul yaqin adalah bagi para nabi melalui kenabian
mereka, sedangkan 'ainul yaqin adalah bagi para
malaikat karena mereka melihat langsung surga, neraka, Lauhul Mahfuzh, Qalam,
Arsy, dan Kursi, maka bagi mereka adalah 'ainul yaqin.
Jika engkau mau, dapat
dikatakan: 'Ilmul yaqin adalah pengetahuan tentang kematian dan
kubur bagi orang yang masih hidup, karena mereka tahu bahwa orang mati ada di
dalam kubur namun tidak tahu bagaimana keadaan mereka di dalamnya. Sedangkan 'ainul yaqin adalah bagi orang yang sudah mati, karena
mereka telah melihat langsung kubur itu; apakah menjadi taman dari taman-taman
surga atau lubang dari lubang-lubang neraka.
Jika engkau mau, dapat
dikatakan: 'Ilmul yaqin adalah pengetahuan tentang kiamat, dan 'ainul yaqin adalah melihat langsung kiamat dan
kedahsyatannya. Jika engkau mau, dapat dikatakan: 'Ilmul yaqin adalah
pengetahuan tentang surga dan neraka, dan 'ainul yaqin adalah
riwayat (pencapaian/pengalaman langsung).
"Kemudian kamu benar-benar
akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan." Maknanya, kalian akan ditanya pada hari
kiamat tentang kenikmatan dunia mulai dari kesehatan badan, pendengaran,
penglihatan, pekerjaan, kelezatan makanan, minuman, dan lain sebagainya. Apakah
kalian telah menunaikan syukur kepada Pemiliknya, mengenalinya, dan beriman
kepadanya, ataukah kalian mengingkarinya (kufur).
أخرج ابن أبي حاتم وابن مردويه عن زيد بن أسلم عن أبيه قال: قرأ رسول الله ﷺ ألهاكم التكاثر يعني عن الطاعات حتى زرتم المقابر يقول حتى يأتيكم الموت كلا سوف تعلمون يعني لو قد دخلتم قبوركم ثم كلا سوف تعلمون يقول لو قد خرجتم من قبوركم إلى محشركم كلا لو تعلمون علم اليقين قال لو قد وقفتم على أعمالكم بين يدي ربكم لترون الجحيم وذلك لأن الصراط يوضع وسط جهنم فناج مسلم ومخدوش مسلم ومكدوش في نار جهنم ثم لتسئلن يومئذ عن النعيم يعني شبع البطون وبارد الشراب وظلال المساكن واعتدال الخلق ولذة النوم . وعن علي رضي الله عنه قال : النعيم العافية . وعنه قال من أكل خبز البر وشرب من الفرات مبردا وكان له منزل يسكنه فذلك من النعيم الذي يسئل عنه وعن أبي قلابة عن النبي ﷺ في الآية قال : ناس من أمتي يعقدون السمن والعسل النقي فيأكلونه . وعن عكرمة قال لما نزلت هذه الآية قال الصحابة : يا رسول الله أي نعيم نحن فيه وإنما نأكل في أنصاف بطوننا خبز الشعير فأوحى الله إلى نبيه ﷺ قل لهم أليس تحتذون النعال وتشربون الماء البارد فهذا من النعيم . وروى الترمذي وغيره انه لما نزلت ألهاكم التكاثر فقرأ حتى بلغ النعيم . قالوا يا رسول الله : أي نعيم نسئل عنه وإنما هما الأسودان الماء والتمر وسيوفنا على رقابنا والعدو حاضر فعن أي نعيم نسئل . قال : أما ان ذلك سيكون
وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال . قال رسول الله ﷺ : أن أول ما يسئل العبد عنه يوم القيامة من النعيم أن يقال له : ألم نصح لك جسمك ونروك من الماء البارد
(Diriwayatkan) oleh
Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, ia
berkata: Rasulullah ﷺ
membaca "Al-haakumut takatsur"—artinya
(bermegah-megahan) telah melalaikanmu dari ketaatan—"hattaa
zurtumul maqaabir", beliau bersabda: "Sampai kematian
mendatangi kalian". "Kalla saufa
ta'lamun" (Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui),
artinya: "Jika kalian telah masuk ke dalam kubur kalian". "Tsumma kalla saufa ta'lamun" (Kemudian
sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui), beliau bersabda: "Jika
kalian telah keluar dari kubur menuju tempat mahsyar (perkumpulan)". "Kalla lau ta'lamuna 'ilmal yaqin", beliau
bersabda: "Jika kalian telah berdiri mempertanggungjawabkan amal kalian di
hadapan Tuhan kalian". "Latarawunnal jahiim",
hal itu karena jembatan (shirath) diletakkan di tengah-tengah neraka Jahanam;
maka ada yang selamat dengan utuh, ada yang selamat dengan luka-luka, dan ada
yang terjerumus ke dalam api neraka Jahanam. "Tsumma latus-alunna
yauma-idzin 'anin na'im" (Kemudian kamu benar-benar akan
ditanya pada hari itu tentang kenikmatan), maksudnya adalah kenyangnya perut,
minuman yang dingin, teduhnya tempat tinggal, keseimbangan fisik, dan nikmatnya
tidur. Dari Ali رضي الله عنه, ia berkata:
"Nikmat itu adalah kesehatan (al-'afiyah)". Dan darinya pula:
"Siapa yang makan roti gandum, minum air sungai Furat yang didinginkan,
dan memiliki rumah untuk ditinggali, maka itu termasuk nikmat yang akan
ditanyakan".
Dari Abu Qilabah, dari
Nabi ﷺ mengenai ayat ini, beliau bersabda: "Orang-orang dari
umatku yang mengolah samin dan madu murni lalu memakannya". Dari Ikrimah,
ia berkata: Ketika ayat ini turun, para sahabat bertanya: "Wahai
Rasulullah, nikmat apa yang kita rasakan? Padahal kita hanya makan roti gandum
setengah kenyang." Maka Allah mewahyukan kepada Nabi-Nya ﷺ: "Katakan kepada mereka, bukankah kalian memakai alas kaki
(sandal) dan minum air dingin? Maka itu termasuk nikmat".
(Diriwayatkan) oleh
At-Tirmidzi dan lainnya bahwa ketika turun "Al-haakumut
takatsur", beliau membacanya hingga sampai pada ayat "An-na'im". Mereka (para sahabat) bertanya:
"Wahai Rasulullah, nikmat apa yang akan ditanyakan kepada kami? Padahal
yang ada hanya 'dua hal hitam' (kurma dan air), sementara pedang kami masih di
pundak kami dan musuh ada di hadapan kami. Maka tentang nikmat apa kami
ditanya?" Beliau bersabda: "Ketahuilah, hal itu (pertanyaan tersebut)
tetap akan ada".
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya hal pertama yang akan ditanyakan
kepada seorang hamba pada hari kiamat tentang kenikmatan adalah dikatakan
kepadanya: 'Bukankah Kami telah menyehatkan tubuhmu dan memberi kamu minum
dengan air yang dingin?'".
وروى مسلم وغيره عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : خرج النبي ﷺ فإذا هو بأبي بكر وعمر فقال : ما أخرجكما من بيوتكما الساعة . قالا : الجوع يا رسول الله . قال والذي نفسي بيده لأخرجني الذي أخرجكما فقوما فقاموا معه فأتى رجلا من الأنصار فإذا هو ليس في بيته ، فلما رأته المرأة ، قالت مرحبا ، فقال النبي ﷺ أين فلان . فقالت انطلق يستعذب لنا الماء . إذ جاء الأنصاري فنظر إلى رسول الله ﷺ وصاحبيه . فقال الحمد لله ما أحد اليوم أكرم أضيافاً مني فانطلق فجاء بعذق فيه بسر وتمر . كلوا من هذا ، وأخذ المدية ، فقال له رسول الله ﷺ إياك والحلوب فذبح لهم فأكلوا من الشاة ومن ذلك العذق وشربوا فلما شبعوا ورووا قال رسول الله ﷺ : لأبي بكر وعمر رضي الله عنهما والذي نفسي بيده لتسئلن عن هذا النعيم يوم القيامة
(Diriwayatkan) oleh
Muslim dan lainnya dari Abu Hurairah رضي الله عنه,
ia berkata: Nabi ﷺ
keluar (dari rumah), lalu tiba-tiba beliau bertemu dengan Abu Bakar dan Umar.
Beliau bertanya: "Apa yang menyebabkan kalian berdua keluar dari rumah
pada saat seperti ini?". Keduanya menjawab: "Rasa lapar, wahai
Rasulullah.". Beliau bersabda: "Demi Zat yang jiwaku berada di
tangan-Nya, sungguh apa yang menyebabkan kalian keluar, telah menyebabkan aku
keluar juga. Berdirilah kalian!".
Maka mereka pun
berdiri (pergi) bersama beliau, lalu mendatangi seorang pria dari kalangan
Ansar, namun pria itu tidak ada di rumahnya. Ketika istrinya melihat beliau, ia
berkata: "Selamat datang.". Nabi ﷺ
bertanya: "Ke mana si Fulan?". Sang istri menjawab: "Dia pergi
mengambilkan air tawar untuk kami.".
Tak lama kemudian pria
Ansar itu datang, lalu ia melihat Rasulullah ﷺ dan
kedua sahabat beliau. Ia berkata: "Alhamdulillah, tidak ada seorang pun
hari ini yang memiliki tamu yang lebih mulia daripada tamu-tamuku.". Ia
pun pergi lalu datang membawa setangkai buah yang di dalamnya terdapat buah
kurma yang mengkal (busr) dan kurma matang (tamr). Ia berkata: "Makanlah
ini.". Kemudian ia mengambil pisau (untuk menyembelih). Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: "Janganlah menyembelih hewan yang
masih menyusui (pemerah susu).".
Lalu pria itu
menyembelih seekor kambing untuk mereka, maka mereka makan dari daging kambing
dan kurma tersebut, serta minum. Setelah mereka kenyang dan puas minum,
Rasulullah ﷺ
bersabda kepada Abu Bakar dan Umar رضي الله عنهما:
"Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian benar-benar
akan ditanya tentang kenikmatan ini pada hari kiamat.".
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.