بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
التعرف لمذهب أهل التَّصوُّف
Karya
Ibn Abi Ishaq Muhammad Ibn Ibrahim Ibn Ya’qub Al-Bukhari Al-Kalabadzi
AJARAN KAUM SUFI MENGENAI Mata pencaharian
الباب الثلاثون
قولهم في المكاسب
أجمعوا على إباحة المكاسب من الحِرَف والتجارات والحرث، وغير ذلك مما أباحته الشريعة على تيقُّظ وتثبُّتٍ وتحرُّزٍ من الشُّبهات.ا
وأنه تُعمل للتعاون، وحسم الأطماع، ونية العود على الأغيَار، والعطف على الجار.ا
وهي عندهم: واجبةٌ لمن رُبِط به غيره ممَّن يلزمه فرضه.ا
وسبيل المكاسب عند الجنيد على ما سبق من الشرط: سبيل الأعمال المقرِّبة إلى الله عزَّ وجلَّ، ويشتغل العبد بها على حسب ما يشتغل في إتيان ما نُدب إليه من النوافِل، لا على أنَّ بها تُجلب الأرزاق، وتُجرُّ المنافع.ا
وهي عند غيره مباحٌ للفرد ليس بواجبٍ عليه، من غير أن يقدح في توكُّله، أو يجرح دينه.ا
والاشتغال بوظائف الحقِّ أولى وأحقُّ، والإعراض عنه عند صحَّة التوكُّل والثقة بالله أوجب.ا
وقال سهل: «لا يصح الكسب لأهل التوكُّل إلَّا لاتِّباع السُّنَّة، ولا لغيرهم إلَّا للتعاون».ا
هذا ما تحقَّقناه وصحَّ عندنا من مذاهب القوم من أقاويلهم في كتبهم، ممن ذكرنا أساميهم ابتداءً، وما سمعناه من الثقات ممن عرف أصولهم، وتحقَّق مذاهبهم، والذي فهمناه من رموزهم وإشاراتهم في ضمن كلامهم.ا
وليس كلُّ ذلك مسطورًا لهم على حسب ما حكيناه، وأكثر ما ذكرنا من العلل والاحتجاج فمن كلامنا، عبارةً عما حصَّلناه من كتبهم ورسائلهم.ا
ومن تدبَّر كلامهم وتفحَّص كتبهم عَلِمَ صحَّة ما حكيناه، ولولا أنَّا كرهنا الإطالة والإكثار لكَنَّا نذكر مكان ما حكيناه من كلامهم من كتبهم نصًّا ودلالةً؛ إذ ليس كلُّ ذلك مرسومًا في الكتب على التصريح.ا
ونذكر الآن بعض ما تخصَّصوا به من أقاويلهم، وما استعملوه من ألفاظهم، مما تفَرَّدوا به، والعلوم التي عُنُوا بها، وما يدور كلامهم عليه، ونشرح بعض ما يمكن شرحه، وبالله نستعين، ولا حول ولا قوة إلَّا بالله العلي العظيم.ا
Perkataan Mereka tentang Mata Pencaharian (Al-Makasib)
Mereka sepakat mengenai kebolehan mencari mata pencaharian dari berbagai kerajinan, perdagangan, pertanian, dan hal-hal lain yang dibolehkan oleh syariat, dengan penuh kewaspadaan, kehati-hatian, serta penjagaan diri dari perkara-perkara yang syubhat.
Dan bahwa hal itu dilakukan untuk tolong-menolong, memotong ketamakan, berniat kembali memberikan manfaat kepada orang lain (al-aghyar), serta berbuat kasih sayang kepada tetangga.
Menurut mereka, hal tersebut menjadi wajib bagi seseorang yang menjadi penanggung bagi orang lain yang wajib ia nafkahi.
Jalan mata pencaharian menurut Al-Junaid —berdasarkan syarat yang telah lalu— adalah seperti jalan amal-amal yang mendekatkan diri kepada Allah 'Azza wa Jalla. Seorang hamba mengerjakannya sebagaimana ia menyibukkan diri dalam menunaikan amalan sunnah yang dianjurkan, bukan dengan keyakinan bahwa rezeki itu ditarik atau manfaat itu didatangkan karenanya.
Menurut selain beliau, mencari penghidupan adalah perkara mubah (boleh) bagi individu dan tidak wajib atasnya, tanpa hal itu mencacati tawakal atau mencederai agamanya.
Menyibukkan diri dengan kewajiban-kewajiban dari Al-Haq (Allah) adalah lebih utama dan lebih berhak, dan berpaling darinya ketika tawakal dan kepercayaan kepada Allah sudah benar (mapan) adalah lebih wajib.
Sahl berkata: "Tidak sah mencari penghidupan bagi ahli tawakal kecuali demi mengikuti sunnah, dan tidak pula bagi selain mereka kecuali untuk tolong-menolong."
Inilah apa yang telah kami yakini dan terbukti benar di sisi kami mengenai mazhab kaum (sufi) dari perkataan-perkataan mereka di dalam kitab-kitab mereka, baik dari orang-orang yang telah kami sebutkan namanya di awal, maupun dari apa yang kami dengar dari orang-orang terpercaya yang mengetahui ushul (dasar-dasar) mereka, memahami mazhab-mazhab mereka, serta apa yang kami pahami dari simbol-simbol dan isyarat-isyarat mereka di dalam perkataan mereka.
Tidak semua hal tersebut tertulis bagi mereka persis seperti yang kami ceritakan, dan sebagian besar alasan serta argumentasi yang kami sebutkan berasal dari perkataan kami sendiri, sebagai bentuk pengungkapan atas apa yang kami himpun dari kitab-kitab dan risalah-risalah mereka.
Barang siapa yang merenungkan perkataan mereka dan meneliti kitab-kitab mereka, ia akan mengetahui kebenaran dari apa yang kami ceritakan. Seandainya kami tidak membenci perpanjangan dan penambahan kata yang terlalu banyak, tentu kami akan menyebutkan tempat kutipan dari perkataan mereka di dalam kitab-kitab mereka secara teks (nash) dan petunjuk (dalalah), karena tidak semua hal tersebut tertulis secara tersurat di dalam kitab-kitab.
Dan sekarang kami akan menyebutkan sebagian hal yang menjadi ciri khas perkataan mereka, istilah-istilah yang mereka gunakan yang menjadi kekhasan mereka, ilmu-ilmu yang mereka tekuni, poros perbincangan perkataan mereka, serta kami akan menerangkan sebagian apa yang dapat dijelaskan. Hanya kepada Allah kami memohon pertolongan, dan tiada daya serta kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
....
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.