• Home
  • Facebook PPa
  • Twitter
  • Aurodan PPa
  • Download software
 Padepokan Padang Ati (ppa)
  • HOME
  • AL-HIKAM
    • KH ABDUL WAHID ZUHDI
      • AL-HIKAM mp3
      • KISAH PERANG BADAR mp3
      • SULAMUT-TAUFIQ mp3
      • FIQIH/UBUDIYYAH mp3
    • SYARAH AL HIKAM
    • AL HIKAM KH IMRON JAMIL mp3
  • TASAWWUF-THORIQOH
    • HIKMAH SUFI
    • BAHASAN SUFI
    • THORIQOH
      • SYADZILIYYAH
      • QODIRIYYAH
      • NAQSYABANDIYYAH
      • THORIQOH LAINNYA
    • KISAH ULAMA’NUSANTARA
    • KISAH ULAMA’ DUNIA
    • KISAH WALI SONGO(9)
  • DOWNLOAD KITAB
    • KITAB TERJEMAH 1
    • KITAB TERJEMAH 2
    • KITAB KUNING MAKNA PESANTREN
    • KITAB HADITS
    • KITAB KLASIK/KUNING
    • KITAB KUNING MP3
      • Kitab kuning/klasik mp3
      • Ihya'Ulumuddin mp3
      • Nasho'ihul 'Ibad.mp3
      • Irsyadul 'ibad mp3
      • At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Qu’ran mp3
    • BAHTSUL MASA'IL
    • E-BOOK ISLAMI 1
    • E-BOOK ISLAMI TERBARU
    • E-BOOK MUSLIMAH
  • TERJEMAHAN KITAB
    • KITAB-KITAB SYEIKH ABDUL QODIR ra
      • FATHUR-ROBBANI WAL FAYDHUR RAHMANY
      • PENGAJIAN SYEIKH ABDUL QODIR ra
      • FUTUHUL GHOIB
      • MANAQIB SYEIKH ABDUL QODIR ra
      • WEJANGAN SYEIKH ABDUL QODIR ra
    • SYARAH AL HIKAM
    • AT-TANWIR FI ISQOTHID TADBIR
    • TAJUL 'ARUSY IBNU 'ATHO'ILLAH
    • RISALATUL QUSYAIRIYYAH
    • (WASHOYA) AN-NASHO'IH
    • MEMBUMIKAN AL-QUR'AN
    • RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA
    • KEAJAIBAN DLM TUBUH KITA
    • AT-TA'ARUF LI MADZHABI AHLIT-TASHAWWUF
    • KHUTBAH JUM.AH
  • AL-QUR'AN - QIRO'AH
    • TAFSIR JALALEIN
    • AL-QUR'AN UNTUK PC/HP
    • AL-QUR'AN 30 juz (Murottal)mp3
    • QIRO'AH, SENI BACA AL-QUR'AN mp3
    • SHOLAWAT,NASYID,PUISI mp3
Home » RISALATUL-QUSYAIRIYYAH » TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 38: Kedermawanan (Al-Jūd) dan Kemurahan Hati (As-Sakhā')

TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 38: Kedermawanan (Al-Jūd) dan Kemurahan Hati (As-Sakhā')

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

الرسالة القشيرية

 38. Bab Kedermawanan (Al-Jūd) dan Kemurahan Hati (As-Sakhā')

 بابُ الجُودِ وَالسَّخاءِ

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : ﴿ وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ﴾ .ا
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدَانَ قَالَ : أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ : حَدَّثَنَا الحَسَنُ بْنُ العَبَّاسِ قَالَ : حَدَّثَنَا سَهْلٌ قَالَ : حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَسْلَمَةَ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ عَلْقَمَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللَّهِ ، قَرِيبٌ مِنَ النَّاسِ ، قَرِيبٌ مِنَ الجَنَّةِ ، بَعِيدٌ مِنَ النَّارِ ، وَالبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنَ اللَّهِ ، بَعِيدٌ مِنَ النَّاسِ ، بَعِيدٌ مِنَ الجَنَّةِ ، قَرِيبٌ مِنَ النَّارِ ، وَالجَاهِلُ السَّخِيُّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ العَابِدِ البَخِيلِ » .
ا

قَالَ الأُسْتَاذُ : وَلَا فَرْقَ عَلَى لِسَانِ [ أَهْلِ ] العِلْمِ بَيْنَ الجُودِ وَالسَّخَاءِ ، وَلَا يُوصَفُ الحَقُّ سُبْحَانَهُ بِالسَّخَاءِ ؛ لِعَدَمِ التَّوْقِيفِ . وَحَقِيقَةُ الجُودِ : أَلَّا يَصْعُبَ عَلَيْهِ البَذْلُ .
ا
وَعِنْدَ القَوْمِ : السَّخَاءُ هُوَ الرُّتْبَةُ الأُولَى ، ثُمَّ الجُودُ بَعْدَهُ ، ثُمَّ الإِيثَارُ . فَمَنْ أَعْطَى البَعْضَ وَأَبْقَى البَعْضَ . . فَهُوَ صَاحِبُ سَخَاءٍ . وَمَنْ بَذَلَ الأَكْثَرَ وَأَبْقَى لِنَفْسِهِ شَيْئاً . . فَهُوَ صَاحِبُ جُودٍ . وَالَّذِي قَاسَى الضُّرَّ وَآثَرَ غَيْرَهُ بِالبُلْغَةِ . . فَهُوَ صَاحِبُ إِيثَارٍ . كَذَلِكَ سَمِعْتُ الأُسْتَاذَ أَبَا عَلِيٍّ الدَّقَّاقَ رَحِمَهُ اللَّهُ يَقُولُ .
ا

قَالَ أَسْمَاءُ بْنُ خَارِجَةَ : ( مَا أُحِبُّ أَنْ أَرُدَّ أَحَداً عَنْ حَاجَةٍ طَلَبَهَا ؛ لِأَنَّهُ إِنْ كَانَ كَرِيماً . . أَصُونُ عِرْضَهُ ، وَإِنْ كَانَ لَثِيماً . . أَصُونُ عَنْهُ عِرْضِي ) .
ا
وَقِيلَ : كَانَ مُوَرِّقٌ العِجْلِيُّ يَتَلَطَّفُ فِي إِدْخَالِ الرِّفْقِ عَلَى إِخْوَانِهِ ؛ يَضَعُ عِنْدَهُمُ أَلْفَ دِرْهَمٍ ، فَيَقُولُ : أَمْسِكُوهَا حَتَّى أَعُودَ إِلَيْكُمْ ، ثُمَّ يُرْسِلُ إِلَيْهِمْ : أَنْتُمْ مِنْهَا فِي حِلٍّ .
ا
وَقِيلَ : لَقِيَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ مَنْبِجَ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ المَدِينَةِ ، فَقَالَ : مِمَّنِ الرَّجُلُ ؟ فَقَالَ : مِنْ أَهْلِ المَدِينَةِ ، فَقَالَ : لَقَدْ أَتَانَا رَجُلٌ مِنْكُمْ يُقَالُ لَهُ : الحَكَمُ بْنُ المُطَّلِبِ ، فَأَغْنَانَا ، فَقَالَ المَدَنِيُّ : وَكَيْفَ وَمَا أَتَاكُمْ إِلَّا فِي جُبَّةِ صُوفٍ ؟! فَقَالَ : مَا أَغْنَانَا بِمَالٍ ، وَلَكِنَّهُ عَلَّمَنَا الكَرَمَ ، فَعَادَ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ حَتَّى اسْتَغْنَيْنَا .
ا

سَمِعْتُ الأُسْتَاذَ أَبَا عَلِيٍّ الدَّقَّاقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ : لَمَا سَعَى غُلَامُ الخَلِيلِ بِالصُّوفِيَّةِ إِلَى الخَلِيفَةِ . . أَمَرَ بِضَرَبِ أَعْنَاقِهِمْ ؛ فَأَمَّا الجُنَيْدُ . . فَإِنَّهُ تَسَتَّرَ بِالفِقْهِ ، وَكَانَ يُفْتِي عَلَى مَذْهَبِ أَبِي ثَوْرٍ .
ا
وَأَمَّا الشَّحَّامُ وَالرَّقَّامُ وَالنَّورِيُّ وَجَمَاعَةٌ . . فَقُبِضَ عَلَيْهِمْ ، فَبُسِطَ النِّطَاعُ لِضَرْبِ أَعْنَاقِهِمْ ، فَتَقَدَّمَ النَّورِيُّ ، فَقَالَ السَّيَّافُ : تَدْرِي إِلَى مَاذَا تَبَادَرُ ؟! فَقَالَ : نَعَمْ ، فَقَالَ : وَمَا تَعَجُّلُكَ ؟ فَقَالَ : أُوثِرُ عَلَى أَصْحَابِي بِحَيَاةِ سَاعَةٍ .
ا

Allah 'Azza wa Jalla berfirman: “Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (QS. Al-Hasyr: 9).

Ali bin Ahmad bin Abdan mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Ubaid mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Hasan bin Al-Abbas menceritakan kepada kami, ia berkata: Sahl menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa'id bin Maslamah menceritakan kepada kami, dari Yahya bin Sa'id, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Alqamah, dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang pemurah (sakhī) itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga, dan dekat dengan neraka. Sungguh orang jahil yang pemurah lebih dicintai oleh Allah daripada ahli ibadah yang bakhil."

Al-Ustadz (Imam Al-Qusyairi) berkata: Menurut para ahli ilmu, tidak ada perbedaan antara al-jūd (kedermawanan) dan as-sakhā' (kemurahan hati). Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak disifati dengan as-sakhā', karena tidak adanya petunjuk syariat (tawqīf) mengenai istilah tersebut. Hakikat al-jūd adalah: tidak merasa berat untuk memberi/berkorban.

Sedangkan menurut kaum sufi: As-Sakhā' adalah tingkatan pertama, kemudian Al-Jūd setelahnya, lalu Al-Ītsār (mengutamakan orang lain).

  • Barang siapa memberi sebagian hartanya dan menyisakan sebagian lainnya.. maka ia adalah ṣāḥibu sakhā' (pemilik kemurahan hati).
  • Barang siapa mengorbankan sebagian besar hartanya dan hanya menyisakan sedikit untuk dirinya.. maka ia adalah ṣāḥibu jūd (pemilik kedermawanan).
  • Sedangkan orang yang menanggung kesulitan namun tetap mengutamakan orang lain atas makanan pokok yang dimilikinya.. maka ia adalah ṣāḥibu ītsār (pemilik sifat pengorbanan). Demikianlah yang aku dengar dari Al-Ustadz Abu Ali Ad-Daqqaq Rahimahullah.

Asma' bin Kharijah berkata: "Aku tidak suka menolak seorang pun yang datang meminta usul/kebutuhan dariku; sebab jika ia orang mulia.. aku menjaga kehormatannya, dan jika ia orang cela/hina.. aku menjaga kehormatanku darinya."

Dikatakan: Muwarriq Al-'Ijli sangat halus perilakunya dalam memberikan bantuan kepada saudara-saudaranya. Ia biasa menitipkan uang seribu dirham kepada mereka seraya berkata: "Peganglah uang ini sampai aku kembali kepada kalian." Setelah itu ia mengirim pesan kepada mereka: "Kalian dihalalkan mempergunakan uang tersebut."

Dikatakan: Seseorang dari penduduk Manbij bertemu dengan pria dari penduduk Madinah, lalu ia bertanya: "Dari manakah engkau?" Pria itu menjawab: "Dari penduduk Madinah." Orang Manbij itu berkata: "Sungguh pernah datang kepada kami seseorang dari kalian bernama Al-Hakam bin Al-Muththalib, lalu ia mencukupi kami (membuat kami kaya)." Orang Madinah itu terkejut: "Bagaimana bisa, padahal ia datang kepada kalian hanya mengenakan jubah wol lusuh?!" Orang Manbij menjawab: "Ia tidak mencukupi kami dengan harta kekayaan, melainkan ia mengajari kami sifat dermawan, sehingga sebagian kami saling memberi kepada sebagian yang lain hingga kami semua menjadi berkecukupan."

Aku mendengar Al-Ustadz Abu Ali Ad-Daqqaq Radhiyallahu 'Anhu berkata: Ketika pelayan Al-Khalil menghasut/melaporkan kelompok sufi kepada Khalifah.. Khalifah memerintahkan untuk memenggal leher mereka. Adapun Al-Junaid.. beliau berlindung di balik ilmu fikih, yang mana beliau biasa memberi fatwa berdasarkan mazhab Abu Tsaur.

Adapun Ash-Shahham, Ar-Raqqam, An-Nuri, dan rombongan lainnya.. mereka ditangkap dan dibentangkan alas kulit (niṭā') untuk pemenggalan leher mereka. Tiba-tiba An-Nuri maju terlebih dahulu, maka algojo (sayyāf) bertanya: "Apakah engkau tahu ke mana engkau menyongsong?!" An-Nuri menjawab: "Ya." Algojo bertanya lagi: "Lalu mengapa engkau terburu-buru maju?" An-Nuri menjawab: "Aku ingin mengutamakan sahabat-sahabatku agar mereka bisa menikmati sisa hidup walau hanya sesaat."

فَتَحَيَّرَ السَّيَّافُ وَأَنَّهَى الخَبَرَ إِلَى الخَلِيفَةِ ، فَرَدَّهُمْ إِلَى القَاضِي لِيَتَعَرَّفَ حَالَهُمْ ، فَأَلْقَى القَاضِي عَلَى أَبِي الحُسَيْنِ النَّورِيِّ مَسَائِلَ فِقْهِيَّةً ، فَأَجَابَ عَنِ الكُلِّ ، ثُمَّ أَخَذَ يَقُولُ : وَبَعْدُ ؛ فَإِنَّ لِلَّهِ عِبَاداً إِذَا قَامُوا . . قَامُوا بِاللَّهِ ، وَإِذَا نَطَقُوا . . نَطَقُوا بِاللَّهِ ، وَسَرَدَ أَلْفَاظاً أَبْكَى القَاضِيَ .ا

فَأَرْسَلَ القَاضِي إِلَى الخَلِيفَةِ وَقَالَ : إِنْ كَانَ هَؤُلَاءِ زَنَادِقَةً . . فَمَا عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ مُسْلِمٌ .
اوَقِيلَ : كَانَ عَلِيُّ بْنُ الفُضَيْلِ يَشْتَرِي مِنْ بَاعَةِ المَحَلَّةِ ، فَقِيلَ لَهُ : لَوْ دَخَلْتَ السُّوقَ وَاسْتَرْخَصْتَ ، فَقَالَ : هَؤُلَاءِ نَزَلُوا بِقُرْبِنَا رَجَاءَ مَنْفَعَتِنَا .ا
وَقِيلَ : بَعَثَ رَجُلٌ إِلَى جَبَلَةَ بِجَارِيَةٍ وَكَانَ بَيْنَ أَصْحَابِهِ ، فَقَالَ : قَبِيحٌ أَنْ أَتَّخِذَهَا لِنَفْسِي وَأَنْتُمْ حُضُورٌ ، وَأَكْرَهُ أَنْ أَخُصَّ بِهَا وَاحِداً وَكُلُّكُمْ لَهُ حَقٌّ وَحُرْمَةٌ ، وَهَذِهِ لَا تَحْتَمِلُ القِسْمَةَ ا- وَكَانُوا ثَمَانِينَ - فَأَمَرَ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ بِجَارِيَةٍ أَوْ وَصِيفٍ .ا
وَقِيلَ : عَطِشَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ يَوْماً فِي طَرِيقِهِ ، فَاسْتَسْقَى مِنْ مَنْزِلِ امْرَأَةٍ ، فَأَخْرَجَتْ كُوزاً وَقَامَتْ خَلْفَ البَابِ وَقَالَتْ : تَنَحَّوْا عَنِ البَابِ وَلْيَأْخُذْهُ بَعْضُ غِلْمَانِكُمْ ؛ فَإِنِّي امْرَأَةٌ مِنَ العَرَبِ ، مَاتَ خَادِمِي مُنْذُ أَيَّامٍ .ا
فَشَرِبَ عُبَيْدُ اللَّهِ المَاءَ ، وَقَالَ لِغُلَامِهِ : احْمِلْ إِلَيْهَا عَشَرَةَ آلَافِ دِرْهَمٍ ، فَقَالَتْ : سُبْحَانَ اللَّهِ اا! تَسْخَرُ بِي ؟! فَقَالَ : احْمِلْ إِلَيْهَا عِشْرِينَ أَلْفاً ، فَقَالَتْ : أَسْأَلُ اللَّهَ العَافِيَةَ ، فَقَالَ : يَا غُلَامُ ؛ احْمِلْ إِلَيْهَا ثَلَاثِينَ أَلْفَ دِرْهَمٍ ، فَرَدَّتِ البَابَ وَقَالَتْ : أُفٍّ لَكَ ، فَحُمِلَ إِلَيْهَا ثَلَاثُونَ أَلْفَ دِرْهَمٍ ، فَمَا أَمْسَتْ حَتَّى كَثُرَ خُطَّابُهَا .ا
وَقِيلَ : الجُودُ : إِجَابَةُ الخَاطِرِ الأَوَّلِ .ا

سَمِعْتُ بَعْضَ أَصْحَابِ أَبِي الحَسَنِ البُوشَنْجِيِّ يَقُولُ : كَانَ أَبُو الحَسَنِ البُوشَنْجِيُّ فِي الخَلَاءِ ، فَدَعَا تِلْمِيذاً لَهُ فَقَالَ : انْزِعْ عَنِّي هَذَا القَمِيصَ وَادْفَعْهُ إِلَى فُلَانٍ ، فَقِيلَ لَهُ : هَلَّا صَبَرْتَ ؟ فَقَالَ : لَمْ آمَنْ عَلَى نَفْسِي أَنْ يَتَغَيَّرَ عَلَيَّ مَا وَقَعَ لِي مِنَ الخُلُقِ مَعَهُ بِذَلِكَ القَمِيصِ .
ا
وَقِيلَ لِقَيْسِ بْنِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ : هَلْ رَأَيْتَ أَسْخَى مِنْكَ ؟ فَقَالَ : نَعَمْ ؛ نَزَلْنَا بِالبَادِيَةِ عَلَى امْرَأَةٍ ، فَحَضَرَ زَوْجُهَا ، فَقَالَتْ : إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ ضَيْفَانِ ، فَجَاءَ بِنَاقَةٍ وَنَحَرَهَا وَقَالَ : شَأْنَكُمْ .ا
فَلَمَّا كَانَ بِالغَدِ . . جَاءَ بِأُخْرَى وَنَحَرَهَا وَقَالَ : شَأْنَكُمْ ، فَقُلْنَا : مَا أَكَلْنَا مِنَ الَّتِي ذُبِحَتْ بِالأَمْسِ إِلَّا اليَسِيرَ ! فَقَالَ : إِنِّي لَا أُطْعِمُ أَضْيَافِي الغَابَّ ، فَبَقِينَا عِنْدَهُ يَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً وَالسَّمَاءُ تُمْطِرُ وَهُوَ يَفْعَلُ كَذَلِك .ا
فَلَمَّا أَرَدْنَا الرَّحِيلَ . . وَضَعْنَا مِئَةَ دِينَارٍ فِي بَيْتِهِ ، وَقُلْنَا لِلْمَرْأَةِ : اعْتَذِرِي لَنَا إِلَيْهِ ، وَمَضَيْنَا ، فَلَمَّا مَتَعَ النَّهَارُ . . إِذَا نَحْنُ بِرَجُلٍ يَصِيحُ خَلْفَنَا : قِفُوا أَيُّهَا الرَّكْبُ الَّلئَامُ ، أَعْطَيْتُمُونِي ثَمَنَ قِرَايَ ! ثُمَّ إِنَّهُ لَحِقَنَا وَقَالَ : لَتَأْخُذُنَّهُ أَوْ لَأَطْعَنَنَّكُمْ بِرُمْحِي ، فَأَخَذْنَاهُ وَانْصَرَفَ ، فَأَنْشَأَ يَقُولُ :ا
وَإِذَا أَخَذْتُ ثَوَابَ مَا أَعْطَيْتُهُ ... فَكَفَى بِذَاكَ لِنَائِلٍ تَكْدِيرَا

Maka bingunglah sang algojo dan melaporkan hal tersebut kepada Khalifah. Khalifah lantas menyerahkan mereka kepada Qadhi (hakim) agar diperiksa keadaan mereka. Qadhi pun mengajukan berbagai pertanyaan fikih kepada Abu Al-Hasan An-Nuri, dan beliau menjawab seluruhnya dengan tepat. Kemudian An-Nuri mulai berkata: "Selanjutnya; sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang jika berdiri.. mereka berdiri karena Allah, dan jika berbicara.. mereka berbicara karena Allah." Beliau lalu menguraikan perkataan-perkataan yang membuat Qadhi menangis.

Qadhi lantas berpesan kepada Khalifah: "Jika mereka ini dianggap orang-orang zindik.. maka tidak ada lagi seorang muslim pun di muka bumi ini."

Dikatakan: Ali bin Al-Fudhayl biasa membeli barang dari pedagang-pedagang di lingkungan pemukimannya. Lalu ada yang berkata kepadanya: "Mengapa engkau tidak pergi ke pasar saja agar mendapat harga yang lebih murah?" Beliau menjawab: "Mereka berjualan di dekat tempat tinggal kita karena berharap mendapat manfaat dari keberadaan kita."

Dikatakan: Seseorang mengirimkan seorang budak wanita kepada Jabalah saat ia sedang berkumpul bersama sahabat-sahabatnya. Jabalah berkata: "Sangat tidak pantas aku mengambil budak ini untuk diriku sendiri sementara kalian hadir di sini, dan aku pun tidak suka mengkhususkannya untuk salah seorang dari kalian saja padahal kalian semua memiliki hak dan kehormatan yang sama. Lagipula budak ini tidak mungkin dibagi-bagi." —saat itu mereka berjumlah 80 orang— Maka Jabalah memerintahkan agar setiap orang dari mereka diberi masing-masing seorang budak wanita atau pelayan laki-laki.

Dikatakan: Ubaidullah bin Abi Bakrah merasa haus di tengah jalannya, lalu ia meminta air minum di rumah seorang wanita. Wanita itu mengeluarkan sebuah kendi, berdiri di balik pintu, lalu berkata: "Menjauhlah dari pintu dan biarlah salah seorang pelayan kalian yang mengambilnya; karena aku adalah seorang wanita Arab, dan pelayanku telah meninggal beberapa hari yang lalu."

Ubaidullah pun meminum air tersebut, lalu berkata kepada pelayannya: "Bawakan padanya 10.000 dirham!" Wanita itu berkata: "Subhanallah! Apakah engkau sedang memperolok-olokku?!" Ubaidullah berkata lagi: "Bawakan padanya 20.000 dirham!" Wanita itu berkata: "Aku memohon keselamatan kepada Allah." Ubaidullah berkata: "Wahai pelayan; bawakan padanya 30.000 dirham!" Wanita itu kemudian menutup pintu seraya berkata: "Cis untukmu!" Namun tetap dibawakan kepadanya 30.000 dirham, hingga sebelum sore hari tiba, sudah banyak pria yang datang untuk meminangnya.

Dikatakan: Kedermawanan (al-jūd) adalah menuruti dorongan kebaikan yang pertama kali terbersit di dalam hati.

Aku mendengar salah seorang sahabat Abu Al-Hasan Al-Busyanji berkata: Pernah suatu ketika Abu Al-Hasan Al-Busyanji berada di dalam kamar mandi (jamban), lalu beliau memanggil muridnya dan berkata: "Lepaskan baju ini dariku dan berikanlah kepada si Fulan!" Dikatakan kepadanya: "Mengapa engkau tidak bersabar (menunggu sampai keluar)?" Beliau menjawab: "Aku tidak merasa aman atas diriku sendiri dari perubahan niat/akhlak yang telah terbersit di hatiku untuk memberikan baju ini kepadanya."

Qais bin Sa'd bin Ubadah pernah ditanya: "Apakah engkau pernah melihat orang yang lebih pemurah darimu?" Beliau menjawab: "Ya; pernah kami singgah di padang sahara pada rumah seorang wanita. Ketika suaminya datang, wanita itu berkata: 'Engkau kedatangan dua orang tamu.' Suaminya langsung membawa seekor unta lalu menyembelihnya dan berkata: 'Silakan menikmati makanan kalian.'

Keesokan harinya.. ia membawa unta yang lain lalu menyembelihnya dan berkata: 'Silakan menikmati makanan kalian.' Kami berkata: 'Kami hanya memakan sedikit dari unta yang disembelih kemarin!' Pria itu menjawab: 'Aku tidak biasa memberi makan tamuku dengan daging sisa kemarin.' Maka kami tinggal di rumahnya selama dua atau tiga hari dalam keadaan hujan turun, dan ia terus melakukan hal yang sama.

Ketika kami hendak berangkat.. kami meletakkan 100 dinar di rumahnya dan berkata kepada istrinya: 'Sampaikan permohonan maaf kami kepadanya,' lalu kami berangkat. Ketika hari telah siang.. tiba-tiba ada seorang pria berteriak mengejar di belakang kami: 'Berhentilah wahai rombongan yang tercela! Apakah kalian hendak memberiku harga atas penghormatan tamuku?!' Kemudian ia menyusul kami dan berkata: 'Kalian harus mengambil kembali uang ini, atau aku akan menusuk kalian dengan tombakku!' Maka kami pun mengambilnya kembali dan ia pun pergi seraya bersyair:

Jika aku menerima balasan (imbalan) atas apa yang telah kuberikan... maka cukuplah hal itu menjadi pengeruh (kerusakan) bagi suatu pemberian."

سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيَّ رَحِمَهُ اللَّهُ يَقُولُ : دَخَلَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الرَّوْذَبَارِيُّ دَارَ بَعْضِ أَصْحَابِهِ ، فَوَجَدَهُ غَائِباً ، وَبَابُ بَيْتٍ لَهُ مُقْفَلٌ ، فَقَالَ : صُوفِيٌّ وَلَهُ بَابُ بَيْتٍ مُقْفَلٌ ؟! اِكْسِرُوا القُفْلَ ، فَكَسَرُوا القُفْلَ ، وَأَمَرَ بِجَمِيعِ مَا وُجِدَ فِي الدَّارِ وَالبَيْتِ وَأَنْفَذَهُ إِلَى السُّوقِ ، وَبَاعُوهُ ، وَأَصْلَحُوا وَقْتاً مِنَ الثَّمَنِ ، وَقَعَدُوا فِي الدَّارِ .ا

فَدَخَلَ صَاحِبُ المَنْزِلِ وَلَمْ يُمْكِنْهُ أَنْ يَقُولَ شَيْئاً ، فَدَخَلَتِ امْرَأَتُهُ بَعْدَهُمُ الدَّارَ وَعَلَيْهَا كِسَاءٌ ، فَدَخَلَتْ بَيْتاً وَرَمَتْ بِالْكِسَاءِ وَقَالَتْ : يَا أَصْحَابَنَا ؛ هَذَا أَيْضاً مِنْ جُمْلَةِ المَتَاعِ ، فَبِيعُوهُ . فَقَالَ الزَّوْجُ لَهَا : لِمَ تَكَلَّفْتِ هَذَا بِاخْتِيَارِكِ ؟ فَقَالَتْ : اِسْكُتْ ، مِثْلُ هَذَا الشَّيْخِ يُبَاسِطُنَا وَيَحْكُمُ عَلَيْنَا وَيَبْقَى لَنَا شَيْءٌ نَدَّخِرُهُ عَنْهُ ؟!
ا
وَقَالَ بِشْرُ بْنُ الحَارِثِ : ( النَّظَرُ إِلَى البَخِيلِ يُقَسِّي القَلْبَ ) .ا
وَقِيلَ : مَرِضَ قَيْسُ بْنُ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ ، فَاسْتَبْطَأَ إِخْوَانَهُ فِي العِيَادَةِ ، فَسَأَلَ عَنْهُمْ ، فَقَالُوا : إِنَّهُمْ يَسْتَحْيُونَ مِمَّا لَكِ عَلَيْهِمْ مِنَ الدَّيْنِ ، فَقَالَ : أَخْزَى اللَّهُ مَالًا يَمْنَعُ الإِخْوَانَ مِنَ الزِّيَارَةِ ، ثُمَّ أَمَرَ مَنْ يُنَادِي : مَنْ كَانَ لِقَيْسٍ عَلَيْهِ مَالٌ . . فَهُوَ مِنْهُ فِي حِلٍّ ، فَكُسِرَتْ عَتَبَتُهُ بِالعَشِيِّ لِكَثْرَةِ مَنْ عَادَهُ .ا
وَقِيلَ : خَرَجَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ إِلَى ضَيْعَةٍ لَهُ ، فَنَزَلَ عَلَى نَخِيلِ قَوْمٍ وَفِيهَا غُلَامٌ أَسْوَدُ يَعْمَلُ فِيهَا ، إِذْ أُتِيَ الغُلَامُ بِقُوتِهِ ، وَدَخَلَ كَلْبٌ الحَائِطَ وَدَنَا مِنَ الغُلَامِ ، فَرَمَى إِلَيْهِ الغُلَامُ بِقُرْصٍ ، فَأَكَلَهُ ، ثُمَّ رَمَى إِلَيْهِ بِالثَّانِي وَالثَّالِثِ ، فَأَكَلَهُ وَعَبْدُ اللَّهِ يَنْظُرُ ، فَقَالَ : يَا غُلَامُ ؛ كَمْ قُوتُكَ كُلَّ يَوْمٍ ؟ قَالَ : مَا رَأَيْتَ ، قَالَ : فَلِمَ آثَرْتَ هَذَا الكَلْبَ ؟ قَالَ : مَا هِيَ بِأَرْضِ كِلَابٍ ؛ إِنَّهُ جَاءَ مِنْ مَسَافَةٍ بَعِيدَةٍ جَائِعاً ، فَكَرِهْتُ رَدَّهُ .ا

قَالَ : فَمَا أَنْتَ صَانِعٌ اليَوْمَ ؟ قَالَ : أَطْوِي يَوْمِي هَذَا . فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ : أُلَامُ عَلَى السَّخَاءِ ! إِنَّ هَذَا لَأَسْخَى مِنِّي ، فَاشْتَرَى الحَائِطَ وَالغُلَامَ وَمَا فِيهِ مِنَ الأَثَاثِ ، فَأَعْتَقَ الغُلَامَ وَوَهَبَهَا مِنْهُ .
ا
وَقِيلَ : أَتَى رَجُلٌ صَدِيقاً لَهُ ، وَدَقَّ عَلَيْهِ البَابَ ، فَلَمَّا خَرَجَ . . قَالَ : لِمَاذَا جِئْتَنِي ؟ فَقَالَ : لِأَرْبَعِ مِئَةِ دِرْهَمٍ دَيْنًا رَكِبَنِي ، فَدَخَلَ الدَّارَ وَوَزَنَ أَرْبَعَ مِئَةِ دِرْهَمٍ وَأَخْرَجَهَا إِلَيْهِ ، وَدَخَلَ الدَّارَ بَاكِياً . فَقَالَتْ لَهُ امْرَأَتُهُ : هَلَّا تَعَلَّلْتَ حِينَ شَقَّ عَلَيْكَ الإِجَابَةُ ؟! فَقَالَ : إِنَّمَا أَبْكِي لِأَنِّي لَمْ أَتَفَقَّدْ حَالَهُ حَتَّى احْتَاجَ إِلَى مُفَاتَحَتِي بِهِ .ا

وَقَالَ مُطَرِّفُ بْنُ الشِّخِّيرِ : ( إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ مِنِّي حَاجَةً . . فَلْيَرْفَعْهَا فِي رُقْعَةٍ ؛ فَإِنِّي أَكْرَهُ أَنْ أَرَى فِي وَجْهِهِ ذُلَّ الحَاجَةِ ) .
ا
وَقِيلَ : أَرَادَ رَجُلٌ أَنْ يُضَارَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ العَبَّاسِ ، فَأَتَى وُجُوهَ البَلَدِ وَقَالَ : يَقُولُ لَكُمُ ابْنُ عَبَّاسٍ : تَغَدَّوْا عِنْدِي اليَوْمَ ، فَأَتَوْهُ ، فَمَلَؤُوا الدَّارَ ، فَقَالَ : مَا هَذَا ؟ فَأُخْبِرَ الخَبَرَ ، فَأَمَرَ بِشِرَاءِ الفَوَاكِهِ فِي الوَقْتِ ، وَأَمَرَ بِالخُبْزِ وَالطَّبِيخِ ، وَأَصْلَحَ أَمْراً .ا
فَلَمَّا فَرَغُوا . . قَالَ لِوَكَلَائِهِ : أَمَوْجُودٌ لَنَا كُلَّ يَوْمٍ مِثْلُ هَذَا ؟ فَقَالُوا : نَعَمْ ، قَالَ : فَلْيَتَغَدَّ هؤُلَاءِ كُلُّهُمْ عِنْدَنَا كُلَّ يَوْمٍ .ا


Aku mendengar Abu Abdurrahman As-Sulami Rahimahullah berkata: Abu Abdullah Ar-Rudzabari pernah mendatangi rumah salah seorang sahabatnya, namun ia mendapati sahabatnya itu sedang tidak ada di rumah dan pintu kamarnya terkunci. Beliau berkata: "Seorang sufi tetapi pintu kamarnya terkunci?!" Beliau lalu memerintahkan: "Dobrak kuncinya!" Maka mereka pun mendobrak kunci tersebut. Beliau lantas memerintahkan untuk mengambil seluruh barang yang ada di dalam rumah dan kamar itu lalu membawanya ke pasar untuk dijual. Dari hasil penjualannya, mereka membuat hidangan/jamuan makan dan duduk bersenang-senang di rumah tersebut.

Kemudian pemilik rumah datang dan ia tidak mampu berkata apa-apa. Tak lama setelah mereka, istri pemilik rumah pun masuk ke dalam rumah sambil mengenakan sebuah jubah/kain penutup. Wanita itu lalu masuk ke dalam kamar, melepaskan jubahnya dan melemparkannya seraya berkata: "Wahai para sahabat kami; kain ini juga termasuk bagian dari barang-barang rumah, maka juallah!" Suaminya berkata kepadanya: "Mengapa engkau menyusahkan diri melakukan hal itu atas kemauanmu sendiri?" Istrinya menjawab: "Diamlah! Seorang syaikh seperti beliau telah mencurahkan keakrabannya dan memerintah di rumah kita, lalu apakah masih ada barang yang patut kita simpan darinya?!"

Bishr bin Al-Harits berkata: "Memandang orang yang bakhil (pelit) itu dapat mengeras hati."

Dikatakan: Qais bin Sa'd bin Ubadah pernah jatuh sakit, namun ia merasa heran mengapa saudara-saudaranya lambat datang menjenguknya. Ia pun menanyakan hal tersebut, lalu mereka menjawab: "Sesungguhnya mereka merasa malu kepadamu karena hutang-hutang yang mereka miliki padamu." Qais berkata: "Semoga Allah menghinakan harta yang menghalangi saudara-saudara untuk saling mengunjungi!" Kemudian ia memerintahkan seseorang untuk menyerukan: "Barang siapa yang memiliki utang kepada Qais.. maka utangnya telah dihalalkan (diberikan/dihapuskan)." Maka pada sore harinya, ambang pintu rumahnya rusak karena begitu banyaknya orang yang datang menjenguknya.

Dikatakan: Abdullah bin Ja'far pernah pergi ke sebuah perkebunan miliknya, lalu ia singgah di kebun kurma milik suatu kaum yang di dalamnya ada seorang budak hitam sedang bekerja. Tiba-tiba datang makanan pokok untuk budak tersebut. Pada saat bersamaan, seekor anjing masuk ke kebun dan mendekati si budak. Budak itu melemparkan sepotong roti kepadanya dan anjing itu memakannya, lalu ia melemparkan roti kedua dan ketiga yang juga dimakan oleh anjing tersebut, sementara Abdullah memperhatikan hal itu. Abdullah bertanya: "Wahai budak; berapa porsi makananmu setiap hari?" Budak itu menjawab: "Apa yang telah engkau lihat tadi." Abdullah bertanya: "Mengapa engkau lebih mengutamakan anjing ini?" Jawabnya: "Daerah ini bukanlah tempat pemukiman anjing; ia pasti datang dari jarak yang jauh dalam keadaan lapar, maka aku tidak tega menolaknya."

Abdullah bertanya: "Lalu apa yang akan engkau lakukan hari ini?" Jawabnya: "Aku akan menahan lapar (berpuasa) hari ini." Abdullah bin Ja'far berkata: "Aku sering dicela karena kedermawananku! Padahal budak ini jauh lebih dermawan dariku." Maka Abdullah membeli kebun tersebut beserta budaknya dan seluruh perabotan di dalamnya, lalu beliau memerdekakan budak itu dan menyedekahkan kebun itu kepadanya.

Dikatakan: Seseorang mendatangi rumah sahabatnya lalu mengetuk pintu. Ketika sahabatnya keluar, ia bertanya: "Ada keperluan apa engkau datang kemari?" Orang itu menjawab: "Aku terbelit utang sebesar 400 dirham." Sahabatnya itu segera masuk ke rumah, menimbang uang 400 dirham, lalu menyerahkannya kepadanya. Setelah itu ia masuk kembali ke dalam rumah sambil menangis. Istrinya bertanya: "Mengapa engkau tidak membuat alasan saja jika merasa berat untuk memberikannya?!" Suaminya menjawab: "Aku menangis bukan karena memberi, melainkan karena aku tidak memperhatikan keadaannya sampai-sampai ia harus menanggung malu untuk meminta kepadaku."

Mutharrif bin Asy-Syikhkhir berkata: "Jika salah seorang dari kalian menginginkan suatu keperluan dariku.. hendaklah ia menuliskannya dalam selembar kertas; karena aku tidak suka melihat kehinaan meminta-minta di wajahnya."

Dikatakan: Seseorang bermaksud buruk untuk merepotkan/merugikan Ubaidullah bin Al-Abbas. Ia mendatangi para tokoh masyarakat kota dan berkata: "Ibnu Abbas mengundang kalian untuk makan siang di rumahnya hari ini." Maka mereka semua datang hingga memenuhi rumahnya. Ubaidullah terkejut dan bertanya: "Ada apa ini?" Setelah diberi tahu sebabnya, beliau langsung memerintahkan untuk membeli buah-buahan saat itu juga, serta memerintahkan pembuatan roti dan masakan dalam jumlah besar, hingga urusan tersebut tertangani dengan baik.

Setelah mereka selesai makan.. Ubaidullah bertanya kepada para pengurusnya: "Apakah kita sanggup menyediakan hal seperti ini setiap hari?" Mereka menjawab: "Ya." Beliau berkata: "Maka biarkanlah mereka semua makan siang di rumah kita setiap hari."

سَمِعْتُ الشَّيْخَ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقُولُ : كَانَ الأُسْتَاذُ أَبُو سَهْلٍ الصُّعْلُوكِيُّ يَتَوَضَّأُ يَوْماً فِي صَحْنِ دَارِهِ ، فَدَخَلَ إِنْسَانٌ وَسَأَلَهُ شَيْئاً ، وَلَمْ يَحْضُرْهُ شَيْءٌ ؛ فَقَالَ : اصْبِرْ حَتَّى أَفْرَغَ ، فَصَبَرَ ، فَلَمَّا فَرَغَ . . قَالَ : خُذِ القُمْقُمَةَ وَاخْرُجْ ، ثُمَّ صَبَرَ حَتَّى عَلِمَ أَنَّهُ بَعُدَ ، فَصَاحَ وَقَالَ : دَخَلَ إِنْسَانٌ وَأَخَذَ القُمْقُمَةَ ! فَمَشَوْا خَلْفَهُ ، فَلَمْ يُدْرِكُوهُ .ا
وَإِنَّمَا فَعَلَ ذَلِكَ لِأَنَّ أَهْلَ المَنْزِلِ كَانُوا يَلُومُونَهُ عَلَى البَذْلِ .ا
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : وَهَبَ الأُسْتَاذُ أَبُو سَهْلٍ جُبَّتَهُ مِنْ إِنْسَانٍ فِي الشِّتَاءِ ، وَكَانَ يَلْبَسُ جُبَّةً لِلنِّسَاءِ حِينَ يَخْرُجُ إِلَى التَّدْرِيسِ ؛ إِذْ لَمْ تَكُنْ لَهُ جُبَّةٌ أُخْرَى ، فَقَدِمَ الوَفْدُ المَعْرُوفُونَ مِنْ فَارِسَ ، فِيهِمْ مِنْ كُلِّ فَنٍّ إِمَامٌ ؛ مِنَ الفُقَهَاءِ ، وَالمُتَكَلِّمِينَ ، وَالنَّحْوِيِّينَ ، فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ صَاحِبُ الجَيْشِ أَبُو الحَسَنِ وَأَمَرَهُ بِأَنْ يَرْكَبَ لِلاِسْتِقْبَالِ ، فَلَبِسَ دِرَّاعَةً فَوْقَ تِلْكَ الجُبَّةِ الَّتِي لِلنِّسَاءِ وَرَكِبَ ، فَقَالَ صَاحِبُ الجَيْشِ : إِنَّهُ يَسْتَخِفُّ بِي إِمَامُ البَلَدِ ، يَلْبَسُ جُبَّةَ النِّسْوَانِ !ا

ثُمَّ إِنَّهُ نَاظَرَهُمْ أَجْمَعِينَ ، وَظَهَرَ كَلَامُهُ عَلَى كَلَامِهِمْ جَمِيعِهِمْ فِي كُلِّ فَنٍّ .
ا
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : لَمْ يُنَاوِلِ الأُسْتَاذُ أَبُو سَهْلٍ أَحَداً شَيْئاً بِيَدِهِ ، وَكَانَ يَطْرَحُهُ عَلَى الأَرْضِ لِيَأْخُذَهُ الآخِذُ مِنَ الأَرْضِ ، وَكَانَ يَقُولُ : الدُّنْيَا أَقَلُّ خَطَراً مِنْ أَنْ أَرَى مِنْ أَجْلِهَا يَدِي فَوْقَ يَدٍ أُخْرَى ، وَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى » .ا

وَقِيلَ : كَانَ أَبُو مِرْثَدٍ أَحَدَ الكِرَامِ ، فَمَدَحَهُ بَعْضُ الشُّعَرَاءِ ، فَقَالَ : مَا عِنْدِي مَا أُعْطِيكَ ، وَلَكِنْ قَدِّمْنِي إِلَى القَاضِي وَادَّعِ عَلَيَّ عَشَرَةَ آلَافِ دِرْهَمٍ حَتَّى أُقِرَّ لَكَ بِهَا ، ثُمَّ احْبِسْنِي ؛ فَإِنَّ أَهْلِي لَا يَتْرُكُونِي مَسْجُوناً ، فَفَعَلَ ذَلِكَ ، فَلَمْ يُمْسِ حَتَّى دَفَعُوا إِلَيْهِ عَشَرَةَ آلَافِ دِرْهَمٍ ، وَخَرَجَ مِنَ السِّجْنِ .ا
وَقِيلَ : سَأَلَ رَجُلٌ الحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا شَيْئاً ، فَأَعْطَاهُ خَمْسِينَ أَلْفَ دِرْهَمٍ وَخَمْسَ مِئَةِ دِينَارٍ وَقَالَ : اِئْتِ بِحَمَّالٍ يَحْمِلُهُ لَكَ ، فَأَتَى بِحَمَّالٍ ، فَأَعْطَاهُ طَيْلَسَانَهُ وَقَالَ : يَكُونُ كِرَاءُ الحَمَّالِ مِنْ قِبَلِي .ا

وَسَأَلَتِ امْرَأَةٌ اللَّيْثَ بْنَ سَعْدٍ سُكُرَّجَةَ عَسَلٍ ، فَأَمَرَ لَهَا بِزِقٍّ مِنْ عَسَلٍ ، فَقِيلَ لَهُ فِي ذَلِكَ ، فَقَالَ : إِنَّهَا سَأَلَتْ عَلَى قَدْرِ حَاجَتِهَا ، وَنَحْنُ نُعْطِي عَلَى قَدْرِ نِعْمَتِنَا .
ا
وَقَالَ بَعْضُهُمْ : صَلَّيْتُ فِي مَسْجِدِ الأَشْعَثِ بِالكُوفَةِ الصُّبْحَ أَطْلُبُ غَرِيماً لِي ، فَلَمَّا سَلَّمْتُ ا. . وُضِعَ بَيْنَ يَدَيَّ كُلِّ وَاحِدٍ حُلَّةٌ وَنَعْلَانِ ، وَكَذَلِكَ وُضِعَ بَيْنَ يَدَيَّ ، فَقُلْتُ : مَا هَذَا ؟ فَقَالُوا : إِنَّ الأَشْعَثَ قَدِمَ مِنْ مَكَّةَ ، فَأَهْدَى لِأَهْلِ جَمَاعَةِ مَسْجِدِهِ .ا


Aku mendengar Asy-Syaikh Abu Abdurrahman berkata: Suatu hari Al-Ustadz Abu Sahl Ash-Shu'luki sedang berwudhu di halaman rumahnya, lalu seorang peminta-minta masuk dan memohon sesuatu kepadanya padahal beliau tidak memiliki barang apa pun saat itu. Beliau berkata: "Bersabarlah sampai aku selesai (berwudhu)." Orang itu pun menunggu. Setelah selesai.. beliau berkata: "Ambillah teko air/kendi tembaga (qumqumah) ini dan keluarlah!" Beliau kemudian berdiam diri sebentar hingga yakin orang tersebut sudah jauh, lalu berteriak memanggil orang rumahnya: "Ada orang masuk dan mengambil kendi tembaga!" Orang-orang rumah pun mengejarnya, namun tidak dapat menemukannya.

Beliau melakukan hal tersebut hanya karena keluarga rumahnya selalu mencelanya apabila beliau memberikan sesuatu kepada orang lain.

Aku mendengar beliau berkata: Al-Ustadz Abu Sahl pernah menghadiahkan jubahnya kepada seseorang di musim dingin, sehingga beliau terpaksa mengenakan jubah wanita ketika keluar untuk mengajar karena tidak memiliki jubah lain. Tiba-tiba datang utusan terpandang dari Persia yang di dalamnya terdapat para tokoh dari setiap bidang ilmu; mulai dari ahli fikih, ahli kalam, hingga ahli tata bahasa (nahwu). Panglima perang Abu Al-Hasan lantas menyuruh beliau untuk menunggang kuda guna menyambut rombongan tersebut, maka beliau mengenakan baju luaran (dir'ah) di atas jubah wanita itu lalu berangkat. Panglima perang berkata: "Sesungguhnya imam kota ini telah meremehkanku dengan mengenakan jubah wanita!"

Namun kemudian Abu Sahl berdebat dengan mereka semua, dan keunggulan hujahnya mengatasi pembicaraan mereka seluruhnya dalam setiap disiplin ilmu.

Aku mendengar beliau berkata: Al-Ustadz Abu Sahl tidak pernah menyerahkan sesuatu kepada siapa pun langsung dengan tangannya, melainkan beliau meletakkannya di atas tanah agar diambil dari tanah oleh penerimanya. Beliau selalu berkata: "Kedudukan dunia terlalu hina untuk membuatku melihat tanganku berada di atas tangan orang lain, padahal Nabi SAW telah bersabda: 'Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.'"

Dikatakan: Abu Mirstad adalah salah seorang yang sangat dermawan. Seorang penyair datang memujinya, lalu ia berkata: "Aku tidak memiliki harta untuk kuberikan kepadamu, tetapi bawalah aku ke hadapan Qadhi dan gugatlah aku atas utang 10.000 dirham agar aku mengakuinya di depan hakim, lalu penjarakanlah aku; sebab keluargaku tidak akan membiarkan aku mendekam di penjara." Penyair itu melakukan saran tersebut, dan belum lagi sore hari tiba, keluarga Abu Mirstad telah membayarkan 10.000 dirham kepada penyair itu sehingga beliau dapat keluar dari penjara.

Dikatakan: Seseorang meminta sesuatu kepada Al-Hasan bin Ali RA, maka beliau memberinya 50.000 dirham dan 500 dinar, lalu berkata: "Bawalah kuli/pengangkut barang untuk membawakannya untukmu." Orang itu mendatangkan seorang kuli, lalu Al-Hasan memberikan selendangnya (thailasān) seraya berkata: "Upah kuli ini menjadi tanggung jawabku."

Seorang wanita meminta sedikit cawan (sukurrujah) berisi madu kepada Al-Laits bin Sa'd, namun beliau justru memerintahkan untuk memberinya satu kantong kulit utuh berisi madu. Ketika ditanyakan kepadanya tentang hal itu, beliau menjawab: "Wanita itu meminta sesuai dengan kadar kebutuhannya, sedangkan kami memberi sesuai dengan kadar nikmat yang Allah berikan kepada kami."

Salah seorang dari mereka bercerita: Aku menunaikan shalat Subuh di Masjid Al-Asy'ath di Kufah untuk mencari seseorang yang berutang padaku. Ketika aku selesai salam.. diletakkan satu set pakaian (hullah) dan sepasang sandal di hadapan setiap jamaah, begitu pula di hadapanku. Aku bertanya: "Apa ini?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya Al-Asy'ath baru saja pulang dari Mekkah, lalu ia memberikan hadiah kepada seluruh jemaah masjidnya."

فَقُلْتُ : إِنَّمَا جِئْتُ أَنَا أَطْلُبُ غَرِيماً لِي وَلَسْتُ مِنْ مُنْتَابِيهِ ، فَقَالُوا : هُوَ لِكُلِّ مَنْ حَضَرَ .ا
وَقِيلَ : لَمَّا قَرُبَتْ وَفَاةُ الإِمَامِ الشَّافِعِيِّ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ . . قَالَ : مُرُوا فُلَاناً يَغْسِلْنِي ، وَكَانَ الرَّجُلُ غَائِباً ، فَلَمَّا قَدِمَ . . أُخْبِرَ بِذَلِكَ ، فَدَعَا بِتَذْكِرَتِهِ ، فَوَجَدَ عَلَيْهِ سَبْعِينَ أَلْفَ دِرْهَمٍ دَيْناً ، فَقَضَاهَا وَقَالَ : هَذَا غَسْلِي إِيَّاهُ .ا
وَقِيلَ : لَمَّا قَدِمَ الشَّافِعِيُّ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى مَكَّةَ . . كَانَ مَعَهُ عَشَرَةُ آلَافِ دِينَارٍ ، فَقِيلَ لَهُ : تَشْتَرِي بِهَا قَرْيَةً ، فَضَرَبَ خَيْمَتَهُ خَارِجَ مَكَّةَ وَصَبَّ الدَّنَانِيرَ ، وَكُلُّ مَنْ دَخَلَ عَلَيْهِ كَانَ يُعْطِيهِ قَبْضَةً قَبْضَةً ، فَلَمَّا جَاءَ وَقْتُ الظُّهْرِ . . قَامَ وَنَفَضَ الثَّوْبَ وَلَمْ يَبْقَ شَيْءٌ .ا
وَقِيلَ : خَرَجَ السَّرِيُّ يَوْمَ عِيدٍ ، فَاسْتَقْبَلَهُ رَجُلٌ كَبِيرُ الشَّأْنِ ، فَسَلَّمَ السَّرِيُّ عَلَيْهِ سَلَاماً نَاقِصاً ، فَقِيلَ لَهُ : هَذَا رَجُلٌ كَبِيرُ الشَّأْنِ ، فَقَالَ : قَدْ عَرَفْتُهُ ، وَلَكِنْ رُوِيَ مُسْنَداً إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ إِذَا التَقَى المُسْلِمَانِ . . قُسِمَتْ بَيْنَهُمَا مِئَةُ رَحْمَةٍ ، تِسْعُونَ لِأَبَشِّهِمَا ، فَأَرَدْتُ أَنْ يَكُونَ مَعَهُ الأَكْثَرُ .ا
وَقِيلَ : بَكَى أَمِيرُ المُؤْمِنِينَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهُ يَوْماً ، فَقِيلَ لَهُ : مَا يُبْكِيكَ ؟ فَقَالَ : لَمْ يَأْتِنِي ضَيْفٌ مُنْذُ سَبْعَةِ أَيَّامٍ ! أَخَافُ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ تَعَالَى قَدْ أَهَانَنِي .ا
وَرُوِيَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ : ( زَكَاةُ الدَّارِ أَنْ يُتَّخَذَ فِيهَا بَيْتٌ لِلضِّيَافَةِ ) .ا
وَقِيلَ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى : ﴿ هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ المُكْرَمِينَ ﴾ قِيلَ : قِيَامُهُ عَلَيْهِمْ بِنَفْسِهِ ، وَقِيلَ : لِأَنَّ ضَيْفَ الكَرِيمِ كَرِيمٌ .ا

وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الجُنَيْدِ : ( كَانَ يُقَالُ : أَرْبَعٌ لَا يَنْبَغِي لِلشَّرِيفِ أَنْ يَأْنَفَ مِنْهُنَّ وَإِنْ كَانَ أَمِيراً : قِيَامُهُ مِنْ مَجْلِسِهِ لِأَبِيهِ ، وَخِدْمَتُهُ لِضَيْفِهِ ، وَخِدْمَتُهُ لِلْعَالِمِ يَتَعَلَّمُ مِنْهُ ، وَالسُّؤَالُ عَمَّا لَا يَعْلَمُ ) .ا

Maka aku berkata: "Aku datang ke sini hanya untuk mencari orang yang berutang padaku, dan aku bukan termasuk jemaah masjidnya." Mereka menjawab: "Hadiah ini diberikan untuk setiap orang yang hadir."

Dikatakan: Ketika wafat Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah sudah dekat.. beliau berwasiat: "Suruhlah si Fulan untuk memandikan jenazahku!" Orang yang ditunjuk tersebut sedang berada di luar kota. Ketika ia tiba.. ia diberi tahu tentang wasiat itu, maka ia meminta buku catatan utang Imam Asy-Syafi'i. Ia mendapati beliau memiliki utang sebesar 70.000 dirham, lalu ia melunasi seluruh utang tersebut dan berkata: "Inilah maksud dari memandikan jenazahku atas beliau (yaitu menyucikan beliau dari tanggungan utang)."

Dikatakan: Ketika Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah tiba di Mekkah dari Shan'a.. beliau membawa uang 10.000 dinar. Ada yang menyarankan kepadanya: "Mengapa tidak engkau belikan sebuah desa/perkebunan saja?" Namun beliau mendirikan kemahnya di luar kota Mekkah lalu mengumpulkan dinar-dinar tersebut. Setiap orang yang mendatangi beliau diberi segenggam demi segenggam dinar, hingga ketika waktu Zhuhur tiba.. beliau bangkit dan mengibaskan kain wadah uang tersebut karena tidak ada lagi harta yang tersisa.

Dikatakan: As-Sari keluar pada hari raya Eid, lalu seorang pria terpandang/berkedudukan tinggi menyambutnya. As-Sari lantas mengucapkan salam kepadanya dengan salam yang ringkas (tanpa senyuman/kehangatan yang berlebih). Dikatakan kepadanya: "Orang itu adalah tokoh besar," maka As-Sari menjawab: "Aku sudah mengetahuinya, tetapi diriwayatkan secara bersambung kepada Nabi SAW bahwa apabila dua orang muslim saling bertemu.. dibagikan di antara mereka 100 rahmat, di mana 90 rahmat diberikan kepada orang yang paling berseri-seri/manis wajahnya. Maka aku ingin agar ia memperoleh bagian rahmat yang lebih banyak itu."

Dikatakan: Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah menangis pada suatu hari, lalu ditanyakan kepadanya: "Apa yang membuatmu menangis?" Beliau menjawab: "Tidak ada seorang pun tamu yang mendatangi rumahku sejak tujuh hari lalu! Aku khawatir Allah Ta'ala sedang menghinakanku."

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasanya ia berkata: "Zakat rumah adalah menyediakan satu ruangan/kamar di dalamnya khusus untuk menjamu tamu."

Dikatakan mengenai firman Allah Ta'ala: “Sudahkah sampai kepadamu cerita tentang tamu-tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?” (QS. Adz-Dzariyat: 24). Sebagian ahli tafsir berpendapat maksud "dimuliakan" adalah karena Nabi Ibrahim melayani mereka sendiri secara langsung; dan dikatakan pula: karena tamu dari orang yang mulia juga ikut menjadi mulia.

Ibrahim bin Al-Junaid berkata: "Pernah dikatakan: Ada empat hal yang tidak boleh membuat orang mulia merasa gengsi/gengsi tinggi untuk melakukannya, meskipun ia seorang penguasa/pemimpin: bangkit dari tempat duduknya untuk menyambut ayahnya, melayani tamunya, melayani seorang alim tempat ia menuntut ilmu, dan bertanya tentang apa yang tidak ia ketahui."

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى : ﴿ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعاً أَوْ أَشْتَاتاً ﴾ قَالَ : كَانُوا يَتَحَرَّجُونَ أَنْ يَأْكُلَ أَحَدُهُمْ وَحْدَهُ ، فَرُخِّصَ لَهُمْ فِي ذَلِكَ .ا
وَقِيلَ : أَضَافَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ كُرَيْرٍ رَجُلًا ، فَأَحْسَنَ قِرَاهُ ، فَلَمَّا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَرْتَحِلَ . . لَمْ يُعِنْهُ غِلْمَانُهُ ، فَقَالَ فِي ذَلِكَ ، فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ : إِنَّهُمْ لَا يُعِينُونَ مَنْ يَرْتَحِلُ عَنَّا .
ا
أَنْشَدَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ابْنُ بَاكُويَهِ الصُّوفِيُّ قَالَ : أَنْشَدَنَا المَتَنَبِّي فِي مَعْنَاهُ :
إِذَا تَرَحَّلْتَ عَنْ قَوْمٍ وَقَدْ قَدَرُوا ... أَلَّا تُفَارِقَهُمْ فَالرَّاحِلُونَ هُمُ
وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ المُبَارَكِ : ( سَخَاءُ النَّفْسِ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ أَفْضَلُ مِنْ سَخَاءِ النَّفْسِ بِالبَذْلِ ) .
ا
وَقَالَ بَعْضُهُمْ : دَخَلْتُ عَلَى بِشْرِ بْنِ الحَارِثِ فِي يَوْمٍ شَدِيدِ البَرْدِ وَقَدْ تَعَرَّى مِنَ الثِّيَابِ وَهُوَ يَنْتَفِضُ ، فَقُلْتُ : يَا أَبَا نَصْرٍ ؛ النَّاسُ يَزِيدُونَ فِي الثِّيَابِ فِي مِثْلِ هَذَا اليَوْمِ وَأَنْتَ قَدْ نَقَصْتَ ؟!ا
فَقَالَ : ذَكَرْتُ الفُقَرَاءَ وَمَا هُمْ فِيهِ ، وَلَمْ يَكُنْ لِي مَا أُوَاسِيهِمْ بِهِ ، فَأَرَدْتُ أَنْ أُوَافِقَهُمْ بِنَفْسِي فِي مُقَاسَاةِ البَرْدِ .ا
سَمِعْتُ الشَّيْخَ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الرَّازِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ الزَّقَّاقَ يَقُولُ : ( لَيْسَ السَّخَاءُ أَنْ يُعْطِيَ الوَاجِدُ المُعْدَمَ ، إِنَّمَا السَّخَاءُ أَنْ يُعْطِيَ المُعْدَمُ الوَاجِدَ ) .ا


Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu berkata mengenai firman Allah Ta'ala: “Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri.” (QS. An-Nur: 61), beliau menjelaskan: Dahulu masyarakat merasa berat/keberatan apabila salah seorang dari mereka makan sendirian, maka diberikan keringanan bagi mereka dalam hal tersebut.

Dikatakan: Abdullah bin Amir bin Kuraiz menjamu seorang pria dan memuliakan penghormatan tamunya dengan sangat baik. Namun ketika pria tersebut hendak berangkat/pulang.. para pelayan tidak membantunya berkemas. Pria itu menanyakan hal tersebut, maka Abdullah menjawab: "Sesungguhnya para pelayan kami tidak akan membantu orang yang hendak berpisah dari kami."

Abu Abdullah bin Bakuwaih Ash-Shufi membacakan syair kepada kami, ia berkata: Al-Mutanabbi membacakan syair kepada kami yang senada dengan makna tersebut:

Jika engkau pergi meninggalkan suatu kaum padahal mereka sanggup... Untuk membuatmu tidak berpisah, maka hakikatnya merekalah yang pergi meninggalkanmu.

Abdullah bin Al-Mubarak berkata: "Kemurahan hati untuk tidak mengincar apa yang ada di tangan orang lain itu lebih utama daripada kemurahan hati dalam bentuk memberi harta."

Salah seorang dari mereka bercerita: Aku mendatangi Bishr bin Al-Harits pada hari yang sangat dingin, dan beliau dalam keadaan melepas pakaiannya hingga tubuhnya menggigil. Aku bertanya: "Wahai Abu Nashr; orang-orang menambah pakaian mereka pada hari yang dingin seperti ini, mengapa engkau justru menguranginya?!"

Beliau menjawab: "Aku teringat kepada para fakir miskin dan penderitaan mereka, sedangkan aku tidak memiliki harta untuk meringankan beban mereka. Maka aku ingin menyamakan diriku dengan mereka dalam merasakan rintangan dinginnya cuaca."

Aku mendengar Asy-Syaikh Abu Abdurrahman berkata: Aku mendengar Abu Bakr Ar-Razi berkata: Aku mendengar Az-Zaqqaq berkata: "Kemurahan hati itu bukanlah ketika orang yang berkecukupan memberi kepada orang yang tidak punya, melainkan kemurahan hati yang sejati adalah ketika orang yang tidak punya (miskin) tetap memberi kepada orang yang berkecukupan."

<<Sebelumnya

Selanjutnya>>

Daftar Isi

 

Silahkan Bagikan Artikel ini

Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Ditulis oleh:SHOLICHUL HAKIM on Monday, May 2, 2016 - Rating: 1.5
Title : TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 38: Kedermawanan (Al-Jūd) dan Kemurahan Hati (As-Sakhā')
Description : الرسالة القشيرية  38. Bab Kedermawanan ( Al-Jūd ) dan Kemurahan Hati ( As-Sakhā' )  بابُ الجُودِ وَالسَّخاءِ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلّ...

0 Response to "TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 38: Kedermawanan (Al-Jūd) dan Kemurahan Hati (As-Sakhā')"

Post a Comment

Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Jalan Pintas Miliki 200 + Kitab makna dan Terjemah Pdf

Tulisan Terbaru

Silahkan Di subcribe

Donasi

YANG PALING BANYAK DIBUKA

  • Download Kitab Kuning Klasik (dengan Makna ala Pesantren/Makna Petuk)بالمعنى على فسانترين
  • Download kitab Maulid Al-Barzanji (makna ala Pesantren)
  • Download Kitab Maulid Ad Diba'i (dengan makna ala pesantren)
  • Download Kitab Matan Ghoyah wat Taqrib (Dengan makna ala Pesantren) متن الغاية والتقريب مع الترجمة
  • Infaq Kitab makna dan Kitab Terjemah
  • Download Kitab Tafsir Jalalain (makna ala pesantren) تفسير الجلالين
  • Download Kitab Kifayatul atqiya’ (Dengan Makna Ala Pesantren) كفاية الأتقياء

DOWNLOAD KITAB KHUSUS ARAB

Arsip Blog

  • ►  2026 (332)
    • ►  08/23 (8)
    • ►  08/16 (10)
    • ►  08/09 (9)
    • ►  08/02 (10)
    • ►  07/26 (11)
    • ►  07/19 (9)
    • ►  07/12 (11)
    • ►  07/05 (10)
    • ►  06/28 (9)
    • ►  06/21 (9)
    • ►  06/14 (8)
    • ►  06/07 (9)
    • ►  05/31 (8)
    • ►  05/24 (10)
    • ►  05/17 (11)
    • ►  05/10 (13)
    • ►  05/03 (10)
    • ►  04/26 (9)
    • ►  04/19 (9)
    • ►  04/12 (8)
    • ►  04/05 (9)
    • ►  03/29 (7)
    • ►  03/22 (9)
    • ►  03/15 (9)
    • ►  03/08 (14)
    • ►  03/01 (10)
    • ►  02/22 (11)
    • ►  02/15 (13)
    • ►  02/08 (11)
    • ►  02/01 (12)
    • ►  01/25 (9)
    • ►  01/18 (11)
    • ►  01/11 (8)
    • ►  01/04 (8)
  • ►  2025 (69)
    • ►  12/28 (8)
    • ►  12/21 (8)
    • ►  12/14 (9)
    • ►  12/07 (1)
    • ►  11/23 (1)
    • ►  11/16 (2)
    • ►  11/09 (1)
    • ►  11/02 (1)
    • ►  10/26 (1)
    • ►  10/12 (2)
    • ►  10/05 (2)
    • ►  09/28 (1)
    • ►  09/21 (2)
    • ►  09/07 (1)
    • ►  08/24 (1)
    • ►  08/17 (2)
    • ►  08/10 (1)
    • ►  08/03 (2)
    • ►  07/27 (2)
    • ►  07/20 (2)
    • ►  07/13 (2)
    • ►  06/08 (1)
    • ►  06/01 (2)
    • ►  05/25 (2)
    • ►  05/18 (2)
    • ►  05/11 (2)
    • ►  03/23 (2)
    • ►  02/16 (2)
    • ►  02/09 (1)
    • ►  01/19 (2)
    • ►  01/12 (1)
  • ►  2024 (45)
    • ►  12/29 (1)
    • ►  12/22 (1)
    • ►  12/08 (2)
    • ►  12/01 (1)
    • ►  10/20 (1)
    • ►  10/13 (1)
    • ►  10/06 (1)
    • ►  09/29 (3)
    • ►  09/22 (1)
    • ►  09/15 (2)
    • ►  08/25 (1)
    • ►  07/28 (1)
    • ►  06/30 (1)
    • ►  06/09 (3)
    • ►  06/02 (1)
    • ►  05/26 (3)
    • ►  05/19 (1)
    • ►  05/05 (2)
    • ►  04/28 (3)
    • ►  03/31 (1)
    • ►  03/24 (1)
    • ►  03/10 (1)
    • ►  03/03 (2)
    • ►  02/25 (1)
    • ►  02/11 (2)
    • ►  02/04 (2)
    • ►  01/21 (2)
    • ►  01/14 (2)
    • ►  01/07 (1)
  • ►  2023 (188)
    • ►  12/31 (2)
    • ►  12/24 (2)
    • ►  12/17 (1)
    • ►  12/10 (3)
    • ►  12/03 (1)
    • ►  11/26 (3)
    • ►  11/19 (1)
    • ►  11/12 (3)
    • ►  11/05 (3)
    • ►  10/29 (1)
    • ►  10/22 (1)
    • ►  10/15 (4)
    • ►  10/08 (2)
    • ►  10/01 (2)
    • ►  09/24 (5)
    • ►  09/17 (1)
    • ►  09/10 (7)
    • ►  09/03 (3)
    • ►  08/27 (5)
    • ►  08/20 (5)
    • ►  08/13 (5)
    • ►  08/06 (6)
    • ►  07/30 (6)
    • ►  07/23 (3)
    • ►  07/16 (2)
    • ►  07/09 (4)
    • ►  07/02 (5)
    • ►  06/25 (3)
    • ►  06/18 (2)
    • ►  06/04 (5)
    • ►  05/28 (3)
    • ►  05/21 (3)
    • ►  05/14 (4)
    • ►  05/07 (5)
    • ►  04/30 (2)
    • ►  04/23 (3)
    • ►  04/16 (2)
    • ►  04/09 (3)
    • ►  04/02 (2)
    • ►  03/26 (4)
    • ►  03/19 (5)
    • ►  03/12 (4)
    • ►  03/05 (3)
    • ►  02/26 (6)
    • ►  02/19 (5)
    • ►  02/12 (6)
    • ►  01/29 (6)
    • ►  01/22 (7)
    • ►  01/15 (4)
    • ►  01/08 (6)
    • ►  01/01 (9)
  • ►  2022 (430)
    • ►  12/25 (5)
    • ►  12/18 (6)
    • ►  12/11 (5)
    • ►  12/04 (6)
    • ►  11/27 (8)
    • ►  11/20 (1)
    • ►  11/13 (5)
    • ►  11/06 (7)
    • ►  10/30 (11)
    • ►  10/23 (4)
    • ►  10/16 (9)
    • ►  10/09 (4)
    • ►  10/02 (7)
    • ►  09/25 (16)
    • ►  09/18 (10)
    • ►  09/11 (6)
    • ►  09/04 (9)
    • ►  08/28 (7)
    • ►  08/21 (4)
    • ►  08/14 (14)
    • ►  08/07 (17)
    • ►  07/31 (12)
    • ►  07/24 (13)
    • ►  07/17 (13)
    • ►  07/10 (10)
    • ►  07/03 (10)
    • ►  06/26 (15)
    • ►  06/19 (21)
    • ►  06/12 (12)
    • ►  06/05 (15)
    • ►  05/29 (12)
    • ►  05/22 (18)
    • ►  05/15 (5)
    • ►  05/08 (3)
    • ►  05/01 (8)
    • ►  04/24 (16)
    • ►  04/17 (7)
    • ►  04/10 (2)
    • ►  04/03 (15)
    • ►  03/27 (10)
    • ►  03/20 (13)
    • ►  03/13 (4)
    • ►  02/27 (1)
    • ►  02/20 (4)
    • ►  02/06 (5)
    • ►  01/30 (2)
    • ►  01/23 (6)
    • ►  01/16 (8)
    • ►  01/09 (6)
    • ►  01/02 (3)
  • ►  2021 (322)
    • ►  12/26 (4)
    • ►  12/19 (5)
    • ►  12/12 (13)
    • ►  12/05 (12)
    • ►  11/28 (11)
    • ►  11/21 (5)
    • ►  11/14 (4)
    • ►  11/07 (6)
    • ►  10/31 (14)
    • ►  10/24 (4)
    • ►  10/17 (8)
    • ►  10/10 (14)
    • ►  10/03 (13)
    • ►  09/26 (11)
    • ►  09/19 (1)
    • ►  09/12 (6)
    • ►  09/05 (5)
    • ►  08/29 (6)
    • ►  08/22 (8)
    • ►  08/15 (5)
    • ►  08/08 (7)
    • ►  08/01 (6)
    • ►  07/25 (6)
    • ►  07/18 (5)
    • ►  07/11 (10)
    • ►  07/04 (5)
    • ►  06/27 (9)
    • ►  06/20 (2)
    • ►  06/13 (1)
    • ►  06/06 (4)
    • ►  05/23 (2)
    • ►  05/16 (4)
    • ►  05/09 (2)
    • ►  05/02 (9)
    • ►  04/25 (11)
    • ►  04/18 (15)
    • ►  04/11 (11)
    • ►  04/04 (10)
    • ►  03/28 (6)
    • ►  03/21 (4)
    • ►  03/14 (5)
    • ►  03/07 (5)
    • ►  02/28 (2)
    • ►  02/14 (4)
    • ►  02/07 (4)
    • ►  01/31 (1)
    • ►  01/17 (2)
    • ►  01/10 (6)
    • ►  01/03 (9)
  • ►  2020 (302)
    • ►  12/27 (7)
    • ►  12/20 (3)
    • ►  12/13 (5)
    • ►  12/06 (2)
    • ►  11/29 (3)
    • ►  11/22 (2)
    • ►  11/15 (2)
    • ►  11/08 (3)
    • ►  11/01 (3)
    • ►  10/25 (2)
    • ►  10/18 (3)
    • ►  10/11 (6)
    • ►  10/04 (8)
    • ►  09/27 (9)
    • ►  09/20 (12)
    • ►  09/13 (16)
    • ►  09/06 (14)
    • ►  08/30 (4)
    • ►  08/23 (6)
    • ►  08/16 (7)
    • ►  08/09 (4)
    • ►  08/02 (2)
    • ►  07/26 (5)
    • ►  07/19 (5)
    • ►  07/12 (6)
    • ►  07/05 (3)
    • ►  06/28 (5)
    • ►  06/21 (2)
    • ►  06/14 (2)
    • ►  06/07 (1)
    • ►  05/17 (2)
    • ►  05/10 (4)
    • ►  05/03 (9)
    • ►  04/26 (9)
    • ►  04/19 (1)
    • ►  04/12 (1)
    • ►  04/05 (5)
    • ►  03/29 (1)
    • ►  03/22 (4)
    • ►  03/15 (8)
    • ►  03/08 (7)
    • ►  03/01 (10)
    • ►  02/23 (11)
    • ►  02/16 (10)
    • ►  02/09 (7)
    • ►  02/02 (11)
    • ►  01/26 (8)
    • ►  01/19 (16)
    • ►  01/12 (15)
    • ►  01/05 (11)
  • ►  2019 (434)
    • ►  12/29 (14)
    • ►  12/22 (12)
    • ►  12/15 (13)
    • ►  12/08 (12)
    • ►  12/01 (9)
    • ►  11/24 (10)
    • ►  11/17 (12)
    • ►  11/10 (12)
    • ►  11/03 (7)
    • ►  10/27 (5)
    • ►  10/20 (5)
    • ►  10/13 (5)
    • ►  10/06 (10)
    • ►  09/29 (6)
    • ►  09/22 (5)
    • ►  09/15 (11)
    • ►  09/08 (10)
    • ►  09/01 (6)
    • ►  08/25 (9)
    • ►  08/18 (7)
    • ►  08/11 (9)
    • ►  08/04 (10)
    • ►  07/28 (19)
    • ►  07/21 (8)
    • ►  07/14 (3)
    • ►  07/07 (2)
    • ►  06/30 (7)
    • ►  06/23 (7)
    • ►  06/16 (23)
    • ►  06/09 (15)
    • ►  06/02 (4)
    • ►  05/26 (1)
    • ►  05/19 (51)
    • ►  05/12 (18)
    • ►  05/05 (7)
    • ►  04/28 (1)
    • ►  04/21 (4)
    • ►  04/14 (17)
    • ►  04/07 (3)
    • ►  03/31 (3)
    • ►  03/24 (3)
    • ►  03/10 (4)
    • ►  03/03 (11)
    • ►  02/24 (13)
    • ►  02/17 (5)
    • ►  01/27 (2)
    • ►  01/06 (4)
  • ►  2018 (198)
    • ►  12/30 (4)
    • ►  12/09 (3)
    • ►  12/02 (3)
    • ►  11/25 (4)
    • ►  11/11 (2)
    • ►  10/07 (9)
    • ►  09/16 (3)
    • ►  09/09 (5)
    • ►  09/02 (1)
    • ►  08/26 (2)
    • ►  08/19 (8)
    • ►  08/12 (10)
    • ►  08/05 (1)
    • ►  07/29 (8)
    • ►  07/15 (4)
    • ►  07/08 (1)
    • ►  07/01 (2)
    • ►  06/17 (6)
    • ►  06/10 (6)
    • ►  06/03 (7)
    • ►  05/27 (3)
    • ►  05/20 (15)
    • ►  05/13 (4)
    • ►  05/06 (1)
    • ►  04/29 (4)
    • ►  04/22 (16)
    • ►  04/15 (8)
    • ►  04/08 (5)
    • ►  03/25 (7)
    • ►  03/18 (17)
    • ►  03/11 (9)
    • ►  02/18 (1)
    • ►  02/04 (2)
    • ►  01/28 (3)
    • ►  01/21 (5)
    • ►  01/14 (6)
    • ►  01/07 (3)
  • ►  2017 (94)
    • ►  12/31 (3)
    • ►  12/24 (1)
    • ►  12/17 (2)
    • ►  10/22 (2)
    • ►  10/08 (4)
    • ►  10/01 (2)
    • ►  09/10 (6)
    • ►  08/20 (10)
    • ►  08/06 (2)
    • ►  07/02 (3)
    • ►  06/11 (3)
    • ►  06/04 (2)
    • ►  05/28 (3)
    • ►  05/21 (4)
    • ►  05/14 (4)
    • ►  04/23 (2)
    • ►  04/16 (3)
    • ►  03/19 (7)
    • ►  03/12 (4)
    • ►  03/05 (2)
    • ►  02/19 (4)
    • ►  02/05 (5)
    • ►  01/29 (1)
    • ►  01/22 (3)
    • ►  01/08 (8)
    • ►  01/01 (4)
  • ▼  2016 (144)
    • ►  12/25 (3)
    • ►  12/18 (6)
    • ►  12/11 (7)
    • ►  12/04 (2)
    • ►  11/27 (4)
    • ►  11/13 (13)
    • ►  10/23 (7)
    • ►  10/16 (5)
    • ►  10/09 (14)
    • ►  10/02 (7)
    • ►  09/25 (9)
    • ►  09/18 (6)
    • ►  09/11 (7)
    • ►  09/04 (4)
    • ►  08/28 (9)
    • ►  08/21 (7)
    • ▼  05/01 (7)
      • TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 39: Cemburu (...
      • TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 38: Kedermawan...
      • TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 37: AKHLAK
      • TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 36: FIRASAT 1
      • TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 35: FUTUWWAH ...
      • TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 34: DZIKIR
      • TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH BAB 36: FIRASAT 2
    • ►  04/10 (10)
    • ►  03/20 (1)
    • ►  02/21 (4)
    • ►  01/31 (8)
    • ►  01/03 (4)
  • ►  2015 (255)
    • ►  12/13 (8)
    • ►  11/29 (7)
    • ►  11/08 (1)
    • ►  09/27 (4)
    • ►  09/13 (2)
    • ►  08/16 (6)
    • ►  08/09 (1)
    • ►  08/02 (7)
    • ►  07/26 (1)
    • ►  07/12 (2)
    • ►  07/05 (3)
    • ►  06/28 (10)
    • ►  06/21 (6)
    • ►  06/07 (9)
    • ►  05/24 (9)
    • ►  05/17 (8)
    • ►  05/10 (9)
    • ►  05/03 (1)
    • ►  04/26 (5)
    • ►  04/19 (20)
    • ►  04/12 (14)
    • ►  04/05 (17)
    • ►  03/29 (14)
    • ►  03/22 (21)
    • ►  03/15 (15)
    • ►  03/01 (16)
    • ►  02/22 (6)
    • ►  02/15 (5)
    • ►  02/08 (3)
    • ►  02/01 (3)
    • ►  01/25 (4)
    • ►  01/18 (6)
    • ►  01/11 (2)
    • ►  01/04 (10)
  • ►  2014 (236)
    • ►  12/28 (13)
    • ►  12/21 (7)
    • ►  12/14 (5)
    • ►  12/07 (7)
    • ►  11/30 (13)
    • ►  11/23 (5)
    • ►  11/09 (5)
    • ►  11/02 (13)
    • ►  10/26 (1)
    • ►  10/19 (1)
    • ►  10/12 (4)
    • ►  10/05 (7)
    • ►  08/10 (3)
    • ►  08/03 (5)
    • ►  07/13 (2)
    • ►  07/06 (5)
    • ►  06/22 (3)
    • ►  05/25 (5)
    • ►  05/18 (1)
    • ►  05/04 (6)
    • ►  04/27 (3)
    • ►  04/20 (3)
    • ►  04/13 (12)
    • ►  03/23 (12)
    • ►  03/16 (9)
    • ►  03/09 (17)
    • ►  03/02 (5)
    • ►  02/23 (4)
    • ►  02/16 (15)
    • ►  02/09 (11)
    • ►  02/02 (3)
    • ►  01/19 (7)
    • ►  01/12 (7)
    • ►  01/05 (17)
  • ►  2013 (251)
    • ►  12/29 (16)
    • ►  12/15 (9)
    • ►  12/01 (1)
    • ►  11/24 (6)
    • ►  11/17 (3)
    • ►  11/03 (5)
    • ►  10/27 (1)
    • ►  10/20 (4)
    • ►  09/15 (12)
    • ►  09/01 (2)
    • ►  08/18 (4)
    • ►  07/28 (6)
    • ►  07/21 (2)
    • ►  07/14 (6)
    • ►  07/07 (8)
    • ►  06/30 (14)
    • ►  06/23 (3)
    • ►  06/16 (10)
    • ►  06/09 (8)
    • ►  05/12 (11)
    • ►  05/05 (2)
    • ►  04/28 (16)
    • ►  04/21 (6)
    • ►  04/14 (3)
    • ►  04/07 (5)
    • ►  03/31 (6)
    • ►  03/24 (5)
    • ►  03/10 (4)
    • ►  03/03 (10)
    • ►  02/24 (3)
    • ►  02/17 (5)
    • ►  02/03 (12)
    • ►  01/27 (23)
    • ►  01/20 (5)
    • ►  01/13 (9)
    • ►  01/06 (6)
  • ►  2012 (480)
    • ►  12/30 (22)
    • ►  12/23 (23)
    • ►  12/16 (14)
    • ►  12/09 (28)
    • ►  12/02 (22)
    • ►  11/25 (7)
    • ►  11/18 (11)
    • ►  11/11 (9)
    • ►  11/04 (7)
    • ►  10/21 (6)
    • ►  10/14 (2)
    • ►  09/30 (8)
    • ►  09/23 (7)
    • ►  09/16 (22)
    • ►  09/02 (1)
    • ►  08/26 (9)
    • ►  08/19 (6)
    • ►  08/05 (12)
    • ►  07/29 (15)
    • ►  07/22 (28)
    • ►  07/15 (4)
    • ►  07/01 (11)
    • ►  06/24 (7)
    • ►  06/17 (35)
    • ►  06/10 (17)
    • ►  06/03 (47)
    • ►  05/27 (12)
    • ►  05/13 (1)
    • ►  04/29 (9)
    • ►  04/22 (13)
    • ►  04/08 (1)
    • ►  03/25 (7)
    • ►  03/11 (3)
    • ►  02/26 (1)
    • ►  02/19 (2)
    • ►  02/12 (4)
    • ►  02/05 (12)
    • ►  01/29 (6)
    • ►  01/22 (9)
    • ►  01/15 (6)
    • ►  01/08 (7)
    • ►  01/01 (7)
  • ►  2011 (65)
    • ►  12/25 (33)
    • ►  12/18 (20)
    • ►  12/11 (7)
    • ►  11/27 (2)
    • ►  11/20 (2)
    • ►  11/13 (1)

Isi Blog PPA Yg Bisa di Download

KITAB KLASIK PENGAJIAN mp3 TAUSYYAH
  • 1* Download Al-Quran Digital dan terjemahan Untuk PC dan HP

  • 2* KITAB KUNING MAKNA ala PESANTREN

  • 3* KITAB KUNING KLASIK ala PESANTREN

  • 4* KITAB-KITAB HADITS

  • 5* KITAB-KITAB TERJEMAH

  • `6* TERJEMAHAN KITAB KUNING

  • `7* KITAB KUNING PESATREN mp3

  • 8* BAHTSUL MASA'IL PONDOK PESANTREN

  • 9* Ebook islami

  • 10* KITAB IRSYADUL-'IBAD mp3

  • 11* KITAB KUNING KHUSUS ANDROID dan HP java

  • 1. AL HIKAM mp3. KH.ABD WAHID ZUHDY

  • 2. KISAH PERANG BADAR mp3, KH ABD WAHID ZUHDY

  • 3. SULAMUTTAUFIQ mp3, KH ABD WAHID ZUHDY

  • 4. FIQIH/'UBUDYYAH mp3, KH ABD WAHID ZUHDY

  • 5. Pengajian Gus Mus Kitab Nashoihul Ibad (mp3)

  • 6. PENGAJIAN,MANAQIB,ISTIGHOTSAH KH.ASRORY

  • 7. TERJEMAH IHYA' ULUMUDDIN mp3

  • 8. DOWNLOAD VIDEO & MP3 AUROD PPA

  • 9. SHOLAWATAN H.MUAMMAR ZA mp3

  • 10. MUROTTAL H.MUAMMAR ZA. dll. mp3

  • 11. QIRO'TUL QUR'AN H.MUAMMAR ZA dll. mp3

  • 12.SHOLAWAT ala HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR

  • 13.SHOLAWAT,NASYID,QOSIDAH,PUISI




  • HAUL PONDOK PETA

  • PUISI TERBAIK GUS MUS

  • TAUSIYYAH HABIB UMAR MUTOHHAR

  • KH ASRORI AL-ISHAQY

  • HABIB LUTHFI BIN YAHYA

  • TAUSIYYAH HABIB NAUFAL SOLO



  • Daftar Terjemahan kitab

  • Syarah Al Hikam Ibnu Ato'illah

  • Iqazh al-Himam fi Syarh al-Hikam

  • At-Tanwir Fi Isqothid Tadbir

  • Tajul 'arus Ibnu 'Atho'illah

  • Fathur-Robbani Wal Faydhur Rahmany

  • Futuhul Ghoib

  • Wejangan Syeikh Abdul Qodir

  • Manaqib Syeikh Abdul Qodir

  • Risalatul Qusyairiyyah

  • Al-Washaya li Ibn al-‘Arabi

  • Ayyuhal Walad al Ghozali

  • Misykatul anwar Al-Ghozali

  • Mukasyafah al QulubAl-Ghozali

  • Kimyyaus-Sa'adahAl-Ghozaly

  • (Washoya) An-Nasho'ih Imam Harits Al Muhasibi

  • Surat-surat Sang Sufi

  • Asy-Syamail-Muhammadiyah

  • Mantiqut-Thair

  • Membumikan Al-Qur'an

  • Renungan Tentang Umur Manusia

  • Keajaiban Dlm Tubuh Kita

  • Fihi ma Fihi Ar-Rummi

  • At Ta'aruf li madzhabi Ahli at Tashawwuf

  • Kitab "RO-AYTULLOOH"

  • Risalah Adab Sulukil Muriid


  • Like Fb PPa

    PANJENENGAN TAMU INGKANG KAPING

    Niki Kulo

    My Photo
    SHOLICHUL HAKIM
    Khodim Padepokan Padang Ati (PPA)
     View my complete profile

    Download Software Pc & Android

    Download Video Pengajian, Sholawat dan lagu

    Labels

    ebook islami (920) kitab kuning terjemah (786) Kitab makna gandul (322) Syarah Al-Hikam (155) AL-GHOZALI (137) BAHASAN SUFI (119) KISAH SUFI (108) RISALATUL-QUSYAIRIYYAH (93) Kitab At-Tanwir (89) Mukasyafatul qulub (88) Al-Qur'an (86) HIKMAH SUFI (85) kitab HADITS (83) AJARAN KAUM SUFI (78) FUTUHUL GHOIB (71) ALHIKAM (68) Kitab karya ulama Nusantara (66) ebook muslimah (65) KITAB KUNING KLASIK (62) KITAB NAHWU (60) Fathur-rabbany (59) Wasiat – Wasiat Ibn ‘Arabi (58) Tanwirul qulub. (56) NU (55) Melihat Allah (53) Tajul Arus (52) TAFSIR JALALAIN (46) An-Nashoih (38) PENGJIAN (38) PPA (38) KITAB KUNING MP3 (36) IBNU ATO'ILLAH (35) ibnu 'aroby (33) Attibyan fiiaadabi hamalatil qur'an (32) Hikmah Ibnu Ato'illah (32) Hikmah Al Jilany (31) Misykatul anwar (31) al haddad (31) tafsir al Ibriz (29) kitab ISLAM KLASIK (25) m.Qurais S (25) Adab sulukil Murid (24) KEAJAIBAN ALQUR'AN (24) IHYA'ULUMUDDIN AL GHOZALY (23) syeh ahmad asymuni (23) AS – SYAMAIL (20) SHOLAWATAN (20) SURAT-SURAT SANG SUFI (20) pengajian (19) Fihi ma Fihi (18) Tafsir Ilmi (17) Ayyuhal walad (16) Filsafat (16) Manaqib Syeih Abdul Qodir aljiilany ra (16) Syeikh Hasyim asy'ari (16) cak nun (15) SOFTWARE ISLAMI (14) NASHO'IHUL 'IBAD (13) puasa (13) wahabi (13) Nahwu (12) THORIQOT (12) Hamka (11) KITAB KIMYYATUSSA'ADAH (11) Keajaiban di Dalam Tubuh Kita (11) Muammar (11) Agus sunyoto (10) Sayyid Maliki (9) Tafsir Fathul qodir (9) fiqih (9) Bahasa arab (8) MAULID (8) ebook islam (8) 40 Hadist sohih (7) Fiqih anak (7) ihya' KITAB TENTANG NAFSU (7) Adabiyyah (6) Arbain nawawiyah (6) Misykaat Al-Mashabiih (6) RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA (6) Taudhihul Adillah (6) KITAB TASAWUF (5) alhikam SYEIH IBNU 'ATO'ILLAH ASYAKANDARI MP3 (5) syeikh Nawawi al jawi (5) 1001malam (4) ABDUL WAHID ZUHDY (4) Bukhori (4) MUROTTAL (4) Sujiwo tejo (4) asshowi (4) RISALAH LADUNIYYAH (3) Sajarot kaun (3) Syekh Abdul Qadir Jaelani (3)

    Sahabat PPa

    MONGGO SHOLAT

    Copyright © 2012 Padepokan Padang Ati (ppa) - All Rights Reserved
    Design by AS HAKIM PPA - Blogger Templates - Powered by Blogger