بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
الرسالة القشيرية
Bab Ke Tiga
Guru-Guru (Masyayikh) Thariqah (Sufi)
4. Abu Mahfuzh Ma'ruf bin Fayruz
Al-Karkhi
وَمِنْهُمْ:ا
أَبُو مَحْفُوظٍ مَعْرُوفُ بْنُ فِيرُوزَ الكَرْخِيُّ
كَانَ مِنَ المَشَايِخِ الكِبَارِ، مُجَابَ الدَّعْوَةِ، يُسْتَشْفَى بِقَبْرِهِ، يَقُولُ البَغْدَادِيُّونَ: قَبْرُ مَعْرُوفٍ تِرْيَاقٌ مُجَرَّبٌ. وَهُوَ مِنْ مَوَالِي عَلِيِّ بْنِ مُوسَى الرِّضَا عليهما السلام. مَاتَ سَنَةَ مِئَتَيْنِ، وَقِيلَ: إِحْدَى وَمِئَتَيْنِ. وَكَانَ أُسْتَاذُ سَرِيٍّ السَّقَطِيِّ، وَقَدْ قَالَ لَهُ يَوْماً: إِذَا كَانَتْ لَكَ إِلَى اللهِ حَاجَةٌ.. فَأَقْسِمْ عَلَيْهِ بِى. ا
سَمِعْتُ الأُسْتَاذَ أَبَا عَلِيٍّ الدَّقَّاقَ يَقُولُ: كَانَ مَعْرُوفٌ أَبَوَاهُ نَصْرَانِيَّيْنِ, فَسَلَّمُوا مَعْرُوفاً إِلَى مُؤَدِّبِهِمْ وَهُوَ صَبِيٌّ, فَكَانَ المُؤَدِّبُ يَقُولُ لَهُ: قُلْ: ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ، وَيَقُولُ مَعْرُوفٌ: بَلْ هُوَ الوَاحِدُ، فَضَرَبَهُ المُعَلِّمُ يَوْماً ضَرْباً مَبْرَحاً، فَهَرَبَ مَعْرُوفٌ، فَكَانَ أَبَوَاهُ يَقُولَانِ: لَيْتَهُ يَرْجِعُ إِلَيْنَا عَلَى أَيِّ دِينٍ يَشَاءُ فَنُوَافِقُهُ.ا
ثُمَّ إِنَّهُ أَسْلَمَ عَلَى يَدَيْ عَلِيِّ بْنِ مُوسَى الرِّضَا، وَرَجَعَ إِلَى مَنْزِلِهِ، فَدَقَّ البَابَ، فَقِيلَ: مَنْ بِالبَابِ؟ فَقَالَ: مَعْرُوفٌ، فَقَالُوا: عَلَى أَيِّ دِينٍ؟ فَقَالَ: عَلَى الدِّينِ الحَنِيفِيِّ، فَأَسْلَمَ أَبَوَاهُ.
سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحُسَيْنِ يَقُولُ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الرَّازِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ أبا بكر الحربي يَقُولُ: سَمِعْتُ سَرِيّاً السَّقَطِيَّ يَقُولُ: رَأَيْتُ معروفاً الكَرْخِيَّ في النوم كأَنَّهُ تَحْتَ العَرْشِ، يَقُولُ اللهُ لِمَلَائِكَتِهِ: مَنْ هَذَا؟ فيقولون: أنت أعلم يا ربَّنا، فيقول: هذا معروف الكرخي، سَكِرَ مِنْ حُبِّي، فلا يفيقُ إِلَّا بلقائي.ا
وَقَالَ مَعْرُوفٌ: قَالَ لِي بَعْضُ أَصْحَابِ دَاوُدَ الطَّائِيِّ: إِيَّاكَ أَنْ تْتْرُكَ العَمَلَ؛ فَإِنَّ ذَلِكَ الَّذِي يُقَرِّبُكَ إِلَى رِضَاءِ مَوْلَاكَ، فَقُلْتُ: وَمَا ذَاكَ العَمَلُ؟ فَقَالَ: دوامُ طَاعَةِ رَبِّكَ، وخدمة المسلمين، والنصيحة لهم. ا
سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحُسَيْنِ يَقُولُ: سَمِعْتُ محمد بن عبد الله الرَّازِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ عليَّ بن محمد الدَّلَّالَ يَقُولُ: سمعتُ محمدَ بنَ الحسنِ يقولُ: سمعْتُ أبي يقولُ: رأيتُ معروفاً الكَرْخِيَّ في النومِ بعدَ موتِهِ، فقلتُ له: ما فعلَ اللهُ بك؟ فقال: غفرَ لي، فقلتُ: بزهدِكَ وورعِكَ؟ فقال: لا، بل بقبولي موعظةَ ابنِ السَّمَّاكِ، ولزومي الفقرَ، ومحبتي للفقراء. ا
Dan di antara mereka (para
ulama/sufi):
Abu Mahfuzh Ma'ruf bin Fayruz
Al-Karkhi
- Beliau adalah termasuk para masyayikh
(syekh/ulama besar) terkemuka, doanya dikabulkan, dan kuburnya diambil
berkahnya untuk berdoa (dijadikan washilah penyembuh). Orang-orang Baghdad
biasa berkata: "Kuburan Ma'ruf adalah obat penawar (triaq) yang
telah teruji."
- Beliau adalah maula (bekas hamba sahaya yang
dimerdekakan) dari Ali bin Musa Ar-Ridha alaihimas salam.
- Beliau wafat pada tahun 200 Hijriah, dan ada pula yang
mengatakan tahun 201 Hijriah.
- Beliau adalah guru dari Sari as-Saqathi, yang pernah
berkata kepadanya suatu hari: "Jika engkau memiliki suatu hajat
kepada Allah, maka bersumpahlah kepada-Nya dengan menyebut namaku."
Saya mendengar Asy-Syaikh Abu Ali
ad-Daqqaq berkata: Kedua orang tua Ma'ruf adalah penganut Nasrani. Mereka
menyerahkan Ma'ruf kepada seorang pengajar (guru) ketika ia masih kecil. Guru
tersebut berkata kepadanya: "Katakanlah: 'Tuhan itu ada tiga'."
Namun Ma'ruf menjawab: "Bahkan Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa."
Suatu hari sang guru memukulnya dengan pukulan yang berat, lalu Ma'ruf kabur.
Kedua orang tuanya berkata: "Seandainya saja ia kembali kepada kami
dengan memeluk agama apa pun yang ia sukai, niscaya kami akan
menyetujuinya."
Kemudian, beliau masuk Islam di
tangan Ali bin Musa Ar-Ridha, lalu pulang ke rumahnya dan mengetuk pintu.
Ditanyakan: "Siapa di balik pintu?" Ia menjawab: "Ma'ruf."
Mereka bertanya: "Di atas agama apa?" Ia menjawab: "Di
atas agama Al-Hanifiyyah (Islam)." Maka kedua orang tuanya pun ikut
masuk Islam.
Saya mendengar Muhammad bin
Al-Husain berkata: Saya mendengar Abu Bakr Ar-Razi berkata: Saya mendengar Abu
Bakr Al-Harbi berkata: Saya mendengar Sari as-Saqathi berkata: "Aku
melihat Ma'ruf Al-Karkhi dalam mimpi, seolah-olah ia berada di bawah Arasy.
Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: 'Siapa ini?' Para malaikat menjawab:
'Engkau lebih mengetahui, ya Tuhan kami.' Allah berfirman: 'Ini adalah Ma'ruf
Al-Karkhi, ia mabuk karena cinta kepada-Ku, maka ia tidak akan sadar (terjaga)
kecuali dengan berjumpa dengan-Ku'."
Ma'ruf berkata: "Sebagian
sahabat Dawud at-Tha'i berkata kepadaku: 'Janganlah sekali-kali engkau
meninggalkan amal (ibadah); karena amal itulah yang mendekatkanmu kepada
keridaan Tuhanmu.' Aku bertanya: 'Amal apakah itu?' Ia menjawab: 'Kelanggengan
dalam menaati Tuhanmu, melayani kaum muslimin, dan memberikan nasihat kepada
mereka'."
Saya mendengar Muhammad bin
Al-Husain berkata: Saya mendengar Muhammad bin Abdillah Ar-Razi berkata: Saya
mendengar Ali bin Muhammad ad-Dallal berkata: Saya mendengar Muhammad bin
Al-Hasan berkata: Saya mendengar ayahku berkata: "Aku melihat Ma'ruf
Al-Karkhi dalam mimpi setelah kematiannya, lalu aku bertanya kepadanya: 'Apa
yang telah diperbuat Allah kepadamu?' la menjawab: 'Allah telah mengampuniku.'
Aku bertanya: 'Apakah karena kezuhudanmu dan kewara'anmu?' la menjawab: 'Bukan,
melainkan karena aku menerima nasihat Ibnu as-Sammak, keteguhanku dalam
kefakiran (hidup sederhana), serta kecintaanku kepada orang-orang fakir'."
وَمَوْعِظَةُ ابْنِ السَّمَّاكِ مَا قَالَ مَعْرُوفٌ: كُنْتُ مَارّاً بِالْكُوفَةِ، فَوَقَفْتُ عَلَى رَجُلٍ يُقَالُ لَهُ: ابْنُ السَّمَّاكِ وَهُوَ يَعِظُ النَّاسَ، فَقَالَ فِي خِلَالِ كَلَامِهِ: مَنْ أَعْرَضَ عَنِ اللهِ بِكُلِّيَّتِهِ.. أَعْرَضَ اللهُ عَنْهُ جُمْلَةً، وَمَنْ أَقْبَلَ عَلَى اللهِ بِقَلْبِهِ.. أَقْبَلَ اللهُ إِلَيْهِ بِرَحْمَتِهِ، وَأَقْبَلَ بِجَمِيعِ وُجُوهِ الخَلْقِ إِلَيْهِ، وَمَنْ كَانَ مَرَّةً وَمَرَّةً.. فَاللهُ يَرْحَمُهُ وَقْتاً مَا. ا
فَوَقَعَ كَلَامُهُ عَلَى قَلْبِي، وَأَقْبَلْتُ عَلَى اللهِ تَعَالَى، وَتَرَكْتُ جَمِيعَ مَا كُنْتُ عَلَيْهِ إِلَّا خِدْمَةَ مَوْلَايَ عَلِيِّ بْنِ مُوسَى الرِّضَا. ا
وَذَكَرْتُ هَذَا الكَلَامَ لِمَوْلَايَ، فَقَالَ: يَكْفِيكَ بِهَذَا مَوْعِظَةً إِنِ اتَّعَظْتَ. ا
أَخْبَرَنِي بِهَذِهِ الحِكَايَةِ مُحَمَّدُ بْنُ الحُسَيْنِ قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحِيمِ بْنَ عَلِيٍّ الحَافِظَ بِبَغْدَادَ يَقُولُ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عُمَرَ بْنِ الفَضْلِ يَقُولُ: سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ عِيسَى يَقُولُ: سَمِعْتُ سَرِيّاً السَّقَطِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ مَعْرُوفاً يَقُولُ ذَلِكَ. ا
وَقِيلَ لِمَعْرُوفٍ فِي مَرَضِ مَوْتِهِ: أَوْصِ، فَقَالَ: إِذَا مُتُّ.. فَتَصَدَّقُوا بِقَمِيصِي؛ فَإِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا عُرْيَاناً كَمَا دَخَلْتُهَا عُرْيَاناً. ا
وَمَرَّ بِسَقَّاءٍ يَقُولُ: رَحِمَ اللهُ مَنْ يَشْرَبُ، فَتَقَدَّمَ وَشَرِبَ، فَقِيلَ لَهُ: أَلَمْ تَكُ صَائِماً؟! فَقَالَ: بَلَى، وَلَكِنِّي رَجَوْتُ دُعَاءَهُ. ا
Adapun nasihat Ibnu as-Sammak adalah
apa yang diceritakan oleh Ma'ruf:
"Suatu ketika aku berjalan
melewati kota Kufah, lalu aku berhenti mendengarkan seorang pria yang dipanggil
Ibnu as-Sammak yang sedang memberikan nasihat kepada orang-orang. Di sela-sela
ucapannya ia berkata: 'Barang siapa yang berpaling dari Allah secara
keseluruhan, maka Allah akan berpaling darinya secara total. Barang siapa yang
menghadap kepada Allah dengan hatinya, maka Allah akan menyambutnya dengan
rahmat-Nya serta memalingkan seluruh hati makhluk menuju kepadanya. Dan barang
siapa yang terkadang menghadap dan terkadang berpaling, maka Allah akan
merahmatinya pada suatu waktu tertentu.'
Maka ucapannya itu langsung menembus
hatiku, lalu aku pun menghadap kepada Allah Ta'ala dan meninggalkan seluruh
kebiasaanku terdahulu, kecuali berkhidmat kepada tuanku Ali bin Musa Ar-Ridha.
Lalu aku menceritakan perkataan ini
kepada tuanku (Ali bin Musa Ar-Ridha), maka beliau bersabda: 'Cukuplah ini
sebagai nasihat bagimu jika engkau mau mengambil pelajaran.'"
Mengabarkan kepadaku kisah ini
Muhammad bin Al-Husain, ia berkata: Saya mendengar Abdurrahim bin Ali Al-Hafizh
di Baghdad berkata: Saya mendengar Muhammad bin Umar bin Al-Fadhl berkata: Saya
mendengar Ali bin Isa berkata: Saya mendengar Sari as-Saqathi berkata: Saya
mendengar Ma'ruf mengatakan hal tersebut.
Dikatakan kepada Ma'ruf ketika
beliau berada dalam sakit yang mengantarkan pada kematiannya: "Berilah
wasiat!" Maka beliau berkata:
"Jika aku meninggal,
bersedekahlah dengan bajuku ini. Karena sesungguhnya aku ingin keluar dari
dunia dalam keadaan telanjang (tidak membawa apa-apa) sebagaimana aku
memasukinya dalam keadaan telanjang."
Suatu ketika beliau berjalan
melewati seorang pembawa air (penjual air minum) yang berkata: "Semoga
Allah meratai rahmat-Nya kepada orang yang mau minum." Maka Ma'ruf pun
maju dan minum. Dikatakan kepadanya: "Bukankah engkau sedang
berpuasa?!" Beliau menjawab: "Benar, tetapi aku mengharapkan
doa keberkahan darinya."
5. Abu Al-Hasan Siriy bin Al-Mughallis
As-Saqathi
وَمِنْهُمْ: ا
أَبُو الحَسَنِ سَرِيُّ بْنُ المُغَلِّسِ السَّقَطِيُّ
خَالُ الجُنَيْدِ وَأُسْتَاذُهُ، وَكَانَ تِلْمِيذَ مَعْرُوفٍ الكَرْخِيِّ، كَانَ أَوْحَدَ زَمَانِهِ فِي الوَرَعِ وَالأَحْوَالِ السَّنِيَّةِ وَعُلُومِ التَّوْحِيدِ. سَمِعْتُ محمدَ بنَ الحسينِ يقولُ: سمعتُ عبدَ اللهِ بنَ عليٍّ الطُّوسِيَّ يقولُ: سمعتُ أبا عمرو بنَ عُلْوَانَ يقولُ: سمعتُ أبا العباسِ ابنَ مسروقٍ يقولُ: بلغني أنَّ السَّرِيَّ السَّقَطِيَّ كَانَ يَكُونُ فِي السُّوقِ وهُوَ مِنْ أَصْحَابِ معروفٍ الكرخيِّ، فجاءَهُ معروفٌ يوماً ومَعَهُ صبيٌّ يتيمٌ فقالَ: أَحْسِنْ هَذَا اليَتِيمَ، قالَ سرِيٌّ: فكسوتُهُ، ففرحَ بهِ معروفٌ وقالَ: بَغَّضَ اللهُ إِلَيْكَ الدُّنْيَا، وأراحَكَ ممَّا أنتَ فيهِ، فقمتُ مِنْ الحانوتِ وليسَ شيءٌ أبغضَ إليَّ مِنْ الدنيا، وكلُّ ما أنا فيهِ مِنْ بركاتِ معروفٍ. ا
سَمِعْتُ الشَّيْخَ أبا عبدِ الرحمنِ السُّلَمِيَّ رحمهُ اللهُ عليهِ يقولُ: سمعتُ أبا بكرٍ الرازيَّ يقولُ: سمعتُ أبا عمرَ الأنماطيَّ يقولُ: سمعتُ الجنيدَ يقولُ: (ما رأيتُ أعبدَ منَ السَّرِيِّ؛ أَتَتْ عليهِ ثمان وتسعون سنةً ما رُؤيَ مضطجعاً إلا في علَّةِ الموتِ). ا
وَيُحْكَى عنِ السَّرِيِّ أنَّهُ قالَ: (التَّصوُّفُ اسمٌ لثلاثةِ معانٍ: وهو الذي لا يطفئُ نورُ معرفتِهِ نورَ ورعِهِ، ولا يتكلَّمُ بباطنٍ من علمٍ ينقضُ عليهِ ظاهرُ الكتابِ، ولا تحملُهُ الكراماتُ على هتكِ أستارِ محارمِ اللهِ). ا
ماتَ السَّرِيُّ سنةَ سبعٍ وخمسينَ ومائتين. سمعتُ الأستاذَ أبا عليٍّ الدَّقَّاقَ يحكي عن الجنيدِ رحمهُ اللهُ أنَّهُ قالَ: سألني السَّرِيُّ يوماً عن المحَبَّةِ، فقلتُ: قالَ قومٌ: هي الموافقةُ، وقالَ قومٌ: الإيثارُ، وقالَ قومٌ: كذا وكذا، فأخذَ السَّرِيُّ جلدةَ ذراعِهِ ومدَّها فلم تمتدَّ، ثمَّ قالَ: وعزَّتِهِ؛ لو قلتُ: إنَّ هذهِ الجلدةَ يَبِسَتْ على هذا العظمِ مِنْ محبَّتِهِ.. لصدقتُ، ثمَّ غُشِيَ عليهِ، فدارَ وجهُهُ كأنَّهُ قمرٌ مشرقٌ، وكان السَّرِيُّ بهِ أُزْمَةٌ.ا
وَيُحْكَى عنِ السَّرِيِّ أنَّهُ قالَ: منذُ ثلاثين سنةً أنا في الاستغفارِ من قولي: الحمدُ للهِ مرَّةً، قيلَ: وكيفَ ذاكَ؟! قالَ: وقعَ ببغدادَ حريقٌ، فاستقبلني واحدٌ فقال لي: نجا حانوتُكَ، فقلتُ: الحمدُ للهِ! فمنذُ ثلاثين سنةً أنا نادمٌ على ما قلتُ؛ حيثُ أردتُ لنفسي خيراً ممَّا للمسلمينَ. ا
أخبرني بهِ عبدُ اللهِ بنُ يوسفَ قالَ: سمعتُ أبا بكرٍ الرازيَّ يقولُ: سمعتُ أبا بكرٍ الحربيَّ يقولُ: سمعتُ السَّرِيَّ يقولُ ذلكَ. ا
Dan di antara mereka (para
ulama/sufi):
Abu Al-Hasan Siriy bin Al-Mughallis
As-Saqathi
Beliau adalah paman sekaligus guru
Imam Al-Junaid, dan merupakan murid dari Ma'ruf Al-Karkhi. Beliau adalah sosok
tunggal pada zamannya dalam hal kewara'an, keadaan spiritual yang luhur, dan
ilmu-ilmu tauhid.
Aku mendengar Muhammad bin Al-Husain
berkata: Aku mendengar Abdullah bin Ali Al-Thusi berkata: Aku mendengar Abu Amr
bin Ulwan berkata: Aku mendengar Al-Abbas bin Masruq berkata: Telah sampai
berita kepadaku bahwa As-Siriy As-Saqathi dulunya berada di pasar (sebagai
pedagang), dan beliau adalah salah satu sahabat Ma'ruf Al-Karkhi. Suatu hari
Ma'ruf mendatanginya bersama seorang anak yatim, lalu berkata: "Berbuat
baiklah kepada anak yatim ini." Siriy berkata: "Maka aku
memberikannya pakaian, dan Ma'ruf merasa gembira karenanya seraya berdoa:
'Semoga Allah menjadikanmu benci terhadap dunia, dan melepaskanmu dari
kesibukan yang sedang engkau jalani.' Setelah itu aku berdiri meninggalkan
toko, dan tidak ada sesuatu pun yang lebih aku benci di dunia ini selain dunia
itu sendiri, dan segala hal yang aku capai saat ini adalah berkat keberkahan
dari Ma'ruf."
Aku mendengar Syaikh Abu Abdurrahman
As-Sulami rahimahullah berkata: Aku mendengar Abu Bakr Al-Razi berkata:
Aku mendengar Abu Umar Al-Anmathi berkata: Aku mendengar Al-Junaid berkata:
"Aku tidak pernah melihat
seorang pun yang lebih tekun beribadah daripada As-Siriy; usia beliau telah
mencapai delapan puluh sembilan tahun, namun beliau tidak pernah terlihat
berbaring tidur kecuali dalam keadaan sakit menjelang kematiannya."
Dikisahkan dari As-Siriy bahwa
beliau berkata:
"Tasawuf adalah nama bagi tiga
makna: (1) Seseorang yang cahaya makrifatnya tidak memadamkan cahaya
kewara'annya, (2) Tidak berbicara tentang hakikat batin dari suatu ilmu yang
justru dibatalkan oleh zahir Al-Qur'an, dan (3) Karamah-karamah tidak
membawanya pada tindakan melanggar batas-batas kehormatan larangan Allah."
As-Siriy wafat pada tahun 257
Hijriah.
Aku mendengar Asy-Syaikh Abu Ali
Al-Daqqaq menceritakan dari Al-Junaid rahimahullah bahwasanya ia
berkata:
"Suatu hari As-Siriy bertanya
kepadaku tentang hakikat cinta (al-mahabbah). Aku menjawab: 'Sebagian kaum
berkata: cinta adalah kesesuaian. Sebagian kaum berkata: mengutamakan (Allah).
Sebagian lagi berkata: begini dan begitu.' Mendengar itu, As-Siriy mengambil
kulit lengannya lalu menariknya, namun kulit itu tidak merenggang karena begitu
kurusnya. Kemudian beliau bersumpah dengan keperkasaan-Nya: 'Demi
kemuliaan-Nya; seandainya aku katakan bahwa kulit ini telah mengering di atas tulang
ini karena rasa cinta kepada-Nya.. niscaya aku benar.' Setelah itu beliau
pingsan, dan wajahnya berbinar bagaikan bulan purnama, padahal saat itu
As-Siriy sedang mengalami sakit keras (sesak/asma)."
Dikisahkan dari As-Siriy bahwasanya
beliau berkata:
"Sudah sejak tiga puluh tahun
lamanya aku selalu memohon ampun (beristigfar) dari ucapanku: 'Alhamdulillah
(Segala puji bagi Allah)' satu kali."
Dikatakan kepadanya: "Bagaimana
bisa demikian?!"
Beliau menjawab: "Pernah
terjadi kebakaran di Baghdad, lalu seseorang datang menemuiku dan berkata:
'Tokomu selamat.' Maka aku ucapkan: 'Alhamdulillah!' Oleh karena itu, sudah
tiga puluh tahun lamanya aku merasa menyesal atas ucapanku tersebut; karena
saat itu aku lebih menginginkan keselamatan bagi diriku sendiri melebihi
keselamatan kaum muslimin."
Telah mengabarkan kepadaku kisah ini
Abdullah bin Yusuf, ia berkata: Aku mendengar Abu Bakr Al-Razi berkata: Aku
mendengar Abu Bakr Al-Harbi berkata: Aku mendengar As-Siriy mengatakan hal
tersebut.
وَيُحْكَى عَنِ السَّرِيِّ أَنَّهُ قَالَ: (أَنَا أَنْظُرُ فِي أَنْفِي فِي اليَوْمِ كَذَا وَكَذَا مَرَّةً؛ مَخَافَةَ أَنْ يَكُونَ قَدِ اسْوَدَّ؛ خَوْفاً مِنَ اللهِ أَنْ يُسَوِّدَ صُورَتِي لِمَا أَتَعَاطَاهُ). ا
سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحُسَيْنِ رَحِمَهُ اللهُ عَلَيْهِ يَقُولُ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحَسَنِ بْنِ الخَشَّابِ يَقُولُ: سَمِعْتُ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ يَقُولُ: سَمِعْتُ الجُنَيْدَ يَقُولُ: سَمِعْتُ السَّرِيَّ يَقُولُ: أَعْرِفُ طَرِيقاً مُخْتَصَراً قَصْداً إِلَى الجَنَّةِ، فَقُلْتُ لَهُ: مَا هُوَ؟ فَقَالَ: لَا تَسْأَلْ مِنْ أَحَدٍ شَيْئاً، وَلَا تَأْخُذْ مِنْ أَحَدٍ شَيْئاً، وَلَا يَكُنْ مَعَكَ شَيْءٌ تُعْطِي أَحَداً. ا
سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ يُوسُفَ الأَصْبَهَانِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ أَبَا نَصْرٍ السَّرَّاجَ الطُّوسِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ يَقُولُ: سَمِعْتُ الجُنَيْدَ يَقُولُ: سَمِعْتُ السَّرِيَّ يَقُولُ: أَشْتَهِي أَنْ أَمُوتَ بِبَلَدٍ غَيْرِ بَغْدَادَ، فَقِيلَ لَهُ: وَلِمَ ذَلِكَ؟ فَقَالَ: أَخَافُ أَلَّا يَقْبَلَنِي قَبْرِي فَأَفْتَضِحَ. ا
سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ يُوسُفَ الأَصْبَهَانِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ أَبَا الحَسَنِ بْنَ عَبْدِ اللهِ الفُؤَطِيَّ الطَّرَسُوسِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ الجُنَيْدَ يَقُولُ: سَمِعْتُ السَّرِيَّ يَقُولُ: (اللَّهُمَّ؛ مَهْمَا عَذَّبْتَنِي بِشَيْءٍ.. فَلَا تُعَذِّبْنِي بِذُلِّ الحِجَابِ).ا
سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ يُوسُفَ الأَصْبَهَانِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الرَّازِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ الجُرَيْرِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ الجُنَيْدَ يَقُولُ: دَخَلْتُ يَوْماً عَلَى السَّرِيِّ وَهُوَ يَبْكِي، فَقُلْتُ: مَا يُبْكِيكَ؟ فَقَالَ: جَاءَتْنِي البَارِحَةَ الصَّبِيَّةُ فَقَالَتْ: يَا أَبَتِ؛ هَذِهِ لَيْلَةٌ حَارَّةٌ، وَهَذَا الكُوزُ أُعَلِّقُهُ هَا هُنَا، ثُمَّ إِنَّهُ حَمَلَتْنِي عَيْنَايَ فَنِمْتُ، فَرَأَيْتُ جَارِيَةً مِنْ أَحْسَنِ الخَلْقِ قَدْ نَزَلَتْ مِنَ السَّمَاءِ، فَقُلْتُ: لِمَنْ أَنْتِ؟ فَقَالَتْ: لِمَنْ لَا يَشْرَبُ المَاءَ المُبَرَّدَ فِي الكِيزَانِ، فَتَنَاوَلْتُ الكُوزَ فَضَرَبْتُ بِهِ الأَرْضَ.ا
قَالَ الجُنَيْدُ: فَرَأَيْتُ الخَزَفَ المَكْسُورَ لَمْ يَرْفَعْهُ وَلَمْ يَمَسَّهُ حَتَّى عَفَا عَلَيْهِ التُّرَابُ.ا
Dikisahkan dari As-Siriy bahwasanya
beliau berkata:
"Aku melihat hidungku dalam
sehari sekian dan sekian kali; karena takut kalau-kalau warnanya telah
menghitam, lantaran takut kepada Allah jika Dia menghitamkan wajah/rupaku
akibat perbuatan dosa yang aku lakukan."
Saya mendengar Muhammad bin
Al-Husain —semoga Allah merahmatinya— berkata: Saya mendengar Muhammad bin
Al-Hasan bin Al-Khasy-syab berkata: Saya mendengar Ja'far bin Muhammad bin
Nushair berkata: Saya mendengar Al-Junaid berkata: Saya mendengar As-Siriy
berkata: "Aku mengetahui jalan pintas yang lurus menuju surga."
Maka aku bertanya kepadanya: "Apakah jalan itu?" Beliau
menjawab:
"Janganlah engkau meminta
sesuatu pun dari siapa pun, janganlah mengambil sesuatu pun dari siapa pun, dan
jangan pula engkau memiliki sesuatu (harta berlebih) untuk engkau berikan
kepada siapa pun."
Saya mendengar Abdullah bin Yusuf
Al-Ashbahani berkata: Saya mendengar Abu Nashr As-Sarraj Ath-Thusi berkata:
Saya mendengar Ja'far bin Muhammad bin Nushair berkata: Saya mendengar
Al-Junaid berkata: Saya mendengar As-Siriy berkata:
"Aku berkeinginan untuk
meninggal di negeri selain Baghdad."
Dikatakan kepadanya: "Mengapa demikian?" Beliau menjawab: "Aku
takut kuburanku tidak mau menerimaku sehingga aku terhalang dan terhitung
terhina/terbongkar aibku."
Saya mendengar Abdullah bin Yusuf
Al-Ashbahani berkata: Saya mendengar Abu Al-Hasan bin Abdillah Al-Fu-athi
Ath-Tharasusi berkata: Saya mendengar Al-Junaid berkata: Saya mendengar
As-Siriy berdoa:
"Ya Allah, dengan azab apa pun
Engkau mengazabku.. maka janganlah Engkau mengazabku dengan kehinaan terhalang
(terhijab) dari-Mu."
Saya mendengar Abdullah bin Yusuf
Al-Ashbahani berkata: Saya mendengar Abu Bakr Ar-Razi berkata: Saya mendengar
Al-Jurairi berkata: Saya mendengar Al-Junaid berkata:
"Suatu hari aku menemui
As-Siriy dan beliau sedang menangis. Aku bertanya: 'Apa yang membuatmu
menangis?'
Beliau menjawab: 'Semalam putri
kecilku datang kepadaku dan berkata: Wahai ayahku, malam ini sangat panas, dan
kendi air ini aku gantungkan di sini (agar airnya dingin).' Kemudian mataku
terlelap lalu aku tertidur. Dalam mimpi, aku melihat seorang bidadari/wanita
yang sangat cantik turun dari langit. Aku bertanya: 'Untuk siapakah engkau?' la
menjawab: 'Untuk orang yang tidak minum air dingin dari kendi.' Maka aku pun
mengambil kendi tersebut lalu membantingnya ke tanah."
Al-Junaid berkata: "Maka aku
melihat pecahan tanah liat (kendi) tersebut tidak beliau angkat dan tidak pula
beliau sentuh hingga tertimbun oleh debu."
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
....
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.