بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Bab KeTujuh:
Adab Bersama Allah
الآداب مع الله
فَأَمَّا الْآدَابُ مَعَ اللهِ بِاعْتِبَارِ الْعَوَامِّ ، فَبِامْتِثَالِ أَمْرِهِ وَاجْتِنَابِ نَهْيِهِ ، وَمَعَ رَسُوْلِهِ بِاتِّبَاعِ السُّنَّةِ وَمُجَانَبَةِ أَهْلِ الْبِدْعَةِ ، فَإِذَا قَصَّرُوْا فِي الْأَمْرِ وَخَالَفُوْا فِي النَّهْيِ عُوْقِبُوْا عَاجِلًا فِي الْحِسِّ أَوْ آجِلًا فِي الْمَعْنَى وَالْحِسِّ . ا
وَبِاعْتِبَارِ الْخَوَاصِّ مَعَ اللهِ بِالْإِكْثَارِ مِنْ ذِكْرِهِ وَمُرَاقَبَةِ حُضُوْرِهِ وَإِيْثَارِ مَحَبَّتِهِ . زَادَ الشَّيْخُ : وَحِفْظِ الْحُدُوْدِ ، وَالْوَفَاءِ بِالْعُهُوْدِ ، وَالتَّعَلُّقِ بِالْمَلِكِ الْوَدُوْدِ ، وَالرِّضَا بِالْمَوْجُوْدِ ، وَبَذْلِ الطَّاقَةِ وَالْمَجْهُوْدِ اهـ . ا
وَمَعَ رَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، بِإِيْثَارِ مَحَبَّتِهِ ، وَالاهْتِدَاءِ بِهَدْيِهِ ، وَالتَّخَلُّقِ بِأَخْلَاقِهِ ، فَإِذَا قَصَّرُوْا فِي ذِكْرِهِ أَوْ حَالَتْ قُلُوْبُهُمْ فِي غَيْرِ حَضْرَتِهِ ، أَوْ مَالَتْ مَحَبَّتُهُمْ إِلَى شَيْءٍ سِوَاهُ ، أَوْ قَصَّرُوْا فِي شَيْءٍ مِمَّا تَقَدَّمَ أَوْ حَلُّوْا عُقْدَةً عَقَدُوْهَا مَعَ اللهِ عُوْقِبُوْا فِي الْحِسِّ بِالضَّرْبِ أَوْ السِّجْنِ أَوْ الْإِذَايَةِ بِاللِّسَانِ أَوْ فِي الْمَعْنَى وَهُوَ أَشَدُّ وَكَقَطْعِ الْمَمَدِّ وَإِيْجَابِ الطَّرْدِ وَالْإِقَامَةِ مَقَامَ الْبُعْدِ . ا
وَبِاعْتِبَارِ خَوَاصِّ الْخَوَاصِّ وَهُمُ الْوَاصِلُوْنَ يَكُوْنُ مَعَ اللهِ بِالتَّوَاضُعِ مَعَهُ فِي كُلِّ شَيْءٍ ، وَالتَّعْظِيْمِ لِكُلِّ شَيْءٍ ، وَدَوَامِ مَعْرِفَتِهِ فِي تَجَلِّيَاتِ الْجَلَالِ وَالْجَمَالِ ، أَوْ مَعَ اخْتِلَافِ الْآثَارِ وَتَنَقُّلَاتِ الْأَطْوَارِ . ا
وَمَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، بِالتَّحَقُّقِ بِحَسَبِهِ ، وَتَعْظِيْمِ أُمَّتِهِ ، وَشُهُوْدِ نُوْرِهِ كَمَا قَالَ أَبُوْ الْعَبَّاسِ الْمُرْسِيُّ : لِي ثَلَاثُوْنَ سَنَةً مَا غَابَ عَنِّي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَرْفَةَ عَيْنٍ ، وَلَوْ غَابَ عَنِّي مَا عَدَدْتُ نَفْسِي مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ . ا
فَإِذَا قَصَّرَ الْعَارِفُ فِيْمَا تَقَدَّمَ فِي حَقِّهِ أَوْ فِي حَقِّ غَيْرِهِ مِنَ الْآدَابِ عُوْقِبَ فِي الْحِسِّ أَوْ فِي الْمَعْنَى ، وَالْغَالِبُ تَيَقُّظُهُ فِي الْحِيْنِ فَيَسْتَدْرِكُ مَا فَاتَ . ا
ا﴿ إِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوْا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُوْنَ ﴾ . ا
فَهَذِهِ جُمْلَةُ الْآدَابِ الَّتِي تَكُوْنُ مَعَ اللهِ مِنَ الْعَوَامِّ وَالْخَوَاصِّ وَخَوَاصِّ الْخَوَاصِّ .ا
أَوْ تَقُوْلُ : مِنَ الطَّالِبِيْنَ وَالسَّائِرِيْنَ وَالْوَاصِلِيْنَ ، وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ
Adapun adab bersama Allah
ditinjau dari tingkatan orang awam (al-'awam), yaitu dengan
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sedangkan adab bersama
Rasul-Nya adalah dengan mengikuti sunnah dan menjauhi ahli bid'ah. Jika mereka
melalaikan perintah dan melanggar larangan, mereka akan dihukum secara langsung
di dunia (hissi) atau di akhirat/secara batin (ma'nawi dan hissi).
Sedangkan ditinjau dari tingkatan
orang-orang khusus (al-khawash), adab bersama Allah dilakukan dengan
memperbanyak zikir kepada-Nya, merasa selalu diawasi oleh-Nya (muraqabah),
serta mengutamakan kecintaan kepada-Nya. Syaikh menambahkan: menjaga
batas-batas hukum Allah, menepati janji, menggantungkan hati kepada Raja yang
Maha Pengasih (al-Malik al-Wadud), ridha dengan apa yang ada, serta
mengerahkan segala kemampuan dan usaha.
Adapun adab mereka bersama
Rasulullah $SAW$ yaitu dengan mengutamakan kecintaan kepada beliau, mengambil
petunjuk dari ajaran beliau, dan berakhlak dengan akhlak beliau. Jika mereka
melalaikan zikir, atau hati mereka berpaling saat berada di luar kehadiran-Nya,
atau kecintaan mereka cenderung kepada selain-Nya, atau melalaikan hal-hal yang
telah disebutkan sebelumnya, atau merusak ikatan janji yang telah mereka buat
bersama Allah, maka mereka akan dihukum secara hissi (fisik/lahiriah)
seperti dipukul, dipenjara, atau disakiti dengan lisan; atau secara ma'nawi
(batiniah)—dan ini lebih berat—seperti terputusnya pertolongan/aliran karunia (al-madad),
divonis diusir dari rahmat-Nya, dan ditempatkan pada kedudukan yang jauh dari
Allah.
Sedangkan ditinjau dari tingkatan
orang-orang yang sangat khusus (khawash al-khawash), yaitu mereka
yang telah sampai (al-washilun), adab mereka bersama Allah adalah dengan
bersikap tawaduk (rendah hati) kepada-Nya dalam segala hal, mengagungkan segala
sesuatu (sebagai ciptaan-Nya), serta senantiasa memiliki kemakrifatan
kepada-Nya dalam manifestasi keagungan (jalal) dan keindahan (jamal)-Nya,
atau dalam berbagai perubahan kondisi dan fase kehidupan.
Adapun adab mereka bersama
Rasulullah $SAW$ adalah dengan merealisasikan kemuliaan nasab/kedudukan
spiritual beliau, mengagungkan umat beliau, dan menyaksikan cahaya beliau.
Sebagaimana dikatakan oleh Abu al-Abbas al-Mursi: "Selama tiga puluh
tahun, Rasulullah $SAW$ tidak pernah hilang dari pandanganku sekejap mata pun.
Seandainya beliau hilang dariku sekejap mata, niscaya aku tidak menganggap diriku
termasuk bagian dari orang-orang muslim."
Maka apabila seorang 'arif
(orang yang ma'rifat) lalai dari hal-hal yang telah disebutkan di atas, baik
berkenaan dengan hak Allah maupun hak yang lainnya dari adab-adab tersebut, ia
akan dihukum secara lahiriah (hissi) atau batiniah (ma'nawi).
Namun umumnya, ia akan segera kesadaran/terjaga pada saat itu juga lalu
memperbaiki apa yang terlewat.
"Sesungguhnya orang-orang yang
bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (godaan) dari setan,
mereka pun segera ingat kepada Allah, maka seketika itu juga mereka melihat
(mengetahui kesalahan-kesalahannya)."
(QS. Al-A'raf: 201)
Inilah kumpulan adab bersama Allah
dari tingkatan Awam, Khawash, dan Khawash al-Khawash. Atau
bisa dinamakan: dari tingkatan Penuntut (at-thalibin), Penumit
Jalan/Penempuh Spiritual (as-sairin), dan Orang yang Sampai (al-washilun).
Wallahu Ta'ala A'lam (Dan Allah Ta'ala Maha Mengetahui).
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Silahkan Download Kitab Aslinya Disini
Silahkan Download Kitab Terjemahnya Disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Kitab Iqazh al-Himam Bab 7: Adab Bersama Allah
Description : Bab KeTujuh: Adab Bersama Allah الآداب مع الله فَأَمَّا الْآدَابُ مَعَ اللهِ بِاعْتِبَارِ الْعَوَامِّ ، فَبِامْتِثَالِ أَمْرِهِ وَاجْتِن...