بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-70.
Tentang Hak-Hak Sesama Hamba
الباب السبعون
في حقوق العبد
هي أن تسلم عليه إذا لقيته وتجيبه إذا دعاك وتشمته إذا عطس وتعوده إذا مرض وتشهد جنازته إذا مات وتبر قسمه إذا أقسم عليك وتنصح له إذا استنصحك وتحفظه بظهر الغيب إذا غاب عنك وتحب له ما تحب لنفسك وتكره له ما تكره لنفسك ورد جميع ذلك في اخبار وآثار. ا
ا
ا( وقد روى ) أنس رضي الله عنه عن رسول الله ﷺ أنه قال أربع من حق المسلمين عليك ان تعين محسنهم وأن تستغفر لمذنبهم وأن تدعو لمدبرهم وأن تحب تائبهم ، وقال ابن عباس رضي الله عنهما في معنى قوله تعالى رحماء بينهم قال يدعو صالحهم لطالحهم وطالحهم لصالحهم فاذا نظر الطالح إلى الصالح من أمة محمد ﷺ قال اللهم بارك له فيما قسمت له من الخير وثبته عليه وانفعنا به وإذا نظر الصالح الى الطالح قال اللهم اهده وتب عليه واغفر له عثرته ومنها أن يحب للمؤمنين ما يحب لنفسه ويكره لهم ما يكره لنفسه ، قال النعمان بن بشير سمعت رسول الله ﷺ يقول مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم كمثل الجسد إذا اشتكى عضو منه تداعى له سائره بالحمى والسهر . ا
ا
ا( وروى ) أبو موسى عنه ﷺ أنه قال المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا ومنها أن لا يؤذي أحدا من المسلمين بفعل ولا قول قال ﷺ : المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده وقال ﷺ في حديث طويل يأمر فيه بالفضائل فإن لم تقدر فدع الناس من الشر فإنها صدقة تصدقت بها على نفسك وقال أيضا افضل المسلمين من سلم المسلمون من لسانه ويده قالوا فمن المؤمن قال من أمنه المؤمنون على أنفسهم وأموالهم قالوا فمن المهاجر قال من هجر السوء واجتنبه وقال رجل يا رسول الله ما الاسلام ، قال ان يسلم قلبك لله ويسلم المسلمون من لسانك ويدك . ا
ا
وقال مجاهد يسلط على اهل النار الجرب فيحتكون حتى يبدوا عظم احدهم من جلده فينادى يا فلان هل يؤذيك هذا فيقول نعم فيقول هذا بما كنت تؤذي المؤمنين وقال ﷺ لقد رأيت رجلا يتقلب في الجنة في شجرة قطعها من ظهر الطريق كانت تؤذي المسلمين
Yaitu menyapa (mengucapkan salam) kepadanya jika engkau bertemu dengannya,
memenuhinya jika ia mengundangmu, mendoakannya jika ia bersin, menjenguknya
jika ia sakit, mengiringi jenazahnya jika ia meninggal, memenuhi sumpahnya jika
ia bersumpah atas dirimu, memberinya nasihat jika ia meminta nasihat padamu,
menjaganya di saat ia tidak ada (di belakangnya), serta mencintai untuknya apa
yang engkau cintai untuk dirimu sendiri dan membenci untuknya apa yang engkau
benci untuk dirimu sendiri. Semua hal ini telah diriwayatkan dalam berbagai
hadis dan atsar (riwayat sahabat).
(Diriwayatkan) dari Anas radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah ﷺ bahwasanya beliau
bersabda: Ada empat hal dari hak kaum muslimin atasmu: engkau membantu orang
yang berbuat baik di antara mereka, memohonkan ampunan bagi yang berbuat dosa
di antara mereka, mendoakan orang yang berpaling/membelakangi kebaikan di
antara mereka, dan mencintai orang yang bertobat di antara mereka. Ibnu Abbas
radhiyallahu 'anhuma berkata mengenai makna firman Allah Ta'ala (Saling
kasih sayang di antara mereka): Orang shalih mendoakan yang tidak baik, dan
orang yang tidak baik mendoakan yang shalih. Jika orang yang tidak baik melihat
orang shalih dari umat Muhammad ﷺ,
ia berdoa: "Ya Allah, berkahilah baginya apa yang telah Engkau bagikan
kepadanya dari kebaikan, teguhkanlah ia di atasnya, dan berilah kami manfaat
dengannya." Dan jika orang shalih melihat orang yang tidak baik, ia
berdoa: "Ya Allah, berilah ia petunjuk, terimalah tobatnya, dan
ampunilah kekhilafannya." Di antaranya juga adalah mencintai untuk
kaum mukminin apa yang dicintai untuk dirinya sendiri dan membenci bagi mereka
apa yang dibenci untuk dirinya sendiri. An-Nu'man bin Basyir berkata: Saya
mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Perumpamaan
kaum mukminin dalam hal saling mencintai dan saling menyayangi adalah seperti
satu tubuh; apabila satu anggota tubuh mengaduh sakit, maka seluruh tubuh ikut
merasakannya dengan tidak tidur dan demam."
(Diriwayatkan) dari Abu Musa dari Nabi ﷺ bahwasanya beliau bersabda: "Seorang
mukmin bagi mukmin lainnya adalah seperti bangunan yang saling menguatkan satu
sama lain." Di antaranya juga adalah tidak menyakiti seorang pun dari
kaum muslimin baik dengan perbuatan maupun perkataan. Nabi ﷺ bersabda: "Seorang muslim adalah
orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lidah dan tangannya."
Beliau ﷺ juga bersabda dalam
hadis yang panjang yang memerintahkan berbagai keutamaan: "Jika engkau
tidak mampu, maka tahanlah dirimu dari berbuat jahat kepada orang lain, karena
sesungguhnya itu adalah sedekah yang engkau sedekahkan untuk dirimu
sendiri." Beliau juga bersabda: "Muslim yang paling utama
adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lidah dan
tangannya." Para sahabat bertanya: "Lalu siapakah mukmin
itu?" Beliau menjawab: "Orang yang kaum mukminin merasa aman
atas jiwa dan harta mereka dengannya." Mereka bertanya: "Lalu
siapakah muhajir (orang yang berhijrah) itu?" Beliau menjawab: "Orang
yang meninggalkan keburukan dan menjauhinya." Seorang laki-laki
bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah Islam itu?" Beliau
bersabda: "Yaitu hatimu berserah diri kepada Allah, dan kaum muslimin
selamat dari gangguan lidah dan tanganmu."
Mujahid berkata: "Penyakit kudis dipukulkan/dikenakan kepada penghuni
neraka, lalu mereka menggaruknya hingga tampak tulang salah seorang dari mereka
dari balik kulitnya. Lalu dipanggil: 'Wahai Fulan, apakah ini menyakitimu?' Ia
menjawab: 'Ya.' Maka dikatakan: 'Ini adalah balasan atas tindakanmu yang dahulu
menyakiti kaum mukminin.'" Dan Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh aku telah
melihat seorang laki-laki bersenang-senang di dalam surga karena sebuah pohon
yang ia potong dari tengah jalan yang dahulu mengganggu kaum muslimin."
وقال أبو هريرة رضي الله عنه : يا رسول الله علمني شيئا أنتفع به قال اعزل الأذى عن طريق المسلمين وقال ﷺ من زحزح عن طريق المسلمين شيئا يؤذيهم كتب الله له به حسنة ومن كتب الله له حسنة أوجب له بها الجنة وقال ﷺ لا يحل لمسلم أن يشير إلى أخيه بنظرة تؤذيه وقال ﷺ لا يحل لمسلم أن يروع مسلما . ا
اوقال ﷺ إن الله يكره أذى المؤمنين وقال الربيع بن خثيم : الناس رجلان مؤمن فلا تؤذه وجاهل فلا تجاهله ، ومنها أن يتواضع لكل مسلم ولا يتكبر عليه إن الله لا يحب كل مختال فخور وقال رسول الله ﷺ إن الله تعالى أوحى إلي أن تواضعوا حتى لا يفخر أحد على أحد ثم إن تفاخر عليه غيره فليحتمل قال الله تعالى لنبيه ﷺ خذ العفو وأمر بالعرف وأعرض عن الجاهلين ، وعن ابن أبي أوفى كان رسول الله ﷺ يتواضع لكل مسلم ولا يأنف ولا يتكبر أي يمشي مع الأرملة والمسكين فيقضي حاجته ومنها أن لا يسمع بلاغات الناس بعضهم على بعض ولا يبلغ بعضهم ما يسمع من بعض قال ﷺ لا يدخل الجنة فتان . ا اوقال الخليل بن أحمد من نم لك نم عليك ومن اخبرك بخير غيرك اخبر غيرك بخيرك ومنها أن لا يزيد في الهجر لمن يعرفه على ثلاثة ايام مهما غضب عليه قال ابو ايوب الأنصاري قال رسول الله ﷺ لا يحل لمسلم أن يهجر اخاه فوق ثلاث يلتقيان فيعرض هذا ويعرض هذا وخيرهما الذي يبدأ بالسلام وقد قال ﷺ من أقال مسلما عثرته أقاله الله يوم القيامة . ا اقال عكرمة قال الله تعالى ليوسف بن يعقوب بعفوك عن اخوتك رفعت ذكرك في الدارين ، قالت عائشة رضي الله عنها ما انتقم رسول الله ﷺ لنفسه قط إلا ان تنتهك حرمة الله فينتقم لله ، وقال ابن عباس رضي الله عنهما ما عفا رجل عن مظلمة إلا زاده الله بها عزا وقال ﷺ ما نقص مال صدقة وما زاد الله رجلا بعفو إلا عزا وما من أحد تواضع لله إلا رفعه الله . ا
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, ajarkanlah
kepadaku sesuatu yang dapat kuambil manfaat darinya." Beliau bersabda: "Singkirkanlah
gangguan dari jalan kaum muslimin." Dan Beliau ﷺ bersabda: "Barangsiapa
menyingkirkan sesuatu dari jalan kaum muslimin yang mengganggu mereka, maka
Allah mencatat baginya satu kebaikan; dan barangsiapa yang Allah catat baginya
satu kebaikan, maka dengannya Allah mewajibkan surga baginya." Beliau ﷺ juga bersabda: "Tidak
halal bagi seorang muslim mengarahkan pandangan mata kepada saudaranya dengan
isyarat yang menyakiti hatinya." Dan Beliau ﷺ bersabda: "Tidak halal bagi
seorang muslim menakut-nakuti muslim lainnya."
Beliau ﷺ bersabda: "Sesungguhnya
Allah membenci tindakan yang menyakiti orang-orang beriman." Ar-Rabi'
bin Khutsaim berkata: "Manusia itu ada dua tipe: seorang mukmin, maka
janganlah engkau menyakitinya; dan seorang yang bodoh (jahil), maka janganlah
engkau bersikap bodoh kepadanya." Di antaranya juga adalah hendaknya
seseorang bersikap tawadhu' (rendah hati) kepada setiap muslim dan tidak
menyombongkan diri kepadanya, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya
Allah Ta'ala telah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu' sehingga
tidak ada seorang pun yang membanggakan diri atas yang lain."
Kemudian, jika orang lain membanggakan diri kepadanya, hendaknya ia bersabar
dan menahannya. Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ: (Jadilah engkau pemaaf, perintahkanlah
orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh).
Dari Ibnu Abi Aufa: Rasulullah ﷺ
selalu bersikap tawadhu' kepada setiap muslim, beliau tidak merasa gengsi
maupun sombong untuk berjalan bersama para janda dan orang miskin guna memenuhi
kebutuhan mereka. Di antaranya juga adalah tidak mendengarkan adu
domba/desas-desus manusia satu sama lain, dan tidak menyampaikan apa yang ia
dengar dari sebagian mereka ke sebagian yang lain. Beliau ﷺ bersabda: "Tidak akan masuk surga
orang yang suka mengadu domba (namimah)."
Al-Khalil bin Ahmad berkata: "Barangsiapa mengadu domba orang lain
kepadamu, maka ia juga akan mengadu dombakan dirimu kepada orang lain.
Barangsiapa memberitahukan keburukan orang lain kepadamu, ia juga akan memberitahukan
keburukanmu kepada orang lain." Di antaranya juga adalah tidak mendiamkan
(memutus hubungan dengan) orang yang dikenalnya lebih dari tiga hari,
bagaimanapun besarnya kemarahan kepadanya. Abu Ayyub Al-Anshari berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak
halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam; mereka
berdua bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling, dan yang terbaik
di antara keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam." Beliau ﷺ juga bersabda: "Barangsiapa
yang memaafkan/memaklumi kekhilafan seorang muslim, maka Allah akan memaafkan
kekhilafannya pada hari kiamat."
Ikrimah berkata bahwa Allah Ta'ala berfirman kepada Yusuf bin Ya'qub:
"Dengan kemaafanmu terhadap saudara-saudaramu, Aku tinggikan sebutan nama
(kehormatan)-mu di dunia dan akhirat." Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
"Rasulullah ﷺ tidak pernah membalas
dendam sama sekali demi membela dirinya sendiri, kecuali apabila kehormatan
(syariat) Allah dilanggar, maka beliau membalas demi Allah." Ibnu Abbas
radhiyallahu 'anhuma berkata: "Tidaklah seseorang memaafkan suatu
kezaliman melainkan Allah akan menambah kemuliaan baginya." Dan Beliau ﷺ bersabda: "Harta
tidak akan berkurang karena sedekah, tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba
yang pemaaf melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu'
karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya."
<<Sebelumnya
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.