بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Wasiat No. (56):
Sifat menghamba (kepada Allah) yang sudah melekat pada diri seorang hamba
الوصية رقم (٥٦): ا
العبودية في ذات العبد
كن فقيداً من الله كما أنت فقيرٌ إليه فهو مثل قوله ﷺ (وأعوذُ بك مِنْك) ومعنى فقرك من الله: أن لا يُشَمَّ منك رائحة من روائح الربوبية بل العبودية المحضة، كما أنه ليس في جناب الحق شيء من العبودية، ويستحيل ذلك عليه فهو ربٌّ محض، فكن أنت عبداً محضاً، فكن مع الله بقيمتك لا بعينك! فإن عينك عليه روائح الربوبية بما خلقك عليه من الصورة فتتصرف بالدعوى، وقيمتك ليست كذلك، فلقيمتك التصرفُ بالحال لا بالدعوى، فكن أنت كذلك، فمتى قالت لك نفسك: كن غنياً بالله فقد أمرتك بالسيادة، فقل لها: أنا فقيرٌ إلى الله وإلى ما أفقرني الله إليه، حتى إن الله قد أفقرني إلى الملح أن يكون في عجيني.ا
Jadilah engkau orang yang merasa sirna/ketiadaan (faqid) dari Allah
sebagaimana engkau butuh/fakir (faqir) kepada-Nya. Hal ini seperti sabda
Nabi ﷺ: (Aku berlindung
kepada-Mu dari murka-Mu).
Makna dari kefakiranmu (kebutuhanmu) dari Allah adalah: Sama
sekali tidak tercium darimu wewangian atau tanda-tanda ketuhanan (rububiyyah),
melainkan yang tampak adalah kehambaan murni (al-'ubudiyyah al-mahdhah).
Sebagaimana pada Sisi Allah Yang Mahabenar (Al-Haqq) tidak ada sedikit
pun sifat kehambaan—bahkan hal itu mustahil bagi-Nya karena Dia adalah Rabb
yang murni (Rabbun mahdh)—maka jadilah engkau hamba yang murni ('abdan
mahdhan).
Jadilah engkau bersama Allah dengan nilai/kedudukan hakikimu (bi qimatika),
bukan dengan bentuk lahiriahmu (bi 'ainika)! Sebab jika engkau memandang
bentuk lahiriah dirimu, padanya terdapat tanda-tanda rububiyyah karena
Allah menciptakanmu menurut citra-Nya, sehingga engkau bertindak atas dasar
klaim (da'wa). Padahal nilai hakikimu tidaklah demikian; nilai hakikimu
adalah bertindak berdasarkan kondisi spiritual sejati (al-hal), bukan
klaim. Maka jadilah engkau seperti itu.
Apabila nafsumu berkata kepadamu: "Jadilah engkau orang yang
kaya/serba cukup bersama Allah", sesungguhnya ia sedang menyuruhmu
untuk merasa menjadi tuan (as-siyadah/kemuliaan). Maka katakanlah kepada
nafsumu: "Aku adalah hamba yang fakir (butuh) kepada Allah dan butuh
kepada segala hal yang Allah jadikan aku butuh kepadanya, bahkan Allah telah
menjadikanku butuh hingga kepada garam yang harus ada pada adonan rotiku."
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar isi Kitab Wasiat – Wasiat Ibn ‘Arabi
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Al-Washaya li Ibn al-‘Arabi 56: Sifat menghamba (kepada Allah) yang sudah melekat pada diri seorang hamba.
Description : Wasiat No. (56): Sifat menghamba (kepada Allah) yang sudah melekat pada diri seorang hamba الوصية رقم (٥٦): ا العبودية في ذات العبد ...