بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III :
Malaikat Munkar dan Nakir
(ومما يجب اعتقاده)
سؤال منكر ونكير في القبر للميت ، وذلك بعد تمام الدفن وعند انصراف الناس ، يعيد الله تعالى الروح إلى الميت جميعه كما قال الجلال السيوطي
وكلُّهُ يُحيا لدى الجمهورِ ... لا جُزؤُهُ لظاهرِ المأثورِ
ويرد الله تعالى إليه من حواسه وعقله وعلمه ما يقدر به على فهم الخطاب ورد الجواب حين يسألانه . روى الشيخان عن أنس مرفوعاً « إنَّ العَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ؟ فَأَمَّا المُؤْمِنُ فَيَقُولُ : أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ لَهُ : انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللهُ بِهِ مَقْعَداً فِي الجَنَّةِ فَيَرَاهُمَا جَمِيعاً . وَأَمَّا الكَافِرُ أَوِ المُنَافِقُ فَيَقُولُ : لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ . فَيُقَالُ لَهُ لا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ ، وَيُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً يَصِيحُ مِنْهَا صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ » وعند أبي داود « فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ وَمَا دِينُكَ وَمَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ المُؤْمِنُ : رَبِّيَ اللهُ وَدِينِيَ الإِسْلَامُ وَالرَّجُلُ المَبْعُوثُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، وَيَقُولُ الكَافِرُ فِي الثَّلَاثِ : لَا أَدْرِي » اهـ . وإنما يقولون هذا الرجل من غير تعظيم لأن مرادهما الفتنة ليتميز الصادق في الإيمان من غيره ، فالأول يجيب ، والثاني يقول : لو كان لهذا الرجل القدر الذي كان يدعيه في رسالته عند الله تعالى ما كان هذا الملك ينبئ عنه بمثل هذه الكناية ، وعند ذلك يقول : لا ادري ، والعياذ بالله تعالى فيشقى شقاء الأبد ، ويسألان كل ميت بلغته على الصحيح ، ويسألان الميت ولو تمزقت أعضاؤه أو أكلته السباع أو ذُرِّيَ في الريح إذ قدرة الله تعالى صالحة لإعادة الروح في أعضائه ولو كانت متفرقة ولا بُعد في ذلك
Selain meyakini adanya dua malaikat pencatat amal hamba, kita juga mesti meyakini adanya pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir yang akan diterima si mayit di dalam kubur. Yakni, setelah usai penguburan dan para pengiring beranjak pergi. Allah akan mengembalikan ruh ke dalam mayat secara purna. Jalaluddin as-Suyuthi berkata di dalam salah satu syairnya, “Menurut jumhur ulama, semua(bagian diri)nya hidup, bukan hanya sebagian, berdasarkan hadits yang ma’tsur.”
Setelah mayit selesai dikubur, Allah Ta’ala akan mengembalikan panca inderanya, akalnya dan pengetahuannya, yang dengan semua itu dia bisa memahami pertanyaan dan memberi jawaban saat Munkar dan Nakir menanyainya.
Al-Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis dari sahabat Anas dengan status marfu’, “Sungguh, apabila seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur dan orang-orang yang mengiringnya telah pulang, dua malaikat akan segera mendatanginya, lalu mendudukkannya dan berkata, “Apa yang telah engkau katakan tentang Nabi Muhammad saw?’ Hamba yang mukmin akan menjawab, “Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba dan rasul Allah.” Lalu dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempat dudukmu di neraka, Allah telah menggantikannya untukmu dengan tempat duduk di surga.’ Kemudian si hamba yang mukmin itu melihat kedua-duanya. Sedangkan hamba yang kafir atau munafik akan menjawab, ‘Aku tidak tahu. Aku telah berkata sebagaimana orang-orang mengatakannya.’ Lalu dikatakan kepadanya, “Engkau tidak tahu dan tidak mengerti.” Kemudian dia dipukul dengan palu besi hingga menjerit-jerit karenanya, dan jeritannya itu bisa didengar oleh makhluk di sekelilingnya selain jin dan manusia.”
Abu Dawud meriwayatkan hadis serupa dengan redaksi yang berbeda. Abu Dawud meriwayatkan, “…lalu kedua malaikat itu bertanya kepadanya, “Siapa Tuhanmu, apa agamamu, dan siapa laki-laki yang telah diutus kepada kamu itu?” Hamba yang mukmin akan menjawab, “Tuhanku Allah, agamaku Islam, dan laki-laki yang telah diutus itu adalah Rasulullah saw.’ Sedangkan hamba yang kafir akan menjawab tiga pertanyaan tadi dengan jawaban, “Tidak tahu.’”
Ketika menanyai mayit di dalam kubur, Munkar dan Nakir menyebut Rasulullah saw. dengan sebutan ‘hadzar-rajul (laki-laki ini)”, seperti tanpa penghormatan kepada beliau, karena dimaksudkan untuk menguji, guna membedakan antara orang yang benar imannya dan yang tidak benar. Hamba yang benar imannya akan bisa menjawab. Sedangkan yang tidak benar imannya akan berpikir, “Seandainya lelaki ini mempunyai derajat tinggi di sisi Allah Ta’ala sesuai pengakuannya di dalam kerasulannya, tentu malaikat ini tidak akan menyebutnya dengan sebutan seperti ini (tidak hormat).’ Dan saat itu dia akan berkata, “Aku tidak tahu.” —na udzu billah. Kemudian dia akan disiksa dan mendapat kesengsaraan abadi.
Munkar dan Nakir menanyai mayit dengan bahasa si mayit. Keduanya pasti akan menanyai si mayit walaupun anggota tubuhnya telah remuk, atau dimakan binatang buas, atau diterbangkan angin. Sungguh, kuasa Allah Ta’ala bisa mengembalikan ruh ke tubuh si mayit meski anggota tubuhnya terpisah-pisah. Tidak sulit bagi Allah untuk melakukannya.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya iklan adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih. Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Artikel Terkait :