بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Korelasi Ilmu Tasawuf dengan Disiplin Ilmu Lain
نسبته من العلوم : هو كلى لها وشرط فيها ، إذ لا علم ولاعمل إلا بصدق التوجه إلى الله تعالى ، فالإخلاص شرط فى الجميع ، هذا باعتبار الصحة الشرعية والجزاء والثواب . وأما باعتبار الوجود الخارجي ؛ فالعلوم توجد في الخارج بدون التصوف ، لكنها ناقصة أو ساقطة ، ولذلك قال السيوطي : نسبة التصوف من العلوم كعلم البيان مع النحو ، يعنى هو كمال فيها ومحسن لها .
وقال الشيخ زروق رضى الله عنه : نسبة التصوف من الدين نسبة الروح من الجسد ؛ لأنه مقام الإحسان الذي فسره رسول الله صلى الله عليه وسلم الجبريل : « أن تعبد الله كأنك تراه الحديث ، إذ لا معنى له سوى ذلك ، إذ مداره على مراقبة بعد مشاهدة ، أو مشاهدة بعد مراقبة ، وإلا لم يقم له وجود ويظهر له موجود فافهم اهـ .
ولعله أراد بالمراقبة بعد المشاهدة الرجوع للبقاء بشهود الأثر بالله
Keterkaitannya dengan ilmu-ilmu lain bersifat universal bagi ilmu-ilmu tersebut dan merupakan syarat di dalamnya, karena tidak ada ilmu maupun amal kecuali dengan
kejujuran dalam menghadap kepada Allah Yang Maha Tinggi. Maka, keikhlasan adalah syarat dalam semuanya. Ini dari segi keabsahan syariat, pahala, dan ganjaran. Adapun dari segi keberadaan eksternal, ilmu-ilmu dapat ada di luar tanpa tasawuf, tetapi ia akan cacat atau gugur. Oleh karena itu, as-Suyuthi berkata, “Keterkaitan tasawuf dengan ilmu-ilmu lain seperti keterkaitan ilmu balaghah dengan nahwu, maksudnya ia adalah kesempurnaan dan penyempurna baginya.”
Syaikh Zarruq—semoga Allah meridhainya—berkata, “Keterkaitan tasawuf dengan agama seperti keterkaitan ruh dengan jasad, karena ia adalah maqam ihsan yang dijelaskan oleh Rasulullah—shalawat dan salam Allah atasnya—kepada Jibril, ‘Bahwa engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya,’ sebagaimana hadits. Tidak ada makna lain baginya kecuali itu, karena ia bergantung pada pengawasan setelah syuhudah atau syuhudah setelah pengawasan. Jika tidak demikian, maka ia tidak akan memiliki keberadaan dan tidak akan tampak sebagai sesuatu yang ada.
Maka pahamilah.” Mungkin ia bermaksud dengan pengawasan setelah syuhudah adalah kembali kepada kekekalan dengan syuhudah jejak oleh Allah.
<<Sebelumnya
Sesudahnya>>
Daftar Isi
Silahkan Download Kitab Aslinya Disini
Silahkan Download Kitab Terjemahnya Disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya iklan adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih. Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Artikel Terkait :