بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
التعرف لمذهب أهل التَّصوُّف
Karya
Ibn Abi Ishaq Muhammad Ibn Ibrahim Ibn Ya’qub Al-Bukhari Al-Kalabadzi
Bab 36.
AJARAN KAUM SUFI MENGENAI ZUHUD
الباب السادس والثلاثون
قولهم في الزُّهد
قال الجنيد: «الزُّهد: خُلُوُّ الأيدي مِنَ الأملاك، والقلوب مِنَ التَّبَعُّ». ا
قال عليُّ بن أبي طالب رضي الله عنه، وسئل عن الزهد ما كان؟ فقال: «هو أن لا تُبالي مَنْ أكل الدنيا، مِنْ مؤمن أو كافر».ا
قال يحيى: «الزُّهد: تَرْكُ البُدّ».ا
قال مسروق: «الزاهد: الذي لا يملكه مع الله سبب».ا
سُئل الشبليُّ عن الزهد؟ فقال: «ويلكم، أيُّ مقدارٍ لأقلَّ مِنْ جناح بعوضةٍ حتى يُزهد فيها!?».ا
قال أبو بكر الواسطيُّ: «كم تصول بترك كنيف، وإلى متى تصول بإعراضك ما لا يَزِنُ عند الله جناح بعوضةٍ!?».ا
وسُئل الشبليُّ عن الزهد؟ فقال: «لا زهد في الحقيقة؛ لأنه إمَّا أن يزهد فيما ليس له، فليس ذلك بزهد. أو يزهد فيما هو له، فكيف يزهد فيه وهو معه وعنده؟ فليس إلاَّ ظُلْفُ النفس، وبذْلٌ، ومواساةٌ»، كأنه جعل الزهد ترك الشيء فيما ليس له، وما ليس له لا يصح له تركه؛ لأنه متروك، وما هو له لا يمكنه تركه.ا
Perkataan Mereka tentang Zuhud
- Al-Junaid berkata: "Zuhud adalah kosongnya
tangan dari kepemilikan (harta), dan kosongnya hati dari
keterikatan."
- Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pernah ditanya
tentang apa itu zuhud, lalu ia menjawab: "Zuhud adalah engkau
tidak peduli siapa yang memakan dunia, apakah ia seorang mukmin atau
kafir."
- Yahya berkata: "Zuhud adalah meninggalkan apa
yang harus ada (kebutuhan dasar)."
- Masruq berkata: "Orang zuhud adalah orang yang
tidak memiliki keterikatan sebab apa pun selain kepada Allah."
- Asy-Syibli ditanya tentang zuhud, maka ia menjawab: "Celakalah
kalian, seberapa besar kadar nilai yang lebih rendah dari sayap nyamuk
sehingga harus dizuhudi (ditinggalkan/tidak dipedulikan)!?"
- Abu Bakar Al-Wasithi berkata: "Berapa lama lagi
engkau bersikap sombong dengan meninggalkan tempat buang hajat, dan sampai
kapan engkau bersikap sombong dengan berpaling dari sesuatu yang di sisi
Allah tidak bernilai walaupun sebelah sayap nyamuk!?"
- Asy-Syibli ditanya tentang zuhud, maka ia menjawab: "Sebenarnya
tidak ada zuhud yang hakiki; karena seseorang itu terkadang zuhud pada
sesuatu yang bukan miliknya, maka itu bukanlah zuhud. Atau ia zuhud pada
sesuatu yang menjadi miliknya, maka bagaimana bisa ia zuhud padanya
padahal barang itu ada bersamanya dan di sisinya? Oleh karena itu, tidak
ada yang tersisa kecuali pengekangan hawa nafsu, kedermawanan, dan sikap
saling berbagi." Seolah-olah ia menganggap zuhud sebagai tindakan
meninggalkan sesuatu pada hal yang bukan miliknya, padahal sesuatu yang
bukan miliknya tidak sah untuk ditinggalkan karena memang sudah
ditinggalkan (bukan miliknya), sedangkan apa yang menjadi miliknya tidak
mungkin ia tinggalkan.
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Kitab Al-Ta-aruf 36. AJARAN KAUM SUFI MENGENAI ZUHUD
Description : التعرف لمذهب أهل التَّصوُّف Karya Ibn Abi Ishaq Muhammad Ibn Ibrahim Ibn Ya’qub Al-Bukhari Al-Kalabadzi Bab 36. AJARAN KAUM SUFI...