بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
الرسالة القشيرية
بَابُ الْغِيْبَةِ
19. Bab Menggunjing (Ghibah)
قَالَ اللهُ تَعَالَى : ﴿ وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
أَخْبَرَنَا أَبُو سَعِيدٍ مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الإِسْمَاعِيْلِيُّ قَالَ : أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ الْخَلِيلِ قَالَ : حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ : حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى ابْنِ بِنْتِ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَمِيدٍ ، عَنْ مُوسَى بْنِ وَرْدَانَ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَجُلًا قَامَ وَهُوَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ ، فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ : مَا أَعْجَزَ فُلَانًا ! فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « أَكَلْتُمْ أَخَاكُمْ وَاغْتَبْتُمُوهُ
وَأَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ : مَنْ مَاتَ تَائِبًا مِنَ الْغِيْبَةِ .. فَهُوَ آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ مَاتَ مُصِرًّا عَلَيْهَا .. فَهُوَ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ النَّارَ
وَقَالَ عَوْفٌ : دَخَلْتُ عَلَى ابْنِ سِيرِينَ ، فَتَنَاوَلْتُ الْحَجَّاجَ ، فَقَالَ ابْنُ سِيرِينَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى حَكَمٌ عَدْلٌ ، فَكَمَا يَأْخُذُ مِنَ الْحَجَّاجِ .. يَأْخُذُ لِلْحَجَّاجِ ، وَإِنَّكَ إِذَا لَقِيتَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ غَدًا .. كَانَ أَصْغَرُ ذَنْبٍ أَصَبْتَهُ أَشَدَّ عَلَيْكَ مِنْ أَعْظَمِ ذَنْبٍ أَصَابَهُ الْحَجَّاجُ
وَقِيْلَ : دُعِيَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَدْهَمَ إِلَى دَعْوَةٍ ، فَحَضَرَ ، فَذَكَرُوا رَجُلًا لَمْ يَأْتِهِمْ ، وَقَالُوا : إِنَّهُ ثَقِيلٌ فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ : إِنَّمَا فَعَلَ بِي هَذَا نَفْسِي ؛ حَيْثُ حَضَرْتُ مَوْضِعًا يُغْتَابُ فِيهِ النَّاسُ ، فَخَرَجَ وَلَمْ يَأْكُلْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ
وَقِيلَ : مَثَلُ الَّذِي يَغْتَابُ النَّاسَ كَمَثَلِ مَنْ نَصَبَ مَنْجَنِيقًا ، يَرْمِي بِهِ حَسَنَاتِهِ شَرْقًا وَغَرْبًا ، يَغْتَابُ وَاحِدًا خُرَاسَانِيًّا ، وَآخَرَ حِجَازِيًّا ، وَآخَرَ تُرْكِيًّا ، فَيُفَرِّقُ حَسَنَاتِهِ ، فَيَقُومُ وَلَا شَيْءَ مَعَهُ
وَقِيْلَ : يُؤْتَى العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ كِتَابَهُ وَلَا يَرَى فِيهِ حَسَنَةً ، فَيَقُولُ : أَيْنَ صَلَاتِي وَصِيَامِي وَطَاعَاتِي ؟! فَيُقَالُ : ذَهَبَ عَمَلُكَ كُلُّهُ بِاغْتِيَابِكَ لِلنَّاسِ
وَقِيْلَ : مَنِ اغْتِيبَ بِغِيبَةٍ ... غَفَرَ اللهُ لَهُ نِصْفَ ذُنُوبِهِ
Allah Ta'ala berfirman: "...dan
janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di
antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu
merasa jijik dengannya..." (QS. Al-Hujurat: 12)
Mengenai hal ini, Abu Sa'id Muhammad
bin Ibrahim Al-Isma'ili memberitahukan kepada kami, ia berkata: Abu Bakr
Muhammad bin Al-Husain bin Al-Khalil memberitahukan kepada kami, ia berkata:
Ali bin Al-Hasan menceritakan kepada kami, ia berkata: Ishaq bin Isa bin Binti
Dawud bin Abi Hind menceritakan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Abi Hamid
menceritakan kepada kami, dari Musa bin Wardan, dari Abu Hurairah: Bahwasanya
seorang laki-laki berdiri sewaktu ia sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ,
lalu sebagian orang berkata: "Betapa lemahnya orang itu!" Maka
Rasulullah ﷺ bersabda: "Kalian telah memakan
(daging) saudara kalian dan telah mengumpatnya (ghibah)."
Dan Allah Ta'ala mewahyukan kepada
Nabi Musa 'alaihis salam: "Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan
bertobat dari ghibah, maka ia adalah orang terakhir yang masuk surga. Dan
barangsiapa yang meninggal dalam keadaan terus-menerus melakukannya (tanpa
bertobat), maka ia adalah orang pertama yang masuk neraka."
Auf berkata: "Aku menemui Ibn
Sirin, lalu aku memperbincangkan (menjelek-jelekkan) Al-Hajjaj. Maka Ibn Sirin
berkata: 'Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Hakim lagi Maha Adil. Sebagaimana
Dia menuntut keadilan dari Al-Hajjaj (atas kezalimannya), Dia juga menuntut
keadilan untuk Al-Hajjaj (atas kezaliman orang padanya). Dan sesungguhnya jika
engkau bertemu Allah kelak, dosa terkecil yang engkau lakukan akan terasa lebih
berat bagimu daripada dosa terbesar yang dilakukan oleh Al-Hajjaj.'"
Dan dikatakan: Ibrahim bin Adham
diundang ke suatu walimah (pesta), lalu beliau hadir. Orang-orang di sana
menyebutkan seseorang yang belum datang seraya berkata: "Orang itu
berat/membosankan." Maka Ibrahim berkata: "Nafsuku sendirilah yang
telah memperlakukanku seperti ini; karena aku hadir di tempat di mana
orang-orang digunjingkan." Lalu beliau keluar dari tempat itu dan tidak
makan selama tiga hari.
Dan dikatakan: Perumpamaan orang
yang mengumpat (ghibah) orang lain adalah seperti orang yang menegakkan
ketapel/ketapel besar (manjanik), lalu ia melempar pahala-pahala kebaikannya ke
arah timur dan barat. Ia mengumpat seorang dari Khurasan, seorang dari Hijaz,
dan seorang lagi dari Turki, sehingga ia membagi-bagikan kebaikannya. Lalu ia
berdiri tanpa membawa apa-apa lagi.
Dan dikatakan: Pada hari kiamat
kelak seorang hamba diserahkan kitab catatannya, namun ia tidak melihat satu
pun kebaikan di dalamnya. Maka ia bertanya: "Di manakah shalatku, puasaku,
dan ketaatanku?!" Lalu dikatakan kepadanya: "Semua amalmu telah
hilang disebabkan ghibahmu terhadap orang lain."
Dan dikatakan: Barangsiapa yang
diumpat (dighibah), maka Allah mengampuni separuh dari dosa-dosanya.
وَقَالَ سُفْيَانُ بْنُ حُسَيْنٍ : كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ إِيَاسِ بْنِ مُعَاوِيَةَ ، فَنَلْتُ مِنْ إِنْسَانٍ ، فَقَالَ : هَلْ غَزَوْتَ العَامَ التُّرْكَ وَالرُّومَ ؟ فَقُلْتُ : لَا ، فَقَالَ : سَلِمَ مِنْكَ التُّرْكُ وَالرُّومُ ، وَمَا سَلِمَ مِنْكَ أَخُوكَ المُسْلِمُ ؟
وَقِيلَ : يُعْطَى الرَّجُلُ كِتَابَهُ ، فَيَرَى فِيهِ حَسَنَاتٍ لَمْ يَعْمَلْهَا ، فَيُقَالُ لَهُ : هَذَا بِمَا اغْتَابَكَ النَّاسُ وَأَنْتَ لَا تَشْعُرُ
وَسُئِلَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ أَهْلَ الْبَيْتِ اللَّحْمِيِّينَ » ، فَقَالَ : هُمُ الَّذِينَ يَغْتَابُونَ النَّاسَ ، يَأْكُلُونَ لُحُومَهُمْ
وَذُكِرَتِ الْغِيبَةُ عِنْدَ ابْنِ الْمُبَارَكِ ، فَقَالَ : لَوْ كُنْتُ مُغْتَابًا أَحَدًا .. لَأغْتَبْتُ وَالِدَيَّ ؛ لِأَنَّهُمَا أَحَقُّ بِحَسَنَاتِي
وَقَالَ يَحْيَى بْنُ مَعَاذٍ : ( لِيَكُنْ حَظُّ الْمُؤْمِنِ مِنْكَ ثَلَاثَ خِصَالٍ : إِنْ لَمْ تَنْفَعْهُ .. فَلَا تَضُرَّهُ ، وَإِنْ لَمْ تَسُرَّهُ .. فَلَا تَغُمَّهُ ، وَإِنْ لَمْ تَمْدَحْهُ .. فَلَا تَذُمَّهُ )
وَقِيلَ لِلْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ : إِنَّ فُلَانًا اغْتَابَكَ ، فَبَعَثَ إِلَيْهِ طَبَقَ حَلْوَاءَ وَقَالَ : بَلَغَنِي أَنَّكَ أَهْدَيْتَ إِلَيَّ حَسَنَاتِكَ ، فَكَافَأْتُكَ
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ الأَهْوَازِيُّ قَالَ : أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْبَصْرِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرٍو الْقَطَوَانِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ عُثْمَانَ الْعَسْكَرِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ بَدْرٍ ، عَنْ أَبَانَ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَنْ أَلْقَى جِلْبَابَ الْحَيَاءِ .. فَلَا غِيبَةَ لَهُ
Sufyan bin Husain berkata: "Aku
pernah duduk di samping Iyas bin Mu'awiyah, lalu aku mencela/menggunjing
seseorang. Maka Iyas bertanya: 'Apakah engkau ikut berperang melawan bangsa Turki
dan Romawi tahun ini?' Aku menjawab: 'Tidak.' Ia pun berkata: 'Bangsa Turki dan
Romawi selamat dari gangguanmu, tetapi saudaramu sesama muslim tidak selamat
dari gangguanmu?!'"
Dan dikatakan: "Seseorang akan
diserahkan kitab catatannya (pada hari kiamat), lalu ia melihat di dalamnya
kebaikan-kebaikan yang tidak pernah ia amalkan. Maka dikatakan kepadanya: 'Ini
adalah pahala dari ghibah orang-orang terhadapmu tanpa engkau sadari.'"
Sufyan At-Tsauri ditanya mengenai
sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya Allah membenci
penghuni rumah yang memakan daging." Maka ia menjelaskan: "Mereka
adalah orang-orang yang suka menggunjing (ghibah) manusia, yakni memakan daging
sesamanya."
Dan pernah disebutkan perkara ghibah
di hadapan Abdullah bin Al-Mubarok, lalu ia berkata: "Jikalau aku boleh
menggunjing seseorang, tentu aku akan menggunjing kedua orang tuaku; karena
mereka berdua adalah yang paling berhak atas pahala kebaikanku."
Yahya bin Mu'adz berkata: "Jadikanlah
bagian seorang mukmin darimu mendapatkan tiga hal: Jika engkau tidak bisa
memberinya manfaat, maka janganlah memudaratkannya (merugikannya). Jika engkau
tidak bisa membahagiakannya, maka janganlah membuatnya bersedih. Dan jika
engkau tidak bisa memujinya, maka janganlah mencelanya."
Dikatakan kepada Al-Hasan Al-Bashri:
"Sesungguhnya si fulan telah menggunjingmu." Maka beliau mengirimkan
sepiring kue manis kepadanya seraya berkata: "Telah sampai kabarnya
kepadaku bahwa engkau telah melebihkan/mendedikasikan kebaikan-kebaikanmu
untukku, maka aku ingin membalas kebaikanmu."
Ali bin Ahmad Al-Ahwazi
memberitahukan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Ubaid Al-Bashri
memberitahukan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Amr Al-Qatawani menceritakan
kepada kami, ia berkata: Sahl bin Utsman Al-Askari menceritakan kepada kami, ia
berkata: Ar-Rabi' bin Badr menceritakan kepada kami, dari Aban, dari Anas bin
Malik, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa
yang melepaskan tirai rasa malunya (terang-terangan berbuat maksiat), maka
tidak ada ghibah baginya (boleh dibicarakan keburukannya)."
سَمِعْتُ حَمْزَةَ بْنَ
يُوسُفَ السَّهْمِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا طَاهِرٍ مُحَمَّدَ بْنَ
أَبِي السَّيِّدِ الدَّقَّاقَ يَقُولُ : سَمِعْتُ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدِ
بْنِ نُصَيْرٍ يَقُولُ : قَالَ الْجُنَيْدُ : كُنْتُ جَالِسًا فِي مَسْجِدِ
الشُّونِيزِيَّةِ أَنْتَظِرُ جَنَازَةً أُصَلِّي عَلَيْهَا ، وَأَهْلُ
بَغْدَادَ عَلَى طَبَقَاتِهِمْ جُلُوسٌ يَنْتَظِرُونَ الْجَنَازَةَ
فَرَأَيْتُ فَقِيرًا عَلَيْهِ أَثَرُ النُّسُكِ يَسْأَلُ النَّاسَ ،
فَقُلْتُ فِي نَفْسِي : لَوْ عَمِلَ هَذَا عَمَلًا يَصُونُ بِهِ نَفْسَهُ
.. كَانَ أَجْمَلَ بِهِ
فَلَمَّا انْصَرَفْتُ إِلَى مَنْزِلِي وَكَانَ لِي شَيْءٌ مِنَ الْوِرْدِ بِاللَّيْلِ حَتَّى الْبُكَاءِ وَالصَّلَاةِ وَغَيْرِهِ .. فَثَقُلَ عَلَيَّ جَمِيعُ أَوْرَادِي ، فَسَهِرْتُ وَأَنَا قَاعِدٌ ، فَغَلَبَتْنِي عَيْنِي ، فَرَأَيْتُ ذَلِكَ الْفَقِيرَ جَاؤُوا بِهِ عَلَى خِوَانٍ مَمْدُودٍ وَقَالُوا لِي : كُلْ لَحْمَهُ ؛ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ ، وَكُشِفَ لِي عَنِ الْحَالِ ، فَقُلْتُ : مَا اغْتَبْتُهُ ، إِنَّمَا قُلْتُ فِي نَفْسِي شَيْئًا ، فَقِيلَ لِي : مَا أَنْتَ مِمَّنْ يُرْضَى مِنْكَ بِمِثْلِهِ ، اِذْهَبْ فَاسْتَحِلَّهُ
فَأَصْبَحْتُ ، وَلَمْ أَزَلْ أَتَرَدَّدُ حَتَّى رَأَيْتُهُ فِي مَوْضِعٍ يَلْتَقِطُ مِنَ الْمَاءِ عِنْدَ تَرَادِّ الْمَاءِ أَوْرَاقًا مِنَ الْبَقْلِ مِمَّا تَسَاقَطَ مِنْ غَسْلِ الْبَقْلِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، فَقَالَ : يَا أَبَا الْقَاسِمِ ؛ نَعُودُ ؟ فَقُلْتُ : لَا ، فَقَالَ : غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَكَ
سَمِعْتُ الشَّيْخَ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا طَاهِرٍ الإِسْفَرَايِينِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا جَعْفَرٍ الْبَلْخِيَّ يَقُولُ : كَانَ عِنْدَنَا شَابٌّ مِنْ أَهْلِ بَلْخٍ ، وَكَانَ يَجْتَهِدُ وَيَتَعَبَّدُ ، إِلَّا أَنَّهُ كَانَ أَبَدًا يَغْتَابُ النَّاسَ وَيَقُولُ : فُلَانٌ كَذَا ، وَفُلَانٌ كَذَا .
فَرَأَيْتُهُ يَوْمًا عِنْدَ الْمُخَنَّثِينَ الْغَسَّالِينَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِمْ ، فَقُلْتُ : يَا فُلَانُ ؛ مَا حَالُكَ ؟
فَقَالَ : تِلْكَ الْوَقِيعَةُ فِي النَّاسِ أَوْقَعَتْنِي إِلَى هَذَا ، اِبْتُلِيتُ بِمُخَنَّثٍ مِنْ هَؤُلَاءِ ، وَأَنَا هُوَ ذَا أَخْدُمُهُمْ مِنْ أَجْلِهِ ، وَتِلْكَ الأَحْوَالُ كُلُّهَا قَدْ ذَهَبَتْ ، فَادْعُ لِي لَعَلَّ اللهَ يَرْحَمُنِي
Aku mendengar Hamzah bin Yusuf
As-Sahmi berkata: Aku mendengar Abu Thahir Muhammad bin Abi As-Sayyid Ad-Daqqaq
berkata: Aku mendengar Ja'far bin Muhammad bin Nushair berkata: Al-Junaid
berkata: "Aku pernah duduk di Masjid Asy-Syuniziyyah menunggu jenazah
untuk dishalatkan. Orang-orang Baghdad dari berbagai kalangan juga duduk
menunggu jenazah tersebut. Lalu aku melihat seorang fakir yang tampak padanya
tanda-tanda ibadah sedang meminta-minta kepada orang-orang. Aku pun berkata
dalam hati: 'Seandainya orang ini bekerja untuk menjaga kehormatan dirinya,
tentu itu akan lebih baik baginya.'"
"Maka
ketika aku kembali ke rumahku—dan biasanya aku memiliki rutinitas wirid di
malam hari seperti menangis, shalat, dan ibadah lainnya—seluruh wiridku terasa
sangat berat. Aku pun terjaga sambil duduk hingga tertidur. Dalam tidurku, aku
bermimpi melihat orang fakir tersebut dibawa di atas sebuah meja hidangan yang
panjang, lalu dikatakan kepadaku: 'Makanlah dagingnya, karena engkau telah
menggunjingnya (ghibah)!' Lalu diperlihatkan keadaan yang sebenarnya kepadaku.
Aku pun membela diri: 'Aku tidak menggunjingnya, aku hanya terlintas sesuatu
dalam hatiku.' Maka dikatakan kepadaku: 'Orang sepertimu tidak ditoleransi
untuk melakukan hal semacam itu! Pergilah dan mintalah kehalalan (maaf)
darinya.'
Ketika pagi tiba, aku terus
mencari-carinya hingga aku melihatnya di suatu tempat sedang memungut daun-daun
sayuran dari air bekas cucian sayur. Aku pun mengucapkan salam kepadanya, lalu
ia berkata: 'Wahai Abu Al-Qasim (panggilan Al-Junaid), apakah engkau akan
mengulanginya lagi?' Aku menjawab: 'Tidak.' Maka ia berkata: 'Semoga Allah
mengampuni kami dan engkau.'"
Aku mendengar Syaikh Abu Abdirrahman
As-Sulami berkata: Aku mendengar Abu Thahir Al-Isfarayini berkata: Aku
mendengar Abu Ja'far Al-Balkhi berkata: "Dahulu di tempat kami ada seorang
pemuda dari penduduk Balkh. Ia adalah seorang yang bersungguh-sungguh dan rajin
beribadah, hanya saja ia selalu menggunjing orang lain (ghibah) dan berkata:
'Si fulan begini, si fulan begitu.'
Lalu pada suatu hari aku melihatnya
keluar dari kediaman para laki-laki yang berwatak kewanitaan (mukhannats) yang
bekerja sebagai tukang cuci pakaian. Aku bertanya kepadanya: 'Wahai fulan, apa
yang terjadi dengan keadaanmu?'
Ia menjawab: 'Perbuatan
mencela/menggunjing manusia itulah yang telah menjatuhkanku ke dalam keadaan
ini. Aku teruji (terpikat) oleh seorang mukhannats dari kelompok mereka, dan
kini aku melayani mereka demi dirinya. Seluruh kebaikan dan keadaan
(kerohanianku) yang lalu telah lenyap. Maka doakanlah aku, mudah-mudahan Allah
merahmatiku.'"*
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya iklan adsens. Mohon Keridhoannya untuk ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih. Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Artikel Terkait :