بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 34.
KEUTAMAAN KAUM FAKIR 2
وفي حديث آخر رأيته دخل الجنة زحفا ، وقال المسيح عليه السلام : بشدة يدخل الغني الجنة ، وفي خبر آخر عن أهل البيت رضي الله عنهم أنه قال : إذا أحب الله عبداً ابتلاه فإذا أحبه الحب البالغ اقتناه . قيل : وما اقتناه ، قال لم يترك له أهلاً ولا مالا .
وفي الخبر إذا رأيت الفقر مقبلاً فقل مرحبا بشعار الصالحين وإذا رأيت لغني مقبلا فقل ذنب عجل بعقوبته ، وقال موسى عليه السلام : يا رب من أحباؤك من خلقك حتى أحبهم لأجلك ، فقال كل فقير : فيمكن أن يكون الثاني للتوكيد ويمكن أن يراد به الشديد الضر ، وقال المسيح صلوات الله وسلامه عليه : إني لا أحب المسكنة وأبغض النعماء ، وكان أحب الأسامي اليه صلوات الله عليه أن يقال له يا مسكين
ولما قالت سادات العرب واغنياؤهم للنبي ﷺ اجعل لنا يوما ولهم يوما جيثون اليك ولا نجيء ونجيء اليك ولا يجيئون يعنون بذلك الفقراء ، مثل لال وسلمان وصهيب وأبي ذر وخباب بن الأرت وعمار بن ياسر وأبي هريرة واصحاب الصفة من الفقراء رضي الله عنهم اجمعين اجابهم النبي إلى ذلك ، وذلك لأنهم شكوا اليه التأذي برائحتهم ، وكان لباس القوم الصوف في شدة الحر فإذا عرقوا فاحت الروائح من ثيابهم ، فاشتد ذلك على الأغنياء منهم الأقرع بن حابس التميمي وعيينة بن حصن الفزاري وعباس بن مرداس السامي وغيرهم
فأجابهم رسول الله ﷺ : أن لا يجمعهم وإياه مجلس واحد ، فنزل عليه قوله تعالى : واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغداة والعشي يريدون وجهه لا تعد عيناك عنهم ، يعني الفقراء تريد زينة الحياة الدنيا يعني الأغنياء ولا تطع من اغفلنا قلبه عن ذكرنا ، يعني الأغنياء ، وقل الحق من ربكم فمن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر الآية ، واستأذن ابن أم مكتوم على النبي ﷺ ، وعنده رجل من اشراف قريش فشق ذلك على النبي ﷺ فأنزل الله تعالى عبس وتولى أن جاءه الأعمى ، وما يدريك لعله يزكى او يذكر فتنفعه الذكرى ، يعني ابن أم مكتوم أما من استغنى فأنت له تصدى ، يعني هذا الشريف .
Disebutkan dalam hadits lain: Aku melihatnya masuk surga sambil merangkak.
Al-Masih alaihis salam berkata: Orang kaya masuk surga dengan susah payah.
Disebutkan dalam khabar lain dari ahlil bait radhiyallahu anhum bahwa Nabi SAW bersabda: Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia mengujinya. Apabila Allah mencintainya dengan sangat, Dia menjadikannya sendirian.
Ada yang mengatakan: Bagaimana menjadikannya sendirian? Nabi SAW menjawab: Dia tidak meninggalkan baginya keluarga maupun harta. Dan dalam hadits disebutkan: Jika kamu melihat orang miskin mendekat, ucapkanlah, "Selamat datang lambang orang-orang saleh." Dan jika kamu melihat orang kaya mendekat, ucapkanlah, "Suatu dosa yang hukumannya dipercepat."Musa alaihis salam berkata: Ya Tuhanku, siapa para kekasih-Mu di antara makhluk-Mu supaya aku mencintai mereka demi Engkau.
Maka Allah menjawab: Setiap orang miskin, miskin. (Kata miskin yang kedua untuk lebih menegaskan). Al-Masih alaihis salam berkata: Sungguh aku mencintai kemiskinan dan membenci kenikmatan. Dan Dia alaihi salam, lebih senang dengan sebutan "Hai orang miskin"
Ketika para pemimpin Arab dan orang-orang kaya mereka berkata kepada Nabi SAW: “Tentukan bagi kami sehari dan bagi mereka sehari. Mereka datang kepadamu dan kami tidak datang, dan kami datang kepadamu dan mereka tidak datang”, mereka maksudkan orang-orang miskin seperti Bilal. Salman, Suhaib, Abi Dzarr, Khabbab ibnul Arat. Ammar bin Yasir, Abi Hurairah dan para penghuni Shuffah radhiyallahu anhum, Nabi SAW menerima usulan mereka. Hal itu disebabkan mereka mengeluh karena terganggu oleh bau mereka.
Orang-orang itu memakai baju dari wol di panas yang terik. Apabila mereka berkeringat. baunya menyebar dari baju-baju mereka. Hal itu tidak disukai oleh orang-orang kaya. Termasuk mereka adalah Al-Agra’ bin Haabis At-Tamimi, Uyainah bin Hishin Al-Fuzari, Abbas bin Mirdas As-Sulami dan lainnya.
Maka Rasulullah SAW memenuhi keinginan mereka untuk tidak mengumpulkan orang-orang kaya dan orang-orang miskin itu dalam satu majelis. Kemudian turun firman Allah Ta’ala kepadanya: “Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” Al-Kahfi: 28
Dan firman Allah Ta’ala: “Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” Al-Kahfi 29.
Ibnu Ummi Maktum minta izin masuk kepada Nabi SAW dan di tempatnya ada seorang pemuka Quraisy. Nabi SAW merasa berat untuk mengizinkannya.
Kemudian Allah Ta’ala menurunkan:
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling. Karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinnya serba cukup, maka kamu melayaninya.” Abasa: 1-6.
وعن النبي ﷺ أنه قال : يؤتى بالعبد يوم القيامة فيعتذر الله تعالى إليه كما يعتذر الرجل للرجل في الدنيا ، فيقول : وعزتي وجلالي ما زويت الدنيا عنك لهوانك علي ولكن لما أعددت لك من الكرامة والفضيلة أخرج يا عبدي إلى هذه الصفوف فمن أطعمك في أو أكساك في يريد بذلك وجهي فخذ بيده فهو لك والناس يومئذ قد ألجمهم العرق فيتخلل الصفوف وينظر من فعل ذلك به فيأخذ بیده ويدخله الجنة .
وقال عليه السلام أكثروا معرفة الفقراء واتخذوا عندهم الأيادي فإن لهم دولة قالوا يا رسول الله وما دولتهم . قال : إذا كان يوم القيامة قيل لهم أنظروا من أطعمكم كسرة أو سقاكم شربة أو كساكم ثوباً فخذوا بيده ثم أمضوا به الى الجنة .
وقال دخلت الجنة فسمعت حركة أمامي فنظرت فإذا بلال ونظرت في أعلاها فاذا فقراء أمتي وأولادهم . ونظرت في أسفلها فإذا فيه من الأغنياء والنساء قليل . فقلت : يا رب ما شأنهم . قال : أما النساء فاضر بهن الأحمران الذهب والحرير وأما الأغنياء فاشتغلوا بطول الحساب وتفقدت أصحابي فلم أر عبد الرحمن بن عوف ثم جاء بعد ذلك وهو يبكي فقلت ما خلفك عني قال : يا رسول الله والله ما وصلت إليك حتى لقيت المشيبات وظننت أني لا اراك فقلت : ولم قال : كنت أحاسب بمالي فانظر إلى هذا وعبد الرحمن صاحب السابقة العظيمة مع رسول الله ﷺ وهو من العشرة المخصوصين بأنهم من أهل الجنة وهو من الأغنياء الذين قال فيهم رسول الله ﷺ : إلا من قال المال هكذا هكذا ومع هذا فقد استغر بالغنى الى هذا الحد .
دخل رسول ﷺ على رجل فقير فلم بر نه شيئا . فقال : لو قسم نور هذا على أهل الأرض الوسعهم . و الا أخبركم بملوك أهل الجنة . قالوا : بلى يا رسول الله قال : كل ضعيف منصف اخر شعث ذي طمرين لا يؤبه له لو أقسم في الله لا مره .
Dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: Seorang hamba akan didatangkan pada hari kiamat, lalu Allah Ta'ala meminta maaf kepadanya sebagaimana seorang pria meminta maaf kepada pria lain di dunia. Dia berfirman: "Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak menjauhkan dunia darimu karena kehinaanmu di sisi-Ku, tetapi karena apa yang telah Aku siapkan bagimu berupa kemuliaan dan keutamaan. Keluarlah wahai hamba-Ku ke barisan ini, lalu siapa saja yang memberimu makan karena Aku, atau memberimu pakaian karena Aku, dia menginginkan wajah-Ku dengan perbuatan itu, maka gandenglah tangannya, dia milikmu." Sementara manusia pada hari itu telah dibanjiri keringat, maka dia akan melintasi barisan dan mencari siapa yang melakukan hal itu kepadanya, lalu dia menggandeng tangannya dan memasukkannya ke surga.
Nabi SAW bersabda: “Perbanyaklah kalian mengenal kaum fakir (miskin) dan berilah kebaikan kepada mereka, karena mereka mempunyai kekuasaan.
Para sahabat berkata: Ya Rasulallah, apa kekuasaan mereka?
Nabi SAW menjawab: Pada hari kiamat dikatakan kepada mereka: Lihatlah siapa yang memberimu sepotong roti atau memberimu minuman atau memberi baju, lalu peganglah tangannya, kemudian bawalah dia ke surga.”
Nabi SAW bersabda: “Aku masuk surga. Kemudian aku mendengar gerakan di depanku. Maka aku melihat, ternyata ada Bilal. Aku melihat di atasnya, ternyata ada orang-orang miskin dari umatku dan anak-anak mereka. Kemudian aku melihat di bawahnya, ternyata di situ ada orang-orang kaya dan sedikit wanita.
Maka aku katakan: Ya Tuhanku, kenapa mereka?
Allah menjawab: Adapun kaum wanita, mereka telah dicelakakan oleh dua benda merah, emas dan sutera. Adapun orang-orang kaya, mereka sibuk dengan hisab yang lama.
Aku memeriksa para sahabatku, namun aku tidak melihat Abdurrahman bin Auf. Kemudian ia datang kepadaku sesudah itu sambil menangis.
Maka aku berkata: Apa yang membuatmu tertinggal dariku?
Abdurrahman menjawab: Ya Rasulallah, demi Allah, aku tidak sampai kepadamu hingga aku berjumpa orang-orang tua dan aku mengira bahwa aku tidak melihatmu.
Kemudian aku berkata: Mengapa?
Abdurrahman menjawab: Aku dihisab dengan hartaku.
Lihatlah kejadian ini. Abdurrahman adalah orang yang terdahulu masuk Islam bersama Rasulullah SAW. Ia termasuk sepuluh orang yang ditentukan bahwa mereka termasuk penghuni surga dan termasuk orang kaya yang dikatakan Rasulullah SAW mengenai mereka. Orang yang memberikan hartanya begini dan begini. Meskipun begitu, ia mengalami cobaan dengan kekayaan hingga batas ini.
Rasulullah SAW masuk kepada seorang lelaki miskin. Beliau tidak melihat sesuatu apapun padanya. Kemudian beliau berkata: Andaikata cahaya orang ini dibagikan kepada penghuni bumi, niscaya mencukupi bagi mereka.
Nabi SAW bersabda: “Maukah kuberitahu kalian tentang raja-raja penghuni surga?
Para sahabat berkata: Mau, ya Rasulallah.
Nabi SAW berkata: Setiap orang yang lemah dan dianggap lemah, rambutnya berdebu dan kusut, memakai dua baju usang dan tidak dipedulikan orang. Andaikata ia bersumpah demi Allah, niscaya Allah memenuhi sumpahnya.
KEUTAMAAN KAUM FAKIR 1
KEUTAMAAN KAUM FAKIR 3
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya iklan adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih. Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Artikel Terkait :