بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
التعرف لمذهب أهل التَّصوُّف
Karya
Ibn Abi Ishaq Muhammad Ibn Ibrahim Ibn Ya’qub Al-Bukhari Al-Kalabadzi
Bab 42.
AJARAN KAUM SUFI MENGENAI KEIKHLASAN
الباب الثاني والأربعون
قولهم في الإخلاص
قال الجنيد: «الإخلاص: ما أُريد به الله، من أيِّ عملٍ كان».ا
قال رويم: «الإخلاص: ارتفاع رؤيتك من الفعل».ا
سمعت فارسًا يقول: قَدِمَ على أبي بكرٍ القحطبيِّ قومٌ من الفقراء من أهل خراسان، فقال لهم أبو بكرٍ: بمَ يأمركم شيخكم ـ يعني: أبا عثمان ـ؟ فقالوا: يأمرنا بكثرة الطاعة مع التزام رؤية التَّقصير فيها. فقال: وَيْحَهُ، ألا يأمركم بالغييبة عنها برؤية مُبْدِيها. قيل لأبي العباس بن عطاء: ما الخالص من الأعمال؟ قال: «ما خَلَصَ من الآفات». قال أبو يعقوب السوسيُّ: «الخالص من الأعمال: ما لم يعلم به مَلَكٌ فيكتبه، ولا عدوٌّ فيُفْسِدَهُ، ولا النفسُ فَتُعجَبَ به». معناه: انقطاع العبد إلى الله جلَّ وعزَّ، والرجوع إليه من فعله، والله الموفِّق.ا
Pendapat Mereka tentang Ikhlas
- Junaid berkata: "Ikhlas adalah apa yang
dimaksudkan semata-mata karena Allah, dari amal apa pun bentuknya."
- Ruwaim berkata: "Ikhlas adalah hilangnya
pandanganmu dari amal perbuatanmu sendiri."
- Aku mendengar Faris berkata: Sekelompok orang fakir
dari penduduk Khurasan datang menemui Abu Bakar Al-Qahthabi. Lalu Abu
Bakar bertanya kepada mereka: "Dengan apa guru kalian—yakni Abu
Usman—memerintahkan kalian?" Mereka menjawab: "Ia memerintahkan
kami untuk memperbanyak ketaatan, disertai dengan tetap merasa memiliki
kekurangan di dalamnya." Maka ia berkata: "Celakalah dia!
Tidakkah ia memerintahkan kalian untuk melupakan amal tersebut dengan
memandang kepada Zat yang menciptakan (mewujudkannya)?"
- Abu al-Abbas bin Atha' ditanya: "Amal apakah yang
murni (ikhlas)?" Ia menjawab: "Amal yang bersih dari segala
penyakit (afat)."
- Abu Ya'qub Al-Susi berkata: "Amal yang murni
(ikhlas) adalah amal yang tidak diketahui oleh malaikat sehingga ia bisa
mencatatnya, tidak diketahui oleh musuh (setan) sehingga ia bisa merusaknya,
dan tidak pula diketahui oleh hawa nafsu sehingga ia merasa bangga
dengannya." Maksudnya adalah keterputusan seorang hamba kepada
Allah 'Azza wa Jalla, dan kembalinya ia kepada Allah dari perbuatannya,
dan Allah lah Yang Maha Memberi Taufik.
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Kitab Al-Ta-aruf 42. AJARAN KAUM SUFI MENGENAI KEIKHLASAN
Description : التعرف لمذهب أهل التَّصوُّف Karya Ibn Abi Ishaq Muhammad Ibn Ibrahim Ibn Ya’qub Al-Bukhari Al-Kalabadzi Bab 42. AJARAN KAUM SUFI M...