• Home
  • Facebook PPa
  • Twitter
  • Aurodan PPa
  • Download software
 Padepokan Padang Ati (ppa)
  • HOME
  • AL-HIKAM
    • KH ABDUL WAHID ZUHDI
      • AL-HIKAM mp3
      • KISAH PERANG BADAR mp3
      • SULAMUT-TAUFIQ mp3
      • FIQIH/UBUDIYYAH mp3
    • SYARAH AL HIKAM
    • AL HIKAM KH IMRON JAMIL mp3
  • TASAWWUF-THORIQOH
    • HIKMAH SUFI
    • BAHASAN SUFI
    • THORIQOH
      • SYADZILIYYAH
      • QODIRIYYAH
      • NAQSYABANDIYYAH
      • THORIQOH LAINNYA
    • KISAH ULAMA’NUSANTARA
    • KISAH ULAMA’ DUNIA
    • KISAH WALI SONGO(9)
  • DOWNLOAD KITAB
    • KITAB TERJEMAH 1
    • KITAB TERJEMAH 2
    • KITAB KUNING MAKNA PESANTREN
    • KITAB HADITS
    • KITAB KLASIK/KUNING
    • KITAB KUNING MP3
      • Kitab kuning/klasik mp3
      • Ihya'Ulumuddin mp3
      • Nasho'ihul 'Ibad.mp3
      • Irsyadul 'ibad mp3
      • At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Qu’ran mp3
    • BAHTSUL MASA'IL
    • E-BOOK ISLAMI 1
    • E-BOOK ISLAMI TERBARU
    • E-BOOK MUSLIMAH
  • TERJEMAHAN KITAB
    • KITAB-KITAB SYEIKH ABDUL QODIR ra
      • FATHUR-ROBBANI WAL FAYDHUR RAHMANY
      • PENGAJIAN SYEIKH ABDUL QODIR ra
      • FUTUHUL GHOIB
      • MANAQIB SYEIKH ABDUL QODIR ra
      • WEJANGAN SYEIKH ABDUL QODIR ra
    • SYARAH AL HIKAM
    • AT-TANWIR FI ISQOTHID TADBIR
    • TAJUL 'ARUSY IBNU 'ATHO'ILLAH
    • RISALATUL QUSYAIRIYYAH
    • (WASHOYA) AN-NASHO'IH
    • MEMBUMIKAN AL-QUR'AN
    • RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA
    • KEAJAIBAN DLM TUBUH KITA
    • AT-TA'ARUF LI MADZHABI AHLIT-TASHAWWUF
    • KHUTBAH JUM.AH
  • AL-QUR'AN - QIRO'AH
    • TAFSIR JALALEIN
    • AL-QUR'AN UNTUK PC/HP
    • AL-QUR'AN 30 juz (Murottal)mp3
    • QIRO'AH, SENI BACA AL-QUR'AN mp3
    • SHOLAWAT,NASYID,PUISI mp3
Home » KISAH SUFI » KH ABDUL HAMID PASURUAN

KH ABDUL HAMID PASURUAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ


                  Syekh Abdul Hamid Pasuruan

KH. Abdul hamid Lahir pada tahun 1333 H, di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah.Wafat 25 Desember 1985.
Pendidikan: Pesantren Talangsari, ]ember; Pesantren Kasingan, Rembang, Jateng; Pesantren Termas, Pacitan, Jatim. Pengabdian: pengasuh Pesantren Salafiyah, Pasuruan

Kesabarannya memang diakui tidak hanya oleh para santri, tapi juga oleh keluarga dan masyarakat serta umat islam yang pernah mengenalnya. Sangat jarang ia marah, baik kepada santri maupun kepada anak dan istrinya. Kesabaran Kiai Hamid di hari tua, khususnya setelah menikah, sebenarnya kontras dengan sifat kerasnya di masa muda.


“Kiai Hamid dulu sangat keras,” kata Kiai Hasan Abdillah. Kiai Hamid lahir di Sumber Girang, sebuah desa di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 1333 H. Ia adalah anak ketiga dari tujuh belas bersaudara, lima di antaranya saudara seibu. Kini, di antara ke 12 saudara kandungnya, tinggal dua orang yang masih hidup, yaitu Kiai Abdur Rahim, Lasem, dan Halimah. Sedang dari lima saudara seibunya, tiga orang masih hidup, yaitu Marhamah, Maimanah dan Nashriyah, ketiganya di Pasuruan.

Hamid dibesarkan di tengah keluarga santri. Ayahnya, Kiai umar, adaiah seorang ulama di Lasem, dan ibunya adalah anak Kiai Shiddiq, juga ulama di Lasem dan meninggal di Jember, Jawa Timur.

Kiai Shiddiq adalah ayah KH. Machfudz Shiddiq, tokoh NU, dan KH. Ahmad Shiddiq, mantan Ro’is Am NU. Keluarga Hamid memang memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan dunia pesantren. Sebagaimana saudara-saudaranya yang lain, Hamid sejak kecil dipersiapkan untuk menjadi kiai. Anak keempat itu mula-mula belajar membaca al-Quran dari ayahnya. Pada umur sembilan tahun, ayahnya mulai mengajarinya ilmu fiqh dasar.

Tiga tahun kemudian, cucu kesayangan itu mulai pisah dari orangtua, untuk menimba ilmu di pesantren kakeknya, KH. Shiddiq, di Talangsari, Jember, Jawa Timur. Konon, demikian penuturan Kiai Hasan Abdillah, Kiai Hamid sangat disayang baik oleh ayah maupun kakeknya. Semasih kecil, sudah tampak tanda-tanda bahwa ia bakal menjadi wali dan ulama besar.

“Pada usia enam tahun, ia sudah bertemu dengan Rasulullah,” katanya. Dalam kepercayaan yang berkembang di kalangan warga NU, khususnya kaum sufi, Rasulullah walau telah wafat sekali waktu menemui orang-orang tertentu, khususnya para wali. Bukan dalam mimpi saja, tapi secara nyata.

Pertemuan dengan Rasul menjadi semacam legitimasi bagi kewalian seseorang. Kiai Hamid mulai mengaji fiqh dari ayahnya dan para ulama di Lasem. Pada usia 12 tahun, ia mulai berkelana. Mula-mula ia belajar di pesantren kakeknya, KH. Shiddiq, di Talangsari, Jember. Tiga tahun kemudian ia diajak kakeknya untuk pergi haji yang pertama kali bersama keluarga, paman-paman serta bibi-bibinya. Tak lama kemudian dia pindah ke pesantren di Kasingan, Rembang. Di desa itu dan desa-desa sekitarnya, ia belajar fiqh, hadits, tafsir dan lain lain. Pada usia 18 tahun, ia pindah lagi ke Termas, Pacitan, Jawa Timur.

Konon, seperti dituturkan anak bungsunya yang kini menggantikannya sebagai pengasuh Pesantren Salafiyah, H. Idris, “Pesantren itu sudah cukup maju untuk ukuran zamannya, dengan administrasi yang cukup rapi. Pesantren yang diasuh Kiai Dimyathi itu telah melahirkan banyak ulama terkemuka, antara lain KH Ali Ma’shum, mantan Ro’is Am NU.” Menurut Idris, inilah pesantren yang telah banyak berperan dalam pembentukan bobot keilmuan Hamid. Di sini ia juga belajar berbagai ilmu keislaman. Sepulang dari pesantren itu, ia tinggal di Pasuruan, bersama orangtuanya. Di sini pun semangat keilmuannya tak pernah Padam. Dengan tekun, setiap hari ia mengikuti pengajian Habib Ja’far, ulama besar di Pasuruan saat itu, tentang ilmu tasawwuf.

Menjadi Blantik
Hamid menikah pada usia 22 tahun dengan sepupunya sendiri, Nyai H. Nafisah, putri KH Ahmad Qusyairi. Pasangan ini dikarunia enam anak, satu di antaranya putri. Kini tinggal tiga orang yang masih hidup, yaitu H. Nu’man, H. Nasikh dan H. Idris.

Hamid menjalani masa-masa awal kehidupan berkeluarganya tidak dengan mudah. Selama beberapa tahun ia harus hidup bersama mertuanya di rumah yang jauh dari mewah. Untuk menghidupi keluarganya, tiap hari ia mengayuh sepeda sejauh 30 km pulang pergi, sebagai blantik (broker) sepeda. Sebab, kata ldris, pasar sepeda waktu itu ada di desa Porong, Pasuruan, 30 km ke arah barat Kotamadya Pasuruan.

Kesabarannya bersama juga diuji. Hasan Abdillah menuturkan, Nafisah yang dikawinkan orangtuanya selama dua tahun tidak patut (tidak mau akur). Namun ia menghadapinya dengan tabah. Kematian bayi pertama, Anas, telah mengantar mendung di rumah keluarga muda itu.

Terutama bagi sang istri Nafisah yang begitu gundah, sehingga Hamid merasa perlu mengajak istrinya itu ke Bali, sebagai pelipur lara. Sekali lagi Nafisah dirundung kesusahan yang amat sangat setelah bayinya yang kedua, Zainab, meninggal dunia pula, padahal umurnya baru beberapa bulan. Lagi-lagi kiai yang bijak itu membawanya bertamasya ke tempat lain. KH. Hasan Abdillah, adik istri Kiai Hamid, menuturkan, seperti layaknya keluarga, Kiai Hamid pernah tidak disapa oleh istrinya selama empat tahun.

Tapi, tak pernah sekalipun terdengar keluhan darinya. Bahkan sedemikian rupa ia dapat menutupinya sehingga tak ada orang lain yang mengetanuinya. “Uwong tuo kapan ndak digudo karo anak Utowo keluarga, ndak endang munggah derajate (Orangtua kalau tidak pernah mendapat cobaan dari anak atau keluarga, ia tidak lekas naik derajatnya)”, katanya suatu kali mengenai ulah seorang anaknya yang agak merepotkan.

Kesabaran beliau juga diterapkan dalam mendidik anak-anaknya. Menut Idris, tidak pernah mendapat marah, apalagi pukulan dari ayahnya. Menurut ldris, ayahnya lebih banyak memberikan pendidikan lewat keteladanan. Nasihat sangat jarang diberikan. Akan tetapi, untuk hal-hal yang sangat prinsip, shalat misalnya, Hamid sangat tegas.

Merupakan keharusan bagi anak-anaknya untuk bangun pada saat fajar menyingsing, guna menunaikan shalat subuh, meski seringkali orang lain yang disuruh membangunkan mereka, Hamid juga memberi pengajaran membaca al-Quran dan fiqih pada anak-anaknya di masa kecil. Namun, begitu mereka menginjak remaja, Hamid lebih suka menyerahkan anak-anaknya ke pesantren lain.

Bukan hanya kepada anak-anak, tapi juga istrinya, Hamid memberi pengajaran. Waktunya tidak pasti. Kitab yang diajarkan pun tidak pasti. Bahkan, ia mengajar tidak secara berurutan dari bab satu ke bab berikutnya. Pendeknya, ia seperti asal comot kitab, lalu dibuka, dan diajarkan pada istrinya. Dan lebih banyak, kata Idris, yang diajarkan adalah kitab-kitab mengenai akhlak, seperti Bidayah al-Hidayah karya Imam Ghazali, “Tampaknya yang lebih ditekankan adalah amalan, dan bukan ilmunya itu sendiri,” jelasnya.

Amalan dari kitab itu pula yang ditekankan Kiai Hamid di Pesantren salafiyah. Kalau pesantren-pesantren tertentu dikenal dengan spesialisasinya dalam bidang-bidang ilmu tertentu - misainya alat (gramatika bahasa Arab) atau fiqh, maka salafiyah menonjol sebagai suatu lembaga untuk mencetak perilaku seorang santri yang baik.

Di sini, Kiai Hamid mewajibkan para santrinya shalat berjamaah lima waktu. Sementara jadwal kegiatan pesantren lebih banyak diisi dengan kegiatan wirid yang hampir memenuhi jam aktif. Semuanya harus diikuti oleh seluruh santri. Kiai Hamid sendiri, tidak banyak mengajar, kecuali kepada santri-santri tertentu yang dipilihnya sendiri. Selain itu, khususnya di masa-masa akhir kehidupannya, ia hanya mengajar seminggu sekali, untuk umum.


Mushalla pesantren dan pelatarannya setiap Ahad selalu penuh oleh pengunjung untuk mengikuti pengajian selepas salat subuh ini. Mereka tidak hanya datang dari Pasuruan, tapi juga kota-kota Malang, Jember, bahkan Banyuwangi, termasuk Walikota Malang waktu itu. Yang diajarkan adalah kitab Bidayah al-Hidayah karya al-Ghazali. Konon, dalam setiap pengajian, ia hanya membaca beberapa baris dari kitab itu.

Selebihnya adalah cerita-cerita tentang ulama-ulama masa lalu sebagai teladan. Tak jarang, air matanya mengucur deras ketika bercerita. Disuguhi Kulit Roti Kiai Hamid memang sosok ulama sufi, pengagum imam Al-Ghazali dengan kitab-kitabnya lhya ‘Ulum ad-Din dan Bidayah al-Hidayah. Tapi, corak kesufian Kiai Hamid bukanlah yang menolak dunia sama sekali. Ia, konon, memang selalu menolak diberi mobil Mercedez, tapi ia mau menumpanginya. Bangunan rumah dan perabotan-perabotannya cukup baik, meski tidak terkesan mewah.

Ia suka berpakaian dan bersorban yang serba putih. Cara berpakaian maupun penampilannya selalu terlihat rapi, tidak kedodoran. Pilihan pakaian yang dipakai juga tidak bisa dibilang berkualitas rendah. “Berpakaianlah yang rapi dan baik. Biar saja kamu di sangka orang kaya. Siapa tahu anggapan itu merupakan doa bagimu,” katanya suatu kali kepada seorang santrinya. Namun, Kiai Hamid bukanlah orang yang suka mengumbar nafsu. Justru, kata idris, ia selalu berusaha melawan nafsu.

Hasan Abdillah bercerita, suatu kali Hamid berniat untuk mengekang nafsunya dengan tidak makan nasi (tirakat). Tetapi, istrinya tidak tahu itu. Kepadanya lalu disuguhkan roti. Untuk menyenangkannya, Hamid memakan roti itu, tapi tidak semuanya, melainkan kulitnya saja. “O, rupanya dia suka kulit roti,” pikir istrinya. Esoknya ia membeli roti dalam jumlah yang cukup besar, lalu menyuguhkan kepada suaminya kulitnya saja. Kiai Hamid tertawa. “Aku bukan penggemar kulit roti. Kalau aku memakannya kemarin, itu karena aku bertirakat,” ujarnya.

Konon, berkali-kali Kiai Hamid ditawari mobil Mercedez oleh H. Abdul Hamid, orang kaya di Malang. Tapi, ia selalu menolaknya dengan halus. Dan untuk tidak membuatnya kecewa, Hamid mengatakan, ia akan menghubunginya sewaktu-waktu membutuhkan mobil itu. Kiai Hamid memang selalu berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain, suatu sikap yang terbentuk dari ajaran idkhalus surur (menyenangkan orang lain) seperti dianjurkan Nabi.

Misalnya, jika bertamu dan sedang berpuasa sunnah, ia selalu dapat menyembunyikannya kepada tuan rumah, sehingga ia tidak merasa kecewa. Selain itu, ia selalu mendatangi undangan, di manapun dan oleh siapapun.

Selain terbentuk oleh ajaran idkhalus surur, sikap sosial Kiai Hamid terbentuk oleh suatu ajaran (yang dipahami secara sederhana) mengenai kepedulian sosial islam terhadap kaum dlu’afa yang diwujudkan dalam bentuk pemberian sedekah. Memang karikaturis - meminjam istilah Abdurrahman Wahid tentang sifatnya.

Tapi, Kiai Hamid memang bukan seorang ahli ekonomi yang berpikir secara lebih makro. Walau begitu, kita dapat memperkirakan, sikap sosial Kiai Hamid bukan hanya sekadar refleksi dari motivasi keagamaan yang “egoistis”, dalam arti hanya untuk mendapat pahala, dan kemudian merasa lepas dari kewajiban. Kita mungkin dapat melihat, betapa ajaran sosial islam itu sudah membentuk tanggung jawab sosial dalam dirinya meski tidak tuntas.

Ajaran Islam, tanggung jawab sosial mula-mula harus diterapkan kepada keluarga terdekat, kemudian tetangga paling dekat dan seterusnya. Urut-urutan prioritas demikian tampak pada Kiai Hamid. Kepada tetangga terdekat yang tidak mampu, konon ia juga memberikan bantuannya secara rutin, terutama bila mereka sedang mempunyai hajat, apakah itu untuk mengawinkan atau mengkhitan anaknya.

H. Misykat yang mengabdi padanya hingga ia meninggal, bercerita bahwa bila ada tetangga yang sedang punya hajat, Kiai Hamid memberi uang RP. 10.000 plus 10 kg. beras. Islam mengajarkan, hari raya merupakan hari di mana umat Islam dianjurkan bergembira sebagai rasa syukur setelah menunaikan lbadah puasa sebulan penuh. Menjelang hari raya, sebagai layaknya seorang ulama, Kiai Hamid tidak menerima hadiah dan zakat fitri.

Tetapi, ia juga sibuk membaginya kembali kepada handai tolan dan tetangga terdekat. Menurut H. Misykat, jumlah hadiah - berupa beras dan sarung - untuk tetangga dekat setiap tahun tergantung yang dipunyainya dari pemberian orang lain. Tapi yang pasti, jumlahnya tak pernah kurang dari 313 buah. Ini adalah jumlah para pengikut perang Badr (pecah di bulan Ramadhan antara Nabi dan orang Kafir). Penelusuran lebih jauh akan menyimpulkan, perhatian terhadap orang lain merupakan ciri dari sikap sosialnya yang kuat.

Bahwa semua tindakannya itu tumbuh dari sikap penuh perhatian yang tinggi terhadap orang lain. Sehingga, kata H. M. Hadi, bekas santri dan adik iparnya, “Semua orang merasa paling disayang oleh Kiai Hamid.” Setiap pagi, mulai pukul 03.00, ia suka berjalan kaki berkeliling ke Mushalla-mushalla hingga sejauh 1-2 km. untuk membangunkan orang-orang - biasanya anak-anak muda - yang tidur di tempat-tempat ibadah itu. Di samping itu, beberapa rumah tak luput dari perhatiannya sehingga membuat tuan rumah tergopoh-gopoh demi mengetahui bahwa orang yang mengetuk pintu menjelang subuh itu adalah Kiai Hamid yang sangat diseganinya. Sikapnya yang kebapakan itulah yang membuat semua orang mengenalnya secara dekat merasa kehilangan ketika ia wafat.

Ia selalu dengan penuh perhatian mendengarkan keluhan dan masalah orang lain, dan terkadang melalui perlambang-perlambang, memberi pemecahan terhadapnya. Tak cuma itu. Ia sering memaksa orang untuk bercerita mengenai yang menjadi masalahnya. “Ceritakan kepada saya apa yang membuatmu gundah,” desaknya kepada H. A. Shobih Ubaid, meski telah berkali-kali mengatakan tidak ada apa-apa. Dan, akhirnya setelah dibimbing ke kamar di rumahnya, Shobih dengan menangis menceritakan masalah keluarga yang selama ini mengganjal di hatinya.

Di saat lain, orang lain terpaksa bercerita bahwa ia masih kekurangan uang menghadapi perkawinan anaknya, setelah didesak oleh Kiai Hamid. Kiai Hamid lalu memberinya uang Rp 200.000. Pemberian uang untuk maksud-maksud baik ini memang sudah bukan rahasia lagi. Selain sering dihajikan orang lain, sudah puluhan pula orang yang telah naik haji atas biayanya, baik penuh maupun sebagiannya saja.

Lebih dari itu, tak kurang 300 masjid yang telah berdiri atau direnovasi atas prakarsa serta topangan biayanya. Menurut H. Misykat, kegiatan seperti ini kian menggebu menjelang ia wafat. Ia memprakarsai renovasi terhadap beberapa mushalla di dekat rumahnya yang selama ini tak pernah terjamah perbaikan. Untuk itu, di samping mengeluarkan uang dari kantongnya sendiri, ia memberi wewenang kepada masing-masing panitia untuk mempergunakan namanya dalam mencari sumbangan.

Kepeloporan, kebapakan dan sikap sosialnya yang dicirikan dengan komitmen Idkhalus surur dan kepedulian sosial dalam bentuknva yang sederhana dengan corak religius yang kuat merupakan watak kepemimpinannya. Tapi, lebih dari itu, kepemimpinan yang tidak menonjolkan diri, dan dalam banyak hal, bahkan berusaha menyembunyikan diri, ternyata cukup efektif dalam kasus Kiai Hamid. Kiai Hamid yang suaranya begitu lirih itu tidak pernah berpidato di depan umum: Tapi di situlah, khususnya untuk masyarakat Pasuruan dan sebagian besar Jawa Timur yang sudah terlanjur mengaguminya itu, terletak kekuatan Kiai Hamid.

Konon, kepemimpinan Kiai Hamid sudah mulai tampak selama menuntut ilmu di Pesantren Termas. Ia sudah berganti nama sebanyak dua kali. Ia lahir dengan nama Mu’thi, lalu berganti dengan nama Abdul Hamid setelah haji yang pertama. Kemudian, tanpa sengaja, mertuanya, KH Ahmad Qusyairi, memanggilnya dengan Hamid saja. “Nama saya memang Hamid saja, Bah (Ayah),” katanya, seperti tidak ingin mengecewakan mertuanya itu. Diantara karyanya, antara lain, Nadzam Sulam Taufiq, yaitu menyairkan kitab terkenal di pondok pesantren, Sulam Taufiq. Sebuah kitab yang berisi akidah, syari’ah, akhlaq dan tasawuf. Sedangkan Thariqah beliau adalah Syadziliyah. Menurut beberapa sumber ada yang mengatakan mengambil thariqah dari KH. Mustaqiem Husein, ada sumber lain menyebutkan dari Syeikh Abdurrazaq Termas.

Silahkan Bagikan Artikel ini

Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Ditulis oleh:SHOLICHUL HAKIM on Juni 01, 2012 - Rating: 1.5
Title : KH ABDUL HAMID PASURUAN
Description :                   Syekh Abdul Hamid Pasuruan KH. Abdul hamid Lahir pada tahun 1333 H, di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Ten...

0 Response to "KH ABDUL HAMID PASURUAN"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Donasi

Tulisan Terbaru

Silahkan Di subcribe

YANG PALING BANYAK DIBUKA

  • Download Kitab Kuning Klasik (dengan Makna ala Pesantren/Makna Petuk)بالمعنى على فسانترين
  • Download Kitab Risalah Fis Shiyam (Dengan Makna ala Pesantren) رسالة في الصيام فيما يخفى على العوام على مذهب الإمام الشافعي
  • Download Kitab-Kitab Tentang shiyam/Puasa
  • Download Kitab Matan Ghoyah wat Taqrib (Dengan makna ala Pesantren) متن الغاية والتقريب مع الترجمة
  • Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus (DAFTAR ISI)
  • Risalah fis Shiyam (Makna ala Pesantren/makna petuk). pdf
  • Download Kitab TAYSIRUL KHOLLAQ (makna ala Pesantren)

DOWNLOAD KITAB KHUSUS ARAB

Arsip Blog

  • ►  2026 (81)
    • ►  02/22 (9)
    • ►  02/15 (13)
    • ►  02/08 (11)
    • ►  02/01 (12)
    • ►  01/25 (9)
    • ►  01/18 (11)
    • ►  01/11 (8)
    • ►  01/04 (8)
  • ►  2025 (69)
    • ►  12/28 (8)
    • ►  12/21 (8)
    • ►  12/14 (9)
    • ►  12/07 (1)
    • ►  11/23 (1)
    • ►  11/16 (2)
    • ►  11/09 (1)
    • ►  11/02 (1)
    • ►  10/26 (1)
    • ►  10/12 (2)
    • ►  10/05 (2)
    • ►  09/28 (1)
    • ►  09/21 (2)
    • ►  09/07 (1)
    • ►  08/24 (1)
    • ►  08/17 (2)
    • ►  08/10 (1)
    • ►  08/03 (2)
    • ►  07/27 (2)
    • ►  07/20 (2)
    • ►  07/13 (2)
    • ►  06/08 (1)
    • ►  06/01 (2)
    • ►  05/25 (2)
    • ►  05/18 (2)
    • ►  05/11 (2)
    • ►  03/23 (2)
    • ►  02/16 (2)
    • ►  02/09 (1)
    • ►  01/19 (2)
    • ►  01/12 (1)
  • ►  2024 (45)
    • ►  12/29 (1)
    • ►  12/22 (1)
    • ►  12/08 (2)
    • ►  12/01 (1)
    • ►  10/20 (1)
    • ►  10/13 (1)
    • ►  10/06 (1)
    • ►  09/29 (3)
    • ►  09/22 (1)
    • ►  09/15 (2)
    • ►  08/25 (1)
    • ►  07/28 (1)
    • ►  06/30 (1)
    • ►  06/09 (3)
    • ►  06/02 (1)
    • ►  05/26 (3)
    • ►  05/19 (1)
    • ►  05/05 (2)
    • ►  04/28 (3)
    • ►  03/31 (1)
    • ►  03/24 (1)
    • ►  03/10 (1)
    • ►  03/03 (2)
    • ►  02/25 (1)
    • ►  02/11 (2)
    • ►  02/04 (2)
    • ►  01/21 (2)
    • ►  01/14 (2)
    • ►  01/07 (1)
  • ►  2023 (188)
    • ►  12/31 (2)
    • ►  12/24 (2)
    • ►  12/17 (1)
    • ►  12/10 (3)
    • ►  12/03 (1)
    • ►  11/26 (3)
    • ►  11/19 (1)
    • ►  11/12 (3)
    • ►  11/05 (3)
    • ►  10/29 (1)
    • ►  10/22 (1)
    • ►  10/15 (4)
    • ►  10/08 (2)
    • ►  10/01 (2)
    • ►  09/24 (5)
    • ►  09/17 (1)
    • ►  09/10 (7)
    • ►  09/03 (3)
    • ►  08/27 (5)
    • ►  08/20 (5)
    • ►  08/13 (5)
    • ►  08/06 (6)
    • ►  07/30 (6)
    • ►  07/23 (3)
    • ►  07/16 (2)
    • ►  07/09 (4)
    • ►  07/02 (5)
    • ►  06/25 (3)
    • ►  06/18 (2)
    • ►  06/04 (5)
    • ►  05/28 (3)
    • ►  05/21 (3)
    • ►  05/14 (4)
    • ►  05/07 (5)
    • ►  04/30 (2)
    • ►  04/23 (3)
    • ►  04/16 (2)
    • ►  04/09 (3)
    • ►  04/02 (2)
    • ►  03/26 (4)
    • ►  03/19 (5)
    • ►  03/12 (4)
    • ►  03/05 (3)
    • ►  02/26 (6)
    • ►  02/19 (5)
    • ►  02/12 (6)
    • ►  01/29 (6)
    • ►  01/22 (7)
    • ►  01/15 (4)
    • ►  01/08 (6)
    • ►  01/01 (9)
  • ►  2022 (430)
    • ►  12/25 (5)
    • ►  12/18 (6)
    • ►  12/11 (5)
    • ►  12/04 (6)
    • ►  11/27 (8)
    • ►  11/20 (1)
    • ►  11/13 (5)
    • ►  11/06 (7)
    • ►  10/30 (11)
    • ►  10/23 (4)
    • ►  10/16 (9)
    • ►  10/09 (4)
    • ►  10/02 (7)
    • ►  09/25 (16)
    • ►  09/18 (10)
    • ►  09/11 (6)
    • ►  09/04 (9)
    • ►  08/28 (7)
    • ►  08/21 (4)
    • ►  08/14 (14)
    • ►  08/07 (17)
    • ►  07/31 (12)
    • ►  07/24 (13)
    • ►  07/17 (13)
    • ►  07/10 (10)
    • ►  07/03 (10)
    • ►  06/26 (15)
    • ►  06/19 (21)
    • ►  06/12 (12)
    • ►  06/05 (15)
    • ►  05/29 (12)
    • ►  05/22 (18)
    • ►  05/15 (5)
    • ►  05/08 (3)
    • ►  05/01 (8)
    • ►  04/24 (16)
    • ►  04/17 (7)
    • ►  04/10 (2)
    • ►  04/03 (15)
    • ►  03/27 (10)
    • ►  03/20 (13)
    • ►  03/13 (4)
    • ►  02/27 (1)
    • ►  02/20 (4)
    • ►  02/06 (5)
    • ►  01/30 (2)
    • ►  01/23 (6)
    • ►  01/16 (8)
    • ►  01/09 (6)
    • ►  01/02 (3)
  • ►  2021 (324)
    • ►  12/26 (4)
    • ►  12/19 (5)
    • ►  12/12 (13)
    • ►  12/05 (13)
    • ►  11/28 (11)
    • ►  11/21 (5)
    • ►  11/14 (4)
    • ►  11/07 (6)
    • ►  10/31 (14)
    • ►  10/24 (4)
    • ►  10/17 (8)
    • ►  10/10 (14)
    • ►  10/03 (13)
    • ►  09/26 (11)
    • ►  09/19 (1)
    • ►  09/12 (6)
    • ►  09/05 (5)
    • ►  08/29 (6)
    • ►  08/22 (8)
    • ►  08/15 (5)
    • ►  08/08 (7)
    • ►  08/01 (6)
    • ►  07/25 (6)
    • ►  07/18 (5)
    • ►  07/11 (10)
    • ►  07/04 (5)
    • ►  06/27 (9)
    • ►  06/20 (2)
    • ►  06/13 (1)
    • ►  06/06 (4)
    • ►  05/23 (2)
    • ►  05/16 (4)
    • ►  05/09 (2)
    • ►  05/02 (9)
    • ►  04/25 (11)
    • ►  04/18 (15)
    • ►  04/11 (12)
    • ►  04/04 (10)
    • ►  03/28 (6)
    • ►  03/21 (4)
    • ►  03/14 (5)
    • ►  03/07 (5)
    • ►  02/28 (2)
    • ►  02/14 (4)
    • ►  02/07 (4)
    • ►  01/31 (1)
    • ►  01/17 (2)
    • ►  01/10 (6)
    • ►  01/03 (9)
  • ►  2020 (302)
    • ►  12/27 (7)
    • ►  12/20 (3)
    • ►  12/13 (5)
    • ►  12/06 (2)
    • ►  11/29 (3)
    • ►  11/22 (2)
    • ►  11/15 (2)
    • ►  11/08 (3)
    • ►  11/01 (3)
    • ►  10/25 (2)
    • ►  10/18 (3)
    • ►  10/11 (6)
    • ►  10/04 (8)
    • ►  09/27 (9)
    • ►  09/20 (12)
    • ►  09/13 (16)
    • ►  09/06 (14)
    • ►  08/30 (4)
    • ►  08/23 (6)
    • ►  08/16 (7)
    • ►  08/09 (4)
    • ►  08/02 (2)
    • ►  07/26 (5)
    • ►  07/19 (5)
    • ►  07/12 (6)
    • ►  07/05 (3)
    • ►  06/28 (5)
    • ►  06/21 (2)
    • ►  06/14 (2)
    • ►  06/07 (1)
    • ►  05/17 (2)
    • ►  05/10 (4)
    • ►  05/03 (9)
    • ►  04/26 (9)
    • ►  04/19 (1)
    • ►  04/12 (1)
    • ►  04/05 (5)
    • ►  03/29 (1)
    • ►  03/22 (4)
    • ►  03/15 (8)
    • ►  03/08 (7)
    • ►  03/01 (10)
    • ►  02/23 (11)
    • ►  02/16 (10)
    • ►  02/09 (7)
    • ►  02/02 (11)
    • ►  01/26 (8)
    • ►  01/19 (16)
    • ►  01/12 (15)
    • ►  01/05 (11)
  • ►  2019 (434)
    • ►  12/29 (14)
    • ►  12/22 (12)
    • ►  12/15 (13)
    • ►  12/08 (12)
    • ►  12/01 (9)
    • ►  11/24 (10)
    • ►  11/17 (12)
    • ►  11/10 (12)
    • ►  11/03 (7)
    • ►  10/27 (5)
    • ►  10/20 (5)
    • ►  10/13 (5)
    • ►  10/06 (10)
    • ►  09/29 (6)
    • ►  09/22 (5)
    • ►  09/15 (11)
    • ►  09/08 (10)
    • ►  09/01 (6)
    • ►  08/25 (9)
    • ►  08/18 (7)
    • ►  08/11 (9)
    • ►  08/04 (10)
    • ►  07/28 (19)
    • ►  07/21 (8)
    • ►  07/14 (3)
    • ►  07/07 (2)
    • ►  06/30 (7)
    • ►  06/23 (7)
    • ►  06/16 (23)
    • ►  06/09 (15)
    • ►  06/02 (4)
    • ►  05/26 (1)
    • ►  05/19 (51)
    • ►  05/12 (18)
    • ►  05/05 (7)
    • ►  04/28 (1)
    • ►  04/21 (4)
    • ►  04/14 (17)
    • ►  04/07 (3)
    • ►  03/31 (3)
    • ►  03/24 (3)
    • ►  03/10 (4)
    • ►  03/03 (11)
    • ►  02/24 (13)
    • ►  02/17 (5)
    • ►  01/27 (2)
    • ►  01/06 (4)
  • ►  2018 (197)
    • ►  12/30 (4)
    • ►  12/09 (3)
    • ►  12/02 (3)
    • ►  11/25 (4)
    • ►  11/11 (2)
    • ►  10/07 (9)
    • ►  09/16 (3)
    • ►  09/09 (5)
    • ►  09/02 (1)
    • ►  08/26 (2)
    • ►  08/19 (8)
    • ►  08/12 (8)
    • ►  08/05 (1)
    • ►  07/29 (8)
    • ►  07/15 (4)
    • ►  07/08 (1)
    • ►  07/01 (2)
    • ►  06/17 (6)
    • ►  06/10 (6)
    • ►  06/03 (7)
    • ►  05/27 (3)
    • ►  05/20 (16)
    • ►  05/13 (4)
    • ►  05/06 (1)
    • ►  04/29 (4)
    • ►  04/22 (16)
    • ►  04/15 (8)
    • ►  04/08 (5)
    • ►  03/25 (7)
    • ►  03/18 (17)
    • ►  03/11 (9)
    • ►  02/18 (1)
    • ►  02/04 (2)
    • ►  01/28 (3)
    • ►  01/21 (5)
    • ►  01/14 (6)
    • ►  01/07 (3)
  • ►  2017 (94)
    • ►  12/31 (3)
    • ►  12/24 (1)
    • ►  12/17 (2)
    • ►  10/22 (2)
    • ►  10/08 (4)
    • ►  10/01 (2)
    • ►  09/10 (6)
    • ►  08/20 (10)
    • ►  08/06 (2)
    • ►  07/02 (3)
    • ►  06/11 (3)
    • ►  06/04 (2)
    • ►  05/28 (3)
    • ►  05/21 (4)
    • ►  05/14 (4)
    • ►  04/23 (2)
    • ►  04/16 (3)
    • ►  03/19 (7)
    • ►  03/12 (4)
    • ►  03/05 (2)
    • ►  02/19 (4)
    • ►  02/05 (5)
    • ►  01/29 (1)
    • ►  01/22 (3)
    • ►  01/08 (8)
    • ►  01/01 (4)
  • ►  2016 (144)
    • ►  12/25 (3)
    • ►  12/18 (6)
    • ►  12/11 (7)
    • ►  12/04 (2)
    • ►  11/27 (4)
    • ►  11/13 (13)
    • ►  10/23 (7)
    • ►  10/16 (5)
    • ►  10/09 (14)
    • ►  10/02 (7)
    • ►  09/25 (9)
    • ►  09/18 (6)
    • ►  09/11 (7)
    • ►  09/04 (4)
    • ►  08/28 (9)
    • ►  08/21 (7)
    • ►  05/01 (7)
    • ►  04/10 (10)
    • ►  03/20 (1)
    • ►  02/21 (4)
    • ►  01/31 (8)
    • ►  01/03 (4)
  • ►  2015 (257)
    • ►  12/13 (8)
    • ►  11/29 (7)
    • ►  11/08 (1)
    • ►  09/27 (4)
    • ►  09/13 (2)
    • ►  08/16 (6)
    • ►  08/09 (1)
    • ►  08/02 (7)
    • ►  07/26 (1)
    • ►  07/12 (2)
    • ►  07/05 (3)
    • ►  06/28 (10)
    • ►  06/21 (6)
    • ►  06/07 (9)
    • ►  05/24 (9)
    • ►  05/17 (10)
    • ►  05/10 (9)
    • ►  05/03 (1)
    • ►  04/26 (5)
    • ►  04/19 (20)
    • ►  04/12 (14)
    • ►  04/05 (17)
    • ►  03/29 (14)
    • ►  03/22 (21)
    • ►  03/15 (15)
    • ►  03/01 (16)
    • ►  02/22 (6)
    • ►  02/15 (5)
    • ►  02/08 (3)
    • ►  02/01 (3)
    • ►  01/25 (4)
    • ►  01/18 (6)
    • ►  01/11 (2)
    • ►  01/04 (10)
  • ►  2014 (235)
    • ►  12/28 (13)
    • ►  12/21 (7)
    • ►  12/14 (5)
    • ►  12/07 (7)
    • ►  11/30 (13)
    • ►  11/23 (5)
    • ►  11/09 (5)
    • ►  11/02 (13)
    • ►  10/26 (1)
    • ►  10/19 (1)
    • ►  10/12 (4)
    • ►  10/05 (7)
    • ►  08/10 (3)
    • ►  08/03 (5)
    • ►  07/13 (2)
    • ►  07/06 (5)
    • ►  06/22 (3)
    • ►  05/25 (5)
    • ►  05/18 (1)
    • ►  05/04 (6)
    • ►  04/27 (2)
    • ►  04/20 (3)
    • ►  04/13 (12)
    • ►  03/23 (12)
    • ►  03/16 (9)
    • ►  03/09 (17)
    • ►  03/02 (5)
    • ►  02/23 (4)
    • ►  02/16 (15)
    • ►  02/09 (11)
    • ►  02/02 (3)
    • ►  01/19 (7)
    • ►  01/12 (7)
    • ►  01/05 (17)
  • ►  2013 (251)
    • ►  12/29 (16)
    • ►  12/15 (9)
    • ►  12/01 (1)
    • ►  11/24 (6)
    • ►  11/17 (3)
    • ►  11/03 (5)
    • ►  10/27 (1)
    • ►  10/20 (4)
    • ►  09/15 (12)
    • ►  09/01 (2)
    • ►  08/18 (4)
    • ►  07/28 (6)
    • ►  07/21 (2)
    • ►  07/14 (6)
    • ►  07/07 (8)
    • ►  06/30 (14)
    • ►  06/23 (3)
    • ►  06/16 (10)
    • ►  06/09 (8)
    • ►  05/12 (11)
    • ►  05/05 (2)
    • ►  04/28 (16)
    • ►  04/21 (6)
    • ►  04/14 (3)
    • ►  04/07 (5)
    • ►  03/31 (6)
    • ►  03/24 (5)
    • ►  03/10 (4)
    • ►  03/03 (10)
    • ►  02/24 (3)
    • ►  02/17 (5)
    • ►  02/03 (12)
    • ►  01/27 (23)
    • ►  01/20 (5)
    • ►  01/13 (9)
    • ►  01/06 (6)
  • ▼  2012 (480)
    • ►  12/30 (22)
    • ►  12/23 (23)
    • ►  12/16 (14)
    • ►  12/09 (28)
    • ►  12/02 (22)
    • ►  11/25 (7)
    • ►  11/18 (11)
    • ►  11/11 (9)
    • ►  11/04 (7)
    • ►  10/21 (6)
    • ►  10/14 (2)
    • ►  09/30 (8)
    • ►  09/23 (7)
    • ►  09/16 (22)
    • ►  09/02 (1)
    • ►  08/26 (9)
    • ►  08/19 (6)
    • ►  08/05 (12)
    • ►  07/29 (15)
    • ►  07/22 (28)
    • ►  07/15 (4)
    • ►  07/01 (11)
    • ►  06/24 (7)
    • ►  06/17 (35)
    • ►  06/10 (17)
    • ►  06/03 (47)
    • ▼  05/27 (12)
      • MANAQIB SINGKAT SYEIH ABDUL QODIR ALJILANY RA
      • KISAH SINGKAT WALI SONGO( 9)
      • TELADAN ULAMA' SUFI INDONESIA
      • Petikan surat Syeikh Abdul Qadir al-Jailani
      • KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin (abah ANOM suryalaya)
      • SYEIH USMAN & SYEIH ASRORY al ishaqy
      • KH ROMLY TAMIM
      • SYEIH NAWAWI BANTEN
      • SYEIH KHOTIB SAMBAS
      • KH ABDUL HAMID PASURUAN
      • SYEIH MUTAMAKIN KAJEN PATI
      • SYEIH KHOLIL BANGKALAN
    • ►  05/13 (1)
    • ►  04/29 (9)
    • ►  04/22 (13)
    • ►  04/08 (1)
    • ►  03/25 (7)
    • ►  03/11 (3)
    • ►  02/26 (1)
    • ►  02/19 (2)
    • ►  02/12 (4)
    • ►  02/05 (12)
    • ►  01/29 (6)
    • ►  01/22 (9)
    • ►  01/15 (6)
    • ►  01/08 (7)
    • ►  01/01 (7)
  • ►  2011 (65)
    • ►  12/25 (33)
    • ►  12/18 (20)
    • ►  12/11 (7)
    • ►  11/27 (2)
    • ►  11/20 (2)
    • ►  11/13 (1)

Isi Blog PPA Yg Bisa di Download

KITAB KLASIK PENGAJIAN mp3 TAUSYYAH
  • 1* Download Al-Quran Digital dan terjemahan Untuk PC dan HP

  • 2* KITAB KUNING MAKNA ala PESATREN

  • 3* KITAB KUNING KLASIK ala PESANTREN

  • 4* KITAB-KITAB HADITS

  • 5* KITAB-KITAB TERJEMAH

  • `6* KITAB KUNING PESATREN mp3

  • 7* BAHTSUL MASA'IL PONDOK PESANTREN

  • 8* Ebook islami

  • 9* KITAB IRSYADUL-'IBAD mp3

  • 10* KITAB KUNING KHUSUS ANDROID dan HP java

  • 1. AL HIKAM mp3. KH.ABD WAHID ZUHDY

  • 2. KISAH PERANG BADAR mp3, KH ABD WAHID ZUHDY

  • 3. SULAMUTTAUFIQ mp3, KH ABD WAHID ZUHDY

  • 4. FIQIH/'UBUDYYAH mp3, KH ABD WAHID ZUHDY

  • 5. Pengajian Gus Mus Kitab Nashoihul Ibad (mp3)

  • 6. PENGAJIAN,MANAQIB,ISTIGHOTSAH KH.ASRORY

  • 7. TERJEMAH IHYA' ULUMUDDIN mp3

  • 8. DOWNLOAD VIDEO & MP3 AUROD PPA

  • 9. SHOLAWATAN H.MUAMMAR ZA mp3

  • 10. MUROTTAL H.MUAMMAR ZA. dll. mp3

  • 11. QIRO'TUL QUR'AN H.MUAMMAR ZA dll. mp3

  • 12.SHOLAWAT ala HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR

  • 13.SHOLAWAT,NASYID,QOSIDAH,PUISI




  • HAUL PONDOK PETA

  • PUISI TERBAIK GUS MUS

  • TAUSIYYAH HABIB UMAR MUTOHHAR

  • KH ASRORI AL-ISHAQY

  • HABIB LUTHFI BIN YAHYA

  • TAUSIYYAH HABIB NAUFAL SOLO



  • Daftar Terjemahan kitab

  • Syarah Al Hikam Ibnu Ato'illah

  • At-Tanwir Fi Isqothid Tadbir

  • Tajul 'arusy Ibnu 'Atho'illah

  • Fathur-Robbani Wal Faydhur Rahmany

  • Futuhul Ghoib

  • Wejangan Syeikh Abdul Qodir

  • Manaqib Syeikh Abdul Qodir

  • Risalatul Qusyairiyyah

  • (Washoya) An-Nasho'ih Imam Harits Al Muhasibi

  • Kimyyaus-Sa'adahAl-Ghozaly

  • Surat-surat Sang Sufi

  • Asy-Syamail-Muhammadiyah

  • Mantiqut-Thair

  • Membumikan Al-Qur'an

  • Renungan Tentang Umur Manusia

  • Keajaiban Dlm Tubuh Kita

  • Fihi ma Fihi Ar-Rummi

  • At Ta'aruf li madzhabi Ahli at Tashawwuf

  • Kitab "RO-AYTULLOOH"

  • Al-Washaya li Ibn al-‘Arabi

  • Ayyuhal Walad al Ghozali

  • Misykatul anwar Al-Ghozali

  • Mukasyafah al QulubAl-Ghozali

  • Risalah Adab Sulukil Muriid


  • Like Fb PPa

    PANJENENGAN TAMU INGKANG KAPING

    Niki Kulo

    Foto Saya
    SHOLICHUL HAKIM
    Khodim Padepokan Padang Ati (PPA)
     Lihat profil lengkapku

    Download Software Pc & Android

    Download Video Pengajian, Sholawat dan lagu

    Labels

    ebook islami (897) kitab kuning terjemah (723) Kitab makna gandul (317) Syarah Al-Hikam (154) AL-GHOZALI (134) BAHASAN SUFI (119) KISAH SUFI (108) RISALATUL-QUSYAIRIYYAH (89) Kitab At-Tanwir (88) HIKMAH SUFI (85) Al-Qur'an (83) kitab HADITS (83) AJARAN KAUM SUFI (77) FUTUHUL GHOIB (71) ALHIKAM (68) Kitab karya ulama Nusantara (66) ebook muslimah (64) KITAB KUNING KLASIK (60) Fathur-rabbany (59) KITAB NAHWU (58) Melihat Allah (53) NU (51) Mukasyafatul qulub (49) TAFSIR JALALAIN (46) An-Nashoih (38) PENGJIAN (38) KITAB KUNING MP3 (36) Wasiat – Wasiat Ibn ‘Arabi (36) IBNU ATO'ILLAH (35) PPA (34) Tajul Arus (34) Attibyan fiiaadabi hamalatil qur'an (32) Hikmah Ibnu Ato'illah (32) ibnu 'aroby (32) Hikmah Al Jilany (31) Misykatul anwar (31) al haddad (31) kitab ISLAM KLASIK (25) m.Qurais S (25) tafsir al Ibriz (25) Adab sulukil Murid (24) KEAJAIBAN ALQUR'AN (24) IHYA'ULUMUDDIN AL GHOZALY (23) syeh ahmad asymuni (23) Tanwirul qulub. (22) AS – SYAMAIL (20) SHOLAWATAN (20) SURAT-SURAT SANG SUFI (20) pengajian (19) Fihi ma Fihi (18) Tafsir Ilmi (17) Ayyuhal walad (16) Filsafat (16) Manaqib Syeih Abdul Qodir aljiilany ra (16) Syeikh Hasyim asy'ari (16) cak nun (15) SOFTWARE ISLAMI (14) NASHO'IHUL 'IBAD (13) wahabi (13) THORIQOT (12) Hamka (11) KITAB KIMYYATUSSA'ADAH (11) Keajaiban di Dalam Tubuh Kita (11) Muammar (11) Nahwu (11) puasa (11) Agus sunyoto (10) Sayyid Maliki (9) Tafsir Fathul qodir (9) fiqih (9) Bahasa arab (8) MAULID (8) ebook islam (8) 40 Hadist sohih (7) Fiqih anak (7) ihya' KITAB TENTANG NAFSU (7) Adabiyyah (6) Arbain nawawiyah (6) Misykaat Al-Mashabiih (6) RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA (6) Taudhihul Adillah (6) KITAB TASAWUF (5) alhikam SYEIH IBNU 'ATO'ILLAH ASYAKANDARI MP3 (5) 1001malam (4) ABDUL WAHID ZUHDY (4) Bukhori (4) MUROTTAL (4) Sujiwo tejo (4) asshowi (4) syeikh Nawawi al jawi (4) RISALAH LADUNIYYAH (3) Sajarot kaun (3) Syekh Abdul Qadir Jaelani (3)

    Sahabat PPa

    MONGGO SHOLAT

    Copyright © 2012 Padepokan Padang Ati (ppa) - All Rights Reserved
    Design by AS HAKIM PPA - Blogger Templates - Powered by Blogger