بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Kitab Tajul ‘Arus Bab 13:
Allah adalah pemilik segalanya 3
ومن
أكرم الناس وضيع حقوق الله ليس هذا بخلق حسن بل لا تكون ممدوحا بحسن الخلق
حتى تكون قائما بحقوق الله تعالى وقائما بأحكامه مستسلما لأوامر الله
مجتنبا لنواهيه ، فمن منع نفسه معاصى الله وأدى حقوق الله فقد حسن خلقه ،
ما سلط الله عليك ألسنة العباد إلا لترجع إليه ، لا تزال لك قيمة عند الله
حتى تعصى فإذا عصيت فلا قيمة لك .. التقوى هى ترك معصية الله حيث كنت لا
يراك أحد . كان النبي صلى الله عليه وآله وسلم إذا شرب الماء قال : ( الحمد
لله الذي جعله عذبا فراتا برحمته ولم يجعله ملحا أجاجا بذنوبنا ) وهو صلى
الله عليه وآله وسلم منزه عن الذنوب ولكن تواضعا منه وتعليما، وكان يمكنه
أن يقول بذنوبكم وما أكل صلى الله عليه وآله وسلم ولا شرب إلا ليعلمنا
الأدب وإلا فكان عليه الصلاة والسلام يطعم ويسقى ، فالعارف ينكس رأسه إذا
شرب وربما الفطر عيناه بالدموع ويقول هذا تودد من الله تعالى
Hakikat baiknya akhlaq
Barangsiapa yang memuliakan manusia dan mengabaikan hak-hak Allah
Ini
bukanlah akhlak yang baik, bahkan kamu tidak akan terpuji dengan akhlak
yang baik sampai kamu menunaikan hak-hak Allah Ta'ala dan menunaikan
hukum-hukum-Nya, berserah diri pada perintah Allah, dan menjauhi
larangan-larangan-Nya. Barangsiapa yang menahan dirinya dari maksiat
kepada Allah dan menunaikan hak-hak Allah, maka sungguh baik akhlaknya.
Allah tidak menguasakan lidah manusia atasmu melainkan agar kamu kembali
kepada-Nya. Kamu akan selalu memiliki nilai di sisi Allah sampai kamu
bermaksiat, maka jika kamu bermaksiat, kamu tidak memiliki nilai.
Takwa adalah meninggalkan maksiat kepada Allah saat kamu berada di tempat yang tidak ada seorang pun yang melihatmu.
Nabi
SAW ketika minum air berkata: (Segala puji bagi Allah yang
menjadikannya tawar lagi segar dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikannya
asin lagi pahit karena dosa-dosa kita). Padahal beliau SAW terjaga dari
dosa, namun itu sebagai bentuk tawadhu dan pengajaran. Beliau bisa saja
mengatakan karena dosa-dosa kalian, dan beliau SAW tidak makan dan
minum melainkan untuk mengajarkan tata krama kepada kita. Seandainya
tidak demikian, maka beliau SAW tetap diberi makan dan minum. Maka orang
yang arif akan menundukkan kepalanya saat minum, dan mungkin matanya
berlinang air mata dan berkata ini adalah kasih sayang dari Allah
Ta'ala.
كان بعضهم لا يخرج لصلاة الجماعة لما يعرض له في طريقه . منهم مالك بن أنس رضى الله تعالى عنه لأن الجماعة ربح ، الربح لا يحسب إلا بعد الإحاطة على رأس المال ، ليس السباع في البرية بل السباع في الأسواق والطرق ، وهي التي تنهش القلوب نهشا . مثال من يكثر الذنوب والاستغفار كمثل من يكثر شرب السم ويكثر استعمال الترياق فيقال له قد لا تصل إلى الترياق مرة فيهجم عليك الموت قبل الوصول إليه ، من مرض قلبه منع أن يلبس لباس التقوى ، فلو صح قلبك من مرض الهوى والشهوة تحملت أثقال التقوى ، فمن لم يجد حلاوة الطاعة دل على مرض قلبه من الشهوة وقد سمى الله تعالى الشهوة مرضا بقوله تعالى : ( فيطمع الذي في قلبه مرض ) ولك في علاجه
طريقان : استعمال ما هو لك نافع وهي الطاعة
واجتناب ما هو لك مضر وهي المعصية
فإن فعلت ذنبا أعقبته بالتوبة والندم والانكسار والإنابة كان ذلك سبب وصلتك به، وإن فعلت طاعة فأعقبتها بالعجب والكبر، كان ذلك سببا للقطيعة عنه عجبا لك كيف تطلب صلاح قلبك وجوارحك تفعل ما شاءت من المحرمات كالنظر والغيبة والنميمة وغير ذلك ، فمثالك كمن يتداوى بالسم أو كمن أراد تنظيف ثوبه بالسواد
Sebagian dari mereka tidak keluar untuk shalat berjamaah karena gangguan di jalan mereka. Di antaranya Malik bin Anas radhiyallahu ta'ala 'anhu, karena berjamaah adalah keuntungan, dan keuntungan tidak dihitung kecuali setelah mencakup modal utama. Bukan binatang buas di padang pasir, melainkan binatang buas di pasar dan jalanan, yaitu yang mencabik-cabik hati.
Contoh orang yang banyak berbuat dosa dan beristighfar adalah seperti orang yang banyak minum racun dan banyak menggunakan penawar, lalu dikatakan kepadanya, "Bisa jadi engkau tidak sampai pada penawar sekali pun, maka kematian menyerangmu sebelum mencapainya."
Siapa yang sakit hatinya tercegah dari memakai pakaian takwa. Jika hatimu sehat dari penyakit hawa nafsu dan syahwat, niscaya engkau sanggup menanggung beban takwa.
Barangsiapa tidak menemukan kemanisan ketaatan, itu menunjukkan sakit hatinya karena syahwat. Allah ta'ala telah menamai syahwat sebagai penyakit dengan firman-Nya: {maka berkeinginanlah orang yang dalam hatinya ada penyakit}.
Dan bagimu dalam pengobatannya ada dua jalan: Menggunakan apa yang bermanfaat bagimu yaitu ketaatan, dan menghindari apa yang berbahaya bagimu yaitu kemaksiatan.
Jika engkau melakukan dosa lalu mengikutinya dengan tobat, penyesalan, kerendahan hati, dan kembali (kepada Allah), maka itu menjadi sebab hubunganmu dengan-Nya. Jika engkau melakukan ketaatan lalu mengikutinya dengan rasa takjub (bangga diri) dan sombong, maka itu menjadi sebab keterputusan dari-Nya.
Ajaib dirimu, bagaimana engkau menuntut perbaikan hatimu sementara anggota tubuhmu melakukan apa yang dikehendaki dari hal-hal haram seperti memandang, ghibah, namimah, dan selain itu. Maka contohmu seperti orang yang berobat dengan racun atau seperti orang yang ingin membersihkan pakaiannya dengan warna hitam.
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya iklan adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih. Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Artikel Terkait :